
Sheryl berjalan ke arah halaman belakang, dimana kakak dan ayahnya berada "kak, kayla masih belum sehat ya" tanya sheryl pada kakanya
sheryl tentu sudah tahu kondisi kayla dari mario. ada rasa tanggung jawab besar di diri sheryl untuk menjaga kayla tapi malah dia kecolongan gara-gara brian dan itu sangat membuatnya kesal
"belum sehat dia, dia masih ngurung diri di kamar, kalau gak di antar makanan sama romi kayanya juga dia gak makan deh" balas kinan merasa kasihan dengan kayla
"emang tuh orang yang namanya brian selalu saja bikin aku kesel setengah mati" umpat sheryl akan kelakuan brian yang selalu membuatnya kesal
sheryl berjalan ke arah kamar kayla "kayla" panggil sheryl saat membuka pintu
kayla menoleh ke arah pintu dan bisa melihat sheryl yang masuk dalam kamarnya "iya non" balas kayla
sheryl berjalan masuk ke kamar kayla dan menutup pintu, sheryl berjalan ke arah kursi yang ada di dekat ranjang kayla "kita langsung saja deh kay, gak pakai embel-embel karena saya gak suka basa-basi. kamu mau nikah sama brian atau ketemu sama om bachtiar" tanya sheryl langsung bertanya pada kayla akan pilihan yang ingin di ambil kayla
"aku gak mau pulang non dan aku juga gak mau menikah sama pria itu" balas kayla
"sekarang kondisinya kaya gini kayla, kamu sedang hamil" sheryl menatap lekat kayla "mana mungkin kamu hamil tanpa ada yang mendampingi, lagian kalau sampai om bachtiar tahu kamu hamil bisa kena amuk aku sama ayah kamu dan kamu tahu sendiri kalau aku kena amuk pasti om arkana gak akan terima dan bakal marah besar terus nanti buntut-buntutnya bakal panjang kay" jelas sheryl akan posisiny yang sulit jika kayla susah di ajak bekerjasama
"bisa gak sih non, saya mengurus anak saya sendiri saja dan saya tetap di izinin bekerja di sini' tanya kayla dengan hati-hati
"aku sih gak masalah kamu masih di sini, tapi masalahnya ayah kamu kayla, dia bisa ngamuk besar kamu kan tahu kesabaran ayah kamu setipis tisu sama kaya aku, bedanya hanya ayahmu jauh lebih tipis dari aku karena masih di belah dua dari kadar ketipisan kesabaranku" jelas sheryl akan kesabaran ayah kayla yang tentu kayla tahu dengan jelas
"nanti deh saya pikirin non" balas kayla
sheryl menghela nafas panjang, memang dia khawatir tapi ia juga tidak bisa memaksakan kehendaknya pada kayla "ya sudah" sheryl berjalan ke luar kamar dengan langkah lebar
sheryl berjalan ke arah ruang keluarga untuk bersantai "aduh" sheryl memegang perutnya yang terasa mulai sakit "apa kontraksi lagi ya" gumam sheryl berjalan ke arah sofa dan mulai mengatur nafasnya
"kok makin sakit ya" gumam sheryl yang makin merasakan perutnya melilit
"kakak" panggil sheryl yang sudah tidak kuat berjalan
__ADS_1
"kakak" panggil sheryl lagi
kinan mendengar namanya di panggil sheryl "ada apa ya sheryl manggilnya gitu " kinan menyerahkan putera pada ayah burhan "pegang dulu yah, mau lihat sheryl dulu" kinan berjalan ke arah ruang keluarga untuk melihat keadaan sheryl
"ada apa sher" kinan berjalan menghampiri sheryl yang terlihat memegang perutnya
sheryl mendongak ke arah kakaknya "perutku rasanya di putar-putar kak" balas sheryl
kinan kini bisa melihat ada air di sekitar lantai "ketubanmu sudah pecah " kinan memeriksa pakaian sheryl "iya mau lahiran kamu" duga kinan yang sudah melihat air ketuban sheryl jelas sudah pecah
"romi" teriak kinan memanggil romi yang berada entah di mana
romi berlari dengan tergesa-gesa karena suara kinan yang begitu lantang "ada apa non" tanya romi dnegan suara terengah-engah karena berlari
"siapin mobil yang disiapin utuk di pakai untuk lahiran sheryl, keluarin sekarang terus bantu saya bawa sheryl bawa ke mobil, kita ke rumah sakit sekarang" ucap kinan dengan wajah yang terlihat cemas itu
romi sangat terkejut melihat kondisi sheryl "ah iya non" romi langsung berlari untuk mengikuti perintah kinan
"sheryl mau lahiran yah, kinan mau antar dia dulu" balas kinan
"ya sudah ayah ikut ya" pinta ayah burhan
"jangan dulu yah, nanti putera sama kayla gimana? ayah tunggu sini dulu nanti kinan telpon mama atau kak jemina buat ke sini biar bisa jaga putera sama sekalian jaga kayla" balas kinan
"ya sudah deh, nanti kalau sudah ada yang jaga putera ayah nyusul kamu" balas ayah burhan pasrah akan usul kinan
romi berlari menghampiri kinan "yuk non" romi langsung membantu memapah sheryl untuk di bawa ke rumah sakit segera
di luar gerbang, seorang terlihat tersenyum miring melihat sheryl yang terlihat akan segera melahirkan "akhirnya"
"gumam orang tersebut
__ADS_1
***
mario berlari dengan begitu cepat melewati lorong rumah sakit, terlihat sekali keningnya sudah banjir akan peluh yang terus mengucur "kinan" mario berusaha mengatur nafasnya dengan susah payah "sheryl di mana" tanya mario masih berusaha kuat mengatur nafasnya
"di dalam, kamu masuk saja ya, aku mau ngurus donor darah soalnya ada resiko pendarahan yang banyak karena riwayat kehamilan sheryl yang sering pendarahan " balas kinan ingin segera mengurus donor darah untuk sheryl sebagai persiapan
"iya, minta tolong ya" mario langsung berjalan masuk ke dalam ruang bersalin untuk menemani sheryl melahirkan
"sayang" mario berjalan ke arah sheryl yang terus memegang perutnya karena terasa begitu sakit
sheryl begitu lega bisa melihat suaminya ada bersamanya "mas sakit"keluh sheryl terus memegang perutnya
"iy sayang" mario menggenggam tangan sheryl "sabar ya, kalau sakit banget, pegang erta tangan mas, kalau mau cakar atau jambak pun boleh" ucap mario
sheryl memegang tangan mario erat "iya mas" balas sheryl
dokter wanita yang di tugaskan membantu proses persalinan sheryl pun mulai bersiap " bukaannya cepat kok pak, paling bentar lagi sudah lengkap dan kita bisa langsung cepat mulai" ucap dokter tika, salah satu dokter kandungan yang ada di rumah sakit mario
"iya" balas mario tanoa menoleh karena konsentrasinya ada pada sheryl yang masih mengeluh sakit dan terus berkeringat
"sakit mas" keluh sheryl lagi
dokter tika kembali mengecek bukaan sheryl " sepertinya anak anda oengen cepat lahir, bukaanya sudah lengkap jadi kita bisa memulainya" dokter tika pun memulai meamandu sheryl untuk melahirkan
mario dengan setia menemani sheryl, berunung tak lama sheryl mengejan, anak mereka segera lahir
"oek oek oek" tangis bayi pun pecah
mario menatap takjub anaknya yang baru lahir "terima kasih sayang" mario mengecup kening sheryl dengan bertubi-tubi
"iya mas" balas sheryl bisa bernafas lega karena sudah melahirkan putri pertamanya
__ADS_1