
laras menidurkan qiana di kamar dan memberikan bantal di sekeliling tubuhnya "kruuuyuuuk" terdengar suara perut laras yang begitu nyaring
laras mengusap perutnya "terlalu asyik bermain sampai lupa kalau aku belum sarapan" laras memilih keluar kamar pribadi kantor mario
dia ingat mario sudah memesankan makanan untuknya jadi dia akan keluar agar bisa makan walau sedikit
laras sengaja mengganjal pintu kamar itu agar terbuka jadi saat qiana bangun dan memanggilnya dia bisa langsung menghampiri qiana "ah itu pasti makanan yang tuan mario pesan" laras langsungĀ mengambil makanan yang di sediakan dan memakannya dengan lahap karena memang ia yang begitu lapar
"ceklek" terdengar suara pintu terbuka dan menampilkan seorang wanita cantik memakai pakaian kantor
"kamu pengasuhnya nona muda ya" tanya wanita itu mendekat ke arah laras yang sedang sibuk makan
wanita itu mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan "namaku mala, sekertaris pribadi tuan mario, kamu siapa" tanya mala
"saya laras, pengasuhnya nona qiana" balas laras
"ah namanya qiana" mala baru tahu bahwa anak mario bernama qiana karena yang sudah tahu baru lah rasta saja dan mala memang tidak pernah bertanya nama anak mario pada rasta
"kamu lapar sekali ya" tanya mala melihat cara makan laras yang begitu lahap
laras terkekeh "iya, tadi aku melewatkan sarapan karena harus mengurus non qiana yang begitu antusias bertemu ayahnya" balas laras
"apa nyonya sheryl baik" tanya mala ingin tahu keadaan sheryl
"non sheryl baik" balas laras
"apa kekasihnya itu sangat sayang pada nyonya" tanya mala penasaran akan hidup sheryl
"kalau yang saya lihat tuan bachtiar sangat menyayangi nyonya sheryl, bahkan pernah saya melihat tuan mematahkan tangan seorang yang berani mengganggu nyonya saat di inggris, dan tuan akan selalu menuruti apapun yang nyonya mau" balas laras melihat bagaimana perlakuan bachtiar pada sheryl
"syukurlah, aku benar-benar ingin nyonya akan bahagia bersama orang ini" ucap mala penuh pengharapan akan kebahagiaan sheryl
"ngomong-ngomong kenapa orang tua non qiana berpisah" tanya laras yang sebenarnya penasaran tapi tidak tahu dengan siapa ia harus bertanya
"gimana ya" mala nampak berpikir "mungkin cara berpikir mereka yang berbeda" balas mala dengan senyuman
laras sadar kalau dia terlalu banyak ingin tahu jadi ia tak bertanya lebih lanjut "maaf ya laras, aku harus kembali ke ruangan rasta, tadi cuma mau ambil berkas saja tapi malah ketemu sama kamu jadi kita ngobrol deh" pamit mala segera pergi dari ruangan mario
laras kembali melanjutkan makannya dalam diam sepeninggal mala pergi
__ADS_1
"ceklek" terdengar kembali suara pintu terbuka
kini kembali seorang wanita masuk, laras hanya diam dan tetap melanjutkan makannya.
wanita itu berjalan mendekat ke arah laras "kamu siapa" tanya perempuan itu dengan nada ketus
mendengar nada suara wanita itu yang tak enak di dengar membuat laras malas menjawab, yang penting dia ada di ruangan itu atas perintah pemilik ruangan jadi laras santai saja dengan orang di hadapannya
"apa kamu tuli, tidak bisa jawab ya" bentak wanita itu
laras menghentikan makannya "maaf nona, kalau ingin tahu silahkan tanya saja pada pemilik ruangan ini, saya sedang makan dan tidak ingin di ganggu saat makan" balas laras yang memang masih begitu lapar dan segera ingin mengisi perutnya
"brak" wanita itu melempar makanan ke arah laras membuat pakaian laras menjadi kotor
laras mengusap pakaiannya yang kotor "apaan sih nona, kenapa anda kasar sama saya" tanya laras mencoba menahan kemarahannya karena ia sadar hanyalah seorang pengasuh jadi tidak pantas untuk ia marah dengan tamu orang tua anak yang ia asuh
"ah kamu pasti wanita yang di sewa mario untuk muasin hasratnya karena terlalu rindu belaian seorang wanita semenjak berpisah dari sheryl" tebak wanita itu dengan begitu pongahnya
laras tentu tidak terima dengan ucapan wanita yang baru ia temui itu, seumur hidupnya mencari nafkah secara halal, dan dia juga merelakan bekerja sebagai pembantu dan pengasuh anak untuk menyambung hidupnya "tolong jaga kata-kata anda, kalau anda ada masalah silahkan bahas dengan orangnya langsung jangan mengaitkan saya pada masalah anda yang jelas bukan urusan saya" ucap laras dengan nada serendah mungkin agar tetap menjaga kesopanan
"jelas kamu jadi masalah saya karena ada di ruangan mario" balas wanita itu berkacak pinggang
"plak" wanita itu langsung menampar regina dengan kasar
"diam kamu, berani bicara lagi aku sumpal mulut kamu" wanita itu mendorong tubuh laras dengan kasar ke arah meja di dekat sofa
"aduh" laras mengaduh kesakitan karena kepalanya terkantuk ujung meja membuat dahinya terluka dan berdarah
"rergina!" teriak mario dengan suara menggema ke penjuru ruangan
sumpah demi apapun suara mario begitu menakutkan bagi orang yang mendengarnya, rasta dan mala saja sampai bergidik ngeri mendengar suara mario yang begitu mengerikan
mario melangkah lebar ke arah wanita yang mendorong laras yang tak lain dan tak bukan adalah regina yang tak tahu malunya masih berusaha mendekati mario
mario langsung mencekik leher regina dengan kuat "apa kau tidak mengindahkan peringatanku hah!" teriak mario dengan suara lantang
mendengar suara mario, laras langsung berlari ke arah kamar takut qiana mendengar teriakan mario dan mengagetkan qiana, dan benar saja qiana langsung terbangun, laras bergegas menutup pintu kamar dan menghampiri qiana tak memperdulikan kepalanya yang berdenyut sakit
mario masih mencengkeram leher regina dengan kuat "aku hanya merindukanmu mario" ucap regina dengan suara tercekat
__ADS_1
"apa kau ingin aku benar-benar membunuhmu hah!" teriak mario
regina menatap mario dengan mata berkaca-kaca "apa setelah kau berpisah dengan sheryl malah akan berhubungan dengan wanita seperti itu" tanya regina tak percaya bahwa mario lebih memilih wanita yang jelas jauh ada di bawahnya
"itu sama sekali bukan urusanmu" mario mendorong tubuh regina dengan kasar
"apa otakmu ada masalah sampai kau tidak mengindahkan peringatanku untuk menjauh dari hidupku" ucap mario dengan penuh amarah
"apa kamu akan menikah dengannya" tanya regina yang malah tak menjawab pertanyaan mario
"itu sama sekali bukan urusanmu" balas mario
"jelas itu urusanku, kamu dulu bilang akan menikahiku" teriak regina mengingatkan mario akan ucapan mario dulu yang belum terlaksana
"lagi-lagi kau masih saja mengucapkan itu" mario melempar barang yang ada di dekatnya ke arah regina tak perduli itu akan menyakiti regina
"karena ucapan asalku yang ingin membantumu sudah membawa kehancuran dalam pernikahanku dan sekarang kamu mau lagi menghancurkan hidupku hah!" teriak mario
"aku ingin kita menikah mario" ucap regina lagi
mario begitu naik pitam akan sifat tidak tahu malu regina "rasta segera putus kerjasama perusahaan kita dengan perusahaan keluarga wanita ini dan black list perusahaannya sekarang juga" ucap mario dengan suara lantang
"baik tuan" rasta langsung pergi meninggalkan ruangan mario untuk mengerjakan perintah tuannya
"jangan mario" regina berlutut di hadapan mario
jelas ia tahu resiko apa yang akan ia dapat jika sampai mario memutus kerjasama perusahaan mario dengan perusahaan ayahnya, keluarganya pasti akan bangkrut "aku sudah berkali-kali memberimu peringatan tapi kau masih saja ngeyel muncul di hidupku, jadi kali ini aku memberi peringatan tajam, jika lagi kau muncul di depanku aku benar-benar akan mencekikmu sampai mati" ucap mario dengan bersungguh-sungguh
Regina di tarik paksa oleh satpam agar keluar ruangan mario atas instruksi mala yang jelas melihat bahwa tuannya begitu marah dengan kehadiran Regina
mario menoleh ke arah mala "tolong urus masalah di luar, saya tidak ingin di ganggu" ucap mario
"baik tuan" mala pamit keluar dari ruangan mario
mario berjalan ke arah kamar pribadi miliknya dan melihat laras yang sedang sibuk menenangkan qiana yang sedang menangis
"saya gak papa nona" ucap laras menenangkan qiana yang menangis sedari tadi
mario menghampiri laras "kita obatin lukamu dulu ya" ucap mario dengan tak enak hati melihat laras terluka
__ADS_1
laras menatap mario dengan tatapan tajam "saya hanya pengasuh qiana tuan jadi tolong jangan libatkan saya dalam masalah" ucap laras dengan suara pelan tapi penuh penekanan