Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Backstreet (season 2)


__ADS_3

Qiana masih memandangi wajah putera, pria yang selama 18 tahun hidupnya, dianggap sebagai kakak, malah kini ingin mengajaknya berpacaran


"gimana qiana, mau enggak" tanya putera menyadarkan lamunan qiana


"plak" qiana memukul lengan putera dengan kerasa "ini lagi nambah ngaco" qiana menggelengkan kepalanya "di film-film, mah orang ngajak pacaran yang romantis, ini kakak malah manjat ke kamar aku dan ngajak pacaran dadakan" qiana tak habis pikir dengan ajakan putera


"ya kan kita mau percobaan, biar nanti saat kamu sudah tahu pacaran kamu bisa bedain mana orang yang bisa membuat ahtimu tergerak" balas putera


qiana nampak berpikir "tapi rasanya aneh deh kak, kita kan jadi adik kakak selama 18 tahun, masa sekarang kita pacaran" qiana masih merasa aneh jika harus pacaran dengan putera


"ya elah qiana, kita kan lagi belajar mengenali isi hati, toh kita pacarannya sembunyi-sembunyi, gak ada yang tahu jadi gak akan di curigain orang, toh kita juga biasa bareng kemna-mana" sanggah putera


"gitu ya kak" qiana kembali memikirkan ucapan putera yang ada benarnya, karena jika ia tahu rasanya berpacaran maka mungkin dia tidak akan kesulitan untuk tahu apa dia tertarik dengan dion atau tidak "jadi kita backstreet gitu ya kak" tanya qiana memastikan


"iya, mau gak" tanya putera lagi


"ya sudah deh, kakak kan biasa pacaran jadi bisa ajarin qiana" balas qiana dengan polosnya


"yes" putera bersorak menang dalam batinnya "kakak pasti akan buat kamu jatuh hati, dan gak bisa berpaling dari kakak" batin putera


"berarti mulai hari ini resmi pacaran ya" putera mengambil ponselnya dan nampak mengetikan sesuatu di ponselnya


qiana mengerutkan keningnya "kakak ngapain, serius amat" tanya qiana


"bikin catatan, kalau hari ini kita resmi pacaran, biar bisa buat cerita ke anak cucu nanti" balas putera


"hahahahaha" qiana terbahak akan ucaapan putera "ya kali ceritain ke anak cucu, emang kita mau nikah" kekeh qiana


"akan kakak buat itu" ucap putera dalam hatinya "ya biar jadi kenangan aja" putera mengusap kepalanya lembut


putera menarik tangan qiana dan meminta qiana berbaring "sekarang tidur, sudah malam" putera menarik selimut qiana dan menutup tubuh qiana dengan selimut sampai batas dada


"jangan begadang, begadang itu gak bagus" ucap putera


"kakak tungguin qiana sampai tidur dulu ya, baru balik ke kamar kakak" pinta qiana


"iya kakak temani, sekarang tidur" putera mengusap kepala qiana sampai qiana tertidur


saat terdengar dengkuran halus dari bibir qiana, putera menyunggingkan senyumnya " good night my princess" putera menggelengkan kepalanya "my sweetheart" putera mengecup kening qiana cukup dalam dan kembali kemarnya melalui balkon sama seperti ia datang tadi

__ADS_1


***


pagi-pagi sekali, qiana turun ke lantai bawah untuk menghampiri mama kinan "pagi tante" qiana memeluk mama kinan dari belakang


"pagi sayang" mama kinan mengusap kepala qiana


qiana menoleh ke arah nenek intan yang berada tak jauh dari mama kinan "pagi nenek" sapa qiana


"pagi princess" balas nenek intan


"qiana bantu apa tante" tanya qiana


"bantu cuci sayuran aja, semua sudah selesai di potong tadi" mama kinan menunjuk ke arah sayuran yang sudah selesai di potong


"iya tante" qiana mulai membersihkan sayur-sayuran yang akan di masak


"kamu kalau menginap di sini selalu mau bantu tante mask, tapi kalau di rumah mama dan bunda kamu, kok gak pernah ikut masak sayang" tanya mama kinan


"males aja" balas qiana dengan santainya


mama kinan mengusap kepala qiana dengan gemas "kamu sudah besar qiana, jadi setidaknya harus bisa memasak, mau tante saja yang ajarin memasak" tawar mama kinan


"tante kan sibuk kerja" sahut qiana


"boleh tante" balas qiana dengan senyuman


mama kinan mulai mengenalkan berbagai macam bumbu pada qiana agar nantinya qiana tidak kaget saat memasak. setelah masakan sudah matang semua, qiana membantu mama kinan untuk menatanya di meja makan


"wah princess kita ikut masak" papa hans cukup terkejut melihat qiana yang sedang menata meja makan


"iya om, kata tante suruh belajar, biar gak kaget nanti pas jadi istri" kekeh qiana


"emang kamu sudah ada rencana menikah" tanya papa hans sambil melirik putera yang sedang berjalan ke arah meja makan


"belum lah om, tapi ada pria yang lagi kejar-kejar qiana, kali aja qiana berubah pikiran dengan cepat, jadi siap-siap lah" balas qiana dengan nada bercanda


putera menatap tajam qiana "jaga kata-kata kamu qiana" bentak putera


qiana langsung menundukan kepalanya "iya kak, maaf" ucap qiana

__ADS_1


"sudah-sudah, ayok makan" ajak papa hans


"qiana minta tolong, panggilin  dilan sama neo dong" pinta mama kinan


"iya tante" qiana berjalan ke lantai atas untuk memanggil kedua adik putera


nenek intan menatap tajam putera "kalau kamu mau qiana tertarik sama kamu, jaga kata-kata kamu, jangan suka ngebentak" ucap nenek intan


putera menundukan kepalanya " iya nek, tadi papa sih yang mancing-mancing putera" balas putera


"kok bawa-bawa papah, kan papah gak ngapa-ngapain" sahut papa hans tak terima namanya di bawa-bawa


"tadi papa bilang ke qiana sudah ada rencana menikah sambil melirik putera" balas putera


"hahahaha" papa hans memegang perutnya yang sakit karena merasa lucu dengan tingkah putera 'kamu aja yang baperan" kekeh papa hans


"sudah-sudah, tuh qiana sudah turun" ucap mama kinan


keluarga besar putera sarapan bersama di tambah kehadiran kinan di sana, dan sungguh rumah jadi begitu ramai karena memang kedua adik putera sangat menyayangi qiana jadi dilan dan neo begitu antusias dengan kehadiran qiana


***


"qiana mau ikut mobil kami atau mau ikut mobil kakak kamu" tanya mama kinan


"mobil kak putera saja tante, kasihan kalau kak putera sendirian" balas qiana


"ya sudah, nanti kamu tolong mampir ke toko nenek kamu buat ambil kue pesenan nenek ya, kalau kita yang ambil nanti pasti di cemilin sama dilan dan neo" ucap mama kinan


"iya tante, nanti qiana ambil kue pesenan di toko kue nenek" balas qiana


qiana buru masuk mobil karena putera sudah terus memanggilnya untuk cepat " ngobrolin apa sih, kok lama" tanya putera saat qiana baru masuk mobil


qiana memakai sabuk pengamannya "kata tante suruh ambil kue di toko nenek" balas qiana


"ya sudah, kita ke sana dulu" putera melajukan mobilnya meninggalkan pelataran rumah keluarga besarnya


"oh ya kak" qiana menoleh ke arah putera "boleh gak kapan-kapan kita kencan" tanya qiana dengan polosnya


"hah" putra menganga lebar tatkala mendengar permintaan qiana

__ADS_1


"kata kakak kan qiana bisa belajar pacaran dengan kakak, jadi qiana ingin tahu rasanya kencan itu gimana" balas qiana


putera mengusap kepala qiana "boleh saja, besok kan masih hari minggu jadi kita bisa kencan berdua" balas putera


__ADS_2