Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Extra part 25


__ADS_3

"minta maaf pada calon menantuku atau tidak ada bantuan sama Sekali" tegas mama Kaila


Sia benar-benar tidak menyangka akan di bela sampai seperti ini oleh keluarga besar Damian, padahal dulu keluarga kandungnya saja tak mau membela pada saat ia di hina Amra, mama mertuanya dulu


Damian menggenggam tangan Sia "are you okay" tanya Damian


Sia mengangguk" I am okay" balas Sia dengan senyuman


Sia menghampiri kedua orang tua Damian "sebaiknya jangan memperpanjang masalah ini tante" pinta Sia


Mama Kaila menatap heran Sia "tante pengen lihat dia minta maaf sama kamu dulu" protes mama Kaila


Sia menggelengkan kepalanya "Sia tidak perlu permintaan maaf dari mereka karena Sia ingin kita tetap jadi orang asing seperti sekarang" balas Sia


"Sia sama sekali gak ingin mengingat mereka pernah jadi bagian keluarga Sia, yang mau sia ingat bahwa mereka hanya jadi salah satu kenangan yang tidak perlu di ingat saja" Sia tersenyum. ke arah Damian yang terus memandang kagum dirinya


"toh sekarang Sia dapat mas Damian yang begitu mencintai Sia dan ada kalian, keluarga yang begitu menghargai Sia jadi Sia minta tolong biarkan Sia tetap menjadikan mereka orang yang gak perlu di ingat" Sia menatap ke arah papa Bachtiar


"jangan di blacklist ya kek, terlepas sifat buruk wanita yang pernah jadi mama mertua Sia, om Kevin adalah orang yang baik walaupun dia egois. Sia minta tolong jangan karena sia kakek menghancurkan usaha om Kevin, biarkan saja apa adanya " pinta Sia


"baiklah, karena calon cucu mantu yang minta kakek nurut saja" putus Papa Bachtiar


"Terima kasih kek" balas Sia


"Terima kasih sudah bantu mas ya" ucap Andreas


Sia tersenyum simpul ke arah Andreas membuat jantung Andreas menggila rasanya "aku gak bermaksud bantu mas kok, cuma Sia gak mau kepikiran keluarga mas saja, karena otomatis aku akan mikirnya keluarga mas jika keluarga mas Damian beneran blacklist perusahaan keluarga mas Andreas" balas Sia jujur


"tetap saja mas berterima kasih untuk itu, Terima kasih sudah pertahanan kerjasama perusahaan mas dengan perusahaan Abraham group" ungkap Andreas membuat Damian mengepalkan tangannya kuat karena Andreas begitu manis saat bicara dengan Sia, membuatnya muak saja


"tunggu dulu mas, sepertinya mas salah paham" tahan Sia

__ADS_1


Andreas mengerutkan keningnya "maksud kamu apa ya Sia" tanya Andreas


"aku memang meminta keluarga mas Adrian untuk tidak mem blacklist perusahaan mas tapi bukan berarti kerjasama perusahaan mas Andreas dengan perusahaan Abraham group berlanjut" jelas Sia


mata semua orang tertuju ke arah Sia tak terkecuali Damian


Sia menatap lurus ke arah Andreas "posisiku di perusahaan Abraham group adalah asisten manager yang kebetulan di serahkan tugas untuk mengurus kerjasama perusahaan kita dan kebetulan semua draf proposal kerjasama terasa janggal dan tidak membawa dampak buruk bagi perusahaan, selalu orang yang di beri wewenang untuk mengkaji proposal kerjasama perusahaan kita, aku sudah mengajukan keberatan perihal isi proposal perusahaan mas Andreas dan kebetulan atasan saya setuju untuk mengkaji ulang kerjasama tersebut. Pada hari kerja akan di kirimkan file yang sudah saya tandai dan jika dalam batas waktu yang sudah di tentukan perusahaan mas masih belum menuruti persyaratan dari kami maka pihak kami berhak memutus kerjasama dan meminta anda untuk biaya ganti rugi" jelas Sia dengan wajah tenangnya


Andreas menatap tidak percaya ke arah Sia "kamu" kaget Andreas pada Sia yang dulunya selalu diam saja tanpa bisa menang berdebat dengannya kini bisa menghadapi dirinya dengan begitu tenang


papa Bachtiar benar-benar salut akan calon cucu menantunya "gak salah pilih emang sih Mantan playboy cap buaya kurap itu milih calon istri" takjub Papa bachtiar


Papa Bachtiar menoleh ke arah Damian dan menatapnya sinis "awas saja kalau kamu gagal nikahin Sia, Kakek pecat kamu jadi cucu kakek" ancam Papa Bachtiar" yang mau gagal siapa Kek, ini juga tiap hari Damian rayi buat di nikahi" sinis Damian


"makanya kakak dulu jangan jadi playboy, jadi malas calon kakak ipar nikah sama kakak kan" sahut Rain


"apaan sih" kesal Damian


"gak papa kok Sia, malah lumayan dapat tontonan gratis, tadi sempat ngantuk sebenarnya dan pengen cepet tidur tapi langsung melek di kasih tontonan kaya gini" kekeh putera


***


Damian mengantar Sia pulang setelah acara selesai dan semua orang mulai pamit pulang "mas pulang gih sudah malam banget nih" usir Sia pada Damian saat berada di depan pintu apartemennya Damian melirik ke arah jam tangannya


"ya ampun, tega banget sih sayang sudah malam banget ini, capek juga nih, kasihan napa sama mas, di suruh istirahat bentar lah" balas Damian


Sia menghela nafas pendek "ya sudah masuk dan istirahat bentar terus pulang ya" Sia tentu tidak melihat Damian yang terlihat kelelahan apalagi pagi sampai sore Damian di rumah sakit dan malamnya harus pergi dengannya


"Terima kasih sayang" Damian mengikuti langkah Sia masuk ke dalam unit apartemen ya


"ah lelahnya" Damian merebahkan tubuhnya di sofa dalam keadaan telentang

__ADS_1


Sia hanya berdecak ke arah Damian yang tidur di sofa dalam keadaan tubuh tak nyaman sebab kaki dan tangannya berada di area luar sofa, sebab sofa di apartemen Sia terlalu kecil bagi tubuh Damian yang besar dan tinggi


"minum dulu mas" Sia menawarkan minum pada Damian


"nanti dulu sayang, mas mau lurusin badan mas yang rasanya remuk ini" balas Damian


"mas capek banget ya" tanya Sia


"iya capek banget" balas Damian sembari memejamkan matanya


melihat Damian yang terlihat begitu lelah membuat Sia jadi tak tega pada Damian "mas tidur di kamar dulu gih, nanti Sia bangunin kalau sudah satu jam" titah Sia


Damian langsung membuka mata dan membalik wajahnya agar menghadap ke arah Sia "emang boleh" tanya Damian penuh harap


"sebenarnya gak boleh sih tapi kasihan sama mas Damian kalau harus nyetir dalam keadaan lelah, jadi tidur bentar di kamar sepertinya gak papa" balas Sia


"Terima kasih sayang" Damian melangkah lebar dalam kamar Sia dan langsung rebahan di atas ranjang


Sia mengikuti langkah Damian "ya sudah mas tidur gih, Sia mau mandi dulu" ucap Sia


"iya sayang" Damian memejamkan matanya dalam hitungan detik karena saking lelahnya hari ini


Sia memutuskan masuk kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang begitu lengket seharian ini karena berada di luar dengan memilih berendam di bath up terlebih dulu


sekitar satu jam kemudian, Sia keluar dari kamar mandi dalam keadaan segar dan sudah rapih serta memakai gaun tidurnya


"ceklek" saat membuka pintu Sia mendapati Damian yang masih tertidur pulas di atas ranjang dan terdengar suara dengkuran halus dari bibir Damian


"capek banget ya mas" Sia menghampiri Damian dan mengecup pipi Pria miliknya itu


"cup" Sia mengecup kening Damian "untuk kali ini biarin dia tidur di si i deh" putus Sia yang tak ingin mengganggu istirahat Damian

__ADS_1


Sia mengambil selimut cadangan dalam kamarnya dan memilih tidur di atas sofa yang ada di kamar miliknya sebab ia juga sudah sangat lelah dan segera j gin istirahat


__ADS_2