
Demi kelancaran acara pernikahan kayla, om bachtiar memutuskan menginap di rumah Sheryl sampai acara pernikahan anaknya itu selesai di gelar
tetap di adakan pernikahan di rumah sheryl karena kayla yang
kekeh tidak mau acara pernikahannya di adakah di rumah ayahnya itu
Pernikahan brian dan kayla memang akan di gelar secara sederhana tapi tetap saja brian
ingin memberikan acara pernikahan yang terbaik dan berkesan untuk kayla karena ini yang pertama kali untuk kayla menggelar acara pernikahan
Walaupun ini bukan pernikahan pertama untuk brian dan belum ada rasa cinta di hatinya untuk kayla tapi tetap saja brian ingin menjadikan ini adalah pernikahan terakhirnya dan akan berusaha dengan baik menjaga pernikahannya agar tidak kembali gagal
“gimana mba” Tanya kayla saat sedang mencoba gaun pernikahannya dengan di bantu pegawai yang sudah di kirim brian
kinan dan sheryl yang yang sedang duduk di area bermain menoleh ke arah kayla "bagus” balas Sheryl dan kinan bersamaan
Putera kini sudah mulai belajar merangkak jadi kinan membiarkan putera di tempat bermainnya yang sudah di buat pembatas agar putera tidak terlalu jauh merangkak dan tidak membahayakan putera nantinya
“putera aktif banget ya kak” Tanya Sheryl yang melihat putera begitu aktif bergerak
“iya, kan dia sudah enam bulan” kinan menoleh ke arah Sheryl yang masih betah menggendong baby qiana padahal baby qiana sudah tertidur pulas “sher, baby qiana kan
tidur, taro saja di kamar ya terus kamu makan dan istirahat” pinta kinan ingin adiknya itu beristirahat dan tidak terus menggendong baby qiana
“enggak kak, Sheryl gak lapar” tolak Sheryl
“ya sudah kakak pegang saja ya qiana “ pinta kinan lagi
“gak usah kak, nanti putera gimana, dia kan masih main jadi perlu di awasin dengan baik” tolak Sheryl lagi
Kinan dan kayla saling melempar lirikan “ya sudah mba, sama kayla saja ya” pinta kayla ingin membantu Sheryl menggendong baby qiana
“kamu kan lagi hamil, jadi gak baik gendong qiana” balas Sheryl
Om bachtiar yang kebetulan ada di sana, karena sedang membicarakan perihal dekorasi
__ADS_1
untuk acara pernikahan kayla datang menghampiri Sheryl “kalau sama om boleh” Tanya om bachtiar
Sheryl memandang om bachtiar sambil mengedip-ngedipkan matanya pelan “boleh kan, om juga
pengen gendong qiana” om bachtiar menengadahkan tangannya agar qiana di berikan
padanya
“iya om” Sheryl memberikan qiana pada om bachtiar
“sekarang makan yuk, om temani jadi kamu makan bisa sambil lihat qiana” ajak om bachtiar lagi
Sheryl mengangguk” iya om” Sheryl di gandeng om bachtiar menuju meja makan dan menemaninya makan siang
Kinan berdiri dan menghampiri kayla lalu mengguncang lengan kayla “kenapa kalau sama Sheryl, ayah kamu bisa lembut gitu,
perasaan sama kamu enggak” Tanya kinan begitu penasaran om bachtiar yang sangat lembut dengan Sheryl tapi tidak dengan orang lain bahkan dengan kayla yang jelas adalah anak kandungnya juga om bachtiar tetap keras dan tegas
Kayla menatap lekat kinan “mba gak tahu” Tanya kayla tak percaya jika Kinan tidak tahu alasannya padahal terlihat begitu jelas alasan bachtiar begitu lembut pada sheryl
“lebihbaik gak tahu saja lah mba” kayla meninggalkan kinan yang masih penasaran
***
Acara pernikahan kayla dan brian di gelar dengan tertutup dan hanya di hadiri kerabat dekat saja bahkan jumlah yang hadir di sana tak melebihi 50 orang
runtutan demi runtutan acara berjalan dengan khidmat dan juga lancar
setiap penyampaian kesan dan pesan dari kedua mempelai dN juga orang tua di iringi dengan tangis harus dan membawa kesan begitu mendalam untuk semua orang yang hadir
setelah prosesi pernikahan selesai, semua anggota keluarga duduk di meja-meja besar yang sudah di sediakan untuk saling bercengkerama dan bertukar cerita
“selamat atas pernikahan kamu kak, semoga ini jadi pernikahan terakhir kamu dan pernikahan kalian akan bahagia” ucap Sheryl memberikan selamat untuk brian dan juga kayla
“iya sheryl, terima kasih” brian memeluk Sheryl dengan tak canggung lagi karena yang
__ADS_1
dirinya tahu Sheryl adalah adiknya sekarang bukan lagi mantan kekasihnya
Brian mengurai pelukannya dan menatap Sheryl dengan perasaan bersalah “maaf kalau kakak gak bisa mengantarmu ke bandara karena abis ini kakak kan langsung terbang untuk honeymoon” brian mengutarakan alasan kenapa dirinya tak bisa mengantar sheryl ke bandara
"gak masalah kak, nanti yang antar aku juga Cuma kak hans, soalnya malas kalau pergi di tangisin kak kinan dan ayah” balas Sheryl yang memang tak ingin kepergiannya di iringi tangis oleh siapapun
“semoga di sana kamu bisa lebih tenang dan melepaskan bebanmu ya” ucap brian penuh dengan doa
“semoga” balas Sheryl yang juga ingin seperti apa yang di ucapkan brian untuknya
kini gantian Kayla yang memeluk Sheryl erat “kita akan selalu ada buat mba jadi jangan pernah merasa sendiri ya mba, kita semua sayang mba” ucap kayla memberikan semangat untuk Sheryl agar bisa kembali seperti dulu lagi dan tidak begitu cemas ataupun ketakutan
“iya kay” balas Sheryl
Setelah acara pernikahan selesai brian dan kayla akan pergi honeymoon
bali akan jadi tempat tujuan mereka karena kayla yang sedang hamil tidak di perbolehkan bepergian terlalu jauh jadi brian memilih alternative tempat yang dekat dan tetap indah
"kamu jadi ke Bali brian" tanya om arkana
"jadi, ayah sudah siapin villa di sana buat dua minggu" balas brian
"oh ya rumah yang sudah ayah siapin untuk kamu sudah mau rampung jadi bulan depan ajak istri kamu pindah ke sana jangan biarin dia tinggal di apartemen sendirian " ucap om arkana
"tapi brian belum sempat belanja perabotan" balas brian
"jangan khawatir, orang-orang ayah yang nanti akan urus. nanti saat rumah itu sudah beres perabotan nya juga langsung datang jadi bisa langsung di tempati" sahut om bachtiar
"asyiknya ya jadi kamu punya ayah tiga, jadi beres segala-galanya " ledek Hans
"iya dong" balas brian bangga akan kedua ayahnya dan juga mertuanya yang sangat membantu perihal pernikahannya
setelah pembicaraan itu mereka lebih banyak mengobrol perihal pekerjaan karena kebetulan lingkup kerja mereka yang tidak terlalu jauh jadi mereka bisa saling bertukar pikiran dan pendapat tentang pekerjaan mereka
sejenak sheryl bisa sedikit melupakan beban di hatinya walaupun di dasar lubuk hati terdalamnya dia masih begitu terluka akan perbuatan suaminya
__ADS_1
terkadang sheryl berpikir apa dia sekejam itu demgan mario padahal mario tidak pernah mengkhianatinya tapi, hatinya begitu sakit setiap ia kembali teringat jika suaminya lebih masih memikirkan orang yang sudah melukainya