
setelah perdebatan demi perdebatan antara mama Sheryl dan Vansh akhirnya Vansh lah yang jadi pemenangnya sebab Vansh merengek untuk menikah di depan semua para tamu undangan alhasil Qiana menasehati mama Sheryl untuk menerima saja "sudah lah mah, biarin saja mereka menikah lusa, toh semua orang sudah lihat hal ini, kalau gak di turuti malu kita mah" ucap Qiana merayu sang mama agar membiarkan Vansh menikah dengan Rania sebab sudah terlanjur malu di depan banyak orang akan rengekan sang adik yang terus meminta menikah secepatmya dengan Rania
alhasil Vansh menikah dengan Rania di hari minggu, masih kediaman Rania padahal awalnya seluruh anggota keluarga Vansh akan pulang di hari sabtu tapi karena Vansh yang kekeh meminta menikah jadilah semua masih tertahan di Bandung sampai dengan hari minggu untuk menghadiri acara pernikahan Rania dan Vansh di hari minggu
Awalnya Vansh ingin menikah di hari sabtu juga tapi ada beberapa surat nikah yang tertahan dan harus di urus " Ya sudah nikah sirih dulu saja, nanti di sahkan kemudian" cicit Vansh yang ingin protes pada papanya yang meminta bersabar sehari lagi untuk menunggu surat yang harus mengurus surat
Papa Bachtiar mengusap wajahnya dengan kasar "ya ampun Vansh" papa Bachtiar begitu kesal akan kelakuan anak lelakinya yang terus merengek padanya
"di agama kita gak ada nikah sirih, seperti di agama lain" Papa Bachtiar memperingatkan Vansh akan hal itu
"ya nikah sama pendeta dulu berarti" Vansh begitu entengnya menanggapi ucapan papahnya
"Vansh!" teriak Qiana yang sudah mulai tersulut emosi akan rengekan adiknya
"untung ini di dalam hotel, kalau sampai rengekan ini sampai di telinga keluarga Rania, kakak gundulin kamu karena ngeyelnya gak ketulungan" teriak Qiana sambil berkacaka pinggang menatap tajam ke arah adiknya
Putera menghampiri sang istri dan mengusap punggung istrinya dengan gerakan pelan "sabar sweetheart" ucap Putera
Qiana menatap tajam ke arah Vansh "denger Vansh Wafiq Atharazka mau bersabar satu hari lagi atau tidak menikah sama sekali" tukas Qiana dengan nada penuh ancaman
Vansh tersentak dengan mata membulat sempurna "gak bisa gitu dong kak, kita kan sudah ngelamar Rania" protes Vansh
"kalau kakak bilang gak jadi pasti gak jadi" tukas Qiana dengan nada suara tinggi
Vansh langsung kicep diam, ia tahu kalau tak akan menang melawan kakaknya yang selalu bisa membuat keluarga besarnya tak bisa membantah "kakak..." Vansh mulai merendahkan suaranya dan sedikit berusaha merayu kakaknya
"diam dan sabar atau batal!" Qiana memberi pilihan pasti yang tak bisa di ganggu gugat oleh Vansh
__ADS_1
"iya kak" Vansh kembali duduk dan menunduk sebab ia juga tak ingin pernikahannya batal padahal hal itu semua sudah di depan mata
Setelah acara pernikahan selesai di adakan dengan segala drama kekanakan yang di lakukan Vansh di hari seninnya semua rombongan anggota keluarga serta para sahabat yang ikut menghadiri pernikahan antara Vansh dan Rania segera kembali ke Jakarta untuk melanjutkan aktivitasnya termasuk Vansh dan juga Rania yang harus segera kembali sebab mereka hanya izin kerja sampai hari minggu saja
"apa gak bisa kita hari ini libur saja, kita belum sempat malam pertama loh gara-gara di rumahmu banyak orang dan gak enak kalau langsung hajar kamu di sana " tanya Vansh saat mereka masih mengendari mobil mereka menuju Jakarta
"salah sendiri kamu minta pernikahannya di percepat, om Brian kasih jatah libur aku kan bulan depan ya sudah kita bulan depan aja unboxingnya " balas Rania dengan santainya
mata Vansh langsung membelalak lebar "gak gitu juga Rania, masa aku masih harus nunggu satu bulan lagi" kesal Vansh yang tak akan bisa menunggu sampai bulan depan jika ingin menyentuh istrinya
Rania langsung terkekeh akan wajah pria yang kini jadi suaminya "gak usah segitunya Vansh" Rania mengusap punggung tangan Vansh dengan lembut
"kamu masih bisa menyentuhku nanti setelah kita pulang kerja kok, tadi aku sudah minta kak Qiana buat siapin kamar kita menginap di hotel jadi setelah kita pulang kerja, nanti kamu boleh meminta hak kamu" ucap Rania membuat wajah Vansh langsung sumringah bagai matahari yang baru saja terbit
"beneran" tanya Vansh memastikan ucapan Rania
"gak sih cuma bikin kesel sering" balas Vansh di sertai kekehan
"ih Vansh" Rania memukul lengan Vansh saking kesalnya dengan ucapan Vansh yang meledek dirinya
***
setelah mengantar Rania ke kantornya, Vansh bergegas ke kantornya karena ingin cepat-cepat menyelesaikan pekerjaannya hari ini agar bisa lebih lama berduaan dengan sang istri
"alex ke ruangan saya" titah Vansh saat baru sampai di depan ruangannya bertepatan dengan Alex yang akan masuk ke dalam ruangannya
"iya pak" Alex mengikuti saja perintah tuannya masuk ke dalam ruangan Vansh
__ADS_1
Vansh duduk di meja kerjanya dan menatap Alex "hari ini kerjaan saya banyak tidak?" tanya Vansh tentang jadwalnya hari ini
Alex mengernyitkan dahinya heran "tumben tuan nanya jadwal kerjaan tuan" tanya Alex sebab biasanya Vansh tidak pernah bertanya dan mengikuti saja semua jadwal yang di buat oleh Lia, sekertaris Vansh
Alex tidak tahu saja kalau Vansh sudah menikahi Rania, sebab Alex memang hanya tahu kalau VAnsh dan Rania kemarin hanya mengadakan acara lamaran sesuai dengan rencana keluarga besa Vansh yang di sudah di sampaikan padanya sebab Alex lah yang akan menghandel pekerjaan Vansh jika VAnsh sudah menikah, untuk itu tentu dia harus tahu rencana itu
"saya ada janji sama Rania, dan ingin segera menyelesaikan pekerjaan agar bisa berduaan dengan Rania" jelas Vansh dengan wajah penuh bahagia yang bisa Alex lihat secara nyata di depan matanya padahal biasnaya Vansh jarang sekali tersenyum tapi ini Vansh sudah tersenyum begitu banyak setelah mereka bertemu
"saya ikut senang lihat tuan begitu bahagia bisa bersama Rania" ucap Alex dengan tulus
"tentu aku bahagia, harapanku yang sudah lama tertahan untuk jadikan Rania istri saya menjadi nyata tentu aku sangat bahagia" balas Vansh
"iya tuan, saya juga ikut bahagia tuan akan menikah bulan depan "Alex masih belum tahu pernikahan Vansh sehingga ia masih berpikir pernikahan itu masih akan di adakan Bulan depan
"sekarang Rania sudah sah jadi istri saya " timpal Vansh
"haaa!" Alex begitu terkejut bahwa Vansh sudah menikahi Rania
VAnsh tersenyum simpul "kemarin kita langsung meresmikan hubungan kita sebagai pasangan suami istri" balas Vansh
"kok bisa tuan, bukannya tuan mau nikahnya bulan depan ya" Alex jadi ingin tahu kenapa Vansh sudha menikah padahal rencanya kan bulan depan
"itu karena saya tak ingin kecolongan, saya pengen benar-benar tenang untuk menjadikan Rania milik saya seutuhnya jadi saya langsung menikahi dirinya saja" Jelas Vansh
"kalau begitu selamat ya tuan, semoga pernikahan kalian bagaia dan segera di beri momongan" ucap Alex dengan tulus
"terima kasih Alex, perihal Pesta ulang tahun perusahaan nanti tetap dilakukan sesuai rencana tentang pengumuman pernikahan saya dan Rania di depan banyak orang sebab Rania gak mau gelar pesta Resepsi lagi jadi pakai acara itu saja buat nunjukin ke semua orang kalau Rania itu milik saya " titah Vansh
__ADS_1
"baik tuan" Alex akan mengerjakan perintah yang di berikan Vansh padanya