Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Extra part 12


__ADS_3

"Tuan Edzar beneran cinta sama saya" rasanya masih begitu sulit bagi salma percaya kalau Edzar mencintai dirinya yang hanyalah orang biasa padahal begitu banyak wanita yang lebih dari dirinya ada di sekitaran Edzar


"tentu saja" balas Edzar dengan suara lembutnya


"kalau cinta sama saya kenapa harus nunggu selama ini buat nyatain cinta, saya kan ada di dekat tuan setiap hari selama dua tahun ini bahkan saat kita di luar kota, kita bisa barengan sampai malam" tanya Salma penasaran


Edzar menggaruk tengkuknya yang tak gatal "karena saya takut kamu nolak saya dan milih mengundurkan diri jadi saya gak berani buat deketin kamu" balas Edzar


"Tuan Edzar bisa insecure juga" heran Salma


"bisa lah, saya kan hanya manusia biasa yang punya banyak kekurangan" balas Edzar


"terima kasih ya pak" Salma menampilkan senyum terbaiknya "terima kasih sudah cinta sama saya" ucap Salma dengan bersungguh-sungguh


"kamu tuh pantas untuk di cintai salma jadi jangan merasa rendah sebab kamu itu begitu berharga" sanggah Edzar


"jadi gimana ? kamu mau kan saya ajak ke rumah untuk di kenalin sebagai calon istri saya" tanya Edzar menyampaikan niat awalnya


"ah" Salma begitu terkejut akan ajakan Edzar


"kamu sempat dengar kan kalau bunda akan maafin aku kalau aku bawa calon istri datang ke rumah" tanya Edzar


"dengar sih" Salma nampak ragu untuk mengiyakan ajakan Edzar


"kamu tega buat aku di marahin bunda lama-lama" Edzar memasang raut wajah memelasnya agar Salma luluh dan mau di kenalkan dengan pihak keluarga


"ya sudah deh mau" Salma akhirnya mengiyakan saja sebab tak tega jika harus di benci bunda Laras


"CUP" Edzar langsung mengecup bibir Salma "terima kasih" ucap Edzar saat Salma setuju dengan ajakannya untuk di kenalkan dengan keluarga besar Edzar


"tuan!" protes Salma yang sudah di curi ciuman pertamanya oleh Edzar "itu ciuman pertama saya loh tuan, mau saya kasih buat suami saya, tuan malah main serobot saja" kesal Salma


"saya kan calon suami kamu jadi nyicil dikit gak papa lah" Edzar terkekeh akan Salma yang kini merajuk

__ADS_1


karena hari yang main larut, Edzar segera bergegas mengantarkan Salma pulang ke rumah agar tidak membuat keluarga Salma khawatir dengan Salma


***


di hari sabtu pagi Edzar berkunjung ke rumah Salma untuk mengajak Salma ke rumahnya tentu dengan meminta izin mama dari salma terlebih dahulu. Edzar juga menjelaskan pada Mama dari salma tentang rencananya yang ingin mengajak Salma untuk menikah, ia juga meminta izin pada keluarga Salma terlebih dahulu untuk menikahi Salma


mendengar rencana Edzar tentu mama dari salma begitu bahagia dan sangat setuju karena keluarga Salma mengenal baik Edzar dan tahu kalau Edzar adalah pria baik di tambah keluarga Edzar yang juga tak kalah baik aplagi keluarga besar Kennedy tidak pernah mempermaslahkan perbedaan kasta mereka dan orang tua Edzar selalu menghormati dan tak malu untuk bertegur sapa pada mama Salma saat  mereka bertemu


Edzar juga mengatakan akan melamar Salma dengan resmi ke rumah jika sudah bicara dengan keluarga besarnya. mama dari salma menghormati itu dan akan menunggu kedatangan keluarga besar Kennedy untuk datang melamar Salma


"ayok turun" ajak Edzar saat mobilnya baru sampai di halaman rumah utama keluarga Kennedy


"entar sih mas, tunggu duku napa" Salma masih berusaha mengatur nafasnya agar lebih teratur dan tidak gugup


"kamu tuh sudah sering ke sini loh Salma, gak usah selebai itu kali" balas Edzar


"plak" Salma langsung memukul lengan Edzar dengan sedikit kencang "biasanya Salma datang kan sebagai sekertaris mas Edzar, nah ini jadi pasangan mas Edzar jadi beda dong" sahut Salma  dengan kesal


Edzar terkekeh "iya ya" Edzar turun terlebih dahulu dan membukakan pintu untuk Salma, mereka berjalan neriringan memasuki kediaman utama Kennedy, di mana kedua orang tua Edzar dan kakaknya Qiana ada di sana


"pagi nyonya" sapa Salma


"jangan panggil nyonya lagi Salma, kamu kan sudah jadi calon istri Edzar jadi gak perlu panggil nyonya, cukup panggil bunda sama dengan anak bunda yang lain " Bunda Laras ingin mengubah panggilan salma padanya agar mereka bisa lebih dekat


"iya bunda" Salma dengan gugup mengubah panggilannya terhadap bunda Laras


"panggil saya ayah juga sama dengan anak kami yang lain" sahut atah Mario


"iya yah" balas Salma


Qiana menarik Salma untuk duduk di dekatnya "saya senang deh denger kabar kalian mau menikah, kakak kira Edzar bakalan lama nyatain cinta ke kamu" ucap Qiana


"kalau di paksa bunda, mungkin masih lama kali adikmu nikah" kekeh Bunda Laras

__ADS_1


"Bunda!" teriak seseorang yang baru saja masuk rumah dengan langkah tergesa-gesa ke arah Bundanya


"gimana bisa bunda bairin kak Edzar nikah lebih dulu dari aku" Nazhief berkacak pinggang ke arah bundanya menyampaikan protesnya sebab pernikahannya masih akan diadakan tahun depan tapi pernikahan edzar akan diadakan bulan depan padahal jelas sekali dia yang lebih dulu meminta izin untuk menikah


jika sesuai rencana harusnya 5 bulan lagi pernikahan Nazhief dan Dahlia akan di laksanakan saat liburan semester mereka tapi karena Edzar yang ingin menikah, bunda Laras mengundur pernikahan Nazhief dan lebih mendahlukan Edzar selaku kakak


"kamu terbang dari Jerman ke sini buat protes itu" tanya Edzar tak percaya ke arah adiknya


"ya iya lah, bisa-bisanya kakak nerobos aku untuk nikah lebih dulu padahal jelas aku berencana menikah Dahlia sejak tahun lalu" balas Nazhief dengan kesal


"ya ampun Nazhief" Bunda Laras menarik Nazhief untuk duduk di sampingnya


"Edzar itu kakak kamu jadi lebih pas dia yang nikah lebih dulu, lagian Dahlia kan masih menyelesaikan pendidikannya, jadi lebih baik nunggu masa senggangnya untuk menikah, jangan menunda waktunya untuk selesai kuliah" nasehat Bunda Laras


"tapi Nazhief gak rela bun" rengek Nazhief


Qiana memicingkan matanya ke arah Nazhief "jangan bilang Dahlia sudah isi, makanya kamu ribut kaya gini" tebak Qiana karena menurutnya reaksi Nazhief sungguh berlebihan. toh Rencana pernikahan Nazhief dan Dahlia belum berjalan banyak jadi tidak masalah jika di tunda menurutnya


"hehehehe" Nazhief menggaruk tengkuknya yang tak gatal "iya kak, sudah jalan 7 minggu, dan kalau nunggu tahun depan keburu lahir dong anak Nazhief" ucap Nzahief


"dasar kamu ya" Qiana melempar adiknya dengan bantalan sofa "sifat siapa yang kamu tiru sampai buntingin anak orang sebelum menikah" kesal Qiana


"sifat ayah lah yang Nazhief tiru, kakak lupa ya kalau ayah sama bunda dulu nyicil bikin kak Edzar dari sebelum menikah" balas Nazhief dengan santainya


"Nazhief!" bentak Ayah Mario


Qiana menatap tajam ke arah Ayahnya "ayah sih punya sifat jelek jadi anaknya niriu kan" teriak Qiana


Ayah mario hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal tak mampu menjawab. Bunda Laras juga tak mampu berucap apapun sebab ia juga dulu bersalah karena melakukan apa yang Nazhief ucapkan


Salma menyenggol lengan Edzar "jadi pernikahannya kita tunda atau gimana mas" tanya Salma setelah mendengar perdebatan keluarga calon suaminya


"enggak!" teriak Edzar tak mau pernikahannya di tunda "enak saja jika perniakhan kita di tunda gara-gara dahlia hamil karena ulah Nazhief" protes Edzar

__ADS_1


"ya sudah tinggal nikah barengan saja, biar sekalian capeknya juga" Putra menatap kedua adik iparnya secara bergantian


"kalian sih enak nikahnya, tapi yang capek kan kakak jadi sekalian bareng saja nikahnya" putus putera tak ingin memeprdebatkan hal yang melelahkan


__ADS_2