Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Persahabatan (Season 2)


__ADS_3

Qiana, Tiara dan Roland berjalan dengan langkah cepat menyusuri setiap lorong rumah sakit, dan berbekal pesan nomor ruangan mereka mencari di mana ruangan itu berada "di sini kan" tanya tiara memastikan apakah benar ruangan di depannya yang mereka cari


"iya tiara" Qiana membuka pintu tanpa mengetuk


"Cindy" panggil Qiana dan Tiara berbarengan


Cindy menoleh ke arah sumber suara "kalian" mata Cindy sudah berkaca-kaca saja saat melihat sahabatnya datang menjenguknya


Qiana dan Tiara langsung menghambur memeluk Cindy sedangkan Roland berdiri di belakang mereka "kenapa gak kasih tahu kami" tanya Qiana yang sudah menangis saja saat memeluk Cindy


"maaf" kata itu saja yang bisa terlontar dari bibir mungil Cindy


qiana dan tiara mengurai pelukannya dan menghapus jejak air mata mereka "kalau kak putera gak cerita ke kita, kami gak tahu loh Cindy kalau kamu sudah nikah lama sama pak Dion" tukas Tiara menyampaikan rasa keterkejutannya bahwa Cindy sudah menikah jauh lebih lama dari dirinya


"aku punya alasan tersendiri untuk tidak memberitahu kalian" Cindy sudah mewanti-wanti pada putera untuk tidak memberitahu sahabatnya perihal alasan dirinya dan Dion masih menutupi kabar pernikahan mereka jadilah Tiara dan Qiana tidak tahu alasan pasti kenapa pernikahan Cindy dan Dion di tutupi


"kamu tega banget gak nganggep kita" Qiana jadi terisak lagi karena ucapan Cindy


Cindy mengusap pipi Qiana dan menghapus jejak air mata itu menggunakan tisu "aku tahu dulu Suamiku mengejarmu dan sampai detik ini dia masih menaruh harap padamu jadi bagaimana bisa aku berkata jujur padamu kalau aku istrinya yang ada kamu akan menjaga jarak denganku karena tak enak mengganggu hubunganku" jelas Cindy


Qiana menggelengkan kepalanya "mas Dion pasti sekarang sudah gak ada rasa sama aku kok Cin buktinya selama dua tahun ini dia tidak pernah mengajakku bertemu lagi atau kekeh untuk menelpon dan mengirim pesan padahal sudah di epringatkan berkali-kali" Qiana menggenggam tangan Cindy dengan begitu erat "jadi aku yakin sekarang hatinya sudah berpaut pada mu" jelas Qiana


Cindy tersenyum tipis ke arah Qiana "aku paham betul sifat suamiku Qiana, dia memang mengabaikanmu beberapa saat ini tapi aku yakin dia belum menghilangkan obsesinya untuk memilikimu" balas Cindy


Qiana mengangkat tangannya dan membentuk huruf V dengan jari telunjuk dan jari manisnya "mau dia obsesi seperti apapun padaku tapi aku berani bersumpah kalau hatiku hanya milik kak putera saja" ucap Qiana


Roland memutar bola matanya malas "kok malah pamer rasa cinta kamu sih Qiana" tukas Roland yang kadang risih dengan pasangan Qiana dan juga Putera yang kadang terlalu lebay dan bucin menurutnya


Qiana menoleh ke arah Roland " bukan pamer cinta Roland tapi meyakinkan Cindy kalau aku sama sekali gak akan tertarik sama suaminya" balas Qiana


Cindy kembali tersenyum tipis ke arah ketiga sahabatnya "aku tahu itu Qiana dan aku tak menaruh curiga sama sekali padamu yang akan mencoba merebut suamiku" Cindy menghela nafas panjang "toh aku dan mas Dion akan segera bercerai jadi apapun yang dia lakukan tak begitu penting untukku" sahut Cindy


"hah!" Roland, tiara dan juga Qiana kompak terkejut akan ucapan sahabat mereka yang akan bercerai padahal baru saja mereka tahu kabar pernikahan Cindy

__ADS_1


"kok kamu bercerai, kenapa? jangan bilang karena aku" Qiana jadi makin panik dan takut kalau perceraian CIndy adalah karena dirinya


"bukan karena kamu Qiana tapi murni karena aku dan dia saja yang tidak cocok"jelas Cindy


"tapi bukannya kamu sedang hamil" tanya tiara


Cindy mengangguk "aku memang hamil tapi aku sudah tak bisa bersamanya lagi, rasanya aku sudah tidak sanggup jadi istrinya" Cindy tak ingin menceritakan kalau anak yang ia kandung adalah anak Alvian karena ia belum siap jujur pada sahabatnya tentang sikap Dion yang menyebabkannya selingkuh


Roland menyipitkan matanya "kamu gak kasihan sama anak kamu kalau harus jauhan dengan ayahnya" tanya Roland


"mereka tidak akan berjauhan kok karena aku akan menikah dengan kak Alvian setelah aku dan mas Dion bercerai" balas Cindy


"apa!" Tiara, Qiana dan Roland di buat kembali terkejut akan kabar yang baru mereka dengar ini


Cindy terkekeh akan wajah terkejut ketiga sahabatnya "aku punya perjanjian pranikah sebelum menikah dengan mas Dion dulu" ucap Cindy


"apa itu" tanya tiara


"aku akan menikah dengan kak Alvian jika aku dan mas Dion sampai bercerai apapun alasannya dan dulu kami bertiga menandatangani itu atas permintaan kedua orang tuaku" jelas Cindy


Cindy mengangguk "yakin, bukankah kalian melihat sendiri kalau kak Alvian begitu menyayangiku sejak dulu. orang lain saja tak ada yang meragukan hubungan kami dulu karena kak alvian yang begitu memperhatikanku dan meratukan aku" jelas Cindy


"iya sih" Tiara mengangguk membenarkan ucapan Cindy


"benar juga sih omongan kamu, aku juga lihat binar cinta di mata kak Alvian buat kamu makanya aku kira kamu pasti sangat bahagia bersama kak Alvian sama seperti kita" sahut Qiana


"terkadang apa yang kita lihat belum tentu hal sebenarnya" sahut Cindy


tiara tersenyum ke arah Cindy "kami semua menghormati keputusan kamu Cin, apapun untuk kebahagiaan kamu kami akan selalu ada di samping kamu dan jadi sahabat kamu" ucap Tiara


"iya cin bener itu" ucap Qiana membenarkan ucapan tiara


"jangan pernah ragu meminta bantuan kami ya cind, karena kamu sahabat kami sejak dulu dan selamanya " tambah Roland

__ADS_1


Cindy mengangguk "iya" Cindy kembali memeluk Tiara dan Qiana


Cindy begitu bersyukur ketiga sahabatnya tidak banyak menuntut dan tetap mendukung keputusan tanpa bertanya terlalu jauh, sungguh arti sahabat yang begitu berarti buat Cindy


setelah obrolan yang cukup menguras energi, mereka berempat pun mengobrol random tentang banyak hal dan saling bercanda gurau selama beberapa jam


"Ceklek" pintu ruangan Cindy terbuka menampilkan sesosok wanita


"wah ada tamu toh" Hasley yang barusan datang membawa kotak makanan dan berjalan ke arah CIndy dan memeluknya erat


"aku bawain makanan buat aunty" tunjuk CIndy pada kotak bekal yang sudah ia taro di atas nakas


"terima kasih ya sayang" Cindy mengusap kepala Hasley dengan begitu sayang


"kalian tuh sudah kaya ibu dan anak tahu gak"celetuk Tiara


"iya dong, kami cocok kan jadi ibu dan anak" balas Hasley sangat senang di katai pasangan ibu dan anak


"cocok" balas Roland dengan senyum tipisnya


Cindy menoleh ke arah hasley "tumben kamu yang bawa makanan, daddy kamu mana" tanya Cindy


"lagi sibuk di perusahaan soalnya om Dion bersikeras mecah perusahaan gara-gara lagi kesel" balas Hasley


Cindy mengerutkan keningnya "kok bisa" tanya Cindy


"om Dion kekeh gak mau cerai dari aunty, jadi daddy sama om lagi perang dingin buat dapatin aunty" balas Hasley dengan santainya


dahi Qiana mengernyit "kamu gak panik gitu lihat om sama daddy kamu lagi perang dingin" tanya Qiana heran dengan reaksi Hasley yang terlihat begitu santai


"enggak, soalnya aku yakin daddy yang bakal menang" balas Hasley begitu yakinnya


"kenapa kamu seyakin itu" tanya Roland heran dengan pemikiran Hasley yang masihlah anak remaja

__ADS_1


"daddy sudah lama di dunia bisnis dan tentu daddy jauh lebih berpengalaman jadi Hasley yakin Daddy menang" hasley menatap lurus ke arah Roland "kakak kan ada kerjasama dengan perusahaan keluarga kami kalau di suruh milih siapa yang mimpin perusahaan antara om Dion dan daddy pasti kakak akan milih Daddy bukan" balas Hasley


Roland menggaruk tengkuknya yang tak gatal itu 'iya sih bener, pasti milih Alvian lah yang jelas punya tack record bagus sebagai pemimpin" balas Roland


__ADS_2