Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
mulai menata hati


__ADS_3

"selamat ya ayah sudah tidak jadi duda lagi" ucap sheryl dari balik layar ponselnya


"terima kasih sayang" balas ayah burhan


setelah ayah burhan sudah mendapatkan akta nikah yang sudah di buatkan ayah bimo dengan sangat cepat itu, ayah burhan pun langsung mengabari kinan dan melakukan panggilan vidio dengan sheryl yang kebetulan baru sampai di Inggris untuk menyampaikan kabar pernikahan antara ayah burhan dan jemina juga kabar sheryl yang akan segera mendapatkan adik


"aku gak nyangka loh ayah gerak cepat banget, sheryl sampai sini eh ayah sudah nikah aja" kekeh sheryl tak menyangka ayahnya akan langsung menikahi jemina saat dirinya baru saja sampai di Inggris


"maaf ya sheryl, kalau ayah nikahnya gak nunggu kamu pulang dulu" sesal ayah burhan


"gak papa kok yah, kalau nunggu sheryl pulang kan kasihan kak jemina, nanti perutnya makin buncit gak bisa lagi pakai gaun pernikahan " kekeh sheryl mengerti dengan situasi ayahnya yang harus menikah cepat


jemina yang berada di sebelah ayah burhan merasa malu dengan sheryl "maaf ya sheryl, kalau kita nikahnya dadakan gini, harusnya kan nunggu kamu baikan dulu dan kita bisa menikmati kebahagiaan ini bersama" ungkap jemina merasa tidak enak dengan anak sambungnya itu


"gak papa kak jemina eh sekarang manggil apa mama atau apa" bingung sheryl harus memanggil jemina dengan sebutan apa


"kakak saja, dari dulu kan kamu manggil kakak, status istri ayah kamu tetap gak bisa menggantikan posisi mendiang mama kamu jadi tetap panggil seperti biasa saja" balas jemina tak ingin di panggil mama atau pun ibu karena menurutnya, dia tidak bisa menggantikan posisi mama dari mama sheryl


sheryl begitu haru jemina masih mendepankan posisi mendiang mamanya padahal dia menikah dengan ayah burhan juga dengan persetujuan darinya  "terima kasih atas pengertiannya kak, semoga kita bisa jadi keluarga yang saling mendukung. kakak tidak harus terlalu memikirkan aku, cukup urus ayah dengan baik, itu akan menjadi nilai lebih kakak yang sekarang jadi ibuku" ungkap sheryl


"kakak pasti akan urus ayah kamu dengan baik" balas jemina


"iya kak" sheryl pun mengakhiri panggilannya dengan ayah burhan dan jemina


"sudah telponnya sher" om bachtiar menghampiri sheryl dan memberikan makanan untuk sheryl

__ADS_1


"aku gak lapar om" sheryl menggelengkan kepalanya tak ingin makan karena menurutnya ia tak lapar


"makan dulu sheryl, tadi kan qiana sudah makan jadi giliran kamu yang makan" om bachtiar menyuapi sheryl dan sheryl terpaksa menerima suapan itu karena om bachtiar benar-benar tak mau di bantah


"om gak makan" tanya sheryl


"nanti setelah kamu makan aja" om bachtiar terus menyuapi sheryl


"maaf sudah ngerepotin om ya" ucap sheryl merasa tidak enak dengan om bachtiar yang selalu di repotkan oleh sheryl


"gak ngerepotin kok, om senang bisa suapin kamu kaya waktu kamu kecil dulu" balas om bachtiar


sheryl tersenyum simpul mengingat kilatan masa lalu bersama om bachtiar "aku ingat banget sering di jemput om sekolah kalau kak rafa gak bisa jemput aku dan om selalu ajak aku jalan-jalan setalah jemput aku sekolah dan aku sangat senang saat itu" ucap sheryl


"kamu masih ingat" tanya om bachtiar tak menyangka sheryl masih mengingat dirinya yang sering mengajak sheryl jalan-jalan saat sheryl masih duduk di bangku SMA


om bachtiar terkekeh "iya, om paling sayang sama kamu" ungkap om bachtiar terus menyuapi sheryl makan


***


qiana yang di letakkan dalam stroller di dorong oleh om bachtiar, sedangkan sheryl ada di sisi sebelah kanan om bachtiar "nanti jangan ragu untuk bicara apapun yang kamu rasakan ya sher, jangan takut, om ada di sini dan qiana juga ada buat nemenin kamu" ucap om bachtiar memberi semangat pada sheryl agar mengeluarkan semua emosi tertahannya agar ia bisa terbebas dari gangguan kecemasan berlebihan itu


"iya om" balas sheryl


sheryl masuk ke dalam ruang dokter dan menjalani prosesi konseling selama kurang lebih 1 jam. om bachtiar yang duduk sambil mengawasi baby qiana dan berasa tak jauh dari tempat sheryl hanya mendengarkan secara seksama cerita sheryl tentang apa yang ia rasakan dan ia takutkan "jangan khawatir sheryl, om pasti akan jagain kamu, gak akan om biarin ada orang mengambil qiana dari kamu" batin om bachtiar ikut terluka saat sheryl menceritakan dirinya masih sangat mencintai suaminya tapi dirinya juga takut suaminya akan kembali mengulangi kesalahan yang bisa mempertaruhkan nyawa anaknya kembali hanya demi orang luar

__ADS_1


dan sheryl juga merasa sangat  takut saat proses perceraiannya dengan mario berakhir, mario akan mengambil hak asuh qiana darinya dan memisahkan qiana darinya


sheryl berjalan ke arah om bachtiar yang sedang sibuk memberikan dot pada baby qiana "yuk om" ajak sheryl yang sudah selesai melakukan konselingnya


"yuk" om bachtiar kembali mendorong stroller baby  qiana dan jalan  berdampingan dengan sheryl


"bagaimana kalau kita jalan-jalan sekitar sini dulu" ajak om bachtiar


"boleh" balas sheryl


om bachtiar mengajak sheryl untuk jalan-jalan agar setidaknya sheryl bisa sedikit melupakan beban di hatinya walaupun hanya sebentar saja


***


"brak" terdengar suara lemparan barang begitu keras membuat suasana ruangan itu begitu kacau


"masa kamu gak bisa nemuin sheryl hah!" teriak mario yang begitu kesal karena sampai sekarang rasta masih belum bisa menemukan sheryl padahal ini sudah hampir satu minggu dia kembali dari belanda


sepulang dari belanda mario memang tak langsung menemui sheryl karena dirinya masih takut jika sheryl tak mau bertemu dengannya. tapi setelah ia mengamati rumah sheryl, dia tak pernah mendapati sheryl dari balik gerbang padahal harusnya sheryl keluar setidaknya di pagi hari untuk menjemur baby qiana


"maaf tuan, kami sudah tanya orang-orang di sekitar sana tapi gak ada yang tahu nyonya pergi kemana, bahkan saya sempat datang ke kantor nyonya untuk bertanya pada jordan tapi katanya dia juga tidak tahu, yang tahu perginya nyonya cuma nona kinan dan ayahnya saja" balas rasta yang sedikit ketakutan dengan kemarahan mario yang sekrang lebih emosian berbeda dengan dulu saat masih saat bersama sheryl


setelah tahu sheryl pergi membawa anaknya, mario benar-benar berubah, dia jadi begitu dingin dan pemarah, bahkan sekarang tidak ada yang berani bertatap muka langsung dengan mario karena mario yang sekarang jadi sangat sensitif dan akan mudah meledak-ledak jika ada yang menyinggungnya walaupun itu hanya hal sepele


"pokoknya aku gak mau tahu, kamu cari saja istriku di mana" teriak mario

__ADS_1


"baik tuan" rasta buru-buru keluar ruangan mario agar bisa kembali mencari sheryl dan menghindari kemarahan mario


mario mengepalkan tangannya kuat "aku gak akan pernah melepaskan kamu sheryl, kamu hanya akan jadi istriku dan hanya milikku seorang " gumam mario dengan amarah yang begitu meluap didadanya


__ADS_2