Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Extra part 8


__ADS_3

hari demi hari kini di lalui Salma untuk mengatasi orang paling menyebalkan sejagad bagi salma karena orang itu selalu mengganggu pekerjaannya dengan kata-kata menyebalkan dan keributan yang membuatnya begitu naik darah


"nona ini bagaimana, saya sudah melarang dia untuk masuk ke area gedung tapi dia malah berteriak-teriak dan mengundang kerumunan wartawan" lapor seorang satpam pada salma selalu sekertaria Edzar


"sekarang wanita jelmaan itu di mana" tanya Salma dengan kesal


"jelmaan" beo pak satpam


"ya wanita itu loh pak, yang gak ada kapok-kapoknya berulah" jelas Salma


"oh" pak satpam mengangguk paham "ada di kantor non, saya amankan dari pada nama perusahaan kita tercemar" balas pak satpam


" oke, saya akan turun sekarang " Salma mengakhiri panggilan tersebut dan bersiap untuk turun ke lantai bawah


"Salma" panggil Edzar sesaat ia baru keluar ruangannya


"iya Pak" balas Salma


Edzar mengerutkan keningnya saat Salma bersiap akan keluar karena Edzar melihat Salma merapihkan mejanya dan membawa ponselnya "mau kemana" tanya Edzar


"bapak ada perlu apa, penting banget gak" Tanpa menjawab pertanyaan Edzar malah Salma balik bertanya


"mau minta tolong buatin kopi sih, emang mau ke mana sih" Edzar kembali bertanya karena Salma belum menjawab pertanyaannya


"mau ngatasin wanita jelmaan pak, ya sudah saya bikinin kopi dulu" Salma langsung bergegas ke pantry agar cepat membuatkan kopi untuk Edzar dan ia bisa mengatasi wanita paling menyebalkan menurut Salma


"wanita jelmaan" Edzar tak paham tapi ia tak mau ambil pusing dengan itu sebab ia punya banyak pekerjaan yang harus segera ia selesaikan


Setelah menyerahkan kopi untuk Edzar, Salma melangkah cepat ke arah lift agar bisa segera sampai di pos satpam


Salma melangkah lebar ke arah pos satpam di mana sudah ada banyak pegawai yang berkerumun di depan pis satpam

__ADS_1


"saking santainya ya, sampai kalian ngumpul di sini atau saya akan kasih teguran buat atasan kalian semua hah! " teriak Salma


para pegawai yang berkerumun tentu lebih memilih bubar sebab ia tahu betul kalau Salma adalah pegawai kesayangan Edzar selalu bos mereka karena tentu mereka tak ingin mendapat teguran karena mengabaikan pekerjaan di saat jam kerja


"ceklek" Salma membuka pintundan langsung memberi tatapan tajam ke arah Lea yang duduk dengan di hadang para satpam karena tak ingin Lea kembali berulah di kantor mereka


"apa kamu wanita yang gak punya otak hah! " teriak Salma dengan kencang membuat orang yang ada di sana berjingkat kaget saat mendengar suara Salma yang begitu melengking kencang


menyadari suaranya yang begitu kuat, Salma menarik nafas dalam


"keluar saja pak, biar saya yang bicara dengan wanita jelmaan ini" pinta Salma ingin kedua satpam yang berjaga di sana agar segera keluar karena ia tak ingin mereka mendengar ucapan apa yang keluar dari mulutnya


"baik nona" kedua satpam itu keluar dengan patuhnya


Salma mengunci pintu dan berjalan ke arah seberang Lea yang masih mendengus kesal ke arah Salma "berapa kali saya sudah usir kamu agar kamu jera untuk datang tapi kenapa kamu begitu bebal hah" bentak Salma meluapkan emosinya yang sudah mencapai ubun-ubun karena mengurusi Lea selama satu bulan ini tapi Lea tidak menyerah sama sekali


"karena saya itu mau ketemu calon suami saya, tapi kamu terus melarangnya " balas Lea dengan tidak tahu malunya


"dia itu masih cinta sama saya jadi pasti dia akan menikahi saya, dia cuma terhalang restu dari mamahnya saja kok, saya bisa kok buat Tante Laras setuju dengan hubungan kami dan setelah setuju pasti Edzar akan segera menikahi saya" balas Lea


"ya ampun " Salma berdecak kesal akan tingkah Lea


"hei wanita jelmaan! " teriak Salma dengan berkacak pinggang "sadar diri kamu itu cuma Janda dengan satu anak yang di buang suaminya karena tingkah sombong kamu itu" umpat Salma "mana mungkin Tante laras akan setuju punya menantu model wanita gak ada akhlak kaya kamu dan gak tahu malu seperti kamu itu" tunjuk Salma dengan tatapan nyalang ke arah Lea


"kalau Edzar cinta sama aku, mau bilang apa tante laras hah" balas Lea dengan beraninya


"aku jamin Edzar tidak akan pernah memilih wanita modelan kamu ini, kalau cuma ada dua wanita aku dan kamu di muka bumi ini pasti Edzar akan lebih milih aku lah ketimbang wanita modelan kamu ini" cibir Salma dengan beraninya


Lea terkekeh akan ucapan Salma " tante laras gak akan mungkin nerima mantu modelan wanita udik kaya kamu ini" ejek Lea dengan beraninya


"siapa bilang saya gak Terima menantu model Salma " ucap bunda laras dari mic yang tersambung ke speaker yang ada di dalam ruang pos satpam

__ADS_1


Salma yang menyadari bunda Laras ada di luar karena suaranya biasa masuk ke sana yang itu artinya ia ada di Lobi yang letaknya memang tidak berjauhan dari pos satpam langsung saja membuka pintu "nyonya" gumam Salma melirik ke arah Bunda Laras


setelah melihat Bunda Laras melihat Salma membuka pintu, ia berjalan ke arah pos satpam dengan langkah agunnya "atur kondisi perusahaan dengan baik dan jangan ada sampai ada berita keluar kalau ada saya akan minta pertanggung jawaban kamu" ucap bunda Laras pada James yang kebetulan mendampingi bunda Laras saat baru datang ke perusahaan


"baik nyonya" James mengangguk hormat pada bunda Laras selaku istri pemilik perusahaan dan ibu dari bosnya


Bunda Laras berjalan dengan begitu anggun menghampiri Lea dan Salma "maaf nyonya, bukan maksud saya me.. " belum selesai Salma bicara, Buru-buru bunda Laras mengkode Salma untuk diam dan Salma hanya menurutinya


Bunda Laras mengkode satpam untuk menutup pintu dengan tangannya lalu iq beralih ke arah Lea yang gugup dengan kehadiran Bunda Laras di hadapannya


"tante" gumam Lea ketakutan berhadapan dengan bunda Laras


"apa yang membuatmu yakin kalau anak saya akan menentang saya untuk memilih kamu" tanya bunda Laras dengan suara lembut


"karena Edzae cinta sama saya tante" balas Lea


Bunda Laras tersenyum simpul ke arah Lea " tapi Edzar gak pernah bilang tuh kalau dia masih cinta sama kamu" balas Bunda Laras


"itu karena tante nentang hubungan kami makanya Edzar gak berani ngomong ke tante" balas Lea


bunda Laras mengangguk paham ucapan Lea "kalau emang Edzar cinta sama kamu, saya gak kaan larang kok" balas Bunda Laras membuat mata Salma menatap tak percaya ke arah Bunda Laras


"benar tante" tanya Lea dengan begitu bersemangat


"iya" bunda Laras tersenyum simpul ke arah Lea "boleh saja tapi... " Bunda Laras menatap tajam ke arah Lea " kalau mah jadi istrinya kamu gak boleh pakai sedikitpun harta keluarga Kennedy" ucap Bunda Laras


ada rasa lega di hati Salma saat bunda Laras mengajukan syarat pada Lea


"loh, gak bisa gitu dong tante kan Kalau saya jadi istri Edzar ya wajar lah kalau saya menikmati semua apa yang di miliki Edzar" protes Lea


"emang benar kalau kamu jadi istrinya, wajib bagi Edzar membagi apa yang ia miliki sama kamu tapi kalau sampai dia memilih kamu saya akan minta pada suami saya untuk mencoret dia dari daftar ahli waris dan saya juga akan meminta pada anak tertua saya untuk menutup akses kerjanya " Bunda Laras tersenyum menyeringai ke arah Lea "dan pasti mereka akan menuruti apapun keinginan saya " jelas Bunda laras dengan begitu Santai tanpa ada beban sama sekali

__ADS_1


__ADS_2