Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Sebuah kejutan


__ADS_3

“ayah!” buru jemina berdiri di depan ayah burhan untuk menghalangi ayahnya memukul kekasihnya


“jangan pukul kekasihku yah” sentak jemina tak terima jika ayahnya memukul ayah burhan


Ayah bimo menatap miring jemina “apa kau gila pacaran dengan orang yang pantas jadi ayah kamu” bentak ayah bimo tak suka pilihan anaknya


Ayah burhan mengusap sudut bibirnya dan tersenyum miring dengan ucapan ayah bimo “kalau aku gila terus kamu apa bim” Tanya ayah burhan dengan tatapan tajam


walaupun dia ingin mendapat restu dari ayah kekasihnya tapi kalau dengan ayah bimo dia tak ingin mengalah karena masih segar di ingatannya bagaimana dia memperdaya kinan


Jemina menoleh ke arah ayah burhan “maksud om apa” Tanya jemina bingung dengan pertanyaan ayah burhan pada ayahnya


Ayah burhan menoleh ke arah tuan albert dan dimas “mohon maaf untuk kalian berdua tapi jemina tidak bisa di jodohkan dengan dia” tunjuk ayah burhan pada dimas “karena jemina hanya milik saya” ucap ayah burhan dengan suara tegas


“burhan!” bentak ayah bimo


Ayah burhan tidak memperdulikan ayah bimo dan tetap menatap tuan albert dan dimas lagi, dirinya tak ingin jika orang luar akan melihat perdebatan mereka yang jelas akan membuat aib mereka di keluarkan jika terus berdebat dan ayah burhan tak ingin ada orang luar yang tahu perihal anak kinan yang adalah anak ayah bimo saat masih jadi mertua anaknya  “maaf kalau saya tidak sopan, tapi sebaiknya anda berdua pergi karena ini sudah jadi urusan keluarga kami jadi kalian berdua yang orang luar silahkan pergi” usir ayah burhan dengan halus


Dengan terpaksa tuan albert dan juga dimas pergi walupun terlihat jelas raut tak suka di wajah mereka


Setelah kepergian dua orang yang tidak penting menurut ayah burhan pergi, ayah burhan menatap tajam ayah bimo


“bisa kita bicara bimo” ajak ayah burhan


“aku gak setuju dengan hubungan kalian” ucap ayah bimo dengan tegas


“apa alasanmu menolakku” Tanya ayah burhan ingin suatu kepastian kenapa dia langsung di tolak


“kalian gak cocok, usia kalian berjarak begitu jauh burhan" balas ayah bimo


Ayah burhan tersenyum miring “jarak usia kami memang jauh, tapi tidak sejauh antara kamu dan kinan” sentak ayah burhan


Jemina mengernyitkan dahinya “apa hubungannya ini sama kinan om” Tanya jemina yang memang tidak tahu


kalau putera adalah adiknya dan bukan keponakannya


“coba Tanya ayah kamu” tunjuk ayah burhan pada ayah bimo yang sudah sangat geram akan ayh burhan


ayah bimo menatap tajam ayah burhan “apa ini cara kamu balas dendam karena aku hamilin anak kamu” Tanya ayah bimo dengan tatapan nyalang


“aku memang tidak suka dengan caramu yang memaksa anaku sampai dia hamil tapi ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan jemina, aku mencintainya dengan tulus dan berniat menikahinya” tegas ayah burhan yang tidak ingin di kaitkan dengan kejadian kinan yang di hamili ayah bimo

__ADS_1


“apa maksudnya ini” jemina menatap tajam ayahnya dan juga kekasihnya “jelaskan padaku!” bentak jemina ingin lebih di jelaskan maksud obrolan ayah dan juga kekasihnya itu


“putera, anak ayah kamu dan bukan anak brian, ayah kamu dulu menaruh hati sama kinan dan memaksa kinan untuk tidur dengannya sampai lahirlah putera”jelas ayah burhan membuka rahasia yang selama ini di tutupi


“astaga” jemina memijit keningnya yang berdenyut “kamu gak papa mina” ayah burhan terlihat begitu khawatir dengan jemina yang tiba-tiba pucat dan merasakan sakit di kepala


“kamu gak papa kan jemina” Tanya ayah bimo yang juga khawatir dengan jemina


Jemina menatap penuh kecewa pada ayah bimo  “bagaiman bisa ayah hamilin mantu ayah” jemina tak percaya ayahnya sebejat itu


“itu karena ayah cinta kinan, jadi ayah sempat khilaf “ jelas ayah bimo tentang alasannya menghamili kinan dulu


“begitupun aku yang juga cinta jemina” sahut ayah burhan ingin ayah bimo tahu kalau dirinya mencintai jemina


Ayah bimo benar-benar tak suka dengan pria di hadapannya ini, bagaimana bisa pria yang hanya berjarak 3 tahun lebih muda darinya akan jadi menantunya “aku gak mau punya mantu pria tua kaya kamu” sentak ayah bimo


“brugh” tiba-tiba saja jemina jatuh pingsan


“mina” ayah burhan langsung mengangkat jemina ala bridel style menuju rumah sakit tak memperdulika ayah bimo yang melarang ayah burhan mengangkat jemina karena ayah bimo juga masih kuat mengangkat putrinya


***


Ayah bimo mengepalkan tangannya kuat sampai buku-buku tangannya memutih “kau benar-benar licik burhan” ayah bimo menatap ayah burhan penuh dengan amarah


Ayah burhan terkekeh “ bukan licik sih, Cuma dapat bonus saja sebelum kita menikah” ayah burhan mendekatkan tubuhnya ke arah ayah bimo “aku gak pernah maksa dia loh seperti kamu yang maksa kinan dulu,


dia sendiri yang rela memberikan dirinya padaku karena dia sangat mencintaiku” ucap ayah burhan dengan bangga


“kau pasti sudah nipu anakku” tuduh ayah bimo


“hei, dia gak mungkin bisa di bohongi dengan mudah. Dia hanya terlalu mencintaiku saja jadi kita langsung nyicil buat anak” kekeh ayah burhan


“dasar sialan!” umpat ayah bimo


“terima kasih atas pujiannya, ayah mertua” ayah burhan membungkuk pada ayah bimo tapi masih dengan wajah mengejeknya


Saat jemina di bawa ke rumah sakit dan di periksa oleh dokter secara menyeluruh, ayah burhan dan ayah bimo mendapatkan kabar mengejutkan saat itu “ nona jemina sedang hamil 6 minggu,  jadi dia masih mudah lelah . tolong jangan di buat stress ya” ucap dokter meninggalkan ayah burhan dan ayah bimo dalam keterkejutannya


“aku akan jadi ayah” ayah burhan tentu sangat bahagia tapi tidak dengan ayah bimo yang merasa begitu kesal karena ternyata anaknya sudah lebih dulu menyicil sebelum menikah untuk membuat anak apalagi itu di lakukan dengan pria yang sama sekali tak ia harapkan jadi menantu


***

__ADS_1


Ayah burhan terus memegang tangan jemina erat sambil menunggu wanita pujaan hatinya siuman “eugghh”


jemina menggeliatkan tubuhnya dan membuka mata perlahan


“kau gak apa-apa kan sayang, apa yang sakit” Tanya ayah burhan yang begitu khawatir dengan keadaan jemina


“ini di mana om” jemina merasa asing dengan tempat ia berada


“di rumah sakit, tadi kamu pingsan” balas ayah burhan


jemina mengernyitkan dahinya “kenapa, perasaan  mina gak papa deh, pulang ajak yuk om” ajak jemina menarik tangan ayah burhan ingin segera keluar rumah sakit


“jangan dulu mina, kamu harus banyak istirahat” jemina di anjurkan untuk beristirahat terlebih dulu di rumah sakit jadi mana mungkin dirinya akan membiarkan jemina meminta pulang


Jemina memindai sekeliling “ayah mana om, kok gak ada” Tanya jemina yang tak mendapati keberadaan ayahnya


“lagi cari pengacara, mau daftarin pernikahan” balas ayah burhan


"hah” jemina menganga lebar akan jawaban kekasihnya itu


“daftarin pernikahan? emang siapa yang mau nikah” Tanya jemina masih belum paham arah pembicaraan ayah burhan


“ya kita lah, emang siapa lagi” balas ayah burhan dengan entengnya


“hah” jemina kembali menganga


“jangan nganga gitu ah, nanti ada lalat masuk” ayah burhan menutup mulut jemina agar tak kemasukan lalat


Jemina langsung melepas tangan ayah burhan “ya om ini aneh, tadi kan ayah bilang gak setuju  dengan hubungan kita tapi ini om malah bilang ayah lagi cari pengacara buat daftarin pernikahan kita, kan aneh” balas jemina merasa jawaban ayah burhan itu tidak masuk akal


Ayah bimo menggenggam erat tangan jemina “kali ini ayah kamu gak punya pilihan lain selain merestui hubungan kita” ucap ayah burhan


Jemina mengernyitkan dahinya “kenapa  bisa begitu “ Tanya jemina tak mengerti alasan ayahnya tidak punya pilihan lain selain setuju dengan hubungannya dengan ayah burhan


Ayah burhan mengusap perut rata  jemina “karena ini, karena dia ayahmu jadi tidak berkutik” balas ayah burhan


Jemina mencerna setiap ucapan yang terlontar dari bibir ayah burhan, jemina mengusap perut ratanya  “aku hamil om” Tanya jemina


Ayah burhan mengangguk dan langsung memeluk jemina “terima kasih mina, terima kasih memberikanku seorang anak” ucap ayah burhan yang begitu bersyukur masih bisa memiliki anak di usianya yang sudah akan memasuki kepala 5 itu


Jemina balas memeluk ayah burhan “aku gak nyangka akan punya anak sendiri om” jemina jika ikut bahagia akan memiliki anaknya sendiri

__ADS_1


__ADS_2