Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Part 59 - Ukurannya Yang Besar


__ADS_3

Sesampainya di hotel, Shena bersiap-siap untuk menemani Ash bertemu dengan rekan bisnisnya. Tapi bukan serta merta ia ingin mengikuti suaminya itu, dengan segala kecerdasannya Shena memakai masker topi dan selendang yang menutupi wajahnya.


Tak sampai di situ, Shena pun memilih duduk sedikit berjauhan dengan Ash .


"Kau ini kenapa? Mengapa berpenampilan seperti ini? Jika sampai ada orang yang melihat mu seperti ini, Mereka pasti menganggap mu seorang pembunuh bayaran.." Ash sengaja mengatakan itu agar Shena tidak bersikap berlebihan seperti ini.


Ash sudah tidak bisa menahan rasa gelinya saat Shena menatap sekitar dengan wajah yang ketakutan dan waspada. Dasar wanita aneh, Lagi pula Shena tidak perlu bersikap seperti ini karena Ash bukanlah seorang artis papan atas.


"Tapi jika sampai ada yang melihat kita berdua bagaimana? Aku takut mereka berpikir yang tidak-tidak, Paman." Jelas Shena berbisik dengan matanya yang selalu waspada menatap sekita. Ingin rasanya Shena memukul wajah Ash yang sangat menyebalkan itu. Pria itu berusaha menarik selendang dan masker yang dipakainya.


Ketika Ash berhasil membuka penyamarannya, Shena langsung gelagapan melihat kesana-kemari dan untunglah keadaan masih sepi dan mencoba meraih masker dan selendangnya dari tangan Ash.


"Kau lebih takut mana? Aku cium di depan umum atau semua orang tahu tentang pernikahan kita?" Ash mendekatkan wajahnya ke Shena. Sungguh Shena terlihat menggemaskan saat khawatir.


Bagi Shena itu sama saja menjerumuskan dirinya ke dalam jurang masalah. Tidak ada pilihan yang lebih baik selain menyesali keputusannya karena menyetujui ajakan Ash ke Bali.


Lihatlah! Betapa wanita ini menatap Ash dengan penuh kekesalan.


Shena meraih masker dan selendangnya dari Ash yang tengah lengah. Lalu, Ia memakainya kembali dan perasaannya pun kembali tenang.


Shena menjauhkan wajah Ash dengan jari telunjuknya.


"Jangan coba-coba mengancam ku!" Bisik Shena mencubit perut suaminya, Ia menatap suaminya dengan sangat tajam. "Atau aku akan membunuhmu seperti apa yang kau katakan tadi."


Ash sontak tertawa menutup mulutnya. Astaga! Bagaimana bisa seorang wanita yang kecil, lemah lembut, dan kemurahan hatinya itu mengancamnya dengan cara ingin membunuhnya sampai ingin mengotori tangannya sendiri? Yang ada Ash lah yang akan memberikan Shena tusukan-tusukan manja yang membuat wanita itu merintih sepanjang malam.


Ash menarik lengan Shena.


"Tidak perlu berlebihan, Semua yang nadir di sini bukan wartawan. Lagi pula jika kau berpenampilan seperti ini bagaimana aku bisa mengenalkan mu pada semua orang.." Ash menatap Shena walaupun istrinya itu masih menggunakan kacamata hitamnya.


Sungguh! Shena terpesona dengan ketampanan suaminya sendiri dari balik kaca mata hitam gelapnya. Saat diam-diam pandangannya beralih ke bibir tebal Ash, Shena teringat dengan perlakuan mesra Ash saat malam itu.


"Ya ampun! Mengapa bulu kuduk ku jadi merinding?" Shena mengalihkan pandangannya menelan salivanya sulit.

__ADS_1


"Shena! Kenapa kau jadi menyukai berpikiran yang aneh-aneh?" Gadis itu mengusap tengkuknya yang terasa masih tidak nyaman.


Ash kembali tersenyum saat melihat Shena yang gugup. Wajah istrinya itu juga memerah, Entah apa yang sedang ia pikirkan. Tapi Ash yakin istrinya itu sudah tergoda dengan wjaah tampannya.


"Tidak sia-sia aku memiliki wajah setampan ini. Aku harus sangat berterima kasih pada Tuhan karena telah memberikan ku sebuah benefit yang istimewa ketika harus terlahir ke dunia ini menjadi pria yang sangat tampan." Ash benar-benar bangga dengan wajahnya yang tampan.


Shena mencoba menetralkan rasa gugupnya yang sudah tidak tertahan lagi. Lagi pula mengapa baru sekarang ia sadar jika suaminya itu tampan?


Shena melepas semua penutup yang ia pakai. Dan mulai tampil percaya diri.


"Jika seperti ini, Kau jauh lebih baik." Ash mengusap wajah Shena pelan, Lalu tersenyum manis.


"Astaga!" Shena merasa jantungnya berdetak dengan sangat kencang. Ia sadar, pria yang berstatus sebagai suaminya itu sedang berusaha menggodanya.


"Kau lihat saja nanti! Aku akan balas." Dengan sekuat tenaga Shena bersikap biasa saja.


Setelah beberapa menit berjalan, Rekan bisnis Ash yang memang menetap di Bali mulai berdatangan. Ada seorang pengusaha Resort, Penginapan, Kuliner dan lainnya. Bukan seperti yang ada pikirkan Shena tadi ya g dikira hanya satu orang, Ternyata rekan bisnisnya lumayan ramai. Dan semuanya membawa pasangan mereka masing-masing.


"Aku tidak tahu wanita-wanita ini sebenarnya istri mereka, kekasih atau selingkuhannya?! Mereka masih terlihat seusia seperti diriku yang menikah dengan Tuan Ash." Batin Shena menatap mereka satu persatu dengan senyuman yang ramah.


Satu persatu dari mereka mulai berkenalan dengan Shena dan berbicara akrab.


"Aku rasa wanita ini merawat dirinya dengan sangat baik..." Shena menatap wajah wanita itu yang glowing, Mungkin lalat saja akan terpeleset jika berjalan di sana.


"Ini juga!" Shena yang memang belum pernah berada di sekeliling pengusaha walaupun ayahnya juga seorang pengusaha, Begitu terlihat salah tingkah. Dan satu persatu wanita yang ia hadapi, Tak luput dari penilaiannya dalam hati.


Shena menatap wanita yang duduk di depannya saat ini. Matanya membulat sempurna dan merasa kikuk. 😳


"Mengapa besar sekali?" Batin Shena salah tingkah.


Ash yang seolah tahu jalan pikiran istrinya yang melihat reaksi Shena hanya bisa menahan tawanya.


Wanita yang duduk dihadapan mereka berdua itu, Refleks membuat Shena menutup mata Ash yang membuat semua menatap bingung ke arah Shena.

__ADS_1


"Jangan coba-coba Paman melirik ke arahnya, Apalagi sampai menatapnya!" Bisik Shena pelan tepat ditelinga Ash. Ini rahasia pembicaraan mereka sehingga orang lain tidak bisa dengar.


"Memangnya ada apa?" Tanya Ash berbisik juga.


"Coba lihat! Tapi jangan melirik!"


Sesuai dengan kalimat larangan adalah perintah, Ash malah refleks melirik ke arah wanita dekat dihadapannya. Tapi untung saja Shena menarik kepala Ash untuk menatapnya kembali.


"Ckk... Sudah kukatakan jangan meliriknya! Kau ini bagaimana paman, Kau sengaja, ya?" Kesal Shena memukul bahu Ash.


"Tadi kau meminta ku untuk melihat, Tapi kau juga melarang ku. Jadi, Aku sendiri bingung harus bagaimana? Refleks kepalaku malah melirik." Kata Ash.


Ash sebenarnya sudah tahu tapi itulah Ash, dia selalu berusaha menjahili istrinya.


"Jangan mencari alasan! Seharusnya kau memakai kaca mata hitam tadi. Eh tapi tidak, yang ada kau malah diam-diam menatap bagian miliknya itu!!" Ketus Shena dalam berisiknya.


"Aku sungguh tidak tahu apapun. Aku juga tidak mengerti kau melarang ku melihat apa?"


"Ck... Aku saja bentuknya lebih kecil dari dia. Kau juga pasti sudah mengetahuinya, Kan? Mengapa wanita selalu percaya diri dengan bentuk payudara yang besar?" Tanya polos Shena.


Ppfft...


Ash hanya menahan tawanya mendengar Shena mendumal.


"Padahal itu pasti sangat tidak nyaman dan menjadi pusat perhatian seseorang untuk berbuat jahat. Apalagi dia sedang dihadapkan dengan Paman mesum seperti mu!! Jadi, Kau jangan macam-macam, Paman!!" Kata Shena lagi dengan kesalnya.


Perbincangan antar rekan bisnis Ash pun harus tertunda sebentar karena Ash sedang sibuk mendengarkan istrinya yang mendumal.


Para rekan bisnis dari yang tua dan muda pun hanya saling menatap dan tertawa kecil melihat bagaimana Shena dan Ash begitu romantisnya jalinan hubungan mereka terlihat dekat, Sambil bertanya-tanya sebenarnya apa yang sedang dibisikkan diantara keduanya ini?


Sepertinya ini menyinggung perasaan Wanita yang memiliki payudara besar yang sangat menonjol itu. Shena takut jika Ash tergoda!


Bagi Ash wanita-wanita seperti yang Shena lihat ini sudah biasa dikalangan orang berduit. Bahkan mereka melakukan hubungan suami istri tanpa adanya pernikahan.

__ADS_1


__ADS_2