
Romi masih memandangi wajah tidur kayla yang terlihat tidak tenang, kayla terus mengeluarkan keringat dingin dan romi dengan telaten mengusapnya "kenapa nasib kamu kaya gini kay" gumam romi menyayangkan nasib kayla yang kurang baik padahal menurutnya kayla adalah anak yang baik
sedangkan di ruang keluarga mario dan kinan masih memberitahukan perihal keluarga kayla yang membuat brian jadi ketar ketir sendiri "ini beneran yang kalian ucapin ke aku" tanya brian
"iya lah, buat apa kami bohong" balas kinan
"kok sheryl bisa nemuin kayla dan Romi yang punya background serem gitu sih" tanya brian tak percaya dengan apa yang di ucapkan kinan dan mario
"kau pikir kenapa ayahmu yang jelas punya kemampuan gak kalah di bandingkan aku bisa segan ngelawan istriku" tanya mario
kinan dan brian jadi semangat mendengarkan lanjutan ucapan mario " dia punya basis orang bawah untuk jaga dia, makanya dia santai-santai saja saat hartanya akan di rebut mamanya kinan, karena dia 100% yakin akan bisa mengambilnya tanpa bantuanku" jelas mario yang sedikit tahu perihal sheryl yang masih di jaga betul privasinya walaupun mario dan sheryl sudah menikah
"masa sih" tanya kinan dan brian tak percaya
"iya" mario menoleh ke arah kinan "kekasihmu itu juga sama dengan sheryl punya basisnya sendiri di dunia itu" ungkap mario sedikit membuka rahasia tentang hans
"jangan bawa-bawa mas hans deh " kinan tentu tak terima jika kekasihnya di ikut-ikutkan dalam pembahasan yang menurutnya tidak ada sangkut pautnya
"ih gak percaya dia" tunjuk mario pada kinan "nanti kalau kamu beneran jadi istrinya juga bakal tahu kalau apa yang aku ucapkan adalah suatu kebenaran " ucap mario
brian menautkan kedua alisnya "kalau kamu tahu yang kaya begitu, berarti kamu juga dong" tanya brian menebak mario juga ikut di dalam dunia bawah
"kalau aku mah engga, cuma banyak pengawal aja gak sampai kaya model, ayah kamu, sheryl sama kekasihnya kinan itu" jelas mario
__ADS_1
"tapi ayahnya kayla kalau di urutin antara, sheryl hans sama ayahku , ayahnya kayla di tingkat berapa" tanya brian penasaran apakah ayahnya bisa membantu brian kali ini
"kalau istriku tuh gak ada levelnya, karena yang ada di dunia itu adalah pelindungnya sheryl bukan sheryl yang ikut di dunia itu. kalau gak salah sih orang itu om nya sheryl tapi aku sendiri gak yakin soalnya keluarga kakeknya sheryl rada sulit di cari tahu" balas mario
mario menatap lekat brian "kalau ayah kamu lawan ayahnya kayla rada imbang mungkin, tapi sifat ayahnya kayla lebih keras aja. itu sih yang aku dengar dari sheryl ya, soalnya aku beneran gak tahu pasti" jelas mario
brian memegang tengkuknya yang tak gatal "kok jadi ngeri gitu" keluh brian merasa bergidik ngeri
brian menoleh ke arah kinan "kamu gak takut sama hans setelah denger cerita mario" tanya brian sedikit khawatir dengan kinan
"enggak lah, mas hans kan sayang banget sama aku dan putera jadi gak ada ceritanya dia akan nyakitin aku dan anak aku, yang ada dia akan ngelindungi kita" balas kinan dengan yakin
mario menepuk pelan bahu brian "saran aku bicara sama ayah kamu, jujur saja sama ayah kamu itu kalau kamu sudah hamilin anak satu-satunya tuan Atharazka" usul mario untuk memberi tahu ayah Bimo agar bisa membantu brian
brian beranjak dari duduknya "aku pulang dulu, nanti aku ke sini lagi setelah bicara dengan ayah" pamit brian
setelah kepulangan brian, mario kembali ke kamarnya sedangkan kinan berjalan menuju kamar putera
"ceklek " kinan membuka pintu dan mendapati hans yang tertidur sambil memeluk putera
"ya ampun bisa gitu tidurnya" kinan mendapati posisi tidur hans dan putera yang cukup mirip karena posisi mereka saling memeluk
"kalian lebih mirip ayah dan anak deh" gumam kinan mendekatkan wajahnya ke arah hans dan putera
__ADS_1
hans langsung membuka mata membuat kinan terkejut. kinan refleks mundur tapi hans menahan tubuh kinan agar tak menjauh "kalau sudah cocok, ayo kita menikah saja " ucap hans
"tapi mas..." belum sempat kinan berucap hans sudah menahan bibir kinan dengan telunjuknya "sepertinya kamu sudah gak punya alasan menolak, brian juga harus bertanggung jawab dengan kayla mau tak mau dia harus tetap mah karena kalau sampai dia tak bertanggung jawab abis dia sama ayahnya kayla dan om nya sheryl" ucap hans
kinan membelalakan matanya lebar "mas tahu" tanya kinan sedikit terkejut dan memundurkan tubuhnya ke belakang mendengar hans bisa tahu tentang apa yang sempat di bahas dengan mario dan brian di ruang keluarga
hans langsung duduk dan meraih tubuh kinan agar masuk dalam dekapannya "aku berbeda dengan ayah kayla dan omnya sheryl, mas gak pernah terjun langsung hanya sebatas pengumpul informasi saja dan itu tak lebih. itupun terpaksa mas lakuin karena mas adalah calon penerus keluarga herlambang" jelas hans pada kinan kenapa bisa sampai dirinya tahu tentang apa yang di bicarakan kinan barusan
"kenapa mas bilang sekarang? kenapa gak setelah kita menikah saja? emang mas gak takut kinan akan menjauhi mas karena tahu hal negatif dari mas hans" tanya kinan
hans mengusap kepala belakang kinan dengan lembut "karena mas tahu kamu gak akan ninggalin mas, kamu cinta mas jadi kamu pasti bisa menerima apapun yang ada di diri mas" balas hans dengan yakin
kinan mengurai pelukannya "kok mas tahu banget apa yang ada di kepala kinan" kinan mencebikkan bibirnya "mas mah selalu di depan kinan" kinan menatap tajam hans setelah menyadari sesuatu "mas ngajak ngerancanain pernikahan pasti karena tahu brian hamilin kayla ya" tebak kinan kembali memikirkan hans yang tiba-tiba meminta untuk mengurus pernikahan
hans tersenyum simpul dan mengangguk "tentu mas tahu" balas hans dengan entengnya
"kok mas gak kasih tahu kinan" tanya kinan dengan sebal pada hans karena dia tidak di beritahu oleh hans sejak awal
"mas gak mau buru-buru dalam bertindak, semuanya harus di perhitungkan sayang" hans mengecup kilas bibir kinan "jadi ayo menikah secepatnya" ajak hans lagi dengan tatapan penuh harap
kinan sungguh tersipu malu dengan tidakan mendadak hans pada dirinya "iya mas" kinan menyembunyikan wajahnya di dada bidang hans dengan senyum terus mengembanga
"pokoknya setelah sheryl lahiran, kita langsung nikah ya. mas pengen ada kamu dan putra di setiap maa bangun tidur" ucap hans
__ADS_1
"iya mas" balas kinan