Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Part 16 - Jebakan Jahat Gagal


__ADS_3

Bibir Ash yang semula menyerang bibir Shena kini beralih ke leher jenjang milik Shena. la meninggalkan beberapa jejaknya di sana. Shena yang sudah kehilangan akal sehatnya tanpa sadar menjambak rambut Ash dan mengeluarkan suara aneh dari bibirnya. Ash semakin bersemangat dan semakin berani untuk menjamah tubuh mungil Shena.


Tangan-tangan Ash yang besar dan berurat itu mulai menyusup ke dalam gaun yang menelusuri mencari benda yang kenyal dan menggemaskan untuk diremasnya. Namun, belum sempat ia melakukan itu, akal sehat Ash kembali.


"Apa aku boleh?" Ash menatap seluruh tubuh Shena yang sudah terbawa arus birahinya.


Shena diam seribu bahasa, Ia malu untuk mengatakan jika dirinya bahkan menginginkan lebih dari sekedar saling menautkan bibir saja. Bahkan rasa itu sebenarnya sudah ia rasakan di saat sebelum mereka berangkat ke Indonesia dari Perancis. Mungkin karena belum pernah merasakan surga dunia, Shena menjadi terbawa arus itu.


Shena menundukkan wajahnya tidak berani melihat wajah Ash yang aneh itu.


"A-aku takut Pa-maan!" Lirih Shena meremas gaunnya sendiri.


Ash mengusap wajah cantik Shena dan memastikan jika ia akan melakukannya dengan perlahan. Apalagi ini juga pertama kali baginya untuk melakukan hubungan suami istri.


"Tidak perlu takut, aku akan melakukannya secara perlahan agar kau tidak merasa kesakitan.." Suara Ash seakan tidak bisa keluar secara sempurna lagi.


Mendapatkan lampu hijau dari Shena, Tubuh Ash seakan semakin panas akan gairahnya sendiri. Jantungnya berdetak begitu cepat saat matanya menatap manik hitam milik Shena. Perlahan namun pasti, tangan Ash mulai menyentuh bagian-bagian sensitif milik Shena.


Saat tangan Ash dengan lembut mengusap punggung serta dua aset berharganya, Shena menutup matanya menikmati gelombang gairah yang dirasakannya. Tidak tahu besok ia akan merasa menyesal atau tidak! Namun sekarang ia tidak bisa lagi membendung hasratnya saat tubuhnya terkena sentuhan dari Paman beruang kutub yang ia anggap tua itu.


Shena membuka matanya menatap pria yang tengah menikmati tubuhnya dengan rakus. Badan Shena melengkung saat dengan rakus Ash melahap dua asetnya, tubuhnya seperti terkena aliran listrik. Ada rasa tidak ikhlas dihatinya Shena saat ia harus melepaskan mahkota yang paling berharganya dengan pria dingin dan tua juga tidak ia cintainya.


Tangan mungil Shena menggenggam alas ranjang yang menjadi saksi mereka dan meremasnya kuat sekali.

__ADS_1


"Jantungku! Jantungku mengapa berdetak semakin kencang? Aku tidak menyukai suara ini" Batin Shena membekap mulutnya agar tidak mengeluarkan suara-suara anehnya.


Ash yang sudah terbakar api gairah tidak bisa lagi menahannya, dengan paksa ia menarik Gaun Shena hingga robek. Shena terkejut dan ketakutan dibuatnya.


"Kenapa kau robek? Gaun ini harganya mahal!"


"Tidak masalah, aku akan membelikan untuk mu lebih daripada ini."


Shena kesal mendengarnya. Ya. Memang ia tahu jika Ash itu bahkan bisa membelikan seratus gaun yang lebih mahal daripada ini. Tapi tidak perlu merusak gaunnya pula.


"Kau itu memang payah. Paman beruang kutub tua dan juga jelek..." Cibir Shena di saat yang tidak tepat seperti ini.


Apa? Shena masih saja mengatakan Ash tua dan juga jelek? Bahkan memiliki nama panggilan baru. Wanita yang sering dipanggil gadis kecil oleh Ash itu pintar sekali membuat suaminya naik darah. Ash yang memang sudah kesal tidak mempedulikan ucapan cibiran itu, karena ia akan memberikan pelajaran pada istrinya itu saat ini juga.


Dilepas dan dibuangnya pakaian itu hingga membuat Shena benar-benar polos tanpa sehelai benang apapun. Sama dengan Ash yang mulai membuka semua pakaian yang melekatnya, Lalu dilempar ke sembarang tempat hingga berserakan dan digantikan oleh selimut putih yang menutupi mereka.


Berbeda dengan Ash yang akan menikmati malam-malam indahnya bersama Shena seperti yang sudah ia bayangkan selama ini. Soya dan ayahnya dibuat panik saat tidak mendapatkan Tuan Ash lagi. Seharusnya saat ini Soya sudah bisa menjalankan misinya untuk menjebak Ash, namun sayangnya hanya bisa gigit jari.


Tadi sebelumnya Soya sudah berhasil membawa Ash keluar dari tempat diadakannya pesta walaupun Ash berulangkali menolak dan membentaknya. Hanya saja beberapa Dayn dan Arthur datang begitu cepat dan membuat semuanya jadi berantakan seperti ini.


"Bagaimana ini Ayah? Jika sampai Tuan Ash melampiaskan nafsunya pada wanita lain bagaimana? Atau mungkin saja ia akan melampiaskannya pada wanita penggoda itu.." Soya bergelayut pada ayahnya berharap ayahnya melakukan sesuatu agar misi mereka berhasil.


Namun, bukannya mendapatkan caranya, Tuan Gideon dibuat semakin pusing dengan rengekan putri nya.

__ADS_1


"Kau diam lah Soya! Ini juga kesalahan mu, coba saja kau bergerak lebih cepat mungkin ini tidak akan terjadi." Ucap Tuan Gideon dengan suara yang tinggi membentak putrinya, Ia menatap Soya dengan tatapan marah.


Soya yang tidak terima juga ikut memarahi ayahnya. Salahku? Batin Soya tidak terima, andai saja ayahnya itu tidak melakukan cara kotor seperti ini mungkin Soya tidak akan sekhawatir ini. Apalagi sampai Ash mengetahui niatnya ini, sudah pasti mereka berdua dalam bahaya.


"Ini juga salahnya Ayah, Jika Ayah memiliki rencana besar seharusnya gunakan anak buah Ayah. Ayah pikir Tuan Ash itu orang sembarangan? Tidak semudah itu Ayah bisa menyentuh dia!" Soya balas memarahi ayahnya yang memiliki ide seburuk ini.


Tuan Gideon menyadari kesalahannya, tidak seharusnya ia bersikap gegabah seperti ini. Hanya karena ia tidak bisa melihat wanita yang bersama Ash malam tadi, tubuh Gideon seakan terpanggil untuk menyingkirkan gadis itu.


"Maafkan Ayah Soya, Tapi ini di luar kendali kita. Mana ayah tahu jika Tuan Ash bahkan bisa menahan hasratnya selama itu. Padahal kita sudah bersamanya hampir lima belas menit setelah obat itu bereaksi. Memang salah kita dari awal terlalu menganggap remeh Tuah " Ucap Tuan Gideon.


Padahal setahu mereka siapapun yang mengkonsumsi obat perangsang dengan dosis tinggi pasti tidak akan bisa menahan hasratnya selama itu. Tuan Gideon benar-benar tidak habis pikir.


"Ya sudah! Sekarang Ayah pikirkan bagaimana caranya kita bisa menemukan Tuan Ash secepat mungkin. Aku tidak ingin jika sampai Tuan Muda melampiaskan hasratnya pada wanita lain Ayah! Dan yang paling parahnya aku takut wanita ****** yang bersama Tuan Ash itu akan memanfaatkan keadaan ini. Ayolah Ayah... Berpikir sesuatu." Rengek Soya.


Soya tidak bisa bayangkan bagaimana jika Shena lah orang yang beruntung itu. Soya akan benar-benar kehilangan pundi-pundi berlian yang sudah menggunung di depan matanya.


Setelah cukup lama Soya berpikir, Ia sama sekali tidak mendapatkan ide apapun. Yang harus ia terima saat ini adalah kegagalan dan kehancuran. Tapi Soya tetap akan berusaha dan berharap Ash tidak mengetahui apa yang sudah ia rencanakan dengan Ayahnya. Karena jika sampai itu terjadi maka tamatlah sudah riwayatnya kali ini.


"Kita akan pulang saja sekarang. Besok kita akan temui dia, dan Ayah akan meminta dia segera menikahi mu karena sudah tercatat dalam perjanjian. Kau tenang saja, kau akan tetap menjadi Nyonya di Keluarga Vinson." Ujar Ayah yang tidak ingin kembali mengambil keputusan yang gegabah. Kali ini ia harus melakukan dengan rencana yang matang.


"Baiklah Ayah, Lagipula tidak ada gunanya kita tetap berada di sini. Seluruh anak buah Tuan Ash pasti sudah menjaga Tuannya dengan sangat baik sehingga kita tidak akan pernah bisa menemukan pria itu.."


Soya dan Tuan Gideon akhirnya hanya bisa mendesah napas kecewa dengan rencana mereka yang gagal total. Tidak seperti Shena yang saat ini sedang merem melek menerima kenikmatan perlakuan Ash pada tubuhnya yang sama sekali belum pernah terjamah oleh siapapun. Yang pada akhirnya Ash pecah telur juga!

__ADS_1


__ADS_2