
Nazhief Ithar Kennedy, anak bungsu dari pasangan Mario Kennedy dengan Laras. Kini Nazhief menginjak usia 23 tahun, usia di mana ia masih fokus menempuh pendidikannya sebagai Psikiater.
Pendidikan yang di ambilnya memang berbeda sekali dari keluarga ayahnya ataupun mamahnya yang belum pernah menjadi seorang dokter apalagi Nahief memilih sebagai psikiater dengan alasan sederhana yang mungkin entah di miliki orang lain atau tidak " ingin jadi psikiater agar bisa mendengar banyak cerita hidup yang berbeda, lebih suka mendengar banyak cerita hidup agar lebih berpikiran luas dan tidak sempit dalam pemikiran dan tidak terpaku pada satu anggapan" kata yang selalu ia berikan saat di tanya kenapa memilih sebagai psikiater
pikir orang mungkin ia ingin membantu banyak orang dengan jadi psikiater agar orang itu tidak terikat dalam belenggu hidup yang mengekang kebebasan hati serta pikiran orang tapi nyatanya ia kembali beralasan "pola pikir seseorang lebih bisa di kendalikan oleh orang itu sendiri, mau sebaik apapun orang yang memberikan arahan jika orang yang di berikan pengertian menutup diri ya percuma saja, jadi sebagai pendengar yang baik tentu bisa mengurangi beban hidup yang ada" itulah pikiran Nazhief saat ingin menempuh pendidikan sebagai psikiater
Nazhief menempuh pendidikan kedokterannya di Jerman dan melanjutkan pendidikan pskiaternya di Jerman pula. Kini sudah genap ia tinggal di Jerman selama tahun dalam menempuh pendidikan kedokterannya dan ini awal mulai ia mulai menempuh pendidikan kembali sebagai psikiater di semester awal
selama menempuh pendidikan Nazhief belajar berbaur dengan mudah sembari mengasah ilmunya dalam berkomunikasi agar memudahkannya dalam bekerja nanti sebab pekerjaannya terntu di haruskan bisa berkomunikasi dengan baik terhadap orang lain
Selama menempuh pendidikan Nazhief tinggal di salah satu apartemen dekat kampusnya yang membutuhkan waktu hanya 10 menit saja jika berjalan kaki
"ceklek" Nazhief keluar pintu apartemennya dengan setelah santai khas kuliah dengan menenteng tas ransel berisi laptop miliknya
"morning Nazhief" sapa seseorang saat Nazhief akan menutup pintu
Nazhief menyunggingkan senyunya ke arah orang yang menyapanya "pagi juga Dahlia" Nazhief balas menyapa orang yang kebetulan adalah tetangganya, pemilik apartemen yang tepat ada di depannya bernama Dahlia Robertson
Dahlia Robertson adalah tetangga Nazhief yang tinggal tepat di seberang apartemen Nazhief. Dahlia Robertson adalah wanita keturunan campuran Indonesia dan Inggris, untuk itu bisa begitu fasih berbahasa Indonesia memudahkan Nazhief dan Dahlia untuk berbincang
Dahlia adalah mahasiswi kedokteran tahun pertama. Dahlia baru tinggal di unit apartemen itu tepat dua bulan tapi Dahlia dan Nazhief terbilang cukup cepat dekat padahal itensitas pertemuan mereka kadang hanya saat pagi karena sama-sama akan pergi ke kampus mereka
Nazhief dan Dahlia memang berkuliah di kampus yang sama tapi di gedung berbeda sebab Dahlia yang masih 18 tahun dan baru masuk kuliah itu kuliah di bagian Dokter umum sedangkan Nazhief kuliah di gedung kejuruannya
"kau mau kuliah Nazhief" tanya Dahlia yang tidak memakai embel-embel kak atau panggilan hormat pada yang lebih tua pada Nazhief tapi Nazhief tak mempermasalahkan hal itu sama sekali
__ADS_1
"sama seperti dirimu" balas Nazhief
Nazhief melangkahkan kakinya di ikuti Dahlia yang ikut berjalan di belakang NAzhief, mereka sama-sama berjalan ke arah Lift di lantai tempat mereka tinggal
"bagaimana kuliahmu Dahlia, apa lancar" tanya Nazhief
"lumayan lancar, hanya sedikit penyesuaian yang ternyata memakan waktu cukup lama" balas Dahlia
"kalau ada kesulitan dalam kuliah jangan ragu untuk bertanya, jangan lupa kalau aku senior kamu" sahut Nazhief
"iya Nazhief, saat ada kesulitan dalam perkuliahan aku akan mengganggumu untuk bertanya" kekeh Dahlia
Nazhief ikut terkekeh "aku akan berusaha sabar menghadapi kebisingan suaramu" balas Nazhief masih dengan kekehan
"ih ngeselin" gerutu Dahlia
Nazhief mengikuti perkuliahan dengan fokus dan mencatat setiap poin yang di sampaikan oleh dosennya. Setelah selesai dengan perkuliahannya, Nazhief menuju tempat magangnya di salah satu klinik kejiwaan yang membuka praktek di dekat kampusnya sehingga ia pun bisa berjalan kaki dari kampusnya menuju tempat ia bekerja
di tempat Nazhief bekerja, cukup ramai dengan para pasien yang datang. Pasien di sana cukup beragam mulia dari anak-anak sampai yang tua pun ada dan dengan berbagai tipe maslah yang berbeda juga tingkat keseriusan masalah yang berbeda-beda pula
kalau di tanya capek, tentu saja Nazhief merasa capek tapi Nazhief tak peprnah mengeluh sebab menurutnya sangat menyenangkan kerja di bidang ini ya walaupun kadang ada kesalnya juga saat bertemu orang yang mudah sekali mengamuk
Seusai bekerja Nazhief memilih untuk belanja bulanan terlebih dahulu sebab ia ingat jika kulkasnya hampir kosong dengan stok makanan instannya
"kalau bunda tahu aku makan ini, abis aku" gumam Nazhief mengatai dirinya akan di marahi sang bunda jika makan makanan instan tapi tetap saja ia ambil sebab ia juga malas untuk memasak
__ADS_1
lagian membeli di luar terasa sulit untuknya sebab ia tak suka dengan masakan orang jerman, dia lebih suka masakan Indonesia tentunya
"Nazhief" panggil seseorang
Nazhief menoleh ke belakang dan melihat da Dahlia di belakangnya "kamu di sini Dahlia" tanya NAzhief saat melihat tetangganya ada di swalayan tempat ia berbelanja
"iya, aku lagi belanja bulanan" Dahlia melirik ke arah keranjang belanjaan Nazhief
"kamu makannya itu" heran Dahlia
Nazhief melirik belanjaannya "ya mau gimana lagi, masak kan gak bisa ya sudah beli yang gampang saja dari pada gak makan" balas Nazhief
"gimana kalau kamu aku masakin kebetulan aku bisa masakan Indonesia loh, mamaku kan orang Indonesia jadi aku bisa masakan Indonesia dari beliau" tawar Dahlia
Nazhief mengerutkan keningnya "dalam rangka apa kamu nawarin itu ke aku" tanya Nazhief heran dengan tawaran Dahlia untuknya
"hehehehehe" Dahlian menggaruk tengkuknya yang tak gatal "kalau aku masakin kamu, kamu harus bantu aku setiap mengerjakan tugas kuliahku" Dahlia mencoba barter dengan Nazhief sebab ia ingin ada bantuan dalam mengerjakan tugas
Nazhief terkekeh "aku kan selalu nawarin bantuan ke kamu gak perlu embel-embel masakin kali" ungkap Nazhief
"tapi aku gak enak kalau hanya menerima tanpa memberi" kilah Dahlia
"ya sudah kamu masakin aku, dan aku akan mengajari kamu dengan tugas-tugas kuliahmu itu" balas Nazhief
"oke kalau gitu" Dahlia begitu senang akan ada yang memabntunya dalam mengerjakan tugas kuliah yang selalu membuatnya pening kepala
__ADS_1
Nazhief dan Dahlia mulai memilah barang yang ingin mereka beli, dan tentu Dahlia menawarkan makanan apa yang di inginkan Nazhief selama seminggu kedepan karena Dahlia yang paling malas untuk berbelanja ingin menyetok persediaan sampai satu minggu kedepan