Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Berdamai dengan keadaan (season 2)


__ADS_3

"wah anak ayah ganteng banget" cicit Dion saat menggendong baby Delano begitu sayang


Cindy yang melihat Dion bisa menyayangi anaknya sungguh bersyukur dan bahagia "sudah mas, Baby Delano biar di baringin aja nanti jadi kebiasaan kalau di timang terus kaya gitu" ucap Cindy


Dion menoleh ke arah istrinya dengan senyum lebarnya "abis anak kita gemesin banget sayang" balas Dion yang tetap meletakan Baby Delano ke boks bayinya


"ngomong-ngomong kapan nih Cindy di izinin pulang"tanya Cindy


"nanti nunggu perintah dokter dulu" Dion menghampiri Cindy dan duduk di tepi ranjang dan membawa Cindy ke dalam pelukannya


"gak papa kan kalau kita langsung pulang ke rumah kita dan gak pulang ke rumah mami " tanya Dion dengan hati-hati


"ya gak papa lah mas, kan kita juga punya rumah sendiri biar mami sama papi yang ke rumah kalau mereka kangen atau kita yang sesekali nginep sana" CIndy tentu tak mempermasalahkan jika harus tinggal di rumah suaminya karena dia kan seorang istri yang harus mengikuti kemana suami tinggal


"ini juga biar memudahkan kalau sesekali kak Alvian ingin bermain sama Delano, kalau di rumah mami kan pasti akan terbatas ruang geraknya" jelas Dion


Cindy mengurai pelukannya, mengerutkan keningnya menatap manik mata Dion begitu lekat "mas gak takut kalau aku ketemu sama kak Alvian" tanya Cindy heran dengan niatan suaminya yang ingin membuka akses untuk Alvian bertemu dengan baby Delano yang otomatis akan bertemu dengannya


"takut, tentu saja takut" Dion menggenggam tangan Cindy dengan erat "mana mungkin mas tidak takut saat kamu akan lebih sering bertemu dengan pria yang pernah membuatmu begitu nyaman" balas Dion


"terus kenapa malah membuat akses untuk pertemuan kami" tanya Cindy


Dion merapihkan anak rambut Cindy "kamu bersamanya karena mas yang dulu membuka akses untuk itu tapi tidak sekarang" Dion mengusap pipi Cindy dengan lembut "mas yakin cinta kamu buat mas jauh lebih besar, dan mas percaya kamu akan selalu bersama mas selama mas bisa mencintaimu dengan tulus dan selalu bersikap baik dengan kamu jadi mas akan menaruh kepercayaan buat kamu dan kak Alvian, dan mas yakin kalian tidak akan berbuat sesuatu yang bisa membuat hati mas sakit" jelas Dion


Cindy langsung memeluk erat suaminya "terima kasih sudah percaya sama Cindy ya mas" ucap Cindy


"iya sayang" balas Dion

__ADS_1


Dion kini sudah mencoba berdamai dengan keadaan, keadaan yang tak mungkin di putar kembali posisinya tapi masih bisa di perbaiki tentunya dan kali ini ia akan selalu mencintai anak dan istrinya dengan bersungguh-sungguh


"duh ganggu nih" cibir seseorang degan suara cemprengnya


"tiara" sentak Roland mengingatkan istrinya untuk tidak bertindak sesukanya


Cindy mengurai pelukannya "wah kalian datang" Cindy langsung menampilkan senyum terbaiknya saat melihat sahabat baiknya datang


"tentu saja, kami kan mau lihat keponakan kami" Qiana berjalan mendahului Tiara menuju boks bayi baby Delano


"namanya siapa nih" tanya Putera


"Delano Edbert Xander, panggil saja Delano" balas Dion


"wah bagus banget namanya pak" sahut Tiara menyukai nama anak sahabatnya itu


"kak Alvian yang kasih nama" balas Dion dengan senyumnya


wajah ke empat orang itu langsung berubah "pak Dion izinin kak Alvian yang kasih nama" tanya Tiara


Tiara tentu tahu kalau Alvian lah ayah kandung anak Cindy dan bukannya Dion, dan Dion juga tahu kalau kesemua muridnya itu di tambah putera tahu kalau itu adalah anak Alvian


"kak Alvian adalah ayah kandungnya jadi tak masalah kalau yang memberi nama untuk anaknya" balas Dion begitu santai dan tak ada beban sama sekali, toh semua yang ada di situ tahu perihal itu jadi Dion santai saja dengan hal itu


Putera tersenyum ke arah Dion "untuk kali ini saya akui anda hebat" putera mengacungkan kedua jempolnya untuk Dion


"iya pak, saya juga salut sama bapak" Roland melirik ke arah Cindy " bukan maksud mendikte kamu ya Cindy tapi aku benar-benar salut sama pak Dion karena kalau itu jadi aku mungkin aku gak akan sanggup terima hal itu" tukas ROland bersikap jujur di hadapan Cindy

__ADS_1


Dion menoleh ke arah Cindy takut Cindy tersinggung walaupun ia tahu tak akan marah pada ROland tapi tentu masih ada kemungkinan Cindy merasakan sakit atas ucapan Roland


Dion melingkarkan tangannya di bahu Cindy dan membawa CIndy dalam pelukannya "awalnya memang sulit tapi saat mengingat seberapa besar kesalahanku dan perjuangan istriku untuk memperjuangkan hubungan kami itu membuatku sadar kalau kesalahannya adalah jalan yang aku buka jadi aku harus belajar menerima keadaan, toh saat aku bisa menerima keadaan hidupku jauh lebih membahagiakan" Dion menoleh ke arah Cindy "punya istri yang cantik dan anak yang tampan tentu berkah untukku" tutur Dion memandangi wajah Cindy


Cindy menatap wajah Dion dan menampilkan senyum termanisnya untuk suami yang sudah bisa berdama dengan keadaan dan membawa pernikahan mereka dalam kebahagiaan


"ih mesra-mesraannya nanti dong" cicit Tiara yang menggelengkan kepalanya melihat kemesraan pasangan suami istri di depannya


"kamu iri apa sayang, mau juga mesra gitu" Roland membawa Tiara ke dalam pelukannya dan di ikuti oleh tawa putera dan Qiana tapi putera juga ikut dengan kelakuan Roland yang memeluk Qiana


obrolan mereka di lanjutkan dengan obrolan ringan seputar cerita kelahiran Cindy sebab Tiara dan Qiana akan segera menyusulnya


"gak nyangka ya kehamilan kita deketan gini" tanya Tiara yang sedang menikmati buah yang di kupaskan ROland untuknya


"iya gak nyangka ya" Cindy menatap wajah Tiara dan Qiana bergantian  "aku seneng deh jarak usia anak kita nanti gak jauhan dan mungkin anak kita bisa sahabatan kaya kita soalnya usia kita juga gak jauhan" timpal Cindy


Qiana mengerucutkan bibirnya "di antara kita semua yang paling tua aku loh tapi kalian yang lebih dulu punya anak" kesal Qiana yang kini emosinya kurang stabil semenjak kehamilannya


"ya ampun Qiana cuma tua 5 bulan dari aku aja emosi" sahut Tiara


"iya 5 bulan sama kamu, sama Cindy kan 7 bulan" balas Qiana


"kamu lupa ya Qi kalau kita cuma beda 1 bulan dan aku lebih tua dari kamu"  tukas Roland yang kesal kalau Qiana lupa kalau ialah yang lebih tua


Qiana terkekeh pelan "oh ya ya, kamu lebih tua 1 bulan dari aku" Qiana terkekeh setelah emngingat kalau dirinya lebih muda sebulan dari Roland


"sudah jangan ribut, di sini kan yang paling tua itu saya jadi wajar kalau saya yang duluan punya anak" kekeh Dion  di ikuti oleh yang lain

__ADS_1


Cindy begitu bersyukur suaminya bisa mencintainya dan mau berdamai dengan keadaan terlebih ia bisa melihat Qiana bukanlah fokus utamanya lagi


__ADS_2