Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Seperti tak terjadi apapun (season 2)


__ADS_3

setelah perundingan panjang, akhirnya Cindy dan Dion di nikahkan secara hukum saja di catatan sipil karena Cindy yang masih berkuliah dan kedua orang tua cindy tak ingin nama cindy jadi rusak akibat pernikahan dadakan antara cindy dan juga Dion


pernikahan itu tertutup dan hanya di ketahui pihak keluarga saja, bahkan sahabat-sahabat cindy maupun Dion tak ada yang tahu pernikahan cindy dan Dion


Rombongan mobil keluarga Cindy dan Dion turun dan mulai berjalan ke arah rumah kakek dan nenek CIndy "Cindy harus tetap menyelesaikan kuliahnya" ucap papi mirza dengan nada penuh ancaman


"iya pah, saya akan tetap menguliahkan Cindy sampai selesai bahkan jika ia mau samapi S2 atau S3 sekalipun  akan saya kuliahkan sampai selesai " balas Dion


"saya pegang janji kamu Dion" tukas papi mirza masih dengan nada tak bersahabat pada pria yang jelas kini sudah jadi menantunya


"iya pah" balas Dion


papi mirza melirik ke arah Alvian "ingat janji kamu  Alvian" papi mirza bahkan meminta Alvian membuat janji hitam di atas putih agar lebih menjamin hidup anaknya  ke depan karena sungguh ia tidak mempercayai Dion sama sekali


"iya kak" balas Alvian pasrah akan ancaman yang di berikan orang tua adik iparnya


Cindy memeluk mami sarah begitu erat "harus ya mih aku ikut pak Dion, Cindy mau ikut mami aja" rengek Cindy yang tak ingi berpisah dari mami sarah


mami sarap mengusap rambut Cindy "gak bisa gitu sayang, kamu sudah menikah dan kamu harus bertanggung jawab dengan suami kamu jadi kamu harus mengikuti kemanapun suami kamu pergi " balas mami Sarah


"ayo cindy kita harus cepat berangkat pesawatnya sudah nungguin, kak alvian harus segera terbang ke Belanda jadi gak bisa terlalu lama di sini" ajak Dion


"iya deh pak" Cindy akhirnya mengikuti Dion karena sekarang statusnya adalah seorang istri yang harus mematuhi setiap ucapan suami


mungkin pernikahan ini terbilang aneh, cebitu cepat dan tak terasa sebuah pernikahan sama sekali. Bukan perjodohan maupun karena saling mencintai hanya pernikahan karena suatu kecelakaan yang tak terduga saja


***


Dion menarik koper Cindy masuk dalam lift "kita tinggal di sini pak" tanya Cindy masih merasa aneh dengaan pilihan Dion yang mengajaknya tinggal di tempat itu


"bukan kita tapi kamu yang akan tinggal di sini" balas Dion

__ADS_1


"hah" mulut cindy menganga lebar mendengar balasan Dion


"saya akan tinggal di apartemen, dan kamu akan tinggal di sini" ulang Dion


"kok gitu, kata mami kalau menikah itu harus tinggal serumah" tanya Cindy masih tak paham kenapa Dion menyuruhnya tinggal di rumah itu padahal Dio tidak akan tinggal di situ


"aku gak bisa tinggal di rumah ini cindy, kakakku terlalu kaku jadi aku tak bisa tinggal di sini" balas Dion


"ya sudah, cindy ikut bapak saja" balas Cindy ingin ikut Dion saja, tempat itu terlalu asing buatnya dan terasa tak nyaman


"kamu gak mungkin bisa tinggal di apartemen karena gak akan ada yang layanin kamu kalau di sana, beda kalau di sini, pelayan di rumah ini ada banyak sekali jadi kamu bisa meminta pelayan untuk mengurus semua keperluan  kamu" balas Dion


"aku gak harus di urus orang lain kok, aku bisa ngurus diri sendiri" elak Cindy


"ayolah cin, aku tahu bagaimana kamu di besarkan dan akmu sama sekali tidak pernah mengerjakan pekerjaan rumah dan aku biasa mengerjakan pekerjaan rumah seorang diri tanpa bantuan orang lain tapi nanti akan beda kalau aku harus mengurus kamu, aku kerja cin bukan jadi baby sitter" tukas Dion yang ingin Cindy tidak tinggal serumah dengannya


Cindy hanya menunduk mendengar ucapan Dion yang mungkin bernar, seumur hidupnya ia selalu di layani dan tidak pernah mengerjakan apapun seorang diri


Cindy memindai setiap sudut ruangan, kamar luas dengan nuansa warna grey dan putih  itu terlihat sungguh dingin dan tak nyaman buat cindy "jadi aku akan tinggal di sini sendiri" tanya cindy lagi


Dion mengajak Cindy duduk di tepi ranjang "setiap sabtu dan minggu saya akan pulang ke sini buat nemenin kamu lagian juga kamu di sini cuma sebulan dan akan balik ke inggris" balas Dion


"baiklah" cindy kembali menundukkan kepalanya pasrah akan perintah suaminya


Dion memeluk Cindy "saya memang bilang ingin bertanggung jawab tapi ini sungguh mendadak buat saya cindy jadi tolong mengerti saya, untuk belajar terbiasa memiliki istri" ucap Dion meminta pengertian Cindy


"iya pak, saya ngerti" balas Cindy


"di rumah ini ada hasley kamu bisa belajar mengakrabkan diri dengannya, hasley anak yang jarang keluar rumah jadi dia bisa menemani kamu di rumah" ucap Dion


"baiklah pak" balas Cindy

__ADS_1


Dion mengurai pelukannya dan menatap cindy "mau nata pakaian kamu sendiri atau mau nyuruh pelayan aja" tanya Dion


"saya bisa sendiri kok pak" balas Cindy


Dion menunjuk pintu besar yang ada dalam kamarnya "kamu pilih lemari yang kosong saja terserah yang mana, saya mau mandi dulu" ucap Dion


"iya pak" balas Cindy


cindy berjalan ke arah ruangan yang ternyata di dalamnya terdapat banyak lemari di sana "ternyata banyak juga lemarinya ya" Cindy membuka satu persatu setiap lemari dan ternyata ada isinya semua, akhirnya cindy menggeser pakaian yang sekiranya bisa di jadikan satu dan meletakan pakaian serta barang-barang keperluan lain  miliknya menjadi satu lemari agar memudahkannya mencari barang miliknya


saat Cindy keluar ruangan itu, ia sudah tidak mendapati Dion berada di dalam kamar ataupun kamar mandi, Cindy memutuskan untuk turun ke bawah untuk mencari keberadaan Dion


mata Cindy melihat keberadaan keponakan suaminya yang sedang berjalan ke arah suatu ruangan yang masih dapat ia lihat dengan jelas "Hasley" panggil Cindy menghampiri remaja cantik itu


"iya tante" hasley menoleh ke arah Cindy dan tersenyum tipis


"kamu lihat om kamu enggak? kok tante nyari dari tadi gak ketemu" tanya Cindy


Hasley mengerutkan keningnya "loh om Dion gak pamit sama tante? barusan tadi om Dion pamit pergi sama aku" balas Hasley menunjuk ke arah pintu keluar


"enggak" cindy menggelengkan kepalanya tanda Dion tidak mengatakan apapun


hasley menggandeng tangan Cindy "mungkin om lagi sibuk banget di kantor jadi lupa ngomong sama tante, tante main sama hasley aja biar gak bosan" ajak hasley


"boleh deh" raut wajah cindy langsung sumringah mendengar ajakan hasley


hasley tersenyum simpul ke arah Cindy yang begitu polosnya "tante langsung seneng aku ajak main" tanya hasley


"iya dong, tante kan masih asing dengan rumah ini tapi malah di tinggal sendiri jelas tante takut tau" balas Cindy dengan jujur


"ya sudah kita main berdua ya tan, tadi aja daddy langsung terbang ke belanda, daddy mah sibuk terus untuk ada tante jadi ada temen deh" Hasley juga nampak senang karena sekarang dia tidak akan kesepian lagi di rumah

__ADS_1


__ADS_2