Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Part 62 - Suami Yang Jahil


__ADS_3

Sudah hampir dua jam Ash pergi, Namun belum ada tanda-tanda pria dingin itu untuk kembali. Shena melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan hampir sore. Perut Shena pun sudah tidak bisa diajak kompromi lagi karena rasa lapar yang teramat.


"Di mana beruang kutub itu? Kenapa dia meninggalkan ku lama sekali!" Shena membuka ponselnya yang sejak tadi ia pegang.


"Apa aku hubungi saja? Tapi jika dia masih marah bagaimana?" Rasanya Shena ingin sekali membuka pintu kamarnya, Lalu keluar melihat suaminya.


Tangan mungilnya bergerak untuk membuka pintu.


Ceklek!!


Pintu terbuka.


"Eh! Ternyata tidak di kunci.." Pekik Shena. Ia ingat betul suaminya sudah mengunci pintu sebelum ia pergi tadi.


Dan rupanya, Bukan pintu itu yang tidak terkunci, melainkan saat Shena membuka pintu, Ia dikejutkan dengan keberadaan dua orang pria yang bertubuh kekar. Dua pria tersebut melihat ke arahnya dan juga sebaliknya.


"Siapa kalian?" Tanya Shena takut.


Dua pria itu langsung menundukkan kepalanya.


"Kami bodyguard yang diperintahkan Tuan muda untuk berjaga-jaga di sini." Jawab dua bodyguard tersebut.


"Apa Nona membutuhkan sesuatu?" Tanya Mereka.


Shena menghela napasnya berat, Lagi-lagi ia harus menghadapi situasi yang seperti ini. la merasa hidupnya tidak memiliki privasi sama sekali.


"Aku benar-benar heran dengan beruang kutub itu, Sebenarnya dia itu kenapa?" Shena benar-benar merasa risih.


"Aku lapar. Jadi, Aku akan keluar sebentar untuk mencari makanan." Shena ingin melangkahkan kakinya keluar kamar, Namun dihadang oleh dua pria itu.


"Tidak perlu, Nona tunggulah di dalam. Kami akan meminta pelayan restoran membawakan makanan untuk anda."


"Tapi Aku bosan di kamar! Jika kalian tidak percaya, Kalian bisa ikut dengan ku kemana saja. Asalkan jangan sampai ke toilet juga." Ucap Shena kesal dan di kalimat akhir dengan nada pelan.


Dua bodyguard tersebut tetap tidak memberikan izin pada Shena untuk keluar dari kamarnya.


"Tidak bisa Nona, Kami hanya menjalankan perintah Tuan muda. Jika Nona ingin keluar, Maka harus seizin Tuan."


Shena yang mulai kesal dengan sifat Ash yang kembali seperti kemarin akhirnya memilih masuk ke dalam kamarnya dengan membanting pintu.

__ADS_1


"Beruang kutub itu benar-benar membuatku naik darah!!" Shena menendang sepatu milik Ash yang ia pakai saat di dalam perjalanan tadi pagi.


"Jika tahu seperti ini lebih baik aku tidak perlu ikut sama sekali. Lebih baik Aku tinggal di Jakarta saja menikmati waktu luang ku tanpa pria dingin itu."


Daripada memendam rasa kesalnya, Shena memilih untuk berendam saja. la mengunci pintu kamar dengan double lock.


"Biarkan dia tahu rasa. Dia pikir dia itu siapa? Aku tidak akan pernah takut dengan pria tua seperti beruang kutub itu!!" Shena tertawa untuk menghibur dirinya sendiri.


Shena membuka pakaian satu persatu dan meletakkannya di tempat baju kotor. Karena merasa aman, Akhirnya ia memilih untuk tidak memakai apapun saat berendam.


Shena menuang habis satu botol sabun ke dalam bathtub dengan air yang penuh. Setelah dirasanya cukup, Ia mulai memasukan kakinya kedalm bathtub dan perlahan-lahan ia mulai menenggelamkan tubuhnya ke dalam sana.


Shena sangat menikmati apa yang sedang ia lakukan ini, Pikirannya sangat tenang seperti bermeditasi. Tanpa sadar ternyata Shena pun tertidur lelap dengan keadaan masih bertelanjang.


...***...


Ash yang masih berada di acara jamuan rekan bisnisnya melihat jam dipergelangan tangannya. Ternyata sudah hampir empat jam ia di sana dan melupakan istrinya. Karena tidak ingin membuat Shena takut sendirian, Akhirnya ia memilih untuk undur diri.


Ash baru membuka ponselnya, Dan melihat pesan dari bodyguard jika ternyata tadi Shena sempat marah-marah kepada dua bodyguard yang sengaja ia perintahkan untuk menjaga Shena.


Kaki jenjang Ash perlahan sampai ke depan pintu di mana ia dan istrinya akan menginap malam ini. Namun, Saat ia ingin membuka pintu kamar ternyata tidak bisa. Tapi dengan kekuasaan yang ia miliki, Itu sangat mudah bagi Ash untuk mengatasinya.


"Ya ampun.." Shena memekik dengan sekuat tenaganya. Ia benar-benar terkejut melihat keberadaan Ash di sana.


"B-bagaimana Paman bisa masuk? Bukannya tadi aku sudah-..." Shena bingung sendiri dibuatnya. Tapi ia lupa, Ash juga memiliki kunci cadangan dari bodyguardnya.


Ash diam memandang Shena dengan tatapan yang datar. Matanya tidak berkedip melihat tubuh Shena yang dipenuhi dengan busa sabun.


"Kira-kira bagaimana bentuknya sekarang? Apakah sudah membesar?" Batin Ash begitu penasaran.


Kemarin malam memang Ash sempat menelanjangi setengah dari tubuh wanitanya itu, Kejadian saat mabuk, membuatnya tidak sepenuhnya ingat karena ia sendiri kehilangan akal kesadaran. Tapi dia belum begitu puas. la belum sepenuhnya melihat bagaimana bentuk dari tubuh Shena yang sesungguhnya.


"Kenapa Paman masih berdiri di sini? Aku belum selesai mandi, Jadi sebaiknya Paman keluar terlebih dahulu." Usir Shena mengibaskan tangannya. Namun, Bukan Ash namanya jika ia tidak bisa membuat Shena ketakutan dengan tatapan matanya.


"Kenapa aku harus keluar? Aku juga ingin mandi! Siapa yang meminta mu mandi begitu lama?" Ash tersenyum simpul membuka jas mahalnya saat itu juga.


Wajah Shena mulai panik, bagaimana jika beruang kutub itu khilaf dan memaksa dirinya malam ini untuk... Ah, pikiran Shena tiba-tiba saja sudah melayang-layang membayangkan bagaimana seksinya tubuh Ash tanpa sehelai benangpun.


"Tidak-tidak! Aku tidak boleh seperti ini. Jangan biarkan beruang kutub ini menggodaku lagi." Batin Shena menatap Ash tajam.

__ADS_1


"Kau buta? Tidak melihat aku sedang mandi? Apa tidak bisa menunggu ku selesai lebih dulu? Sekarang juga Paman keluar..."


Ash menghiraukan perkataan Shena. Ia tetap membuka bajunya dengan senyuman penuh arti.


"Jika kau tidak nyaman, kenapa tidak kau saja yang keluar? Kau bisa lanjutkan berendam saat aku sudah selesai mandi.." Ash membalikkan tubuhnya dengan penuh kemenangan.


Shena melihat bathrobe yang ia letakkan di tempat penggantung tadi sebelum ia berendam. Tapi sialnya bathrobe nya sudah tidak ada di sana. Padahal sebenarnya itu ulah Ash yang sengaja memindahkannya keluar. Ash tahu jika saat ini Shena sedang tidak memakai sehelai benangpun karena baju yang ia pakai tadi ada di tempat baju kotor.


"Bagaimana aku bisa keluar jika bathrobe ku saja tidak ada. Aku yakin, beruang kutub tua ini pasti yang memindahkannya.."


"Baiklah jika begitu. Paman tetap seperti itu, Aku akan keluar sekarang.." Shena memastikan Ash yang sedang membelakangi dan menutup matanya agar tidak melihat ke arahnya, Lalu setelahnya dia pun mulai berdiri.


"Awas saja jika sampai beruang kutub ini melihat ku.." Batin Shena masih belum merasa aman dan melihat Ash yang masih membelakangi dengan waspada.


Dan benar dugaannya, baru saja satu kaki yang keluar dari bathtub Ash langsung memutar tubuhnya sehingga Shena refleks kembali menjatuhkan tubuhnya ke dalam bathtub.


"Paman Ash!!" Suara pekikan Shena langsung menggema di dalam kamar mandi tersebut. Shena sangat histeris, Sementara Ash hanya tertawa dengan santainya menatap Shena yang duduk tersungkur di dalam sana meskipun ia tidak melihatnya.


"Kau kenapa? Aku hanya menggerakkan tubuhku. Kenapa kau yang ketakutan?" Ash merasa senang karena bisa mengerjai Shena yang terlihat begitu marah. Meskipun wajah Ash terlihat biasa saja, Tapi di dalam hatinya ia tengah menikmati wajah Shena yang seperti ini.


"Beruang kutub ini benar-benar kurang ajar! Aku benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikirannya.."


Shena mencoba menahan amarahnya yang seakan ingin meledak saat ini juga. la menghirup udara dari hidungnya, Lalu mengeluarkannya dengan mulut secara perlahan.


"Sabar Shena, Kau tidak boleh marah-marah. Yang harus kau lakukan saat ini adalah membalasnya." Shena tersenyum sinis.


"Baiklah. Paman ingin mandi bersama ku? Kemari.." Shena merentangkan kedua tangannya dengan wajah yang menggoda, dan itu membuat Ash tiba-tiba salah tingkah.


"Kemari Paman, tempatnya masih luas.." Shena berucap dengan suara yang mendayu meskipun sebenarnya ia sendiri jijik mendengarnya.


Ash mengerutkan keningnya melihat perubahan Shena tiba-tiba. Walaupun sebenarnya tidak bisa menahan hasratnya setiap kali berdekatan atau bahkan bersentuhan dengan Shena, Namun ia juga tidak ingin ditaklukkan oleh wanita. Ash ingin dirinya lah yang menaklukkan Shena.


Ash sedikit menjauhi Shena yang menarik-narik celananya.


"Wanita ini pasti sedang mengerjai ku.." Batin Ash berusaha mengelak setiap kali Shena menyentuhnya.


"Tidak Ash, Kau jangan sampai tergoda dengan rayuan Gadis kecil ini. Aku yakin, dia pasti merencanakan sesuatu.." Ash menatap Shena dengan mata yang menyipit.


Shena tersenyum melihat Ash yang menghindarinya. Shena tidak tahu bagaimana jika Ash sampai bisa menjamah tubuhnya di kamar mandi, Maka ia tidak akan bisa tidur nyenyak setiap malamnya.

__ADS_1


__ADS_2