Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Part 47 - Seekor Kelinci


__ADS_3

"Ayahh.." Panggil Shena saat sampai di Mansion, dan melihat Ayahnya sedang bersantai duduk di sofa dengan segelas teh nya.


"Shena, Kau sudah pulang, Nak, Bagaimana dengan belanja di pasarnya?"


"Tentu saja sangat menyenangkan Ayah. Banyak sekali barang dan bahan-bahan yang ku beli dengan harga murah." Ucap Shena.


"Ayah senang mendengarnya. Sayang, Kau mandi terlebih dahulu, ya! Setelah itu, Kita tunggu suamimu pulang. Maid akan segera memasak dari bahan kau beli." Ucap Tuan Theo.


"Iya Ayah, Jika begitu Shena naik dulu." Setelah mencium pipi Tuan Theo, Bukannya Shena langsung berlari naik ke kamarnya, Ia malah diam-diam pergi ke halaman belakang.


Shena kembali berlari kehalaman belakang dengan sesuatu yang dibawanya sejak tadi. Benda itu berukuran sedang yang tertutup kain hitam.


"Kebetulan Paman Ash belum pulang, Jadi aku bisa mengambil kesempatan. Ayah pun tidak menyadarinya tadi. Apa dia tidak melihatnya, ya? Hihi..."


Benda itu adalah kandang beserta kelinci di dalamnya. Dari pasar tadi, Shena membeli seekor kelinci yang lucu sejenis anggora, untuk dia jadikan hewan peliharaan kesayangan.



(Kelinci Shena)

__ADS_1


Shena membuka kandangnya pelan-pelan, Lalu memeluk kelinci yang baru dibelinya. Padahal Shena tidak bisa terkena bulu nya, Tapi wanita itu selalu melanggar larangan Ayahnya. Ya ini semua karena Shena Memiliki penyakit asma yang membuatnya sesak napas yang berlebihan. Dokter menyarankan agar Shena tidak bersentuhan dengan binatang seperti kucing atau anjing yang bisa membuat penyakit asmanya kambuh.


"Kau sangat lucu sekali. Mulai hari ini, Kau akan tinggal bersama ku dan menjadi hewan peliharaan kesayangan ku. Jika ada salah satu anggota Mansion ini yang macam-macam padamu, Aku yang akan membalasnya untuk mu. Dan aku peringatkan untuk hati-hati pada paman yang berwajah datar, dia tidak ramah menerima anggota yang baru seperti mu." Kata Shena.


"Taman ini sangat luas, dan kau bisa melompat-lompat di sini sesuka hatimu. Kau bisa bermain-main dan memakan rumput. Nanti aku akan membeli kelinci baru untuk menemanimu di sini, Oke?" Imbuh Shena lagi gemas pada kelincinya.


Shena kembali memasukkan hewan peliharaannya ke dalam kandangnya dan tidak lupa diberi makan wortel pula yang ia beli juga di pasar setelah di cuci. Ia menyimpan kandang kelinci itu tentu saja di tempat yang teduh, dan akan dibiarkan berkeliaran di taman saat ia mengunjunginya lagi.


"Rudo, Nama mu adalah Rudo sekarang. Baik-baiklah tinggal di sini, Aku akan datang kembali nanti." Ucap Shena mengajak kelincinya berbicara sebelum pamit, meskipun kita tahu bahwa ia tidak akan merespon. Tapi itulah yang sering manusia lakukan pada hewan yang menggemaskan.


Dug!


Sore hari Ash sudah sampai di Mansion dan langsung menanyakan pada Ayah mertuanya yang menjawab jika Shena di kamar. Namun saat ke kamar, Ash tidak melihat keberadaan Shena. Ada seorang maid yang melihat dan mengatakan pada Ash jika Shena pergi ke halaman belakang.


Begitulah jika hidup dengan Ash, Shena tidak akan ada celah untuk bersembunyi di belakang Ash meskipun strateginya sangat rapat.


"Sedang apa kau di sini? Bersama dengan seekor kelinci? Aku rasa tidak pernah memelihara kelinci di sini." Ucap Ash.


"Aku yang membelinya di pasar tadi. Paman, aku mohon biarkan aku memeliharanya. Aku membutuhkan teman di Mansion ini agar tidak bosan. Tolong jangan buang kelinci ku ke tempat sampah, ya..." Rengek Shena dengan puppy eyes nya.

__ADS_1


Ash melihat wajah Shena yang memelas memohon agar suaminya ingin mengizinkannya. Dengan menghela napas panjang, Ash mengangguk setuju.


"Apakah semua orang mengenal Ash akan setega itu? Kelinci yang kau beli ini sangat lucu, sama seperti pemiliknya. Kau sudah memberinya nama?" Tanya Ash demikian yang membuat Shena tersenyum. Sepertinya Ash menyukai kelinci itu juga karena terlihat menghampiri sambil mengelus lembut kelincinya.


"Rudo... Apakah namanya bagus?"


"Bagus dan Unik. Dia pasti sangat senang diberi nama oleh orang cantik. Mulai hari ini, Dia akan menjadi hewan peliharaan Keluarga Vinson, khususnya hewan kesayangan milik Nyonya muda Vinson. Sepertinya tempat tinggalnya terlalu kecil, Aku akan meminta Dayn untuk membeli tempat tinggalnya yang lebih luas agar dia tidak bosan."


"Iya Aku setuju." Jawab Shena tersenyum bahagia. Ia pikir awalnya Ash akan marah, Tapi ternyata ia malah menyukai kelincinya juga.


"Aku akan menugaskan satu pegawai untuk menjaga hewan peliharaan mu. Dia bisa memberinya makan setiap hari dan kebutuhannya pun lebih diperhatikan. Kau sendiri tidak akan mungkin seharian akan di taman ini, bukan?" Kata Ash mengusulkan idenya.


"Iya..." Jawab Shena tersenyum.


"Tapi Shena, Bagaimana dengan asma mu? Kau memiliki riwayat penyakit itu, bukan? Aku sudah mengizinkan mu jika kau ingin memeliharanya, tapi jangan sampai menggendong tubuhnya, ya. Bulunya akan membuatmu sesak, Apalagi ini Kelinci anggora yang bulunya sedikit lebat." Peringatan Ash.


"Tenang saja. Aku hanya akan memberinya makan dan melihatnya bermain nanti." Balas Shena. Padahal tadi ia sudah sampai menggendong dan memeluk Kelinci itu.


Shena langsung memeluk suaminya dengan erat, wanita itu meluapkan rasa terima kasihnya pada sosok pria tampan itu.

__ADS_1


__ADS_2