Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Melahirkan (Season 2)


__ADS_3

"huuuuhhh" Cindy terus mengatur nafasnya yang begitu berat saat berjalan kaki


Cindy terus mengusap perut besarnya yang kini semakin susah di bawa beraktifitas sebab memang ini sudah bulan kelahirannya dan hanya tinggal menghitung hari bahkan mungkin jam saja untuk menyambut kelahiran anaknya itu


"ya ampun sayang" Dion berlari tergopoh-gopoh menghampiri Cindy yang sedang berjalan kaki di sekitaran komplek perumahan orang tua Cindy


"mas kan sudah bilang jangan jalan sendirian" ucap Dion dengan kesalnya pada Cindy yang sangat sulit untuk di beri tahu agar tidak berjalan seorang diri


"Cindy cuma mau jalan bentar doang kok mas, dokter kan bilang Cindy untuk sering jalan kaki" balas Cindy


"iya mas tahu itu tapi kan bisa minta temenin mas atau temenin mami jangan jalan sendirian, kamu lupa kalau sering kontraksi" Dion sudah berkali-kali mengingatkan Cindy untuk tidak berjalan seorang diri sebab Cindy sudah berkali kalai merasakan kontraksi palsu


Cindy tersenyum tipis dan melingkarkan tangannya di lengan sang suami "maaf ya mas, Cindy cuma gak tega bangunin mas yang kelihatan nyenyak banget tidurnya,  semalam mas kan tidur cuma bentar karena Cindy yang bolak-balik kamar mandi" jelas Cindy yang tak ingin merepotkan suaminya yang sudah bersiaga untuk menjaganya bahkan ia juga memilih bekerja dari rumah agar bisa selalu menemani Cindy yang mungkin sebentar lagi akan melahirkan


Dion mengusap kepala Cindy dengan lembut "apa yang mas rasain gak sebanding dengan yang kamu rasain saat ini" Dion terus mengusap perut buncit Cindy "anak kita kan sudah mau mulai demo buat keluar dari rumahnya" kekeh Dion


"plak" Cindy memukul pelan dada Dion "mas ada-ada saja" timpal Cindy


Dion menuntun istrinya dengan begitu hati-hati "mau sarapan apa hari ini sayang" tanya Dion


"apa ya mas" Cindy nampak berpikir "kalau makan bubur di depan boleh" tunjuk Cindy pada gerobak bubur ayam yang biasa mangkal di depan gang komplek perumahannya


Dion melirik ke arah tangan Cindy "boleh sih, tapi gak papa nih kalau kita sarapan di luar secara mami tadi masak banyak" balas Dion


"gak papa lah mas, lagian makan segitu buat ganjal dikit doang"kekeh Cindy yang sekarang memiliki nafsu makan begitu besar


"iya sih cuma ganjel dikit doang, makanya pipi istri mas ini tambah bulet aja" sahut Dion


"iiiiihhhhh gitu ya sekarang" Cindy mulai merajuk jika ada yang mengatakannya gendut ataupun bulat karena memang sekarang dirinya tidak menjaga tubuhnya dan makan apapun yang menurutnya ingin ia makan


Dion makin terkekeh saat melihat Cindy memajukan bibirnya dan makin membuatnya makin gemas

__ADS_1


"CUP" Dion mengecup bibir Cindy tanpa perduli akan ada orang yang melihat


"maaaaass" Cindy langsung saja memukul Dada Dion saat dengan kurang ajarnya sang suami menciumnya di jalanan yang mungkin bisa dilihat orang dengan mudahnya


"makanya jangan gemesin gini dong" Dion mencubit pelan pipi Cindy yang begitu menggemasakan untuknya


"udah ah" Cindy berjalan lebih dulu ke arah penjual bubur ayam dan Dion mengikutinya sambil tetap tertawa melihat tingkah lucu istrinya


"bang pesen bubur ayamnya dua ya" ucap Cindy dan langsung memilih duduk di tempat yang sudah di sediakan penjual bubur ayam


Dion duduk di samping istrinya dan membantu Cindy agar lebih nyaman untuk duduk "jangan duduk seperti itu sayang" Dion membawa Cindy duduk di kursi yang terbuat dari beton dan meminta CIndy untuk mensejajarkan kakinya agar tidak membengkak sebab jika terlalu lama duduk menggantung kaki Cindy akan membengkak


"oh ya mas, kemarin Qiana nawarin untuk lahiran di rumah sakit milik keluarganya, mau di terima atau tidak" tanya Cindy meminta izin pada suaminya untuk mengambil tawaran sahabatnya atau tidak


'boleh saja, tapi mas mau yang bantu kamu lahiran harus wanita ya" balas Dion


"iya mas, dokter kandungannya kebetulan sama dengan dokter Tiara dan Qiana juga kok" balas Cindy


"sama" Dion mengerutkan keningnya "setahu mas tiara memang sedang hamil 4 bulan kalau gak salah, nah kalau Qiana emang lagi hamil juga" tanya Dion


"wah kalian sahabatan berempat bisa kompakan gitu punya anaknya berdekatan" Dion tak menyangka bahwa Cindy, Qiana, dan tiara dan juga Roland bisa berdekatan memiliki anak


"kita kompak banget ya mas deketan gitu punya anaknya bahkan ada yang bareng waktu punya anaknya " timpal Cindy


Dion terkekeh akan ucapan Cindy "iya bareng, la kan Tiara dan Roland pasangan jadi jelas punya anaknya bareng dong" timpal Dion mengacak rambut Cindy dengan gemasnya


setelah sarapan bersama Dion dan Cindy memilih untuk pulang ke rumah takut orang tua mereka akan mencari keberadaan Cindy yang tadi belum sempat meminta izin pada mami sarah untuk keluar rumah "mas" panggil CIndy


"iya sayang" balas Dion


"nanti pas lahiran temenin Cindy untuk lahiran, mau gak" tanya Cindy

__ADS_1


Dion menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Cindy "bukannya kamu mau minta temenin kak Alvian untuk nemenin kamu lahiran" balas Dion mengingat dirinya yang sudah memberikan izin pada Cindy jika saat melahirkan puteranya akan di temani oleh Alvian sebab bagaimanapun Alvian adalah ayah dari anak yang di kandung Cindy


"pengen di temenin mas saja, itu pun kalau mas mau nemenin Cindy" balas Cindy


"kalau kamu mau di temenin mas tentu saja mas mau nemenin kamu sayang" Dion mengusap perut buncit CIndy dan kembali menuntun Cindy untuk masuk ke dalam rumah


"Ceklek" Dion membuka pintu rumah "ayo sayang" ajak Dion


bukannya berjalan Cindy malah diam saja membuat Dion menoleh ke arah istrinya "kenapa sayang" tanya Dion yang melihat wajah istrinya kurang baik "apa kontraksi palsu lagi" tanya Dion dengan semas melihat wajah istrinya yang terlihat pucat itu


"kaki Cindy basah mas" balas Cindy melirik ke arah kakinya


"kamu gak bisa nahan pipis" tanya Dion dengan polosnya


"sakit mas" bukannya menjawab pertanyaan Dion, Cindy malah mengaduh sakit


"apanya sayang" seketika wajah Dion menjadi panik melihat istrinya mengaduh kesakitan


"perut mas" Cindy memegang perutnya yang terasa di putar


"tenang sayang" Dion jadi panik sendiri saat Cindy terlihat kesakitan


"mamiii!" teriak Dion memanggil mami sarah


mami sarah berlari dengan tergopoh-gopoh menghampiri Dion yang masih di pintu depan "ada apa Dion" tanya Mami Sarah


"kaki Cindy basah mam, dan kata Cindy perutnya sakit" balas Dion


"ah Cindy mau melahirkan itu, langsung bawa ke mobil yang buat persiapan dia melahirkan saja" ucap mami sarah


'iya mam" Dion langsung membopong Cindy agar masuk ke dalam mobil yang memang sudah di persiapkan khusus untuk mengantar Cindy saat akan melahirkan dan semua keperluan untuk bayinya nanti sudah ada di dalam sana

__ADS_1


"mama panggil sopir dulu" mami sarah langsung saja mencari keberadaan sopirnya untuk mengantar mereka sebab tidak mungkin Dion akan mampu membawa mobil jika dalam keadaan panik


Dengan cepat Cindy di bawa ke rumah sakit keluarga Qiana dan Putera sebab Qiana sudah menawarkan CIndy untuk melahirkan di sana


__ADS_2