
Vansh melangkahkan kakinya seorang diri di sebuah pusat perbelanjaan, Vansh nampak memilah barang-barang yang akan ia beli, dan saat ada sebuah peralatan makanan ia menghentikan langkahnya dan memilih masuk ke dalam toko tersebut
Vansh memilih beberapa set peralatan makan dan juga beberapa peralatan masak "mba di bungkus ya" pinta Vansh pada penjaga toko saat ia sudah selesai memilih
"tolong di antar ke mobil saya ya" pinta Vansh saat barang itu sudah selesai di bayar
Vansh menyimpan barang yang ia beli dalam bagasinya dan mengambil ponselnya yang ada dalam saku celananya "di mana" tanya Vansh saat panggilannya sudah tersambung
"di cafe Sun" balas seorang di seberang sana
"aku akan segera ke sana" Vansh langsung menyimpan kembali ponselnya setelah panggilannya ia putuskan
Vansh mengendarai mobilnya menuju Cafe yang di janjikan sebagai tempat temu dengan seseorang yang sempat ia hubungi barusan
setelah 30 menit berkendara Vansh sampai di cafe yang di tuju. Dengan cepat Vansh memarkirkan mobilnya dan berjalan masuk ke dalam cafe
matanya terus memindai sekitar mencari keberadaan orang yang sedang ia cari "Vansh" teriak seseorang memanggil Vansh agar bisa menatap orang itu
Vansh menoleh ke arah sumber suara dan tersenyum simpul "Hai" Vansh melambaikan tangannya ke arah orang yang memanggilnya
Vansh berjalan ke arah wanita tersebut dan memeluknya "kapan kamu kembali" tanya Vansh memeluk dengan begitu erat
"3 hari lalu" orang itu balas memeluk Vansh dan begitu erat
__ADS_1
Vansh memberengut kesal "3 hari dan kau baru mengabariku" Vansh jadi kesal karena baru di kabari setelah tiga hari orang itu kembali dari rantaunnya
"sorry Vansh, kau tahu sendiri aku lama di jerman dan ini sudah lima tahun aku tidak pulang jadi aku tentu manghabiskan waktuku untuk orang tuaku yang sudah tidak aku temui selama 5 tahun" tukas orag itu
vansh mengurai pelukannya dan menatap orang itu dengan begitu lekat "tentu kau harus mengutamakan orang tuamu terlebih dahulu, sebab kamu adalah putri satu-satunya dan kebanggaan mereka" Vansh tentu paham bahwa sebagai anak satu-satu dari orang tua wanita di hadapannya mereka jauh lebih berhak mendapatkan waktu lebih dulu ketimbang dirinya
wanita itu mengajak Vansh duduk "ayolah Vansh jangan cemburu, kita kan masih sering bertemu 2 tahun lalu" sanggah wanita tersebut
"tapi setelah itu kita tidak bertemu, Rania sifabella " kesal Vansh
"maafkan aku Vansh, aku hanya ingin segera menyelasikan pendidikanku dan membuat orang tuaku bangga melepaskan anak mereka untuk kuliah di luar negeri, aku tidak ingin mengecewakan mereka jika sampai aku menunda kuliahku hanya karena aku bolak-balik ke Indonesia, kau kan tahu kalau aku kuliah mengandalkan beasiswa" ucap Rania
"aku kan bisa membayarkan tiket untukmu Rania dan kau tau aku gak akan kehabisan uang jika hanya membayarkan tiketmu pulang pergi setiap setengah tahun sekali" protes Vansh
Rania Sifabella adalah teman semasa SMA Vansh, Rania adalah muris cerdas yang kebetulan mendapatkan beasiswa sehingga bisa sekolah di sekolah Vansh yang kebetulan merupakan sekolah orang-orang kaya. Raniajuga kenal dengan Hasley tapi tidak seakrab seperti dengan Vansh
saat jaman SMA Rania selalu peringkat satu tepat di atas Vansh dan untuk itu Rania bisa mendapatkan beasiswa untuk kuliah S1 dan S2 di jerman. Selama lima tahun lebih ia menfokuskan dirinya agar bisa menyelesaikan pendidikannya agar bisa membanggakan orangtuanya yang hanya seorang guru SD dan guru SMA serta mengangkat derajat orang tuanya agar menjadi lebih baik
Mati-matian Rania ingin mengubah hidupnya menjadi lebih baik dengan usahanya agar orang tuanya bangga, ia ingin di usia senja kedua orang tuanya, Rania bisa memberikan segala kebutuhan kedua orang tuanya dan membuat kedua orang tuanya menikmati hari pensiun mereka dengan santai
"orang tuamu pasti sangat bangga padamu setelah kamu menyelesaikan pendidikanmu dan mendapatkan jabatan yang cukup bagus di Indonesia" ucap Vansh yang begitu bangga akan kegigihan Rania
"mereka cukup bahagia. Kau kan tahu kalau kedua orang tuaku memilikiku saat usia mereka sudah tidak muda lagi dan saat ini usia mereka sudah cukup renta jadi aku ingin mengabdikan hidupku untuk mengurus mereka" ucap Rania
__ADS_1
"walaupun kita menikah kamu masih tetap bisa mengurus mereka bahkan kamu bisa mengajak mereka tinggal bersama dengan kita" ucap Vansh
Rania tersenyum tipis ke arah Vansh "jangan mengucapkan kata menikah dengan begitu gampang Vansh" Rania hanya bisa menggelengkan kepalanya akan ajakan Vansh yang ingin menikahinya berkali-kali
"kenapa kamu gak percaya kalau aku ingin menikahimu" kesal Vansh
"karena di hati kamu masih ada dirinya dan aku gak mau jadi sebuah pengganti ataupun cadangan Vansh" tukas Rania
"aku gak jadikan kamu pengganti Rania" elak Vansh
Rania hanya tersenyum tipis ke arah Vansh tak ingin menanggapi Vansh lebih jauh "aku mendapatkan undangan pernikahan Hasley juga, apa mau datang bersama" tawar Rania
"boleh" Vansh langsung mengangguk mengiyakan
Rania hanya berdecak akan tingkah Vansh yang menurutnya begitu lucu "katanya ingin menikah denganku tapi bertemu cinta pertama begitu semangat" kekeh Rania
"kamu tahu bukan itu yang membuatku senang Rania" kesal Vansh "saat hati itu sudah mati, tak ada kata kembali " perjelas Vansh akan hubungannya dengan Hasley
"oke oke" Rania hanya tertawa melihat tingkah Vansh
Vansh menghela nafas kasar "aku serius ingin menikah denganmu Rania, tidak memacarimu bukan berarti aku tidak serius padamu, dan tidak menemuimu selama dua tahun ini bukan aku tidak merindukanmu tapi lebih ke meyakinkan hatiku yang ingin serius membina hubungan denganmu" ucapan Vansh langsung merghilangkan senyum Rania berganti dengan wajah serius menatap pria d hadapannya
Rania menatap lekat wajah Vansh yang kali ini terlihat begitu serius "aku ingin bertaruh pada takdir denganmu, apakah kita masih bertemu kembali dalam keadaan kita masih sendiri tanpa pasangan dan aku sudah berkali-kali menyiapkan hatiku yang akan sakit jika kamu bersama pria lain tapi nyatanya kamu memegang teguh prinsip yang kau pegang untuk tidak menjalin hubungan saat sedang menempuh pendidikan" Vansh tersenyum simpul ke arah Rania "dan aku tidak salah untuk menunggumu dan bertaruh pada takdir kita" Vansh meraih tangan Rania
__ADS_1
"aku serius ingin menikahimu Rania" ungkap Vansh membuat Rania diam mematung tak percaya akan ucapan Vansh padanya