Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Extra part 24


__ADS_3

Amra menatap kesal ke arah istri sahabat suaminya yang memang dari dulu tak bisa akrab dengannya


"kamu mau ngomong suamiku lebih miskin darimu hah! " tanya Amra dengan suara lantangnya


"loh" Mama Kaila menautkan alisnya berpura-pura bodoh di hadapan Amra "kapan aku bilang itu sama kamu, katanya enggak deh" balas mama Kaila dengan santai


"itu tadi kamu bela dia di depanku" tunjuk Amra pada Sia


mama Kaila menoleh ke arah Sia "jelas dong saya bela Sia karena Sia itu calon mantu saya, lah sedangkan kamu siapa saya" balas Mama Kaila dengan tatapan dinginnya


menjadi seorang keturunan Atharazka tentu mama Kaila bukanlah orang yang mudah di tindas apalagi jika hanya berhadapan dengan Amra. Kevin saja jika di sandingkan dengan suaminya saja bukanlah apa-apa, apalagi jika di bandingkan dengan nama besar ayahnya tentu seorang Murtada bukanlah apa-apa untuknya


"aku bisa loh minta suamiku batalin kerjasama bisnis perusahaan kita dan kamu akan menyesal" ancam Amra dengan pongahnya


"ibu " tegur Andreas akan tingkah sombong ibunya


Mama Kaila terkekeh "kamu ancam aku" tunjuk mama Kaila pada dirinya


"iya, dan kamu pasti akan rugi besar" balas Amra dengan tidak tahu malunya


Mama Kaila berdiri dari duduknya dengan tatapan tajamnya "plak" Mama Kaila menampar Amra dengan cukup keras


Amra memegang pipinya yang terasa kebas "beraninya kamu nampar aku Kaila" bentak Amra


"kamu yang mulai duluan Amra, berani sekali kamu ngancam aku hah! " mama Kaila memanggil suaminya dengan suara lantang


"Ayah" teriak mama Kaila


Ayah Brian dan papa Bachtiar tentu bergegas menghampiri wanita kesayangan mereka "ada apa mah" tanya ayah Brian


"iya kai ada apa, teriak gitu, bikin malu aja" tegur papa bachtiar saat melihat Anaknya baik-baik saja

__ADS_1


Mama Kaila menunjuk Amra "dia ngancam aku mas, yah" adu mama Kaila pada suami dan ayahnya membuat dua pria yang di ajak bicara menoleh ke arah Amra


"masa dia ngancam aku bakal batalin kerjasama bisnis perusahaan dan bikin kita bangkrut mas" Adu mama Kaila menyembunyikan wajahnya di dada bidang ayah Brian


ayah Brian mengelus punggung istrinya masih dalam keadaan bingung


Papa Bachtiar menatap tajam ke arah menantunya "mending kamu biarin saja kerjasama kalian batal biar papa yang ganti kerugian itu, papa gak Terima ya jika anak perempuan papa di buat menangis" ucap Papa Bachtiar dengan tatapan tajamnya ke arah ayah Brian


ayah Brian mencari keberadaan Kevin tapi tak kunjung ia dapati "kamu dengar gak Brian" bentak papa bachtiar


"iya pah, gak masalah kok kalau kerjasamanya batal" ayah Brian terpaksa mengiyakan saja sebab ia akan kalah jika melawan ayah mertuanya


"Andreas mohon jangan batalin om, Andreas minta maaf atas kelakuan Ibu Andreas, ting jangan batalin ya om" mohon Andreas dengan tatapan iba pada Ayah Brian


"biarin aja Andreas, ngapain juga kamu yang minta maaf palingan juga mereka yang rugi" sombing Amra


"diam bu" bentak Andreas untuk pertama kalinya dalam seumur hidupnya


"tolong jangan buat ayah marah bu" tegur Andreas


"mereka duluan yang mulai Andreas" sahut Amra masih tidak Terima


"ada apa ini" tanya kevin mendekati anak dan istrinya yang kini di kerumuni banyak orang


Kevin melirik ke arah ayah Brian, sahabatnya yang masih memeluk Mama Kaila yang menangis "ada apa ini Brian" tanah Kevin


ayah Brian menghela nafas panjang, awalnya ia masih ingin membantu Kevin yang sudah jadi sahabatnya selama bertahun-tahun tapi kalau begini kejadiannya dia bisa apa


"istri kamu mengancam istriku buat batalin kerjasama perusahaan kita dan ingin buat aku bangkrut dan karena istriku menangis papa mertuaku menawarkan ganti rugi untukku jika kerjasama kita sampai batal" Brian menghela nafas kasar "tapi sepertinya aku gak perlu itu karena selama ini kan aku bantu kamu tanpa mendapat untung sama sekali jadi kalau sampai kerjasama kita batal maka uangku malah kembali bukan" jelas ayah


mata Amra membelalak lebar "jangan sembarangan ngomong ya Brian" bentak Amra

__ADS_1


"diam kamu Amra! " bentak Kevin dengan suara lantang


Kevin membungkuk ke arah mama Kaila "maafin istriku Kaila, istriku salah jadi aku mohon maafin aku ya" ucap ayah kevin merendahkan martabatnya sebab jika Ayah Brian menarik bantuannya, kemungkinan besar ia akan bangkrut


Mama Kaila mengusap pipinya yang basah dan menatap lurus Kevin "aku tuh sakit hati bukan karena omongan istri kamu ke aku Kevin tapi mulut istri kamu yang sudah berani menghina calon mantuku" ucap mama Kaila


"calon mantu" beo Kevin


"iya calon mantu, Amra sudah berani menghina Sia di depan mata aku, jelas aku gak Terima ya, secara aku sayang banget sama Sia, gak akan aku maafin istri kamu itu jika sampai sia milih ninggalin Damian karena hinaan istri kamu yang gak tahu diri dan sok kaya, padahal jika bukan di nikahin kamu dulu, dia masih jadi wanita miskin yang hanya kerja jadi OB" sindir mama Kaila yang tahu betul masa lalu Amra seperti apa


Papa Bachtiar menatap nyalang "oh, kamu yang dulu jadi ibu mertuanya Sia itu" tunjuk papa Bachtiar pada Amra


"iya " balas Amra gugup


"dan kamu masih berani menghina dia padahal dia sudah mengembalikan semua uang yang di kasih ke keluarga berikut bunganya ke kamu, tapi kamu masih menghinanya padahal lima tahun jadi seorang istri harusnya dia mendapat lebih dari apa yang sudah kamu kasih padahal dia mengurus puteramu yang penyakitan dengan dengan sepenuh hati, jelas sekali miskinnya kamu" decak papa Bachtiar


Damian dan putera yang melihat keluarganya berkerumun pun menghampiri


"ada apa pah" tanya Putera


Papa Bachtiar menoleh ke arah putera "papa gak Terima ya calon cucu mantu papa yang berharga di hina, kamu putera dan Brian langung blacklist perusahaan mantan suami Sia, papa gak mau sampai cucu mantu papa lari dari Damian, bisa amburadul lagi cucu papah itu" titah papa Bachtiar


"jangan pak" wajah Kevin sudah pucat pasih mendengar itu karena jika sampai kejadian seperti itu sudah pasti perusahaannya bangkrut


"minta maaf mah" tegur Kevin


Amra menunduk ketakutan akan aura yang mencengkram kali ini "maaf Kaila, aku salah untuk ini tolong jangan blacklist perusahaan suamiku, tolong minta, keluargamu untuk tidak melakukan itu" mohon Amra


Amra seolah lupa kalau ayah mama Kaila adalah orang terkaya di negara ini dan adik ipar mama Kaila yaitu putera menempati urutan ke dua, yang tentu jika di bandingkan suaminya, suaminya itu bukanlah apa-apa


"kalau minta maaf, minta sana Sama Sia yang sudah kamu hina selama bertahun-tahun" balas Mama Kaila

__ADS_1


__ADS_2