
Malam hari.
Shena membuka matanya melihat punggung orang yang sedang berdiri. Ash membalikan badannya melihat Shena sudah sadar, lalu duduk disampingnya menanyakan keadaanya.
"Bagaimana keadaanmu?"
"Merasa pusing." Shena masih menutup matanya mengaku merasa pusing.
Ash pikir Shena mungkin masih syok akibat kejadian hari ini, lalu mengatakan tidak perlu khawatir karena Shena tidak akan mati atas kecelakaan tadi yang membuatnya terguncang.
"Tidurlah lagi! Saat terbangun di pagi hari besok, kau tidak akan merasa pusing lagi. Maafkan aku atas kejadian hari ini." Ucap Ash mengecup lembut kening istrinya disebelah luka yang di plester dan Shena pun kembali terlelap tidur.
Saat malam, Ash hanya berjaga dan tak sadar ia pun ikut tertidur. Namun saat larut malam tiba, ia bermimpi buruk dan Ash yang sedang tertidur langsung terjaga dengan mata melotot. Wajahnya terlihat panik dan menyadari masih ada dikamarnya dan tangannya masih menggenggam Shena. la melihat Shena yang tertidur pulas, lalu ingin meminum air tapi ternyata sudah habis.
Akhirnya ia berjalan keluar kamar, saat pintu terbuka melihat sosok pria menggunakan jubah dengan wajah tak terlihat dan tangannya langsung menodongkan pistol. Mata Ash melotot langsung mendorong si pria sampai akhirnya pintu kamarnya tertutup.
Ash mulai berkelahi dengan menjatuhkan pistol dari tangan si pria misterius itu. Entah darimana ia datang larut malam, dan kenapa dia bisa lolos dari pengawasan penjaganya. Si pria berjalan mendekat dan Ash bisa melawannya sampai akhirnya tangan si pria mencekik lehernya. Ash berusaha untuk melepaskannya sambil melihat siapa sebenarnya yang ingin menyerangnya. Tapi benar-benar tak terlihat.
la membanting si pria misterius dan sempat memelintir tangannya, si pria bisa melepaskan diri dengan menendang kaki Ash yang akhirnya Ash pun terjatuh. Si pria langsung masuk ke dalam lift yang ada di mansion Ash. Ash berlari untuk bisa menahannya, tapi saat membuka pintu lift ternyata pria misterius itu sudah berhasil melarikan diri.
Ash mondar mandir, lalu melihat pistol yang tertinggal dengan model sedikit panjang di bagian ujungnya. Dua pengawal berlari dan baru datang melihatnya. Ash langsung memarahi keduanya yang seharusnya menjaga pintu.
"Kalian berdua sudah tidak bisa diandalkan. Sudah ku peringatkan untuk selalu berjaga di depan pintu manapun mansion ini!"
__ADS_1
"Maaf Tuan, Sebelumnya kami telah menerima pesan dari Asisten anda, Dayn, Untuk menemui anda di luar. Tapi saat kami keluar dan menanyakan pada Dayn, ia sama sekali tidak mengirim pesan apapun." Salah satu pengawal menceritakan jika menerima pesan dari Dayn untuk turun tapi ketika bertemu Dayn ternyata bukan dia pengirimnya.
Ash terdiam memikirkan siapa pria misterius yang mengirimkan pesan spam pada dua pengawalnya.
"Pergilah! Aku akan benar-benar memanggil kalian secara langsung jika perlu sesuatu." Ucap Ash dan kedua pengawal pun meninggalkan Ash sendiri yang masih dilanda kebingungan.
Akhirnya Ash kembali masuk ke dalam kamar sambil menekan bagian punggungnya yang terasa sakit, lalu kembali bersandar di tempat duduknya. Ia melihat Shena yang masih tertidur pulas didekatnya dan melihat kembali pistol yang ada ditangannya.
Pikirannya kembali melayang pada saat hari itu kepulangannya dari luar negeri bersama Tuan Theo mendapati keadaan Mansion sepenuhnya listrik mati dan mendapati Shena tidak sadarkan diri akibat suntikan yang mencoba membawa pergi istrinya itu. Dan pasti atas kejadian tadi, ia sedang mencoba untuk mengincar Shena lagi.
"Aku akan segera menemukanmu... Tunggu saja... Aku akan mengetahui siapa yang sudah meneror keluarga ku selama ini." Gumam Ash dengan mata penuh dendam.
...~o0o~...
Pagi hari.
"Yahh. benar. Ini kamarnya. Tidak ada terjadi sesuatu kemarin malam, kan? Kenapa aku merasa jadi aneh seperti ini?" Ucap Shena heran. Ia terbangun dalam kebingungan setelah kejadian malam tadi yang ia ingat berciuman dengan Ash, lalu ia sendiri tidak sadarkan diri.
Dayn masuk melihat Shena sudah terbangun dan langsung menyapanya, lalu menanyakan keadaanya.
"Nona Shena, kau sudah bangun. Bagaimana keadaan mu sekarang?" Tanya Dayn.
Shena menutupi rasa gugupnya mengatakan baik-baik saja.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja." Jawab Shena.
Dayn memberitahu Seorang perawat yang diminta Ash untuk datang memberi perawatan pada Shena karena ia drop tadi malam.
"Syukurlah Nona Shena sudah sadar sekarang. Dari sejak malam, Tuan Ash khawatir dengan kondisi Nona yang pingsan, ia meminta saya untuk segera datang. Tapi, saya tidak bisa memenuhi perintahnya, karena rumah sakit sedang menerima pasien darurat." Ujar perawat.
"Dia mengatakan Kenapa aku pingsan?" Tanya Shena penasaran.
"Nona Shena benar-benar tidak ingat dengan kejadian yang membuat anda pingsan?" Tanya Dayn heran.
Shena hanya menggeleng kepala sebagai jawaban. Aneh rasanya memang. Shena sendiri datang dalam keadaan marah saat mencari informasi mengenai obat kemarin, dan sekarang Shena bersikap seolah tidak terjadi sesuatu. Apakah mungkin ini berhubungan dengan efek dari obat yang dikonsumsinya?
"Ini aneh sekali. Untuk kedua kalinya Nona Shena terbangun seperti ini yang tidak mengingat apa yang dia alami sebelumnya. Apakah Tuan Ash sudah tahu masalah ini? Aku akan melaporkannya nanti." Gumam Dayn.
"Perawat mengatakan itu karena anda bekerja berlebihan." Ucap Dayn, Shena bingung seperti tak merasa Bekerja berlebihan. "Itu Sebuah kelelahan yang parah menempatkan banyak ketegangan pada tubuhmu." Jelas Dayn,
Shena makin heran dianggap memiliki kelelahan yang parah, padahal ia tidak bekerja dan kesehariannya hanya di rumah.
"Kau ada di tempat tidur dalam keadaan pingsan dan Mungkin kau membuat dirimu lelah." Lanjut Dayn.
Shena tidak mengingat apapun sebelumnya, hal yang ia ingat adalah ciuman itu, selebihnya tidak ada.
"Apa... Semalam memang sudah terjadi sesuatu antara aku dengan pria itu dan mereka mencoba menyembunyikannya dariku. Tapi, aku memang merasa lelah saja saat terbangun." Gumam Shena, lalu berkomentar mungkin memang benar yang dikatakan Dayn.
__ADS_1
Dayn mengajak Shena turun ke bawah untuk sarapan dengan ayahnya dan juga Ash yang sudah menunggu di bawah. Shena mengerti, tapi ia harus membersihkan diri terlebih dahulu dan Dayn pun pamit pergi untuk berbicara 4 mata dengan Ash.
Shena kebingungan dan masuk ke dalam kamar mandi, lalu mengunakan jubah mandinya. Ia masih kebingungan dengan ingatannya sendiri yang merasa ada ia lupakan, tapi tidak mengingatnya sama sekali.