Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Bukan wanita lemah lagi


__ADS_3

para tamu undangan sudah mulai pulang, rumah kakek ramon sudah mulai sepi tidak ramai seperti tadi "Hans, sepertinya ini sudah jam bangunnya putera deh, bangunin kinan sana nanti kalau aku pulang gak ada kakaknya bisa di ambekin aku sama sheryl" ucap mario


"kamu kalau mau pulang ya pulang saja nanti kinan biar aku yang anter, lagian dia kan berangkatnya sama aku" balas Hans


"kenapa gak biarin kinan pulang sama mario aja" sahut brian yang masih ada di sana padahal ayah bimo sudah pulang duluan sedari tadi


Hans terkekeh menatap brian "kamu lupa kalau kinan kekasihku" tanya Hans dengan nada penuh cibiran


"kamu juga lupa janji kinan sama aku" balas brian tak kalah sengit


hans sedikit mencondongkan tubuhnya ke telinga brian "gimana kalau aku kasih tahu kinan apa yang aku lihat waktu itu, kira-kira kinan mau langsung nikah dengan aku gak ya" bisik Hans meledek brian


brian menoleh dan ikut berbisik di telinga Hans "sudah aku bilang, gak ada apapun antara aku dan dia" balas brian


hans menegakkan tubuhnya dan mengedikkan bahunya "entahlah, aku kan gak bisa baca pikiran kamu" sahut Hans


mario melihat ada yang tidak beres antara Hans dan brian. pasalnya Hans tak pernah melawan brian dan lebih banyak diam tapi kenapa hari ini hans seperti selalu ingin melawan brian


"ya sudah, aku titip kinan ya, ingat segera antarkan dia pulang nanti kamu gak di izinin datang ke rumah lagi loh kalau istriku ngambek, kamu kan tahu kalau istriku ngambek kakaknya gak akan bisa bantah ucapan sheryl" ucap mario mengingatkan


"oke" balas Hans mengiyakan ucapan mario


mario menarik tubuh brian agar ikut pulang dengannya dengan sedikit memaksa "apaan sih mario, aku mau lihat kinan pulang juga dengan kita" kesal brian melepaskan genggaman mario


mario memicingkan matanya ke arah Brian "ada rahasia apa yang di ketahui Hans tapi tak di ketahui olehku" tanya Mario dengan nada penuh penuntutan


Brian jadi gugup akan pertanyaan mario "gak ada" brian bergegas meninggalkan mario agar tak terus di tanya


"hei!, jangan kabur, ayo cerita"mario mengejar brian menuntut brian untuk menceritakan hal yang tak di ketahui oleh mario


setelah melihat brian dan mario pulang. Hans berniat naik ke lantai atas menuju kamarnya "sepertinya mantan suami kinan masih cinta sama kinan" seru kakek ramon


hans menghentikan langkahnya tanpa menoleh "ingat janji kakek saat aku menyetujui untuk kembali " ucap Hans mengingatkan kakeknya tentang hal yang di janjikan kakek ramon pada Hans jika Hans mau kembali


"kakek gak lupa Hans, kakek hanya khawatir kamu terluka lagi" balas Kakek ramon yang memang jujur khawatir Hans akan terluka kembali


"jangan khawatir kek, kinan bukan dia, jadi ingat janji kakek untuk tak mengusik pasangan pilihanku" tegas hans kembali melanjutkan langkahnya


Hans membuka pintu kamarnya secara perlahan. Hans tersenyum mendapati kinan yang masih tertidur sambil menyusui putera " sungguh kebiasaan, tidur padahal sedang menyusui anak" hans mengambil putera agar putera bisa bangun karena ini sudah jam bangun tidurnya


merasa ada pergerakan, kinan langsung menutup asetnya dan bergegas duduk "kapan mas masuk" tanya kinan mengucek matanya


"jangan kebiasaan menyusui dedek sambil tidur kinan" pinta hans dengan nada penuh penuntutan

__ADS_1


kinan hanya nyengir kuda "maaf mas, tadi dedek haus, giliran kinan susuin eh malah tidur lagi ya sudah kinan ikut tidur" balas kinan


"ya sudah maafin kamu kali ini, yuk pulang. nanti di cariin adikmu kata mario sheryl nitip pesen kamu jangan lama-lama di sini" ucap Hans menceritakan pesan mario


"lah emang acaranya sudah selesai" tanya kinan tak menyadari seberapa lama ia tidur


"sudah, semua orang sudah pada pulang juga" balas Hans


kinan membuka ponselnya dan begitu terkejut kalau sudah jam 5 sore "ya ampun, kinan tidur lama banget dong mas" tanya kinan


"iya makanya ayok pulang"ajak hans


"iya mas" kinan bercermin di cermin besar kamar Hans untuk membenarkan pakaian, serta riasannya dan juga rambutnya yang berantakan karena tertidur tadi


hans hanya memandangi wajah kinan yang sedang bercermin "mama kamu cantik ya" tanya hans pada putera yang jelas hanya di balas dengan celotehan khas bayi


"yuk mas"ajak kinan setelah selesai merapihkan diri


hans menggendong putera dan kinan mengekor di belakang Hans


"bu, kek, hans antar pulang kinan dulu ya" ucap hans


ibu intan menghampiri kinan "sering-sering ke sini ya kinan sama putera juga biar ibu ada teman" pinta ibu intan


"iya, pokoknya pas kamu ada waktu aja kesininya" ibu intan memeluk kinan dan mengecup pipi gembul putera


***


hans mengendarai mobilnya menuju rumah ayah burhan. kinan sibuk mengajak bicara putera yang sedang berceloteh di pangkuan kinan


"drrrrtttt" ponsel kinan bergetar


kinan mengerutkan keningnya tatkala melihat siapa yang menelponnya "halo" sapa kinan saat mengangkat panggilan di ponselnya


"bisa kita bertemu" tanya perempuan di seberang sana


"untuk" tanya kinan


"ada yang perlu aku bicarain tentang mas hans" balas wanita tersebut


kinan menghela nafas pendek "sudah berapa kali aku bilang, jika ada masalah dengannya langsung bicara saja dengannya jangan mengangguku karena aku tak mau di libatkan dalam masalah masalalu kalian" seru kinan dengan suara tegas


"kalau mas hans mau bicara denganku mana mungkin aku bicara denganmu" balas wanita itu sedikit kesal

__ADS_1


"kalau mas hans gak mau bicara denganmu ya itu masalahmu lah bukan masalahku" balas kinan dengan ketus


mendengar namanya di sebut, hans langsung menepikan mobilnya dan menarik ponsel kinan


"kamu gak tahu saja sedalam apa hubunganku dengannya dulu" ucap sinta di seberang telpon


hans menajamkan matanya, jelas terlihat hans yang mengeratkan rahangnya "hubungan seperti apa yang kau maksud" tanya hans dengan nada penuh intimidasi


sinta begitu terkejut bahwa hans lah yang bicara bukan kinan karena sinta pikir kinan pastilah sudah pulang karena acara sudah selesai sejak dua jam lalu "mas, aku hanya ingin bicara denganmu tapi kamu gak mau bicara denganku" balas sinta


"baiklah bicara saja" hans meloudspeaker ponsel kinan


"aku ingin bicara berdua denganmu mas" pinta sinta dengan suara lirih


"seperti dirimu yang sudah ada jovan dan lisa, aku juga sudah ada kinan dan putera jadi kalau mau bicara, ya bicara saat mereka ada" balas hans dengan menatap kinan yang memandangi dirinya dengan tatapan tak percaya bahwa hans akan seterbuka itu dengannya


"tapi anak itu bukan anakmu mas" sahut sinta tak terima dengan ucapan hans yang mengatakan memiliki putera setelah kinan


"kenapa memangnya kalau dia bukan anakku" tanya Hans


"bagaimana bisa mas menjaga anak orang lain" sahut sinta tak terima jika hans menjalin hubungan dengan janda apalagi janda dengan anak


"itu pilihanku bukan urusanmu" balas Hans dengan ketus


"tapi dulu kau menolakku mas, kau meninggalkanku karena kau bilang aku punya anak dengan jovan tapi kenapa kau memilih dia yang jelas-jelas juga memiliki anak orang lain" kesal sinta yang mengingat hans menolaknya dan lebih memilih meninggalkannya dan hidup di desa terpencil


kinan menutup mulutnya tak percaya apa yang keluar dari mulut sinta  "jawabannya gampang "hans menatap mata kinan dengan masih berbicara dengan sinta "karena aku mencintainya, dan mencintai anaknya. aku ingin mereka jadi bagian keluarga kecilku" balas hans penuh keyakinan menatap kinan yang terlihat sudah berkabut saking terharunya dengan ucapan hans


"tapi mas dulu mencintaiku" tanya sinta yang masih tak puas dengan jawaban hans


Hans mendengus "kau pikir cintaku masih ada setelah kau menghianatiku dan menjalin hubungan di luar batas dengan jovan sampai kalian memiliki anak dan menikah di belakangku" tanya hans mengingatkan kesalahan apa yang sudah di buat sinta padanya


"aku..."sinta tak mampu berucap karena memang benar kalau kesalahannya begitu besar


kinan mendekatkan wajahnya ke arah ponsel "sebagai seorang wanita yang terdidik gunakanlah harga diri yang tersisa darimu. jika pria sudah menolakmu berkali-kali apalagi sudah ada wanita di sebelahnya berarti sudah tidak ada jalan kamu untuk kembali. hargai suami dan anakmu sebelum kau menyesalinya jauh melebihi saat kau kehilangan papa anakku" ucap kinan dengan nada tegas


"tut tut tut" tanda panggilan terputus sepihak


hans menatap tak percaya pada kinan "kau sekarang makin berani ya" ucap hans takjub dengan kinan yang berani bicara blak-blakan sekarang


"iya lah mas, aku kan bukan wanita lemah lagi, lagian masa mau kabur-kaburan terus kaya dulu" balas kinan dengan bangga akan dirinya sekarang


"tambah cinta deh mas sama kamu" hans mencubit pelan pipi kinan saking gemasnya

__ADS_1


"gak usah ngerayu deh mas, yuk pulang" ajak kinan membuang mukanya karena begitu malu dengan tingkah Hans yang terlihat begitu menggemaskan bagi kinan


__ADS_2