
Damian memandangi wajah Sia yang tidur lelap di sebelahnya "gila tuh andreas, lima tahun anggurin Sia" kekeh Damian masih terus memandangi wajah cantik Sia yang terlelap di sebelahnya
Damian mengusap pipi Sia dengan lembut, tak ingin membangunkan sang pujaan hati yang masih tertidur pulas "Terima kasih jadikan aku yang pertama" gumam Damian
semalam Sia terus melakukan hal-hal yang bisa membangkitkan gairah Damian sebab Sia di beri obat perangsang oleh Andreas. Mati-matian Sia menahan gejolak yang membakar dirinya saat bersama Andreas tapi saat ia bertemu dengan Damian, ia seolah tak perduli dan langsung menyerang Damian dengan gencar agar hasratnya tertuntaskan
di awal tentu Damian terus menolak dan meminta Sia berhenti sebab Damian tak mau sampai Sia marah dengannya saat sadar nanti, tapi Sia meyakinkan Damian tak masalah menyentuhnya toh mereka akan menikah jadi Sia akan jadi milik Damian cepat atau lambat
Dan betapa kagetnya Damian saat melihat ada darah dari arah kewanitaan Sia saat dirinya sudah menjebol gawang pertahanan milik Sia yang sedari tadi mengatakan sakit dan sakit saat ia terus berusaha untuk memasuki Sia
awalnya Damian kira itu hanya pengaruh Sia yang jarang di sentuh dan sudah setahun lebih menjadi seorang janda tapi nyatanya Sia masih lah tersegel dan dia yang menjebolnya untuk pertama kali padahal sungguh niat awal Damian memulai hubungannya dengan Sia karena ia menginginkan Sia
 Damian jatuh cinta pada pandangan pertama pada Sia saat ia melihat Sia setelah melakukan operasi pada Andreas kala itu. Cinta bercampur obsesi yang ingin memiki dan juga ingin melindungi Sia padahal dulu Damian tak mengenal Sia sama sekali bahkan namanya saja ia tak tahu saat pertama bertemu
keinginan memilikinya langsung muncul saat wanita berstatus istri Andreas itu begitu peduli pada Andreas padahal jelas Andreas masih memiliki hubungan dengan mantan istrinya terdahulu yang juga sekaligus mantan kekasihnya
Saat Damian ingin mendekati Sia, ia sungguh tak perduli Sia istri orang lain ia hanya berpikir ingin wanita itu tapi ternyata pikiran buruk yang sudah ia susun tak terlaksana sebab Sia yang meminta cerai dari Andreas sebelum Damian bertindak apapun
Damian juga tak perduli jika Sia seorang janda dan sudah pernah di sentuh orang lain, toh dia juga bukan pria baik tapi nyatanya Tuhan berkehendak lain saat ia mendapati Sia masihlah per****n padahal ia menikah selama lima tahun dengan Andreas
ini mungkin yang di katakan sebagai takdir Tuhan, takdir bahwa Tuhan menciptakan Sia untuk dirinya dan hal ini makin menguatkan hati Damian bahwa Lucinda Karensa hanyalah untuknya seorang
Sia mulai membuka matanya perlahan dan ia bisa melihat wajah Damian saat sudah membuka matanya "astaga" kejut Sia saat melihat wajah Damian tepat di hadapannya dalam posisi tidur yang sama dan terlihat tanpa busana karena Sia bisa melihat dada telanjang Damian yang tak tertutup selimut
__ADS_1
"mas Damian" Sia memindai posisi Damian yang tidur di sebelahnya lalu mengintip tubuhnya di balik selimut dengan wajah terkejut
Damian bisa melihat ekspresi Sia yang seperti itu dan hal itu membuatnya kesal saja "jangan bilang mas yang maksa kamu ya Sia... kamu semalam yang terus maksa mas dengan gencarnya, mas hanya manusia biasa, mana bisa nahan godaan wanita yang di cinta meminta mas terus ingin segera memasukinya" Damian mencebikkan bibirnya kesal karena berpikir Sia marah dengannya karena kondisi mereka seperti ini
"grab" Sia langsung memeluk erat tubuh Damian "Sia bersyukur mas Damian yang menyentuh Sia" ungkap Sia dengan suara lirihnya
hati Damian merasa begitu lega dan Damian balas memeluk Sia dengan tak kalah erat "maaf ya, harus ritual ML dulu baru nikahnya" sesal Damian akan prosesi mereka yang terbalik karena keadaan yang memaksa
"ya ampun" Sia menepuk keningnya tersadar akan sesuatu "ayok pulang mas, biasanya banyak ritual sebelum lamaran, apalagi setelah lamaran kita langsung pemberkatan" Sia melirik jam dinding yang sudah menunjukan pukul 1 siang "cepat mas, kalau kemalaman bisa di amuk aku sama mamah" ajak Sia menarik tubuh Damian agar cepat bangun
Sia sudah di wanti-wanti untuk segera pulang agar prosesi pernikahannya bisa berjalan maksimal tapi ini
"iya sih" Damian terpaksa bangun dari tidurnya karena besok adalah hari pernikahannya bersama Sia
"iya" Damian langsung mengangkat tubuh Sia dengan sekali gerakan saat melihat Sia yang sedang menahan sakit di area keintimannya saat akan berjalan ke kamar mandi
sekitar pukul 5 sore Sia sudah sampai di semarang bersama Damian, beruntung Damian bisa meminjam jet pribadi milik kakeknya jadi ia bisa segera mengantar Sia ke rumah orang tuanya di Semarang untuk melaksanakan segala prosesi lamaran serta pernikahan
awalnya orang tua Sia begitu heran dengan cara jalan Sia yang sedikit mengangkang seperti wanita yang baru pecah per*****n tapi Segera orang tua Sia abaikan sebab mereka pikir mana mungkin Sia baru pecah pe***wan setelah menikah dengan Andreas selama lima tahun lamanya
Acara pernikahan Sia dan Damian hanya di hadiri keluarga inti saja, sebab mereka akan mengadakan resepsi besar di Jakarta sedangkan di Semarang mereka ingin yang lebih privat dan lebih terasa sakral jadi hanya ada keluarga inti Damian dan Sia saja
"mas pikir kampung kamu sepi kaya kampung Rania tapi ternyata enggak ya, di sini ramai" tanya Damian saat mereka sudah selesai pemberkatan dan kembali ke rumah Sia dan mereka kini duduk di depan teras rumah kedua orang tua Sia
__ADS_1
"di sini emang lumayan rame, kan ini masih kotanya mas" balas Sia
"kita besok langsung balik bareng sama keluarga mas gak papa kan" tanya Damian
"gak papa kok mas, lagian kita cuti nya cuma 2 hari saja, lusa sudah harus masuk kerja lagi" balas Sia
"maafin mas ya, kalau kerjaan mas susah buat ambil cuti jadi kita gak bisa honeymoon deh" ucap Damian dengan wajah tak enaknya
"gak papa kok mas, Sia ngerti pekerjaan mas, lagian nolong orang jauh lebih penting dari pada bulan madu, toh kita bisa seperti bulan madu setiap hari di rumah nanti" balas Sia dengan santainya
Seketika Damian menoleh ke arah Sia uang entah sadar atau tidak saat berucap itu "wah, kamu goda mas ya" ledek Damian
"apaan sih mas" balas Sia dengan gugupnya setelah menyadari kesalahannya ketika bicara
"lagi yuk yang" ajak Damian
Sia mengerutkan keningnya "lagi apaan" tanya Sia
"jangan berlagak gak tahu deh" balas Damian
"emang gak tahu mas" kilah Sia
"ya sudah mas kasih tahu deh" Damian mengajak Sia masuk ke kamar tak perduli dengan orang tua Sia yang masih mengobrol di ruang keluarga
__ADS_1