Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Extra part 19


__ADS_3

Damian tengah bercermin sembari menilai penampilannya "oke" setelah merasa penampilannya cukup baik, Damian melangkah keluar kamarnya


"mah Damian keluar dulu ya" panit Damian sambil mencium pipi Mama Kaila


"mau kemana, gak nginep kan" tanya mama Kaila


"makan sama temen, gak nginep kok" balas Damian


"kamu lagi deket sama siapa sih Damian, sekarang kamu pulangnya tepat waktu dan gak pernah nginep di luar lagi, kenalin ke mama dong" Mama Kaila merasa perbedaan anaknya cukup jauh dari saat dulu anaknya yang masih seorang playboy dan itu membuatnya sangat senang


"nanti ya mah kalau sudah jelas di Terima" balas Damian


mama Kaila memicingkan matanya "seorang Damian kesulitan dapat wanita yang dia mau" mama Kaila berdecak "kudu banget tuh mama di kenalin" ucap mama Kaila dengan semangat


"gampang itu mah, sudah dulu ya" Damian bergegas pergi ke tempat janjiannya bersama Siapa


Damian memindai sekeliling restoran mencari keberadaan Sia "Dokter" Sia melambaikan tangannya ke arah Damian agar Damian bisa melihatnya


Damian tersenyum cerah saat bisa melihat wajah Sia yang sudah tidak ia temui selama satu bulan ini


"duduk dok" Sia menunjuk ke arah kursi yang ada di hadapannya


"Terima kasih" Damian duduk dengan santai menghadap Sia


"Terima kasih loh dok, sudah mau menerima undangan saya" ucap Sia


"saya yang harusnya berterima kasih karena mau di traktir makan" balas Damian


"ajakan makan saya gak akan sebanding dengan bantuan Dokter untuk saya mendapatkan pekerjaan" bala Sia dengan bersungguh-sungguh


"itu mah gak seberapa, lagian bukannya suami kamu cukup kaya ya, kok kamu malah kerja bukannya di rumah saja" tanya Damian seolah tidak tahu bahwa Sia sedang dalam proses perceraian


Sia tersenyum tipis "kami sedang dalam proses perceraian dok jadi saya butuh pekerjaan ini untuk bertahan hidup" jelas Sia


"wah" Damian menutup mulutnya dengan tatapan mata seolah terkejut "maaf, saya gak tahu itu" sesal Damian dengan wajah palsunya

__ADS_1


jika dia ikut ajang pemilihan aktor mungkin Damian bisa mendapat peringkat satu karena aktingnya yang terlihat begitu natural


"kami gak cocok jadi berpisah dan saya gak masalah kok" balas Sia


"awalnya saya gak enak makan berdua sama kamu lah sempat tadi mau ngabarin Andreas buat minta izin tapi nyatanya kalian akan berpisah jadi sepertinya itu tidak perlu


Sia mengerutkan keningnya " Dokter tahu nomor telpon Mas Andreas" tanya Sia begitu terkejut


"loh, Andreas gak pernah cerita kalau dulu kita satu SMA" tanya Damian


Sia menggelengkan kepalanya " gak tahu dok, saya baru dengar dari dokter" Sia memaksakan senyumnya ke arah Damian


iya lah Sia gak tahu, selama lima tahu menikah mana pernah Andreas bercerita pada Sia, teman sekantor Andreas ia hanya tahu petingginya saja, karena pernah datang ke rumah mertuanya saat kebetulan ada dirinya di rumah mertua yang lainnya tentu ia tak tahu karena dia bukan wanita penuntut sebab ia tahu dari awal bahwa Andreas tidak pernah menaruh hati padanya


"mungkin saya bukan teman yang penting jadi dia gak kasih tahu ke kamu, saya pikir dia akan cerita ke kamu karena dia kan jadi pasien saya semenjak 6 bulan lalu mana lagi kamu kemaren menemani dia di rumah sakit" pikir Damian


Sia hanya tersenyum simpul tak berucap apapun sebab ia tak ingin mengumbar masalah rumah tangganya di depan orang asing


"silahkan pilih apapun yang dokter suka" Sia menyerahkan buku menu pada Damian


"baiklah" Damian memilih beberapa menu untuk ia pesan begitu pun Sia yang sudah memilih dan meminta pelayanan segera membuat pesanan mereka


Sia mengerutkan keningnya "kenapa dokter ingin tahu" tanya Sia merasa itu bukan urusan Damian


"saya ingin berteman dengan kamu jadi saya ingin tahu sudah sampai mana perceraian kamu agar saya gak di tuduh jadi pembinor secara kamu bercerai tak jauh setelah mengenal saya" balas Damian


Sia tersenyum simpul "kami sudah menjalani dua kali sidang, dan minggu depan adalah sidang putusan perceraian kami, beruntung Mas Andreas gak pernah datang ke tempat sidang dan dari awal dia sudah tanda tangan gugatan perceraian jadi proses perceraian kami berjalan cepat" balas Sia


"berarti kita bisa berteman bukan" tanya Damian lagi


"tentu saja boleh" balas Sia


"oke kalau gitu" Damian senang langkah awalnya berjalan dengan baik kali ini


"ngomong-ngonong pacar dokter. cemburuan gak nih, saya ajakin dokter makan kaya gini marah enggak " tanya Sia

__ADS_1


"saya gak ada pacar, beberapa bulan ini saya jomblo jadi gak masalah" balas Damian


"tapi yang saya dengar dokter itu playboy karena pacarnya di mana-mana" ucap Sia


"tahu dari mana" Damian begitu terkejut Sia berucap seperti itu padahal biasanya juga Damian tidak masalah dengan cap playboy yang di sematkan kepadanya


"itu saya dengar dari para suster saat nunggu mas Andreas di rumah sakit" balas Sia dengan kekehan


"emang ada yang lucu ya" tanya Damian


"wajah dokter lucu banget tahu, sudah kaya ketahuan selingkuh sama pacarnya" kekeh Sia


Damia menyunggingkan senyumnya saat melihat wajah Sia yang tertawa dengan begitu lepasnya "saya emang dulu playbou sih, mungkin karena belum ketemu sama yang cocok tapi saya ingin berhenti agar wanita yang saya inginkan tidak lari" ucap Damian


"Dokter suka dengan seseorang" tanya Sia


"iya, tapi gak tahu sih dia suka saya apa enggak" balas Damian


"kalau dokter sungguh-sungguh mengejarnya dan menyentuhnya serta meyakinka dia kalau dokter bukan playboy mungkin wanita itu akan jatuh hati pada anda" Balas Sia


"kalau kamu memposisikan jadi wanita itu, anggap saja saya beneran jatuh hati padamu dan ingin mengejarmu kira-kira apa tanggapanmu" tanya Damian


"ini hanya seandainya kan" tanya Sia memperjelas pertanyaan Damian


"iya misalkan" balas Damian walaupun dalam hatinya berkata berbeda


"kalau saya pribadi, saya mungkin sulit menerima anda" balas Damian


"kenapa" tanya Damian penasaran


"banyak faktor, salah satunya anda yang di cap sebagai playboy pasti butuh waktu untuk saya yakin dengan dokter, apalagi saya punya pengalaman gagal dalam pernikahan yang tentu saya juga tak ingin gagal kembali jadi saya akan lebih selektif mencari pasangan yang bisa meyakinkan hati saya" jelas Sia


Damian mengangguk paham "masuk akal memang" Damian tersenyum tipis ke arah Sia


"akan saya jadikan jawaban kamu sebagai salah satu hal yang harus saya perhatikan untuk mengejar wanita yang saya sukai, meyakinkan dirinya kalau saya yang terbaik dan dia juga adalah yang terbaik " sahut Damian

__ADS_1


"semoga lancar ya dokter" ucap Sia dengan tulus


"Terima kasih" balas Damian


__ADS_2