Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Extra part 6


__ADS_3

qiana yang kebetulan satu mobil bersama bunda Laras sebab ingin ikut mengantar Salma karena ingin tahu di mana rumah Salma. Melirik ke arah Bundanya dengan tatapan penuh selidik saat sudah mengantar Salma sampai rumah "apa yang bunda tutupin dari aku " tanya Qiana penuh penuntutan


"apa" Bunda Laras menoleh ke arah Qiana dengan tatapan bingung


"tadi bunda menghentikanku yang ingin bertanya pada Salma perihal Edzar yang sampai begitu mudahnya bercerita pada Salma akan masalah keluarga kita" tukas Qiana


"oh" Bunda Laras hanya terkekeh akan kelakuan Qiana


"jangan ketawa bunda" rengek Qiana


"oke ...oke" Bunda Laras menepuk lengan Qiana dengan lembut


"tadi Salma merasa tidak nyaman dengan pertanyaan kamu jadi bunda menghentikan kamu untuk bertanya lebih lanjut" Bunda Laras diam sejenak sebelum mulai bercerita "seperti apa yang kamu pikirkan itu juga yang bunda pikirkan, Ada apa dengan Edzar sampai dengan mudahnya dia bercerita permasalahan keluarga kita karena kamu tahu sendiri kan kalau Edzar seperti menutup diri setelah hubungannya dengan Lea dulu berakhir apalahi di tambah saat Lea menikah dengan salah satu pengusaha yang berdomisili di Bandung" jelas Bunda Laras


"aku juga tahu itu bun, Edzar tentu ada kekecewaan tersendiri saat tahu Lea menikah karena hamila terlebih dulu apalagi terdengar kabar kalau Lea sengaja menjebak suaminya agar bisa di nikahi" Qiana jadi ingat cerita Lea, sang mantan kekasih adiknya yaitu Edzar


"Edzar begitu menutup diri bahkan dengan kita tapi dia begitu mudah bercerita pada Salma, apa Edzar ada rasa dengannya" ujar Bunda Laras


"mungkin saja bunda, tapi kalau emang benar Edzar dengan salma aku setuju loh mah walaupun dia dari kalangan bawah tapi dia itu wanita yang baik dan sangat berbakti pada orang tuanya, Qiana suka dengan karakternya" ucap Qiana


"bunda juga suka dengan karakternya, lagian dalam memilih menantu, Bunda gak pernah mandang dari hartanya tapi dari karakter orang itu dan juga keluarganya apalagi kita juga kenal baik dengan keluarga Salma. Mereka tidak pernah memanfaatkan posisi Salma sebagai sekertaris pribadi Edzar yang bisa dengan mudh mendapatkan sesuatu jika mau" balas bunda Laras


"iya bun, kita doakan saja yang terbaik buat edzar ya bun" sahut Qiana


***


Edzar berjalan ke arah kantornya dengan berjalan cepat "Salma masuk ke ruangan saya" ucap Edzar


"iya tuan" Salma langsung saja masuk ke dalam ruangan Edzar mengikuti langkah kaki Edzar yang begitu cepat


"ada perintah apa tuan" tanya Salma yang sudah bersiap dengan buku catatannya


"jika nanti ada tamu bernama Lea, tolong buat dia pergi dari kantor. Saya tidak mau menemuinya" ucap Edzar dengan muka tidak bersahabat

__ADS_1


"dia siapa pak, sampai gak boleh masuk ke sini" tanya Salma


"harus ya kamu tahu" ketus Edzar


"ya gak harus sih pak, cuma kalau saya tahu kan saya bisa mengatasinya dengan metode tertentu tapi kalau mau gak kasih tahu juga gak papa" balas Salma


Edzar menghela nafas kasar "dia mantan kekasih saya yang dulu pernah saya ceritakan ke kamu" jelas Edzar


"oh wanita yang anak orang yang hampir membuat rumah tangga tuan besar dan nyonya hampir hancur itu" SAlma mempertegas orang yang di maksud Edzar


'iya yang itu" balas Edzar


"mau apa lagi dia ke sini, bukannya dia sudah punya suami ya tuan" tanya Lea


"entahlah, saya merasa tidak nyaman saat dia terus menghubungi saya yang entah dapat dari mana nomor saya" balas Edzar


"pantesan banyak klien yang nelpon ke saya untuk nanyain bapak tadi" Salma mengangguk paham "pokoknya bapak jangan khawatir, saya pasti akan mengatasi bibit pelakor bandel kaya dia" ucap Salma dengan berapi-api


Edzar terkekeh akan perandaian kata untuk Lea "kamu bisa saja " Edzar memilih membuka Laptopnya dan bekerja saja


"Salma" panggil James


"iya pak" Salma mendongak ke arah James yang berdiri di depan meja kerjanya


"kamu gak keluar makan siang" tanya James


"aku sudah pesan makanan tadi, lagi malas keluar, capek jalan" keluah Salma masih sibuk di depan layar komputernya


"salah sendiri ikut nemenin nyonya, jadi numpuk kan kerjaan kamu" ledek James


"gak boleh nolaka ajakan orang tua, mana mereka baik banget beliin hadiah buat keluarga aku hanya karena nemenin mereka belanja. Kan kalau beli sendiri harus nunggu nabung berbulan-bulan" balas Salma


'iya sih bener itu, ya sudah aku keluar buat makan saing ya" James segera saja berjalan ke arah lift

__ADS_1


tak lama setelah kepergia James terdengar suara langkah kaki mendekat ke arah Ruanganya membuat Salma mendongak ke arah wanita yang makin mendekat ke arahnya


Salma terus mengamati wanita itu yang malah melewatinya dan mengarah ke ruangan Edzar, buru-buru Salma berjalan ke arah wanita tersebut dan menahan tangan wanita itu saat akan membuka pintu "maaf anda siapa ya" tanya Salma dengan sopan


"kamu gak tahu siapa saya" kekeh wanita tersebut menunjuk dirinya sendiri


"saya gak tahu siapa anda makanya saya bertanya pada anda apalagi anda mencoba masuk ke ruangan bos saya tanpa permisi" balas Salma masih mencoba sehalus mungkin saat berucap


"kamu siapa sih sampai berani bertanya ke saya" kesal wanita itu


Salma menunjuk papan nama di meja kerjanya "saya sekertaris priabdainya tuan Edzar, nyonya" tukas Salma


Wanita itu berdecih kesal "baru jadi sekertaris pribadi belagu" cibir wanita itu


"terus anda siapa berani berkata gak sopan kepada saya" balas Salma yang mulai bersikap dingin pada wanita yang kini berhadapan dengannya sebabĀ  wanita tersebut sungguh tak punya tata krama menurut Salma


"saya calon istri bos kamu, calon nyonya kamu, jadi kamu harus bersikap sopan sama saya karena saya bisa memecat kamu kapanpun" ucap Wanita itu dengan sombongnya


"oh anda calon istri tuan, siapa nyonya kok saya gak tahu" tanya Salma denagn wajah ketakutan dan gugup


"saya Lea Askiya, kekasih Edzar" ucap Wanita yang tak lain adalah Lea Askiya mantan kekasih Edzar saat mas kuliah dulu


"hahahahahaha" Salma tertawa lantang akan ucapan penuh percaya diri Lea


"kalau anda calon istrinya, maka saya adlah istri sahnya jadi silahkan anda pergi keluar" usir Salma dengan suara lantang


Lea menyorot tajam ke arah Salma "jangan mengada-ada ya, mana mungkin Edzar sudah menikah, saya tahu betul kalau Edzar belum menikah" Lea tentu tidak percaya kalau Salma adalah istri Edzar


"lalu saya juga tidak percaya kalau perempuan bersuami mengaku calon istri seseorang" balas Salma denagn ebgitu tegas


"aku bukan istri seseroang ya, aku sudah lama bercerai" kesa; Lea


Salma kembali terkekeh "aku sih gak kaget kalau kamu itu janda, soalnya kamu kan janda kegatelan" cibir Salma

__ADS_1


"kurang ajar kamu ya" Lea berniat melayangkan tamparan di pipi mulus Salma tapi tentu di halangi oleh Salma dengan sigap


"jangan asal main tangan kalau tidak ingin terluka" Salma memelintir tangan Lea hingga membuat Lea memekik kesakitan


__ADS_2