Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Bersyukur


__ADS_3

hans menggandeng tangan tara masuk ke dalam rumah sakit untuk menjemput kinan yang sudah di perbolehkan pulang ke rumah " pah, adik keluarnya masih lama apa? gak bisa di percepat ya" tanya Putera dengan polosnya


hans terkekeh dengan pertanyaan putera " ya gak bisa buru-buru sayang, nanti kalau di paksa cepat keluar kasihan adik kamu, tunggu sampai 7 bulan lagi ya" balas hans


"yah" putera murung mendengar balasan hans "padahal pengen cepat bisa main sama adik" ungkap putera


"kan masih ada, revandra, damian dan juga qiana, kamu bisa main dengan mereka" sahut Hans


"iya deh pah, nanti main dengan mereka dulu" balas putera menerima pengertian Hans tentang adiknya yang masih lama akan keluar


"ya sudah masuk, mama pasti kangen kamu, kamu kan nginap di rumah kakek sudah mau seminggu" hans mengajak putera masuk ruangan kinan


"mama" putera berlari menghampiri mamanya dan langsung memeluk kinan sembari mengecup pipi kinan


"hati-hati sayang, nanti adik kehimpit kamu" ucap hans mengingatkan putera agar berhati-hati saat naik ke atas ranjang kinan


"iya pah" putera masih bermanja dengan kinan


"mama kangen banget sama anak mama, terlalu betah di rumah kakek ya" tanya kinan


"lumayan sih mah, main sama revandra kadang damian juga datang ke rumah buat main sama putera" balas putera


kinan mengusap kepala putera "kamu senang mau punya adik" tanya kinan


"senang dong mah, tapi putera pengennya adik perempuan ya mah, ayah brian kan sudah kasih adik laki-laki jadi putera maunya adik perempuan" ucap putera


"itu gak bisa mama janjiin sayang, kalau tuhan kasih adik permpuan ataupun cowok kamu tetap harus bersyukur" balas kinan meminta putera mensyukuri jenis kelamin apapun yang di berikan tuhan untuk adik putera nanti


"iya mama" balas putera


"ya sudah yuk pt meriahulang" ajak Hans


"iya mas" balas kinan


***


kinan pulang dengan di sambut heboh oleh mertuanya "selamat pulang ke rumah mantu ibu" ucap ibu intan memeluk menantunya


"ibu kok sampai bikin dekor-dekor kaya gini" kinan melihat ornamen serta dekorasi penyambutan kepulangan kinan ke rumah setelah di rawat hampir satu minggu

__ADS_1


"gak papa, ini karena ibu senang kamu mau kasih tambahan penghuni rumah ini, ibu pengennya rumah ini rame dengan suara anak-anak, dan nanti putera kan jadi gak kesepian lagi" ibu intan melirik putera yang masih di gandeng hans "iya kan sayang" tanya ibu intan


"iya nenek" balas putera


putera memeluk ibu intan "kengen nenek" putera bermanja dengan ibu intan


"nenek juga kangen dengan cucu nenek yang satu ini" ibu intan mencubit gemas pipi putera


"ayok masuk, nenek sudah masaka banyak buat kamu dan adik kamu" ibu intan mengajak putera masuk ke rumah di ikuti intan yang di gandeng Hans menggandeng tangan kinan dengan gerakan pelan


putera heboh sendiri melihat begitu banyaknya masakah  di meja makan "wah banyak banget makanannya nek" ucap putera yang begitu takjub dengan hidangan yang sudah di seiapkan oleh ibu intan


hans juga begitu tak percaya ibunya membuat begitu banyak hidangan "iya bu ini banyak banget, kayanya kalau untuk pekerja di rumah juga ini masih kebanyakan deh bu" tanya Hans


"ibu emang sengaja bikin banyak karena undang ayah kamu dan kedua anaknya ikut datang buat selamatan kehamilan kinan" balas ibu intan


hans mengernyitkan dahinya "ibu gak salah ngundang mereka, nanti kalau ketemu nenek lampir itu gimana " tanya Hans


"huusst" ibu intan melirik ke arah putera "jaga ucapanmu saat ada anak" ucap intan mengingatkan ucapan hans yang kurang baik


hans menggaruk tengkuknya yang tak gatal "maaf ya bu, suka kelupaan" kekeh hans


"nenek apa kabar" tanya lisa


ibu intan mengurai pelukan lisa dan mengelus puncak kepala lisa "baik, kamu gimana kabarnya, betah tinggal di rumah baru" tanya ibu intan


"betah nek, di sana orang-orangnya ramah dan kalau di rumah sana kerjaan rumah lisa cepat selesai" balas lisa dengan polosnya


ibu intan melirik ke arah jovan "kamu gak kasih pembantu buat di rumah" tanya ibu intan tak suka anak sekecil lisa mengerjakan pekerjaan rumah


lisa langsung mengguncang lengan ibu intan "jangan salahkan ayah nek, ayah sudah mau cari pembantu buat urus rumah tapi lisa yang larang, hutang ayah kan banyak jadi lisa juga pengen bantu ayah kurangin beban ayah, ayah kan harus cari uang buat makan lisa sekolah lisa masa masih di tambah buat bantu urus keperluan rumah padahal lisa juga bisa ngurus sendiri keperluan lisa" ucap lisa tak ingin jovan di salahkan karena lisa yang ingin mengurus pekerjaan rumah sendiri


"ya ampun" ibu intan mengusap kepala lisa dengan wajah begitu haru karena anak sekecil itu mau ikut mengurangi beban ayahnya yang sedang terlilit hutang karena kelakuan mantan istrinya


ibu intan menoleh ke arah jovan "gimana perceraian kamu, lancar" tanya ibu intan yang sudah tahu kalau jovan menggugat cerai sinta atas permintaan Hans


" sudah beres bu, pengacara keluarga kita yang urus semuanya, tinggal nunggu akta cerainya keluar saja" balas jovan


ibu intan mengangguk "nanti kamu bawa pulang salah satu pekerja di rumah ini saja buat bantu urus rumah kamu. dan untuk gaji biar ibu yang tetap gaji dia" ucap ibu intan

__ADS_1


"gak usah bu, nanti kalau aku sudah ada uang pasti jovan akan carikan pembaantu buat urus rumah" jovan tak enak dengan kebaikan ibu intan padanya


"ibu kasih ini bukan buat kamu, tapi buat Lisa cucu ibu jadi jangan di tolak" balas ibu intan dengan tegas


"ya sudah makasih ya bu" balas jovan


jovan benar-benar tidak menyangka bahwa wanita yang di sia-siakan ayahnya bisa sebaik itu dengan anak dari wanita yang jelas-jelas merebut kasih sayang suaminya


"gak masalah jovan" ibu intan mengusap kepala jovan daan mengajak jovan duduk di meja makan


"ibu" terlihat Jenni masuk ke dalam rumah keluarga herlambang dengan menenteng paper bag besar dengan senyum sumringah


jenny memeluk ibu intan "ibu apa kabar" tanya jenny memeluk ibu intan


"kabar ibu baik, gimana usaha kamu lancar" tanya ibu intan


"baik bu, itu berkat modal yang di kasih ibu" jenny memberikan paper bag itu pada intan "jenny sengaja pilihin ini buat ibu, jenny ngerasa ini cocok banget di pakai ibu" ucap jenny


ibu intan melirik ke dalam isis paper bag yang di berika jennya "wah, makasih banget loh jenny, inget saja kamu dengan ibu" ibu intan begitu senang di berikan hadiah oleh jenny, adik bungsu Hans dari ibu yang berbeda itu


"buat kakak gak ada nih" tanya kinan dengan nada meledek


jenny menoleh ke arah kinan "aku tahu kak kinan hamilnya baru kemaren, dan aku sudah pesan beberapa pakaian hamil yang nyaman untuk di pakai kak kinan, mungkin beberapa hari ini akan di kirim ke rumah" balas jenny


"kakak hanya bercanda loh jen" kekeh kinan


"tapi jenny serius kok kak, jenny senang dengar kak kinan hamil dan nambah anggota baru keluarga kita" jenny melirik putera "putera juga senang kan punya adik" tanya jenny


"iya tante" balas putera


jenny menoleh ke arah Lisa "kakak juga sudah beliin kamu mesin cuci baru buat ucapan selamat atas pindahan rumahnya" ucap jenny


"makasih tante" balas lisa


"wah adik kita sudah jago nyari uang nih" ucap hans melirik ke arah jovan meminta persetujuan


'iya kak, ternyata adik kita sudah besar" balas jovan


"iya dong, masa mau kecil terus" kekeh Jenny

__ADS_1


__ADS_2