
Roland berdiri di samping putera yang sedang gugup menunggu waktu pemberkatan pernikahan yang sebentar lagi akan di mulai “segugup itu kah” ledek Roland pada putera yang terus meremas tangannya menunggu pembawa acara memulai prosesi acara
“diam” bentak Putera yang terus menggenggam jemarinya untuk menghilangkan kegugupan
yang sedari tadi ia rasakan dan entah kenapa tak bisa hilang padahal ia sudah meminta obat penenang pada papahnya agar rasa gugup itu bisa hilang
Tapi sayangnya rasa gugup itu tidak bisa hilang dan ia juga tidak bisa menambah dosis lagi atau yang ada nanti dia bisa tidur saat acara pemberkatan pernikahan dan berujung gagal menikah, tidak lucu juga jika sampai ada kejadian seperti itu
“kamu gak nanya ke aku gimana mengatasi kegugupan saat akan menikah? jangan lupa kalau
aku lebih dulu menikah ketimbang dirimu” jelas Roland tentang dirinya yang sudah lebih dulu menikah
Putera menoleh ke arah Roland “bagaimana” Tanya putera dengan tidak sabaran karena ingin segera menghilangkan kegugupannya
Roland terkekeh akan kelakuan putera yang jelas terlihat sangat gugup tapi berusaha keras menutupi kegugupannya dari orang-orang
Roland mendekatkan wajahnya ke telinga Putera “karena kita sudah kenal lama aku kasih tips buat hilangin kegugupan kamu deh” Roland menepuk pelan pundak Putera
“kamu pandang lurus ke depan” tunjuk Roland pada karpet merah yang nantinya akan di
lalui Qiana untuk berjalan ke arahnya di altar saat acara pemberkatan nanti di mulai “tatap lurus ke depan dan jangan menoleh kemanapun, bayangkan wajah tercantik Qiana saat melihat Qiana yang berjalan dengan penutup wajahnya, ingat saat dia tersenyum manis padamu dan tatapan mata yang selalu membuatmu jatuh cinta padanya, ingat dia akan jadi milikmu mulai
hari ini dan selamanya, orang yang kamu cintai Selama ini akan berjalan ke arahmu dan hanya akan bersama denganmu mulai saat ini” ucap Roland memberi beberapa tepukan di bahu putera
Terdengar suara Pembawa acara memulai rentetan acara pernikahan Putera dan Qiana di dalam gereja lalu terdengar arahan pembawa acara agar mempelai wanita masuk ke dalam
gereja dan suara latar pengiring pernikahan mulai di putar
__ADS_1
Qiana berjalan dengan di gandeng ayah Mario menuju ke arahnya dan putera masih bisa
melihat wajah cantik kekasihnya yang terus berjalan ke arahnya “tanpa aku bayangin pun dia sudah terlihat sangat cantik” gumam putera yang tersenyum lebar melihat Qiana yang sedang berjalan ke arahnya
Putera menegakkan tubuhnya saat ayah Mario dan qiana berhenti tepat di depannya “aku serahkan anakku untuk kamu jaga, cintai dan bahagiakan dia seumur hidupnya jika kau sudah tidak menginginkannya lagi atau sudah tidak mencintainya cukup kembalikan dia pada saya dan jangan pernah melukai hati maupun fisiknya karena kami keluarga besar memberikan cinta yang begitu besar padanya dan meratukannya di keluarga besar kita dan tentu kau tahu itu” ucap
ayah Mario
“iya ayah, aku pasti terus mencintainya, menjaganya dan membahagiakannya karena dia
adalah separuh hidupku” putera menerima
tangan Qiana dan berbalik ke arah pendeta untuk menjalani rentetan acara pemberkatan pernikahan
Saat acara pemberkatan di mulai suara tarikan ingus terdengar dengan kentara karena tentu
kini terjalin begitu erat dan makin erat saat pernikahan keduanya terjadi
Sekarang tidak ada istilah keluarga angkat atau orang yang di anggap keluarga tapi keluarga yang terjalin dengan jalinan pernikahan antara Putera Hendrawan dengan Qiana Queensha Kennedy yang terjadi mulai detik ini
“saat ini kalian saya nyatakan sebagai pasangan suami istri yang sah atas nama tuhan dan mempelai bisa saling memasang cincin sebagai tanda pengikat pernikahan kalian” Qiana dan putera pun segera bertukar cincin dengan senyum yang begitu lebar
“mempelai pria dipersilahkan mencium mempelai wanita” dan tanpa menunggu lama putera
langsung menarik pinggang Qiana dan menekan tengkuk Qiana agar bisa mengecup bibir mungil milik Qiana
“ya ampun, anak itu” mama kinan hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan
__ADS_1
anaknya yang jelas sudah tidak bisa menahan untuk mencium istrinya sedari tadi dan dia melakukannya tanpa menahan sedikitpun untuk meluapkan rasa rindu
Ayah Bimo yang sedang duduk di kursi bersebelahan dengan putrinya yang ikut menangis haru dengan pernikahan putera bungsunya “apa ayah bahagia” Tanya nenek jemina pada ayahnya yang sedang menatap haru pada putera dan Qiana yang sedang mengumbar senyuman saat acara pemberkatan pernikahan sudah selesai di laksanakan
Kakek Bimo menoleh ke arah puteri sulungnya “tentu ayah bahagia, ini adalah hal yang ayah
tunggu, dengan melihat ini tak ada yang tertinggal lagi di hati ayah jika tuhan ingin memanggil ayah ke pelukannya” balas Kakek Bimo
Nenek jemina menepuk pelan paha sang ayah “jangan bilang seperti itu ayah, kita masih bisa
mencoba semaksimal mungkin untuk kesembuhan ayah, kita banyak berdoa saja kalau tuhan masih memberikan kesempatan ayah untuk menggendong anak putera nantinya “ sanggah nenek jemina menenangkan sang ayah agar tidak patah semangat dalam usaha berobatnya karena jelas sebagai seorang anak , nenek jemina tentu ingin ayahnya berumur panjang begitupun juga suaminya yang memang jarak usia mereka tidak
jauh tapi keadaan kakek Burhan terbilang sehat sebab nenek jemina sangat menjaga pola makan dan pola hidup suaminya agar selalu sehat di usianya yang tak lagi muda
Dan kali ini ia ingin menjaga ayahnya itu agar bisa kembali sehat seperti dulu lagi walaupun ia harus meninggalkan anak serta suaminya untuk sementara waktu dengan terpaksa tapi beruntung kakek burhan tidak mempermasalahkan itu semua dan mencoba memaklumi jika nenek jemina yang ingin berbakti pada orang tuanya
“ayah pasti akan berusaha untuk bisa melawan penyakit ayah agar bisa melihat cucu ayah
dari putera dan bisa juga melihat cicit ayah nanti dari Revano juga” balas kakek Bimo dengan seutas senyum tipis ke arah putrinya
"Jemina yakin kalau kita terus berusaha dan ayah yang tetap berusaha untuk sembuh, Tuhan juga pasti akan memberikan kesembuhan untuk ayah agar bisa terus bersama kami dalam waktu yang lama" ucap nenek jemina
"semoga saja" balas kakek Bimo
acara di lanjutkan dengan pemberian selamat dari para sahabat dan keluarga dekat pada putera dan Qiana yang kini sudah sahabat menjadi sepasang suami istrinya
segala doa terus terpanjat untuk pasangan baru itu agar selalu bahagia dan cepat mendapat momongan
__ADS_1