
Hari pernikahan sheryl makin dekat, rumah pun sudah mulai di dekorasi dengan begitu indah. pernak-pernik perniakahan sudah di urus dengan baik oleh keluarganya membuat sheryl hanya santai saja sambil bermain dengan qiana di rumah
"ayah kamu marah enggak gara-gara mama gak kasih izin dulu buat ajak pergi karena acara nikahan mama dan papa di hari sabtu" tanya sheryl pada qiana yang sedang bermain dengan boneka kelincinya
qiana menghentikan sejenak kegiatannya dan menoleh ke arah sheryl "kalau sama qiana sih gak marah mah, tapi ayah aneh deh" qiana membenarkan posisi duduknya agar lebih pas berhadapan dengan sheryl
"aneh gimana" tanya sheryl mengernyitkan dahinya
"yang di rengekin gak bisa pergi itu bik laras tahu mah, ayah nelpon bik laras banyak banget tahu mah, ayah selalu nanya apa gak bisa ajak qiana keluar gitu padahal harusnya bilang ke qiana atau mama kan" balas qiana merasa ayahnya begitu aneh
"iya sih" sheryl nampak berpikir bahwa memang ada yang aneh antara mario dan pengasuh anaknya
"laras" panggil sheryl
laras yang sedang sibuk di dapur menghampiri sheryl karena sheryl memanggilnya "iya nyonya, ada apa" tanya laras
"lagi sibuk ya" tanya sheryl
"lagi bantu nyonya besar urus makanan buat besok" balas laras
"oh" sheryl mengangguk paham
sheryl sempat melirik alas kaki yang di pakai laras dan itu adalah merk terkenal dan itu jelas limitid edition karena sheryl pernah melihat itu di sosial medianya
"itu di kasih sama ayahnya qiana ya" tunjuk sheryl pada sandal yang di pakai laras
laras melirik ke arah kakinya dengan agak gugup "iya nyonya" laras cengengesan "maaf ya nyonya saya sudah ngingetin tuan untuk jangan kasih apapun buat saya, tapi setiap tuan beli barang untuk nona pasti juga ikut beliin saya" ucap laras tak enak pada sheryl yang menerima banyak pemberian mario
__ADS_1
sheryl jadi makin curiga tapi ia tetap tersenyum kepada laras dan memperlihatkan wajahnya seperti biasa "mau ayahnya qiana kasih apapun ke kamu itu hak dia bik, kalau kamu suka ya terima saja jangan merasa tak enak dengan saya, saya hanya ibu dari anaknya tak ada lagi kendali untuk mengatur kehidupan pribadinya dan perihal dia yang mau kasih barang ke siapapun itu" jelas sheryl
"iya nona" laras menunjuk ke arah jemina dengan ibu jarinya "saya kembali bantu nyonya besar dulu ya nyonya" laras bergegas menghampiri jemina karena masih banyak pekerjaan yang harus di urus
sheryl melirik ke arah qiana "biasanya kalau kalian lagi bareng, apa ayah dekat sama bik laras" tanya sheryl mulai kepo dengan kehidupan mantan suaminya
"dekat, kaya papa sama mama pokoknya" balas qiana yang tak mungkin bisa bohong (namanya anak kecil)
"kamu risih gak kalau ayah dekat sama bik laras" tanya sheryl perlahan
"enggak sih mah, tapi qiana suka sebal sama ayah" balas qiana mencebikkan bibirnya
"sebel kenapa" tanya sheryl lagi
"masa ayah selalu ikut minta di suapin bik laras kalau qiana lagi makan, kan yang masih kecil qiana bukan ayah, ayah kan bisa makan sendiri tapi ayah selalu nimbrung kalau qiana lagi makan " kesal qiana
dulu saat bersamanya juga mario sangat manja, sifatnya memang sedikit kekanakan jika bersama orang yang dekat dengannya
sheryl memandang laras dengan lamat walaupun jarak mereka agak jauh "ternyata jika sudah merelakan itu jauh lebih melegakan, semoga kamu bahagia dengannya mas" batin sheryl ikut berbahagia jika tebakannya benar
sheryl kali ini benar-benar bersyukur bahwa mario sudah menemukan sosok penggantinya, kali ini dia akan menikah dengan hati tenang dan tak akan merasa membawa beban saat akan menjalani upacara pernikahannya esok hari
***
sheryl tengah di rias oleh MUA yang sudah di persiapkan bachtiar untuk merias pengantinnya agar tampil dengan maksimal "mba cantik banget" seru kayla dengan heboh saat melihat sheryl yang sedang menyelesaikan make up nya
"terima kasih" balas sheryl dengan senyuman
__ADS_1
"ayah pasti nambah klepek-klepek deh kalau lihat mba" ucap kayla dengan hebohnya
"tiap hari juga ayah kamu sudah klepek-klepek sama mba" kekeh sheryl yang memang benar bahwa bachtiar sangat mencintai sheryl dan selalu tidak berdaya jika di hadapkan dengan sheryl
kinan menghampiri sheryl dan mengusap lembut bahu sheryl "semoga pernikahan kamu kali ini jadi yang terakhir ya sher "ucap kinan terselip doa untuk adiknya agar pernikahannya nanti tak kembali gagal
"semoga kak" balas sheryl mengusap tangan kinan yang masih bertengger di bahunya
kinan jadi teringat sesuatu "ngomong-ngomong laras sudah kaya istrinya mario saja ya sher, tadi aku lihat pakaiannya kompakan sama mario dan qiana yang ada di tengahnya jadi kaya anak mereka tahu gak" ucap kinan dengan heboh mengingat tadi dia bertemu mario dan laras saat mengecek persiapan di depan
sheryl tersenyum simpul "kalau mas mario menikah dengan laras malah aku jadi tenang kak karena istrinya mas mario bisa sayang sama qiana dengan tulus, dan aku bisa lihat laras tulus dalam mengurus qiana" balas sheryl dengan bersungguh-sungguh
"jadi mereka pacaran mba" tanya kayla dengan heboh
sheryl mengedikkan bahunya "entahlah, mba hanya ngerasa kalau mereka ada sesuatu aja, tapi terlepas benar mereka bersama atau tidak, mba akan sangat bahagia jika mas mario bisa move on dari mba dan bisa bahagia bersama wanita lain" balas sheryl menginginkan mario bisa mendapat penggantinya
"iya sih, kakak juga bersyukur kalau mario bisa mendapat wanita yang cocok dengannya dan bisa menerima adanya qiana dengan baik" kinan kembali mengingat bagaimana hancurnya mario dulu saat sheryl meminta berpisah, dan berusaha keras meminta kabar darinya dan juga ayah burhan tentang di mana keberadaan sheryl
"kakak sebenarnya kasihan dengan mario saat kalian berpisah dulu, ada rasa tak tega dengan mario, tapi kadang takdir jodoh kita memang tak ada yang tahu, kita hanya bisa berdoa untuk mendapat yang terbaik" ucap kinan menyadari bahwa jodoh itu tak ada yang menduga dengan siapa dan bagaimana bertemu
"iya kak" balas sheryl setuju dengan pendapat kinan
"ceklek" pintu kamar sheryl di bukan dan muncullah jemina "sher, yuk keluar, om bachtiar sudah sampai dan kelihatan gak sabar buat nikahin kamu tuh" ucap jemina dari balik celah pintu
"yuk mba, ayah pasti pengen cepat-cepat jadiin mba istrinya" seru kayla dengan heboh
"iya" sheryl berdiri dari duduknya dan kembali mematit dirinya di depan cermin
__ADS_1
kayla dan kinan membantu mengangkat ekor gaun panjang sheryl untuk berjalan keluar kamarnya