Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Mempersiapkan Pernikahan (season 2)


__ADS_3

"kak" panggil Qiana


putera mengerutkan keningnya menatap aneh wajah kekasihnya "tumben panggil kak, biasanya di kantor gak mau panggil kak, maunya panggil pak" heran putera


"soalnya mau bahas hal pribadi lagian di dalam ruangan kakak gak ada orang ini" balas Qiana


"mau bahas apa sweetheart" tanya putera


"mau ajak kakak ukur badan kita buat bikin gaun sama jas kakak ke butik tante jenny sehabis pulang kantor, katanya suruh hari ini aja soalnya biar ada cukup waktu buatnya, kan kita buat baju keluarga kakak di sana semua" balas Qiana


"oke sweetheart" balas putera dengan senyuman


"ya sudah, Qiana lanjut kerja lagi ya kak" Qiana keluar ruangan putera untuk melanjutkan pekerjaannya


"drrrrtt" ponsel putera bergetar dan putera langsung mengangkatnya "iya, ada apa" tanya putera


"saya sudah dapat kabar tentang pernikahan orang itu tuan, dan kepastian hubungan istrinya dengan pria itu" ucap orang dari seberang telpon


"sejak kapan mereka menikah" tanya putera


"tiga tahun lalu tuan, tapi mereka hidup terpisah dan wanita itu tinggal di rumah kakaknya dan semenjak itu hubungan mereka terjalin" jelas orang di balik telpon


"kirim bukti yang sudah kamu cari ke saya, dan untuk saat ini cukup awasi saja dan jangan bertindak lebih" putera mengakhiri panggilannua dan kembali melanjutkan pekerjaannya


***


Qiana mengalungkan tangannya ke lengan putera "kakak jangan larang gaun yang aku mau ya" pinta Qiana


putera menghela nafas panjang " kamu boleh membuat gaun yang kamu mau tapi kalau itu terlalu terbuka kamu hanya boleh memakainya di depan kakak saja" balas putera tak mau kalah dengan Qiana

__ADS_1


Qiana mwngerucutkan bibirnya " itu sama aja dong kak" kesal Qiana


"enggak lah, kamu kan masih bisa pakai, kalau kamu mau foto pas apaki gaun itu, kakak yang fotoin kamu" balas putera


Qiana melepaskan tangannya dari lengan putera "segitu posesifnya kakak sama Qiana " kesal Qiana


"tentu kakak harus posesif sama wanita kakak karena kakak gak mau kecantikan tubuh kamu jadi konsumsi publik, itu semua hanya milik kakak dan untuk kakak" jelas putera


"iya sih kak" Qiana berjalan ke arah ruangan kerja tante Jeny


"tante" Qiana memeluk tante Jeny dan cipika cipiki dengan tante jenny


"kalian sudah sampai, ayo langsung di ukur aja sama pegawai tante" tante jenny mengajak qiana dan putera ke ruangan khusus untuk mengukur badan qiana dan putera


"untuk resepsi kalian, bajunya di buat sama sepupu kamu ya qiana" tanya tante jenny yang sedang mengawasi pegawainya mengukur badan qiana


"iya tante, katanya mau kasih kado gaun buat qiana, lagian sekalian baju keluarga besar ayah qiana di buat di sana kalau keluarga besar mama di buat di butik tante Kayla" balas qiana


"iya tante, kita mah santai aja yang urus semua tentang pernikahan keluarga besar kita, aku sama qiana banyak pasrahnya " kekeh putera


putera berjalan ke tempat yang sudah di sediakan untuk di ukur "tante cuma buat untuk pemberkatan dan pakaian keluarga besar kita ya, untuk yang lain kan keluarga qiana yang urus masing-masing" ucapa tante jenny


"iya tante, kemarin aku sudah bahas dua model gaun untuk pemberkatan sama pegawai tante" balas qiana yang ikut mengawasi saat pegawai tante jenny mengukur badan putera


"ngomong-ngomong kamu kok bikinnya saling bertentangan yang satu kalem banget yang satu kayanya lebih menampilkan bagian tubuh kamu jadi lebih baik" tanya jenny


qiana melirik ke arah putera "kaya gak tahu keponakan tante aja, mana boleh aku pakai yang terbuka gitu" balas qiana


"tapi menurut tante itu gak terbuka banget kok, cuma nampilan belahan dada dan punggung mulus kamu itu jadi menurut tante itu masih sopan" balas tante jenny

__ADS_1


putera mendelik tajam ke arah tante jenny " itu hanya boleh di pakai di depan aku aja tan, yang di pakai untuk acara  pemberkatan desain yang sudah putera setujui, gak pakai tawar-menawar" jelas putera tak ingin di bantah sama sekali


"tuh kan tan" qiana mencebikan bibirnya kesal dengan putera yang membatasinya dalam memilih desain baju untuk acara pernikahannya


Putera menatap lekat wajah sang kekasih "aku tuh sayang sama kamu dan ingin menjaga kamu sweetheart jadi kakak gak mau ngasih celah untuk pria berfantasi dengan keindahan tubuh kamu, kamu cuma milik kakak"jelas Putera penuh dengan penekanan


wajah Qiana sudah memerah saja saat putera mengucapkan kata yang sebenarnya hanya biasa saja tapi terasa begitu menyentuh bagi Qiana "iya sih kak" balas Qiana


Tante jenny hanya tersenyum tipis akan interakasi kedua orang di hadapannya itu "undangan sudah ulai di buat belum put. soalnya kata Lisa dia pengen desain undangan buat kamu, kamu tahu sendiri dia jagonya urusan desain mendesain" ucap tante Jenny


"belum kok tan, soalnya kita belum nentuin tanggal pastinya nanti deh aku hubungan kak Lisa buat minta dia bikin desain undangan pernikahan kami" balas putera


Tante jenny melirik ke arah pegawainya dan pegawainya mengangguk tanda sudah selesai mengkir tubuh Qiana dan putera "sudah selesai nih" tante jenny melirik ke arah Putera dan Qiana "tante usahakan dua bulan semua baju kalian dan juga keluarga besar kita sudah selesai di buat"ucap tante jenny


"harus ta, kalau gak nanti tante kena omel mama, mama tuh lagi sensi banget buat urus pernikahan aku sama Qiana, tante sheryl dan tante laras aja kalah sama mama" balas Putera di akhiri kekehan


"iya mama kamu tuh sensi banget, padahal acaranya kan masih lama, apalagi nanti kalau sudah deket ya" sahut tante Jenny


"ya sudah tan kami pamit dulu ya, sudah malam nanti mamanya nyariin anak gadisnya yang gak pulang-pulang" pamit putera


"iya, langsung pulang jangan mampir-mampir ya" balas tante Jenny


"iya tan"putera dan Qiana segera keluar butik dan pulang ke rumah


putera membukakan pintu mobil untuk Qiana "terima kasih kak"qiana masuk ke dalam mobil dan putera segera menutupnya


putera masuk ke kursi kemudi dan melajukan mobilnya untuk pulang ke rumah Qiana  "nanti kakak ada perlu sama ayah dan papa kamu, dan ini urusan pria jadi nanti pulang langsung naik ke atas saja ya" ucap putera


Qiana mengerutkan keningnya "urusan apa sih kak" tanya Qiana

__ADS_1


"ada lah, pokoknya kamu jangan ikut-ikutan kalau gak mau kena omel ayah kamu" balas Putera


"ya sudah deh, nanti nyampe rumah langsung masuk kamar" balas Qiana


__ADS_2