
Rain pulang ke rumah untuk membereskan barang yang akan ia pakai di tempat tujuan. Tidak banyak yang ia bawa hanya satu ransel saja sebab ia pergi hanya untuk dua hari dan tidak lebih
"mah, Rain pergi dua hari ke Bandung ya" Rain tentu akan berpamitan dengan mamanya sebab jika tidak melihatnya sebentar saja mama kayla akan panik sebab Rain memang jarang pergi dalam kurun waktu lama tidak seperti Damian yang sering menginap di luar atau di rumah sakit walaupun masih tinggal bersama orang tua
Mama Kayla menautkan kedua alisnya "ngapain ke Bandung" tanya mama Kayla
"di kirim sekolah buat ikut seminar di Bandung selama dua hari" balas Rain
"oh" mama Kayla hanya mengangguk paham
"ya sudah, Rain pergi ya" Rain mencium kening mamanya dan bergegas ke rumah Adinda untuk menjemput Adinda
Rain dan Adinda suda bertukar pesan tentang Alamat rumah Adinda karena rencananya Rain akan menyetir ke Bandung dan tentu Adinda akan ikut dengannya sebab yang di kirim untuk seminar kan mereka berdua
saat sampai di depan sebuah rumah berlantai dua dan terlihat minimalis itu, Rain langsung meraih ponselnya untuk menghubungi seseorang "apa sudah siap" tanya Rain
"sudah pak, tinggal nunggu bapak saja" balas Adinda
"apa perlu saya turun untuk berpamitan pada orang tuamu sebab kita akan pergi dua hari" tanya Rain ingin bersikap sopan saat membawa anak gadis orang lain
Rain tahu kalau dinda belum menikah sebab itu yang di ucapkan Adinda di depan semua orang perihal statusnya
"tidak perlu pak, saya tinggal sendiri jadi jangan masuk ke dalam rumah saya" Adinda tak ingin Rain masuk rumhahnya sebab ia hanya tinggal seorang diri dan tidak ingin ada fitnah jika membiarkan Rain masuk rumah
"ya sudah saya tunggu di depan" Rain langsung saja mematikan sambungan telponnya
tak lama berselang Adinda keluar dari dalam rumah dan langsung mengunci pintu rumahnya. Adinda berjalan keluar pagar dan kembali menguci pagar Rumahnya sebab rumahnya akan di tinggal selama dua hari
"sore pak" sapa Adinda saat membuka pintu mobil
__ADS_1
"sore" balas Rain
setelah Adinda menyimpan kopernya di kursi penumpang belakang, Adinda berpindah untuk duduk di depan "ini gak papa kan pak kalau saya duduk di depan, kalau misalnya gak nyaman saya pindah ke belakang" tanya Adinda
"tentu gak papa, kalau ibu duduk di belakang malah saya kaya sopir dong" balas Rain
"iya pak" Adinda duduk di samping Rain dan menutup pintu mobil dengan pelan
"apa kau sudah menghidupkan lampu depan rumahmu, kan mau kamu tinggal dua hari" tanya Rain memastikan kondisi rumah Adinda agar tetap ada penerangan
"sudah kok pak" tunjuk Adinda pada lampu depan rumahnya yang terlihat hidup
"ya sudah ayok berangkat" Rain melajukan mobilnya membelah jalanan menuju Bandung untuk mengikuti seminar
sepanjang perjalanan mereka hanya terdiam, begitu sunyi tidak ada obrolan sama sekali. Dan untuk memecah keheningan Rain menghidupkan musik dari mobilnya agar ia tidak mengantuk sebab ia harus berkendara sekitar tiga jam untuk sampai tempat tujuan
"ibu sudah mengabari pacar kamu kalau sedang dinas kan, jangan sampai pacar kamu cemburu melihat kita ada di hotel berduaan" ucap Rain
"izin pada mama saya sudah cukup" balas Rain
Adinda hanya mengangguk saja tak ingin ikut campur urusan orang lain terlalu jauh sebab ia paling tidak suka mencampuri urusan orang lain
"ibu asli sini atau orang perantauan" tanya Rain ingin memecah keheningan yang bisa membuatnya mengantuk
"saya asli Jakarta bahkan itu rumah masa kecil saya" balas Adinda
"kalau itu rumah masa kecil kamu, kok kamu tinggal sendiri" heran Rain
"karena kakak saya sudah menikah dan ikut suaminya ke Amerika jadi saya tinggal sendiri deh" balas Adinda
__ADS_1
"orang tua kamu" tanya Rain
Adinda sempat terdiam sesaat "berarti bapak gak ikut melayat waktu itu ya" tanya Adinda dengan muka datarnya
kedua orang tua Adinda meninggal sekitar 1 tahun lalu, dan 1 tahun lalu tentu Rain sudah bekerja di sana karena Rain sudah jadi guru Fisika semenjak lulus kuliah 5 tahun lalu
Rain nampak mencerna ucapan Adinda dan matanya langsung mmembulat kala menyadari kesalahannya "duh maaf bu, saya lupa kalau orang tua ibu sudah meninggal karena kecelakaan" Rain jadi tidak enak pada Adinda karena membahas kepergian orang tua Adinda
"waktu itu saya lagi ke makam Kakek yang ada di Lampung jadi gak bisa datang ke pemakaman orang tua ibu" Rain ingat saat di kabari untuk melayat oleh rekannya, ia sedang ke makam kakek Arkana yang ada di Lampung
"loh bukannya pak Rain asli Jakarta ya kok kakeknya malah di makamin di Lampung, apa kakeknya bapak orang sana" tanya Adinda
"kakek sempat menikah lagi dengan orang sana, dan punya anak di sana jadi waktu meninggal di makamin di sana jadi kami sekeluarga masih sering kesana buat ketemu saudaranya papah" jelas Rain
"oh" Adinda hanya mengangguk saja setelah Rain menjelaskan itu
dari obrolan ringan itu, lama kelamaan pembicaraan mereka begitu natural dan seperti orang yang sudah begitu akrab sekian lama
"saya gak nyangka loh kalau ternyata ibu juga bisa ngobrol banyak hal" Rain tidak menyangka kalau Adinda bisa mengobrol dengan baik padahal ia kira Adinda adalah orang yang pendiam sebab selama di sekolah ia jarang sekali mendengar suara Adinda
"yang lainnya juga mikirnya gitu. Saya emang jarang bicara karena saya orang yang sulit untuk memulai pembicaraan pak lagian di sini yang lebih sering memulai pembicaraan itu bapak jadi saya menanggapi obrolan bapak saja" jelas Adinda
"iya sih kalau lebih seringan saya yang mulai obrolan" Rain membenarkan hal itu
setelah menempuh perjalanan tiga jam mereka sampai juga di hotel yang sudah di siapkan sekolah untuk mereka berdua
Rain dan Adinda berjalan di belakang petugas hotel yang sedang menunjukan letak kamar mereka berdua "ini kuncinya ya pak, bu, dan kamar kalian saling berhadapan" ucap sang petuhas hotel memberikan kunci kamar pada Adinda dan Rain "setelah bebersih kita keluar untuk makan ya" ajak Rain pada Dinda sebelum membuka pintu kamar
"iya pak" Adinda membuka pintu kamarnya yang tepat berada di depan kamar Rain
__ADS_1
Adinda segera membersihkan diri dan berganti pakaian yang lebih nyaman saat akan tidur nanti, dan akan makan malam agar ia bisa tidur dengan nyaman nanti