Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Tidak terima


__ADS_3

mario dan qiana terus berdebat dan tentu saja mereka tidak ada yang mau mengalah karena merasa sama-sama benar


om bachtiar sedikit menggeserkan tubuhnya ke arah sheryl melalui sisi belakang qiana yang kosong "ternyata sifat mereka mirip, sama-sama keras dan tidak mau mengalah" ucap om bachtiar masih melirik ke arah mario dan qiana yang sedang bertengkar


"iya om, emang mirip" balas sheryl


mario menatap tajam sheryl yang malah berbisik di tengah  perdebatannya dengan qiana "kenapa malah kalian bisik-bisik" kesal mario


sheryl menelan salivanya kasar saking terkejutnya dengan suara mario yang cukup lantang "itu..." sheryl jadi tergagap


"hei om jelek!" teriak qiana


"qiana" nada sheryl sedikit keras "jangan tidak sopan dengan orang yang lebih tua, apa kamu lupa apa sudah mama ajarkan ke kamu" ucap sheryl


mendengar nada suara sheryl tentu qiana langsung menunduk takut  "maaf mama" ucap qiana


"jangan tidak sopan sayang, mama sama kan gak pernah ajarin gitu ke kamau" ucap om bachtiar


"iya papa, qiana salah" qiana tahu kesalahannya dan dia hanya diam menundukan kepalnya


"kalau sudah tahu salah apa yang harus kamu lakukan" tanya om bachtiar


qiana menatap tak suka ke arah mario "maaf om" ucap qiana dengan cepat


"qiana...." sheryl tak suka dengan cara meminta maaf qiana


"iya mah" qiana menatap dengan wajah bersalah pada mario "maafkan qiana om karena tidak sopan saat bicara" ucap qiana


"iya ayah maafin" balas mario

__ADS_1


mario kemudian kembali beralih pada sheryl "kamu jangan tidur sekamar dengan dia" tunjuk mario pada om bachtiar "lagian rumah ini banyak kamar jadi harusnya kamu bisa tidur di kamar lain" ucap mario


sheryl menghela nafas pendek "cukup ya mas" sheryl menatap tidak suka ke arah mario "aku skarang hanya mantan istri mas mario jadi ms gak ada hak untuk ikut campur dengan hidupku, mau apapun yang aku pilih itu adalah hak ku" sheryl menoleh ke arah om bachtiar dan mengode dengan lirikan matanya pada qiana


"ayo qiana, papa temenin bobo" om bachtiar mengajak qiana menjauh dari kedua orang tuanya dengan masuk kamar qiana sekalian mengajak qiana tidur


setelah melihat qiana pergi, sheryl kembali berhadapan dengan mario "tolong bersikaplah sebagai seorang tamu yang tahu tempat kalau tidak suka dengan apa yang ada di rumah ini silahkan mas pergi saja" ucap sheryl dengan tegas


hati mario begitu sakit, sakit sekali rasanya mendengar hal itu dari bibir wanita yang sangat ia cintai "apa kamu harus seperti ini sama mas" tanya mario yang sudah terlihat sekali kalau matanya sudah mulai mengembun


"apa mas juga harus memperdulikan wanita lain ketimbang istri dan anak mas" tanya sheryl dengan sendu


"mas gak pernah memperdulikan wanita lain, hanya kamu dan qiana yang paling penting di hidup mas" elak mario yang merasa hanya sheryl dan qiana lah yang ia pedulikan


sheryl tersenyum kecut tapi air matanya tetap jatuh dengan bebas "om bachtiar gak cerita bukan berarti aku gak tahu mas" ucap sheryl


mario mengerutkan keningnya dengan maksud ucapan sheryl  "harusnya mas tahu yang menjagaku dari jauh bukan hanya om bachtiar untuk mas tetap kesulitan mencariku selama ini" sheryl menarik napas dalam-dalam


"apa maksudmu" tanya mario


"walaupun aku kabur darimu dan bilang menyerah dari dulu, tapi sedikit saja " sheryl menepuk pelan dadanya "sedikit saja mas aku masih berharap pernikahan kita mungkin akan kembali utuh" sheryl mengusap pipinya yang terus basah "tapi nyatanya pernikahan kita gak bisa kembali utuh karena wadahnya " sheryl mengagkat vas bunga yang ada di depannya lalu menjatuhkannya begitu saja


"pyar" vas bunga itu pecah begitu saja


"hancur seprti itu mas" sheryl menunjuk vas bunga yang ada di hadapan mereka


mario hanya memandangi sheryl dengan begitu terluka "apa yang harus mas lakuin sheryl" tanya mario dengan nada frustasi


"gak ada mas, pada dasarnya kita dulu menikah dengan terlalu terburu-buu tanpa mengenal satu sama lain, menganggap cinta kita saat itu adalah yang utama padahal ada beberapa hal yang menjadi ego kit yang tak bisa di kalahkan oleh cinta kita mas" balas sheryl

__ADS_1


"apa karena mas membawa regina dari tua bangka itu" tanya mario dan hanya di balas dengan kediaman oleh sheryl


"mas regina bukan untuk menyelamatkannya, mas merebutnya hanya ingin membalas perbuatannya pada keluarga kita dengan tangan mas sendiri" ucap mario


cairan bening itu terus saja turun dari sudut mata sheryl, bibirnya pun bergetar "apa mas yakin merebutnya hanya untuk membalas perbuatan padanya" tanya sheryl


"tentu saja, biar gimanapun regina hampir membunuh qiana


"coba tanya pada kecil mas sendiri, apa arti regina untuk mas" tunjuk sheryl pada mario


mario mengernyitkan dahinya bingung dengan pertanyaan sheryl "harusnya mas tahu, om bachtiar hanya mengurung regina dan tidak benar-benar menyiksanya karena dia terlalu sibuk menemaniku yang harus mengobatiku yang mengalami ketakutan berlebihan" sheryl terisak dengan pilu


"kau mungkin berpikir menyekap regina karena ingin menyiksanya, tapi kau tahu betul bukan itu alasanya. kau hanya takut saat om bachtiar kembali maka ia akan melakukan niatan awalnya yang ingin menyiksa regina" sheryl menepuk-nepuk dadanya yang terasa begitu sesak


"kau sudah lama mengkhianatiku mas, dan kejadian penculikan qiana hanyalah sebagai suatu penjelas pasti bahwa hatimu bukan untukku" ungkap sheryl


"gak gitu sheryl mas hanya cinta sama kamu" elak mario


"kalau kau mencintaiku, gak mungkin kamu menyakitiku berkali-kali karena wanita lain mas" sheryl mengusap pipinya yang basah


"regina selalu jadi utama buat kamu mas, walaupun dia bunuh aku kamu pasti tetap akan melindunginya, tapi jika aku menyakitinya kau pasti akan membalasnya lebih padaku. aku tidak akan pernah mengalahkan posisi sahabat kamu itu" jelas sheryl


"enggak sheryl" mario menghampiri sheryl dan berlutut di hadapannya "mas cuma cinta sama kamu jangan raguin itu" ucap mario


"kalau alasan kamu peduli hanya karena regina pernah menyelamatkan kamu itu gak masuk akal mas, waktu itu kejadian kamu tenggelam itu di tengah orang banyak dan regina hanya berteriak saat melihatmu tenggelam tapi bukan dia yang terjun untuk mengangkatmu, kalau kamu mau berterima kasih harusnya degan orang yang mengangkatmu dari kolam itu" tegas sheryl


"deg" jantung mario seakan berhenti berdetak saat itu


"hanya bermodalkan teriakan saja, apa kamu pikir aku percaya dengan mudahnya kamu setuju mneikahinya padahal kamu sudah menikah, dan bahkan membiarkan dia lolos begitu saja padahal darah dagingmu yang hampir mati karena kegilaannya itu" teriak sheryl

__ADS_1


sheryl menunjuk ke arah keplanya "coba kamu pikir pakai otak kamu itu, jika aku yang melempar anakmu ke langit apa yang akan kamu lakukan padaku" tanya sheryl dengan penuh amarah


__ADS_2