
"nih mas makan dulu" Sia menyuapi Andreas suaminya dengan bubur ayam yang sengaja ia datangkan dari rumah
"prank" mangkok bubur itu berserakan di lantai dan berceceran di lantai "ya ampun mas" Sia memunguti mangkok yang sudah menyium tanah itu dan melapnya dengan lap kotor yang ada di dalam kamar rawat Andreas
"berapa kali saya bilang gak mau makan bubur, kok kamu ngeyel sih, saya maunya tumis daging, kok kamu ngeyel sih" kesal Andreas yang tidak mendapatkan makanan sesuai keinginannya
"dokter kan sudah bilang mas harus menghindari makanan berlemak tinggi dulu, jadi tolong sabar mas. mas tuh baru di operasi loh" balas Sia mencoba sabar dengan sekuat tenaga
"kenapa kamu jadi ngatur saya, semua yang buat beli juga uang saya kok kamu protes" balas Andreas
"tapi kalau aku sampai nurutin mau mas, aku nanti yang akan di salahkan sama orang tua mas, di bilang gak bisa nasehatin mas" Sia berusaha sekuat tenaga menahan laju air matanya
"itu resiko kamu dong, salah sendiri mau aja di paksa nikah sama saya" Andreas sama sekali tak mau di salahkan
"kalau orang tuaku gak terus memaksaku, aku juga gak mau mas jadi istri kamu" Sia memilih meninggalkan ruangan Andreas dari pada lama-lama makan hati karena tingkah pria yang kini berstatus suaminya
"ceklek" Sia membuka pintu dengan kasar dan wajahnya begitu terkejut saat berpapasn dengan rombongan pria bersetelan putih itu
"ah dokter" Sia begitu terkejut saat berpapasan dengan rombongan dokter yang akan memeriksa keadaan pasien
__ADS_1
"maaf, saya mau masuk tapi tidak nyaman jika menyela pembicaraan kalian" ucap Damian
Sia membungkuk ke arah Damian "maafin saya dokter" Sia buru-buru mendongak dan mempersilahkan para dokter untuk masuk ke ruangan suaminya
"silahkan dok" Sia mempersilahkan Damian masuk di ikuti para asisten yang setia mengikuti Damian saat melakukan obeservasi
"pagi pak Andreas" sapa Damian dengan ramah
"pagi dok" balas Andreas dengan datar
Damian tak begitu peduli dan lebih memilih melihat rekam medis Andreas "dari laporan obeservasi pasca operasi anda di nyatakan cukup baik dan bisa segera pulang dalam dua hari ke depan" Damian menutup catatan kesehatan Andreas dan menyerahkan pada asistennya
"walaupun sampai saat ini berjalan cukup baik, tapi anda harus menjaga kesehatan anda dengan baik, mulai dari olahraga yang anda pilih dan juga makanan, jika anda lalai mungkin jantung anda akan kambuh lagi. Seharusnya untuk anda yang sudah pengalaman dengan penyakit jantung bawaan sejak lahir, anda lebih bisa tahu kondisi diri anda sendiri" Damian memilih pergi ke luar ruangan untuk melanjutkan pemeriksaan pada pasien yang lain
"gimana mau ngadu mas, kita kan baru ketemu tadi dan langsung aku ajak masuk, gimana ngadunya" tanya Sia yang sudah mulai lelah dengan tingkah Andreas yang selalu menyudutkannya
"alah ngaku saja, gak usah banyakan ngeles deh" balas Andreas dengan sinisnya
"terserah lah mas, aku capek sama semua tuduhan kamu" Sia memilih pergi dari ruangan Andreas
__ADS_1
rasanya ia begitu lelah menghadapi sikap suaminya yang tidak pernah berubah sikap dengannya selama mereka menikah .
Andreas dan Sia menikah sekitar 5 tahun lalu atas perjodohan yang di lakukan oleh orang tua Andreas yang ingin putera mereka menikah dengan wanita yang bisa mengurusnya sebab Andreas memiliki riwayat penyakit jantung bawaan lahir dan itu membuat fisik Andreas lemah
Sia yang waktu itu baru berusia 18 tahun di paksa menikah dengan Andreas oleh orang tuanya karena orang tua Sia memiliki hutang budi pada ayah dari Andreas. Mereka ingin Sia yang menikah dengan Andreas untuk membalas budi pada ayah Andreas Kevin Pradipta Murtada
Awalnya tentu Sia menolak keras sebab ia masih ingin menjalani masa-masa awal kuliahnya tanpa hambatan menjadi seorang istri, tapi nyatanya ia harus kalah pada keputusan orang tuanya yang tetap kekeh memaksanya menikah
Saat janji suci di ucapkan Sia dan Andreas, Sia mencoba berusaha sekuat tenaga menerima pernikahannya dengan baik bahkan ia selalu berusaha mengatur waktu antara kuliah dan tugasnya sebagai seorang istri yang harus mengurus suami. Tapi lagi-lagi ia harus menelan pil pahit sebab Andreas langsung menyatakan ketidaksukaannya menikah dengan Sia karena tidak hanya Sia saja yang di paksa menikah tapi Andreas juga di paksa untuk menikah dengan Sia oleh kedua orang tuanya
"*aku gak suka ya menikah denganmu dan aku sama sekali tidak akan pernah mencintaimu, aku hanya terpaksa menikahimu! kalau bukan karena paksaan mamahku, aku juga ogah menikah dengan wanita macam kamu yang cuma dari kalangan biasa saja" *kata-kata pedas andreas saat malam pertamanya selalu teringat di benak Sia tapi harus berbuat apa jika setiap ia mengadu pada orang tuanya, jawabannya selalu sama
"*tahan saja Sia, ayah itu punya banyak hutang budi sama Kevin, ayah mertua kamu jadi tolong bersabarah, ayah yakin jika kamu bersabar nak Andreas juga lama kelamaan akan mencintaimu, yang penting sabar" *Sia benci kata-kata ayahnya yang selalu menekannya untuk tidak menggugat cerai dirinya
Sia berjalan ke arah taman rumah sakit untuk menenangkan hatinya yang begitu sesak karena cercaan suaminya "lima tahun kamu masih bersikap seperti ini mas, kurang bersabar aku sama kamu mas, aku mengurusmu tanpa lelah bahkan saat kamu kambuh aku yang mengurusmu bukan dia" batin Sia terus menjerit karena terus saja di salahkan suaminya, entah itu hal kecil ataupun besar
Sia menghela nafas kasar "sabar Sia, sekarang kamu sudah menyelesaikan pendidikanmu bukan.... setelah mas Andreas pulang ke rumah, kamu bisa cari kerja dan lepas dari keluarga Murtada" Sia suda bertekad untuk meninggalkan suaminya setelah mendapatkan pekerjaannya bahkan ia juga sudah menyiapkan semua hal dan bukti yang tidak bisa membuat keluarga Martada untuk tetap menahannya sebagai istri Andreas, Sia hanya menunggu sebentar lagi untuk mencapai tujuannya
sekitar setengah tahun lalu ia sudah menyelesaikan pendidikan S1 nya yang mengambil jurusan managemen bisnis. Sia sebenarnya langsung ingin melamar kerja toh Andreas juga tidak terlalu memperhatikan aktivitasnya apalagi Andreas sering pulang malam bahkan tidak pulang ke rumah jadi ia pikir tak masalah untuk bekerja dan mulai memikirkan bagaimana caranya ia lepas dari pernikahan toksik yang ia alami secepatnya
__ADS_1
Sia sudah mulai mengirim CV nya ke berbagai perusahaan dan sudaah mulai melakukan beberapa interview tapi lagi-lahi kesabarannya sedang di uji kembali saat keadaan jantung andreas mulai melemah kembali karena Andreas yang sering melupakan obat jantungnya
padahal bukan Sia yang salah jika Andreas melupakan obatnya, Andreas saja tidak pernah pulang ke rumah selama beberapa bulan dan saat Sia menelpon untuk menanyakan keadaan Andreas, Sia akan berakhir di salahkan oleh Andreas