
Bik laras memandang takjub rumah yang tak kalah besar dari rumah bachtiar bahkan banyak sekali tanaman bunga krisan di halaman depan rumah mario "rumah sheryl jauh lebih besar dari rumahku dan juga tua bangka itu" ucap mario tahu rasa takjub bik laras akan rumahnya yang mungkin dalam benak bi laras sungguh besar
mario menggendong qiana masuk ke dalam rumah dan memanggil orang yang sudah mengurus rumahnya selama bertahun-tahun "mbok nah" panggil mario
mbok nah nampak berlari menghampiri mario " iya tuan" balas mbok nah
"kenalin ini qiana, anak saya dan sheryl" mario memperkenalkan qiana pada mbok nah
"wah cantik banget nona muda" mbok nah terlihat takjub akan qiana yang terlihat begitu cantik di mata mbok nah
"mbok tolong suruh orang beresin kamar tamu ya, saya mau tidur di situ saja, biar pengasuh qiana yang tinggal di kamar saya biar mudah kalau mau urus qiana" ucap mario
"jangan gitu tuan, saya tidur di kamar non qiana saja, lagian biasanya non qiana tidur di temani kalau malam" balas bik laras tidak mau memakai kamar majikannya
"iya ayah, biar bik laras tidur di kamar qiana saja, nanti qiana gak bisa tidur malam kalau tidak di temani" sahut qiana
"tapi ranjang kamar kamu kecil qiana pasti sangat sempit nanti" balas mario tak ingin anakya tidur dengan nyaman
"gak papa ayah" balas qiana
"ya sudah" mario mengantar bik laras dan qiana ke kamar qiana yan berada di lantai atas
mario membuka pintu kamar qiana "ini kamar kamu sayang" mario membawa qiana duduk di tepi ranjang dan menunjuk pintu tak jauh dari ranjang "dan kalau kamu pengen ke kama ayah masuk saja lewat sana, pintuny gak pernah ayah kunci" ucap mario
"iya ayah" balas qiana
"kalau gitu ayah masuk dan mandi dulu ya" ucap mario
"iya ayah" balas qiana
bik laras mulai menata barang bawaan qiana dan memandikan qiana agar bisa nyaman untuk tidur. setelah qiana rapih baru dirinya yang membersihkan diri
"makan sama apa nona" tanya bik laras
"bik pengen makan pancake blueberry boleh" tanya qiana
"boleh saja, kalau ada bahannya di dapur" balas bik laras
__ADS_1
"ya sudah ayuk turun dan lihat" ajak qiana
bik laras berjalan ke arah dapur dan bertanya akan persediaan bahan baku pembuatan kue di dapur dan beryukur bahwa mario penyuka buah blueberry jadi ada stok buah itu di kulkas dan bahan pancake yang lain juga tersedia
"nona qiana tunggu saja di sana, biar bik laras buat dulu" ucap bik laras
"iya bik" balas qiana
qiana duduk di kursi ruang keluarga dan menonton acara kartun sambil menunggu bik laras selesai membuat pancake untuk qiana
"non laras lama kerja jadi pengasuh non qiana" tanya mbok nah
"jangan panggil non mbok, panggil laras saja, saya kan cuma pengasuh jadi status kita sama sebagai pekerja di rumah ini" bik laras tak ingin di panggil dengan embel-embel nona karena memang dirinya yang hanya pengasuh
"iya deh, kamu kerja lama jadi pengasuhnya non qiana" tanya mbok nah lagi
"hampir setahun lah saya kerja jadi pengasuh non qiana" balas bik laras
"kamu asalanya dari mana" tanya mbok nah lagi
"saya lahir di Lampung mbok, tapi bukan turunan asli sana soalnya ayah dan ibu saya dulu pendatang di sana" balas bik laras
"masih ada ibu tiri saya dan adik saya" balas bik laras
bik laras membuat pancake untuk qiana dan juga jus buah blueberyy dari sisa buah itu. bik laras membuat dua gelas karena di beri tahu mario lah pencinta buah blueberry itu makanya di kulkas selalu ada stok
"nona mau makan sekarang" tanya bik laras
"iya bik" qiana sudah semangat akan makan malam masakan pengasuhnya yang tidak kalah enak dari masakan mamanya
bik laras membawa makan malam qiana di bantu mbok nah yang membawa masakan yang lain untuk makan malam mario "ayo makan" bik laras menggeser makanan yang akan di santap oleh qiana sebagai makan malam
qiana melirik piring di sebelah pancakenya yang berisi salad sayuran "qiana gak mau sayurannya bik" tolak qiana
bik laras tersenyum menanggapi penolakan qiana "bik laras kan sudah membuatkan makanan yang qiana mau jadi qiana harus makan apa yang bik laras tambahkan untuk makan malam nona" balas bik laras
"iya ya" qiana terpaksa menuruti keinginan pengasuhnya karena qiana selalu di ajarkan untuk membalas kebaikan orang lain padanya apalagi bik laras pasti sudah capek membuatkan makan malam untuknya
__ADS_1
"wah anak ayah sudah mulai makan" mario menghampiri qiana dan duduk di dekat qiana
"iya ayah, qiana tadi minta di buatkan pancake blueberry sama bik laras " balas qiana
"wah ada pancake blueberry" mario cukup tertarik pada pancake yang di buat laras
"kalau tuan mau ambil saja, qiana gak mungkin habis makan segitu, tadi saya juga buatin 2 gelas jus blueberry" ucap bik laras
"kalau gitu saya ambil ya" mario mengambil pancake yang bik laras buat
"hemmmm enak" mario suka dengan pancake buatan bik laras yang cukup pas di lidah mario
"buatan bik laras memang enak yah, gak kalah sama masakan mama" sahut qiana memuji masakan bik laras
akhirnya makan malam mario dan qiana adalah masakan yang di buat bik laras sedangkan bik laras menyantap makanan yang di buat mbok nah untuk makan malam mario
mario mengajak qiana bermain di ruang keluarga sedangkan bik laras membantu mbok nah untuk membersihkan piring kotor dan merapihkan dapur "bik laras sini" panggil qiana
"iya non" bik laras mengelap tangannya dan menghampiri qiana
"ada apa" tanya bik laras
"temani qiana nonton kartun" pinta qiana
"kan ada ayah nona, jadi gak perlu bik laras temani juga" balas bik laras
"ayah gak ngerti tokoh-tokoh dlam kartun itu, gak bisa di ajak ngobro bikin qiana kesel aja karena ngigetin ayah berkali-kali tentang tokoh dalam kartun itu" ucap qiana mencebikkan bibirnya
"ya sudah bik laras temani" bik laras duduk di samping qiana dan tertawa sambil membahas tokoh-tokoh yanga da di dalam film kartun itu yang bisa membuat qiana tertawa sedangkan mario hanya duduk di samping qiana sambil mengamati qiana yang tertawa karena menonton film kartun
mbok nah yang melihat hal itu hanya menyunggingkan senyumnya melihat senyum tuannya hanya karena melihat putrinya sedang tertawa dengan pengasuhnya "senyum itu sudah lama sekali tidak terlihat semenjak hubungan tuan dan nyonya berakhir" gumam mbok nah merasa laras begitu cocok jika jadi nyonya rumah dan ibu sambung qiana karena qiana begitu dekat dengan bik laras, tapi itu hanyalah secuil pikiran sekilas yang sekiranya tak mungkin jadi kenyataan
bik laras melirik jam dinding yang sudah menunjukan pukul 9 malam "ini sudah waktunya tidur, ayo cuci kaki, tangan dan muka nona lalu bersiap tidur" ajak bik laras
"masih pengen nonton bik" rengek qiana
bik laras menggelengkan kepalanya "gak boleh, tidur ya tidur" ucap bik laras dengan tegas
__ADS_1
mario menggendong qiana masuk dalam kamarnya dan menidurkan qiana, menyelimutinya tak lupa menyelimuti tubuh mungilnya "selamat tidur anak ayah" ucap mario mengecup kening qiana