
Hari terus berjalan seperti biasanya dan tidak banyak yang terjadi di hidup Qiana dan juga putera yang kini akan merayakan aniversary pernikahan mereka yang ke 6
"Ghaly"teriak Qiana terus mengejar puteranya yang begitu susah untuk makan
"gak mau makan itu mama" protes Ghaly karena tidak suka dengan Qiana yang terus memintanya makan sayur
"tapi kamu butuh makan sayir Ghaly, tidak hanya makan ayah goreng saja" balas Qiana merasa kesal dengan kebiasaan puteranya yang hanya mau makan ayam goreng atau telor mati sapi saja
"tapi ghaly gak suka mami" rajuk sang anak yang tidak ingin di paksa
"oke kalau gitu, kita gak akan main ke tempat scarlett" ancam Qiana pada puteranya yang begitu menyukai Scarlett sebagai teman main
"Ghaly bisa main sama Jean" balas Ghaly dengan santainya
Qiana berkacak pinggang ke arah sang putera yang selalu bisa menjawab semua ucapannya dan itu sangat membuatnya kesal "kenapa kamu selau menjawab apapun ucapan mamamu, sifat mana yang kau tiru hah" ketus Qiana pada Ghaly yang sellau menjawab apapun yang ia ucapkan
"tentu saja mama" balas Ghaly tanpa keraguan sama sekali
"kok kamu ngomong gitu sih" Qiana tentu tahu asal ucapan Ghaly karena kedua orang tuanya selalu menceritakan pada ghaly bahwa sifat merajuk dan selalu membantah datang dari Qiana sebab Putera dulunya sangat penurut saat kecil
"ayaaaaaahhhhhh!"teriak Qiana
seseorang yang di panggil Qiana pun segera datang menghampiri "ada apa mah" Putera berjalan mendekat ke arah Qiana
"itu yah" Qiana menunjuk ke arah Ghaly dan memasang wajah sedihnya
"Ghaly ngelawan Mama terus padahal Mama cuma suruh Ghaly makan sayur karena Gahly gak pernah makan sayur yah" adu Qiana dengan suara manjanya membuat Ghaly mendengus sebal akan kelakuan mamanya yang selalu berlindung pada ayahnya
putera menoleh ke arah Ghaly "apa yang pernah ayah bilang Ghaly" tanya Putera dengan suara tegasnya membuat Ghaly diam menunduk
__ADS_1
"ingat yah" balas Ghaly
"apa itu" tanya Putera
"tidak boleh melawan apapun ucapan mama, karena mama adalah orang yang sudah melahirkan Ghaly jadi Ghaly harus menghormati mama dan selalu patuh pada mama" Ghaly mengulang setiap ucapan yang sellau di tekan ayahnya untuk selalu menghormati wanita yang sudah melahirkannya
"bagus kalau gitu jadi kamu tahu harus apa kan" balas Putera
"iya yah" Ghaly mengambil makanan yang tadi di seiapkan mamanya untuk dirinya dan memakannya dalam diam
Qiana menghela nafas "kenapa kalau sama ayah nurut gitu giliran sama mama gak gitu sih" keluh Qiana
Putera tersenyum ke arah Qiana "mungkin dia terlalu nyaman dengan mu makanya berani untuk mmebantah sedangkan dengan ayah dia ketakutan jadi tidak berani membantah" kekeh Putera
"oh ya yah nanti mama mau ke rumah mama Sheryl " Qiana memberitahu suaminya kalau akan ke rumah orang tuanya
Putera mengerutkan keningnya "bikin masalah apa lagi Vansh" tebak Putera tentang alasan Qiana yang akan ke rumah mama Sheryl sebab Qiana selalu di minta datang jika adik-adik mereka membuat masalah terutama Vansh yang kini makin besar makin menjaga jarak dengan mamanya dan berakhir berdebat yang tak kunjung usai
"lagi mama tuh aneh deh udah tahu Vansh gak mau kok ya di paksa, lagian Vansh tuh masih muda banget loh, nikah nanti jga gak masalah" balas Putera
"kakak jangan lupa saat seumuran Vansh kita sudah merencanakan pernikahan dan pernikahan kita juga di percepat " ketus Qiana tak ingin putera menyalahkan mamanya
"hehehehehe" Putera menggaruk tengkuknya yang tidak gatal "itu karena ayah terlalu cinta sama mama" Putera mengecup pipi Qiana begitu sayang
***
Sesuai rencananya, Qiana datang ke rumah mamanya setelah anaknya selesai sekolah "mama" panggil Qiana mencari keberadaan mamanya
Mama Sheryl yang tadinya sibuk membaca meletakan majalahnya "anak mama sudah datang" senyum merekah di wajah mama sheryl langsung terbit tatkala melihat putri sulungnya datang
__ADS_1
Qiana datang menghampiri dan memeluk mamanya "ada apa sih mah, nyuruh ke sini" tanya Qiana
mama sheryl mencebikkan bibirnya "emang gak boleh kalau mama pengen anak mama datang" tanya Mama Sheryl
Qiana memutara bola matanya jengah "emangnya Qiana gak tahu kalau mama suruh ke sini pasti selalu ada maksud" timpal Qian ayang tahu betul sifat mamanya
mama Sheryl terkekeh "ngomong-ngomong mana Ghaly" tanya Mama sheryl yang tidak mendapati keberadaan cucunya
"ada, di depan sama Prisa" balas Qiana
Mama Sheryl menghela nafas panjang sebelum menceritakan hal yang jadi niatannya "ini tentang adik kamu Qi" ucap Mama Sheryl yang nampak sedang merangkai kata
Qiana tentu tahu kalau pembahasan mamanya tidak jauh dari adik-adiknya jika bersama orang tuanya "adik kamu gak datang lagi ke tempat yang sudah mama rencanakan padahal mama sudah bekerja keras buat datangin wanita yang sekiranya cocok sama Vansh
"ayolah mam jangan seperti ini terus kita sudah berapa kali membahasnya" kesal Qiana pada sang mama yang sudah berkali-kali di peringati bahwa adiknya tidak mau menerima perjodohan yang di buat mamanya tapi mamanya ngeyel saja
"kamu juga harusnya tahu kalau mama lakuin ini karena mama sayang Vansh " balas Mama Sheryl
"sayang bukan berati memaksa mah" balas Qiana merendahkan suaranya agar sang mama tidak marah
"mama cuma sedih lihat Vansh yang sibuk kerja Qi" tukas Mama Sheryl dengan mimik wajah sedihnya
"sudahlah mah" Qiana menggenggam erat tangan mamanya "Vansh itu masih muda, baru berusia 24 tahun jadi patah hati gak akan menghentikan dunianya. Biarkan dia melewati hal ini dengan tenang jangan menambah bebannya dengan segala tingkah mama yang berlebihan" ucap Qiana memperingati mamanya kalau Vansh masihlah muda jadi tidak perlu sampai di jodoh-jodohkan segala
"mama cuma takut Qi" mata mama Sheryl sudah berkaca-kaca dan Qiana tentu sudah tahu apa yang di pikirkan mamanya
"dia sudah mendapat jodohnya mah dan ternyata bukan Vansh jodohnya jadi sudahlah jangan terllau di dramatisir mah" ucap Qiana dengan tegas
"mama cuma sedih Qi, padahal dulu mama seneng banget waktu tahu Vansh pacaran sama Hasley tapi baru 1 tahun mereka sudah putus dan sekarang malah Hasley akan menikah dengan orang lain " balas Mama sheryl
__ADS_1
Vansh dan Hasley memang sempat berpacaran saat dulu Hasley putus dengan pacar pertamanya, dan itu sekitar 4 tahun lalu tapi kisah asmara Hasley dan Vansh tidak bertahan lama sebab jarak yang terbentang jauh membuat komunikasi mereka kurang terjaga dan kepercayaan yang memudar membuat hubungan mereka harus berakhir di tengah jalan
Vansh yang sangat mencintai hasley tidak menjalin hubungan dengan siapapun pasca putus dari hasley tapi malah setelah putus dua bulan dari Vansh, Hasley sudah memiliki kekasih baru dan akan menikah sebab Hasley baru saja bertunangan dan itu membuat Vansh begitu sakit hati tapi tak ada yang bisa di lakukan sebab HAsley lah yang meminta Vansh menjaga jarak