
Ash sampai ke Mansion hanya dalam waktu 15 menit, Ia masuk dan menghampiri istrinya di kamar mereka.
"Cepat sekali, Paman terbang atau bagaimana?" Shena yang baru keluar dari kamar mandi tentu saja terkejut, pasalnya pria itu tiba-tiba saja sudah berada di dalam kamar.
"Aku menggunakan sepeda." Ash menjawabnya asal.
Shena berdecak kesal, Si beruang kutub itu selalu saja menjawabnya dengan jawaban aneh.
"Cepatlah bersiap! Kau ingin pergi keluar atau di dalam kamar saja berdua bersama suamimu? Sepertinya kau sudah mandi dia kali, ya? Apa kau akan melanjutkan mandi yang ketiga?" Dengan jahilnya Ash mengeluarkan seringai jahatnya, ia berjalan mendekati Shena dan menyentuh rambut Shena yang basah.
"Dasar Paman Mesum!!" Hardik Shena menepis tangan Ash dengan kasar. la berlari ke ruangan ganti dan memakai pakaian nya. Setelah dirasanya cukup, Shena keluar dengan menggunakan dress berwarna glacous serta tas kecil ditangannya.
Sesaat Ash sesak sendiri melihat penampilan Shena seperti anak SMA, Tanpa polesan makeup yang merona. Memang benar, istrinya bahkan usianya lebih muda 6 tahun darinya.
Shena duduk berdiri dengan penampilan yang menawan.
"Ayo Paman, Aku udah siap."
"Tunggu sebentar, Aku ingin mengganti pakaianku."
Shena mengangguk mengiyakan, la menunggu suaminya di sofa sambil memainkan ponselnya. Kemudian membalas semua pesan chat dari Dayn dan Arthur yang menanyakan bagaimana kabarnya saat ini.
"Aku harus hapus semua pesan chat ini. Aku harus melupakan orang yang sudah melupakan ku! Sekarang aku harus fokus dengan diriku sendiri bersama Paman Ash." Kata Shena menghapus pesan chat dari Arsen itu.
Shena sejenak terdiam dalam lamunannya, Entah apa yang sedang ia pikirkan, tapi semua ini sangat menggangu dirinya.
"Kau hanya masa lalu ku Tuan Arsen, Tidak ada tempat bagi seorang penghianat seperti mu."
Shena menghapus seluruh pesan masuk dari nomor yang mengaku dirinya adalah Arsen.
"Siapa penghianat?" Ash yang sudah berdiri dihadapannya sempat mendengar perkataan Shena barusan.
Shena terkejut dan gelagapan. kapan Ash berada di sana? Suaminya itu suka sekali muncul secara tiba-tiba.
"Bukan, bukan siapa-siapa Paman, Tadi aku sedang membaca cerita pendek di ponselku tentang penghianatan." Bohong Shena pada suaminya, Arsen adalah masa lalu yang pernah membuatnya benar-benar down terus menyimpan harapan padanya tapi tidak membuahkan hasil.
Shena menatap penampilan Ash yang beda dari biasanya, pria itu semakin terlihat tampan dengan pakaian santainya. Shena terpana melihat Ash yang tampan.
"Aku tahu kau terpesona dengan ketampanan ku." Seru Ash membuyarkan lamunan Shena. Gadis itu tersenyum malu-malu.
"Iya, Paman tampan sekali. Seperti nya berpenampilan seperti ini cocok untuk menutupi usia Paman yang hampir berkepala empat." Shena berkata dengan sangat polos, Ia tidak tahu jika orang yang dihadapannya itu sudah kesal setengah mati.
"Shena, Sebenarnya usiaku masih muda dan tidak terlalu jauh dari usia mu sekarang. Aku berusia 2-..." Ungkap Ash terpotong.
"26 Tahun! Aku tahu kita hanya memiliki selisih usia 6 tahun." Kata Shena lebih dulu menimpalinya.
"Kau tahu darimana? Perasaanku, Aku tidak pernah menceritakan padamu sebelumnya." Kata Ash terkejut.
"Aku mengetahuinya dari Tuan Dayn. Dia yang bercerita padaku." Kata Shena.
"Lalu, Kenapa kau masih memanggil suami mu dengan sebutan Paman?" Cecar Ash kesal.
"Aku sudah terlalu nyaman dengan memanggil mu seperti itu. Cepatlah, Aku tidak memiliki banyak waktu! Jadi, untuk sekarang sudah tidak ada rahasia lagi diantara kita." Shena menarik tangan Ash menuju lantai pertama. Di sana Asisten Willie sudah menunggu mereka di depan mobil.
"Silakan Tuan muda, Nona Shena." Willie membuka pintu mobil untuk kedua majikannya.
__ADS_1
"Oh... Kau manis sekali Tuan Willie!" Gemas Shena ingin merekat wajah Willie yang bertutur kata manis tapi diancam dengan wajah garang Ash.
"Kau mengatakan apa?" Bentak Ash tidak terima saat istrinya memuji pria lain dihadapannya. Ia menatap tajam asistennya yang sudah menundukkan pandangan nya.
"Maaf Tuan, Ini diluar kendali Saya..."
Shena masuk ke mobil dengan tersenyum senang. Ia tidak tahan dengan raut wajah antara Tuan dan bawahannya, Sama-sama sedang bersitegang.
"Cepatlah suamiku yang tampan, Aku tahu kau tidak memiliki banyak waktu juga, bukan?!"
Seketika wajah Ash tersenyum saat mendengar pujian dari istrinya.
Willie pun segera melajukan mobilnya, mengantar para kedua majikannya yang kasmaran.
"Wahh..." Pekik Shena setelah sampai di taman bermain.
"Ramai sekali Paman, Aku ingin naik itu, yang itu juga.." Tunjuk Shena pada wahana yang lumayan ekstrim menurut Ash.
"Tidak boleh! Itu berbahaya." Tolak Ash langsung, bagaimana tidak melarang, tempat permainan yang Shena inginkan itu bisa membuat dirinya lebih cepat menghadap sang kuasa.
Wajah Shena berubah masam, Ia benar- benar tak suka dengan sikap buruk dari suaminya itu.
"Jika tahu seperti ini lebih baik aku diam saja di mansion dan menghubungi Tuan Dayn dan Arthur." Ucap Shena meninggalkan Ash yang sedari tadi tidak melepaskan tangannya dari lengan istrinya.
...***...
Setelah menghabiskan waktu di taman, akhirnya mereka mengunjungi salah satu restoran yang tidak jauh dari taman untuk makan malam. Tadi Ash benar-benar tidak memberikan kesempatan pada Shena untuk menikmati semua wahana, hanya beberapa wahana kecil yang bisa ia naiki. Itupun harus bersama dengan suaminya itu.
"Kenapa wajah mu masam? Kau ini sejenis spesies langka yang baru keluar dari perut bumi!" Kekeh Ash mengejek istrinya yang sedang kesal.
Dan akhirnya Ash juga Shena saling tatap dengan sangat sinis. Shena kesal setengah mati dengan aturan tidak masuk akal yang dibuat suaminya itu. Ingin naik wahana permainan saja harus wahana yang dia inginkan. Bahkan ketika mengunjungi para sahabat nya alias para binatang di kebun binatang saja harus berjarak dua meter. Lebih baik dia melihat semuanya dari ponselnya saja. Shena menghentakkan kakinya kesal setengah mati.
Drrttt.. drrttt..
Ponsel Shena berbunyi hingga terdengar ke telinga Ash. Pria itu menatap Shena yang mengangkat ponselnya tanpa mempedulikannya di sana. la melihat perubahan wajah Shena saat melihat ponselnya barusan, Seperti sedang terjadi sesuatu.
"Apa yang kau lihat? Mengapa wajahmu muram?" Ash menatap Shena dengan penuh selidik.
Shena hanya membalas tatapan Ash dengan tatapan malas, Lalu memasukkan ponselnya kembali. Namun, Saat ponsel baru saja dimasukkan kedalam saku nya, Benda itu kembali berbunyi sangat nyaring
"Berikan padaku!" Titah Ash mengulurkan tangannya.
"Untuk apa? Bukannya kau memiliki ponsel sendiri.."
Karena Shena tidak ingin memberikan ponselnya, dengan paksaan Ash merampas ponsel milik istrinya.
"Kembalikan ponsel ku, Paman! Mengapa kau senang sekali mengambil ponselku.." Jerit Shena bangkit ingin mengambil ponselnya.
"Diam, Jangan berisik!" Sarkas Ash dengan tatapan tajamnya, Seketika Shena balik lagi ke tempat duduknya. Tapi tunggu dulu, sepertinya ada yang salah!
"Astaga! Aku lupa keluar dari WhatsApp..." Gumam Shena menepuk keningnya. Dan sesaat ia melihat wajah Ash yang berubah tidak bersahabat.
Ash menatap tajam istrinya seperti ingin mengulitinya hidup-hidup.
Untunglah pesan misterius itu sudah terhapus lebih awal oleh Shena. Sehingga di handphonenya tidak terdapat jejak apapun. Tapi tetap saja Ash curiga.
__ADS_1
"Siapa dia? Apa dia mantan kekasih mu?"
Shena diam menundukkan kepalanya, Ia takut dengan raut wajah Ash yang sedang memelototinya.
"Jadi, Kau sedih hanya karena pria ini? Dasar wanita bodoh." Hardik memberikan kembali ponsel Shena.
"Sepertinya dia pernah memiliki hubungan dengan mu! Mengapa kau tidak pernah memberitahu dari awal?" Tanya Ash menatap wajah Shena dengan intens.
"Dia hanya masa lalu Paman, Tidak seharusnya kita membahasnya." Tolak Shena.
"Baiklah, Aku anggap ini sudah selesai. Tapi, Aku tidak akan tinggal diam. Setidaknya aku memiliki dua alasan jika aku ragu berhubungan kerja sama dengannya nanti." Ash tidak ingin membahas lagi masa lalu Shena yang menang tidak perlu untuk dibahas. Saat ini yang harus mereka bahas adalah hubungan rumah tangga mereka berdua.
Setelah keheningan yang terjadi, makanan tiba dihadapan mereka berdua. Shena nampak berbinar menatap Semua makanan satu persatu.
"Wahh, Ini makanan kesukaan ku, Paman!"
Shena menepuk tangannya tidak sabaran.
"Dibandingkan dengan sarapan tadi pagi. Aku hanya memakan sandwich dan susu, dan sekarang aku akan makan lezat!!"
"Kau menyukai semuanya?"
"Iya Paman, Kau memang suami pengertian."
Shena ingin mengambil satu piring lobster yang sudah diolah dan siap untuk di makan.
"Tunggu dulu!" Ash menghentikan tangan Shena.
"Kau harus berterima kasih padaku hari ini, bukan? Karena aku sudah menghibur dan membawa mu makan kesukaan mu."
Shena mengerutkan keningnya, Ini pasti akal akalan suaminya lagi.
"Maksudnya bagaimana? Aku sudah tidak memiliki uang untuk membayarnya."
"Aku tidak membutuhkan uang mu." Ash tersenyum licik siap untuk menjahili istrinya.
"Lalu, Bagaimana? Cepat katakan Paman, Aku sudah tidak sabar."
"Mudah saja..." Ash tersenyum jahil mendekatkan wajahnya ke arah Shena.
"Berikan aku satu kecupan sebagai tanda terima kasih mu."
Shena membulatkan matanya terkejut, Bagaimana bisa Paman Beruang Kutub itu meminta sebuah kecupan di tengah keramaian seperti ini. Shena tidak setuju. Lagipula siapa yang ingin memberikan sentuhan bibir pada pria mesum seperti suaminya itu di tengah keramaian.
"Aku tidak ingin. Lebih baik aku tidak makan saja."
"Baiklah jika kau menolak." Ash mengambil salah satu lobster yang sangat menggugah selera siapa pun. la melahap udang raksasa itu dengan sangat nikmat. Sampai-sampai Shena menelan salivanya sendiri.
Tidak tahan akhirnya Shena menyerah, Ia setuju untuk memberikan Ash sebuah kecupan bibir. Lagipula bukankah hanya sebuah kecupan? Kecupan dengan Ciuman itu berbeda jauh, bukan?
Cup!
Shena mengecup bibir suaminya hanya terhitung sekitar satu detik dan setelahnya ia tersipu malu.
Ash langsung tersenyum merekah. Namun, yang membuat Shena benar-benar kesal adalah setelah ia memberikan kecupan dipipi suaminya, mungkin itu tidak cukup dan tidak sesuai dengan keinginan Ash. Pria itu selalu mengecup bibirnya setiap kali makanan itu masuk ke dalam mulutnya yang menghantarkan sebuah lobster yang sudah diambil dagingnya masuk ke mulut Shena juga. Ini sekilas seperti transfer makanan!
__ADS_1