Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Extra part 26


__ADS_3

 Sia mulai membuka mata saat matahari mulai menusuk ke matanya yang masih tertutup rapat "eeugghhh" Sia membuka matanya perlahan "loh kok aku di ranjang" Sia begitu terkejut saat menyadari dirinya tidur di atas ranjang padahal semalam ia ingat betul tidur di sofa


Sia segera menoleh ke samping "huuuuhhhh" Sia bernafas lega saat tak ada siapapun di sampingnya "hampir saja jantungku mau copot" ia pikir tidur seranjang dengan Damian, tapi nyatanya tidak dan sungguh membuatnya lega


Sia beranjak dari tidurnya mengedarkan pandangannya ke sekitar, ia melihat secarik kertas ada di atas nakas dan segera mengambilnya


Sia mulai membacanya "maaf gak bangunin kamu saat mau pulang, kalau kelamaan di sini bisa khilaf mas jadi pas kebangun langsung pulang saja, dan maaf kalau mas mindahin kamu ke ranjang tanpa izin ya, takut kamu gak nyaman tidurnya kalau tetap tidur di sofa" pesan yang sudah pasti itu dari Damian


Sia menyunggingkan senyumnya tatkala melihat pesan Damian yang itu artinya Damian menghargai Sia yang tak ingin di sentuh sebelum mereka resmi menikah "apa aku menikah saja dengannya ya, dia sudah berusaha berubah selama ini" gumam Sia merasa Damian sudah banyak perubahan dan begitu banyak memberi bukti perihal keseriusannya untuk mempersunting dirinya


Selama satu tahun kedekatan mereka tentu Sia bisa melihat dengan jelas bagaimana perubahan Damian, dia kini benar-benar menjaga jarak dengan wanita lain dan ia memutuskan hubungan dengan semua teman kencannya walaupun hampir setiap hari Damian di ganggu para penggemarnya tapi Damian bisa mengatasinya dan menjaga perasaan Sia walaupun Sia tidak secara jelas menerima perasaan cinta Damian dan lebih terkesan menggantungnya


"nanti aku bicara sama mas Damian deh, buat lamar aku ke mama dan ayah" putus Sia yang akan segera menerima ajakan menikah Damian sebab ia sudah melihat perubahan besar di diri Damian selama dekat dengannya


***


Sia dengan wajah serius membaca draft kerjasama dari perusahaan yang menjadi mitra bisnis perusahaan tempat ia bekerja dengan begitu seksama "maaf Pak Andreas, saya masih kurang setuju untuk bagian-bagian ini" Sia menandai semua poin penting yang menurutnya tidak sesuai dengan target perusahaan


Andreas menerimanya dan mulai membacanya "baik, akan segera saya perbaiki" balas Andreas berusaha bersikap profesional saat bertemu dengan Sia


Pembicaraan antara Andreas, asisten Andreas dengan sia dan atasannya bernama Andika berjalan cukup panjang dan pada sampai kata final bahwa Andreas harus memperbaiki kembali proposal kerjasama mereka jika masih ingin di teruskan


"baik kalau gitu saya pamit lebih dulu ya karena pembicaraan kita sudah selesai" Sia memberi hormat pada managernya selalu atasannya langsung setelah pembicaraan perihal kerjasama antar dua perusahaan itu selesai


"iya Sia, kamu di jemput kan nanti, saya mau jemput istri saya soalnya" balas Andika manager yang jadi atasan langsung Sia


"iya Pak, saya di jemput kok" balas Sia

__ADS_1


"ya sudah" Andika beranjak dari duduknya "saya pamit lebih dulu pak Andreas" pamit Andika pada Andreas kemudian menoleh ke arah Sia untuk berpamitan


"iya Pak Andika" balas Andreas


Sia menoleh ke arah Andreas dan asisten dari Andreas "saya permisi ya pak" pamit Sia meninggalkan Andreas dan juga asistennya


Sia berjalan ke luar restoran untuk menunggu Damian menjemputnya " apa kamu berhubungan dengan Damian" seru Andreas menghampiri Sia yang masih betah berdiri di depan restoran karena Damian belum datang


Sia menoleh ke arah belakang di mana ada Andreas di sana "pertanyaan itu tidak perlu saya jawab" balas Sia dengan santai karena menurutnya tak ada kewajiban apapun untuk menjawab pertanyaan Andreas sebab mereka tidak ada hubungan apapun


"Damian itu pemain wanita jadi jangan berhubungan dengannya jika tidak ingin sakit" ucap Andreas


"itu bukan urusan mas Andreas" balas Sia dengan ketus


"mas cuma peduli sama kamu" sahut Andreas dengan suara lirih


Andreas menarik tangan Sia agar menghadapnya "jangan berhubungan dengannya Sia, dia gak cocok sama kamu" tegur Andreas dengan suara meninggi


Sia menghentikan tangan Andreas dengan kasar "yang bisa nentuin siapa yang cocok denganku itu aku sendiri bukan orang lain" tegas Sia


"kenapa kamu ngeyel banget sih Sia, dulu kamu bukan orang yang seperti ini" heran Andreas saat Sia selalu membantahnya padahal dulu Sia paling patuh padanya


"dari dulu aku orang yang seperti ini mas, aku selalu diam karena dulu kamu adalah suamiku yang patut aku hormati dan patuhi perintahnya tapi sekarang ini beda ceritanya, kamu bukan siapa-siapa ku dan tidak ada hak sama sekali untuk ikut berkomentar seputar hidupku" balas Sia dengan suara tegasnya


"Damian itu terkenal playboy Sia, dia hanya akan mempermainkan kamu saja, dia akan membuat hidup mu menderita dengan banyaknya wanita di hidupnya" ucap Andreas mencoba memprovokasi Sia


"gak semua orang sama sepertimu mas, yang berani membawa wanita simpanannya di depan istri sahnya" teriak Sia yang sudah mulai kesal karena Andreas terlalu ikut campur dengan hidupnya

__ADS_1


"aku cuma gak mau kamu hidup susah jika memilihnya" ungkap Andreas dengan lirih


"aku dulu pernah merasakan yang lebih sakit dan lebih menyusahkan saat menikah denganmu mas" balas Sia membuat Andreas tak bisa berkutik karena memang itu kenyataannya


"ada apa sayang" Damian menghampiri Sia yang terlihat sedang berdebat dengan Andreas dengan tatapan heran


"gak papa kok mas" Sia tersenyum ke arah Damian dengan senyum manisnya


"yuk cepetan sayang, mamah sudah nungguin di rumah" ajak Damian mengulurkan tangan kanannya ke arah Sia


"iya mas" Sia meraih tangan Damian dan mengikuti langkah Damian dengan perlahan


"apa kamu serius dengan Sia" tanya Andreas menghentikan langkah Damian


Damian menoleh ke arah Andreas "tentu saja aku serius dengan Sia, kamu gak lihat seluruh keluarga besar aku sudah mengenalnya dan mengenalnya sebagai calon istriku. Kekasihku dulu saja tidak di ketahui keluargaku besarku dia siapa" balas Damian dengan senyum tipisnya


Andreas merasakan tersindir akan ucapan Damian "bukan salahku kalau dia memilihku dulu" ucap Andreas dengan suara lantangnya


"aku gak bilang kamu salah, aku biasa saja kok kalau dia memilih kamu dulu" Damian tersenyum kilas tapi sedetik kemudian ia merubah wajahnya menjadi datar dan dingin


"tapi kali ini jangan main-main dengan wanitaku Andreas, berani kamu deketin Sia, aku habisin kamu" ancam Damian dengan tatapan tajamnya


"ayo sayang" Damian meraih tangan Sia meninggalkan Andreas yang masih diam mematung


"karena dia memilihku kamu mengambil bekasi hah" sindir Andreas


"jangan pernah mengatasinya bekas" Damian menatap tajam ke arah Andreas "kamu saja yang terlalu bodoh melepas wanita sebaik Sia" umpat Damian

__ADS_1


"tapi aku bersyukur sih kamu yang bodoh sejak dulu jadi aku bisa mendapatkan wanita sebaik Lucinda Karena" seru Damian bergegas meninggalkan Andreas


__ADS_2