Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Di culik


__ADS_3

Sheryl sudah di pindahkan ke ruang rawat VVIP yang sudah di siapkan secara khusus oleh mario untuknya "anak kita mana mas" tanya sheryl saat mario membantunya berbaring


"setelah anak kita di bersihkan  dan di periksa Leon baru nanti langsung di bawa ke sini " balas mario


"mas sudah siapin nama kan buat anak kita" tanya sheryl


"sudah dong " balas mario


"siapa mas namanya " tanya sheryl penasaran dengan nama yang sudah di siapkan oleh mario


"namanya Qiana Queensha Kennedy" balas mario dengan bangga menyebutkan nama yang sudah ia siapkan untuk putri pertama mereka


"bagus mas" sheryl menyukai nama yang di berikan mario untuk putri mereka


***


brian menghampiri ayah bimo di ruang kerjanya " bisa kita bicara ayah" ucap brian meminta perhatian ayah bimo yang terlihat sedang sibuk


ayah bimo yang sedang sibuk memeriksa berkas, menghentikan kegiatannya dan melepas kacamata bacanya menoleh ke arah brian "duduk dulu" tunjuk ayah bimo pada kursi di depannya


brian duduk di hadapan ayahnya "apa ayah kenal dengan tuan Bachtiar Atharazka" tanya brian


ayah bimo mengerutkan keningnya mendengar nama yang jelas ia tahu siapa pria itu "bagaimana kamu bisa mengenalnya" balas ayah bimo yang malah balik bertanya dan tidak menjawab pertanyaan brian


"jadi ayah kenal dengannya" brian sudah bisa menebak pasti ayahnya mengenal ayah kayla melihat dari reaksi ayah Bimo


"kamu gak bikin masalah sama dia kan? dia bukan orang yang bisa di ajak main-main dan dia sangat sulit untuk di ajak bicara dengan baik" ungkap ayah Bimo


brian memejamkan matanya, ia harus jujur pada ayah Bimo jika ingin selamat  "aku menghamili putrinya" ucap brian takut akan kemarahan ayahnya


"apa!" ayah bimo tentu begitu jaget saat brian mengatakan menghamili anak bachtiar Atharazka yang jelas adalah pria berdarah dingin dan punya kuasa di dunia bawah melebihi dirinya

__ADS_1


kalau dulu mungkin ia tak akan kaget, tapi ini beda cerita bukankah setelah tahu kinan hamil puteranya sudah berhenti tapi kenapa ini kembali lagi membuat masalah perihal ************


***


Jemina berjalan ke arah rumah keluarga ayah burhan dengan santai. kedatangannya ke sana di karenakan kinan yang meminta tolong pada mantan kakak iparnya yang kebetulan adalah kakak dari anaknya di karenakan jesika tak bisa di mintai tolong sebab jesika sedang liburan ke luar negeri, jadi walaupun jesika maupun akan sulit bagi jesika untuk kembali ke Indonesia dalam waktu singkat. alhasil kinan meminta tolong jemina untuk menjaga putera karena biar gimanapun jemina memiliki hubungan darah yang dekat dengan putera jadi jemina pasti akan menjaga putera dengan baik


"sore mbok" sapa jemina pada mbok jum yang kebetulan sedang menyapu di teras rumah


"eh nona" balas mbok jum yang tentu mengenali siapa jemina


"saya ke sini di minta kinan buat jaga putera, puteranya mana mbok" tanya jemina


"ada di kamar tuan besar kayanya, saya panggilin saja ya" mbok jum berniat berjalan masuk ke dalam untuk memanggil ayah burhan


jemina menahan tangan mbok jum "gak usah mbok, mbok lanjutin aja kerjaannya, saya bisa ke sana sendiri kok. kebetulan saya tahu di mana kamar om burhan" ucap jemina dengan senyumannya


"ya sudah non, kebetulan saya lagi mau nyetrika di belakang setelah selesai nyapu teras " balas mbok jum


saat membuka pintu, jemina bisa melihat jelas ayah burhan ada di kamar "ternyata lagi tidur " jemina melihat ayah burhan dan putera yang sedang tertidur pulas, begitu pulasnya sampai ayah burhan tak mendengar jemina masuk ke dalam kamar ayah burhan


jemina menutup pintu kamar ayah burhan dan tak lupa mengunci pintunya. jemina berjalan ke arah ranjang dan duduk di tepi ranjang tepat bersebelahan dengan ayah burhan


"cup" jemina langsung mengecup bibir ayah burhan tanpa aba-aba


merasa ada yang mengusik tidurnya tentu ayah burhan langsung membuka matanya lebar 'kamu" ayah burhan begitu terkejut akan adanya jemina di kamar pribadinya


ayah burhan menoleh ke arah pintu kamarnya, jemina mengikuti arah mata ayah burhan "sudah aku kunci kok" ucap jemina dengan senyuman


ayah burhan langsung menarik tengkuk jemina untuk mendekat ke arahnya "cup" ayah burhan melahap habis bibir ranum yang ada di hadapnnya itu


***

__ADS_1


sheryl sedang menyusui baby qiana  "dia lahap banget minumnya  ya mas" sheryl begitu takjub saat baby qiana langsung lahap mengambil sumber kehidupannya itu


mario mengusap pipi mungil baby qiana "iya sayang, anak kita pintar ya" ucap mario dengan takjub


"ngomong-ngomong kak kinan sama romi mana mas, tadi kan aku berangkat sama mereka" tanya sheryl yang tak mendapati keberadaan romi dan juga kinan


"romi tadi izin mau pulang lihat kayla, katanya dia khawatir dengan keadaan kayla kalau kakak kamu lagi di ruangan hans" mario duduk di tepi ranjang sheryl "pasti mereka mau langsung urus pernikahan mereka setelah tahu brian hamilin kayla, gak ada alasan lagi brian mau larang kinan" ungkap mario


"bagus deh kalau mereka nikah, kak kinan kan juga pantas bahagia" balas sheryl


"iya sayang" balas mario


setelah di susui baby qiana di bawa kembali ke ruang rawat bayi di bawa perawat agar kembali beristirahat


setelah baby qiana di bawa ke ruang bayi, seorang wanita memakai seragam suster dan juga masker menghampiri boks baby qiana " kamu anak mereka " gumam wanita tersebut membaca nama orang tua dari sang anak


"begitu cantik" wanita tersebut mengusap pipi qiana "akan aku buat orang tua kalian terutama ibu kamu yang membuatku harus berakhir seperti ini menyesal bahkan menangis darah"  gumam wanita tersebut dengan senyum seringainya


setelah di rasa aman baby qiana di bawa keluar dari ruang rawat bayi dengan gerakan cepat tanpa di sadari siapapun


seorang perawar muda berjalan ke arah boks bayi qiana karena ingin mengecek kondisi baby qiana "loh kemana bayinya" bingung perawat yang tak mendapat pemberitahuan bahwa baby qiana di bawa


perawat tersebut keluar ruangan untuk bertanya pada para penjaga "hei, anaknya tuan mario di bawa apa" tanya perawat wanita itu


"engga kok, emang gak ada di dalam" balas perawat pria


"engga" wajah perawat itu tentu ketar-ketir karena yang di cari adalah anak dari pemilik rumah sakit


semua karyawan tentu panik, tak terkecuali direktur rumah sakit. mereka semua di minta mencari keberadaan baby qiana, dan dari hasil CCTV terlihat baby qiana di bawa oleh seorang wanita berpakaian perawat dan memakai masker


"ceklek" seseorang  membuka pintu ruangan sheryl dengan gerakan kasar "tuan" seorang pria memakai pakaian serba putih itu berdiri di depan mario dengan nafas tersengal-sengal "anak anda di culik" seru pria berjas putih itu dengan raut wajah yang jelas panik

__ADS_1


"apa!" teriak mario kaget akan di culiknya sang putri yang jelas baru 1 jam lalu menyusu pada sheryl


__ADS_2