Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Panggilan di luar (season 2)


__ADS_3

geng langgas itu saking bersemangatnya saat saling bertukar cerita dan tawa bersama untuk sekedar menghibur tiara yang sedang bersedih “terus rencana kamu gimana tiara” Tanya Roland ingin tahu rencana hidup tiara ke depannya


“entahlah” tiara menggelengkan kepalanya bingung akan apa yang harus ia lakukan selanjutnya


“papaku ingin mendaftarkan anak itu di sekolah di sekolahan kita” ungkap tiara dengan menundukan wajahnya sedih


“emang anak itu usia  berapa” Tanya cindy


“enam belas tahun, dia kelas 1 sekarang” balas tiara yang sudah tahu usia anak yang di bawa papanya karena papanya lah yang memberitahu hal itu


“terus kamu mau tinggal serumah dengan anak papa kamu” Tanya qiana penasaran akan apa yang akan di pilih sahabatnya itu


Tiara menggelengkan kepalanya “tidak akan, toh mereka akan bercerai, mamaku sudah pindah ke salah satu rumah yang ia miliki, tapi aku tak mau tinggal serumah dengan mamaku” balas tiara yang rasanya juga tak mau tinggal bersama mamanya yang sering membawa pasangan selain papanya ke rumah


“kamu mau tinggal sendiri” Tanya cindy memastikan


Tiara mengangguk dan menyunggingkan senyumnya “untungnya dulu saat kakekku meninggal dia memberikan semua hartanya untukku bukan untuk papaku, jadi aku punya apartemen sendiri yang bisa aku tinggali, toh sebentar lagi kita lulus sekolah dan akan masuk perguruan tinggi jadi sepertinya tidak masalah jika aku akan tinggal sendiri” balas tiara mulai meras lebih baik belajar mandiri untuk tinggal sendiri, toh dia punya uang sendiri tanpa harus menunggu pemberian kedua orang tuanya


“tapi kamu masih muda tiara, kamu yakin mau tinggal sendiri” Tanya Roland memastikan


“yakin, toh lingkungan apartemenku memiliki keamanan yang tinggi jadi aku bisa tenang untuk tinggal di sana” balas tiara


“emang kamu bisa masak, nanti siapa yang masakin kamu makanan coba” Tanya qiana


“gampanglah, restoran kan banyak” balas tiara dengan santainya


“terserah kamu saja tiara, yang penting kalau butuh apa-apa jangan takut atau segan minta bantuan kita, kitapasti akan selalu ada untuk kamu” ucap roland yang memberikan dukungan untu salah satu sahabatnya


“iya” balas tiara


Sekitar pukul 8 malam, teman-teman qiana mulai pamit pulang, sedangkan qiana duduk di bangku taman dekat cafe untuk menunggu pak anton datang menjemputnya


“qiana” panggil seseorang

__ADS_1


Qiana yang merasa namanya di sebut menoleh ke arah sumber suara “bapak” qiana saking terkejutnya kenapa bisa bertemu pria itu lagi di tempat seperti ini bukankah tadi sudah bertemu di sekolah


Pria itu datang mendekat ke arah qiana “kamu ngapain di sini” Tanya Dion, guru matematika qiana


“tadi habis ketemu sama temen-temen pak, ini lagi nunggu jemputan datang” balas qiana menunjuk ke arah cafe yang baru saja ia datangi


Dion duduk di kursi dekat dengan qiana “mending kamu bilang sopir kamu untuk tidak usah datang biar bapak saja yang antar kamu pulang” ucap Dion


“haa” qiana menganga lebar mendengar penuturan Dion yang ingin mengantarnya pulang “bapak gak salah mau antar saya pulang” Tanya qiana tak menyangka dion ingin mengangtarnya pulang


“enggak lah, toh saya gak ada kerjaan, tapi temani saya makan dulu ya” balas Dion


entah karena apa qiana mau saja menerima ajakn dion “ya sudah deh” qiana mulai mengambil ponselnya yang ada dalam tasnya untuk menghubungi sopir keluarganya “pak anto sudah sampai mana” Tanya qiana saat panggilannya sudah tersambung


“saya lagi di pom nona, mugkin sepuluh menit lagi saya sampai” balas pak anto


“pak anto gak usah jemput saya saja, mending susul vansh ke rumah kakek tanyain mau pulang atau enggak” ucap qiana


“loh, tadi bukannya minta jemput” Tanya pak anto


“ya sudah kalau gitu, saya nyusul tuan muda dulu” balas pak anto


Setelah qiana mengakhiri panggilannya ia menyimpan ponselnya dalam tas “ya sudah bapak makan saja dulu, nanti saya temani bapak makan” balas qiana


“iya” dion mengajak qiana masuk kembali kedalam cafe untuk menemaninya makan


Dion mulai memesan makan untuk makan malam dan tak perlu menunggu lama pesanananya pun datang “bapak, kok makan di sini kenapa gak makan di rumah” Tanya qiana


“di rumah saya hanya sendiri, jadi malas makan makanya saya keluar dan ternyata papasan sama kamu” balas dion


“emang keluarga bapak kemana” Tanya qiana


“orang tua bapak ada Australia sedangkan kakak bapak sudah berkeluarga jadi sudah memiliki rumah sendiri, anaknya yang kemarin kamu lihat waktu acara sekolah adikmu” jelas Dion

__ADS_1


“oh” qiana mengangguk paham


Setelah acara makan malam tersebut dion bergegas mengantar qiana pulang “kamu sering ketemu sama teman-teman kamu di luar” Tanya dion


“gak mesti sih, soalnya orang tua kami agak susah kasih izinnya untuk kami keluar” balas qiana


dion tentu paham maksud ornag tua qiana yang tidak mengijinkan qiana sering kelaura rumah “itu karena mereka menyayangi kamu” balas Dion


“qiana” panggil dion dengan sura lirih


“ya pak” balas qiana


“apa boleh saat kita di luar sekolah kamu tidak manggil saya bapak” Tanya dion dengan hati-hati


“emang bapak mau di panggil apa” Tanya qiana


“terserah, tapi selain bapak gitu” balas dion tak ingin terus di panggil bapak saat di luar sekolah


“om dion” usul qiana memanggil dion dengan sebutan om


“ya gak gitu juga qiana, saya gak setua itu untuk jadi om kamu” balas dion agak kesal dengan usul qiana tentang panggilannya


“masih pantas lah pak, jarak usia kita kan 10 tahun jadi saat bapak sudah masuk kelas 4 SD saya baru lahir” balas qiana


“tapi gak gitu juga lah manggilnya” kesal dion


"lagian papa sama mama kamu jauh lebih jarak usianya, anak papa kamu kan usianya gak jauh dengan mama kamu" balas Dion


qiana memicingkan matanya "ngapain juga bawa-bawa orang tua saya, kita kan gak mau nikah pak, kok bahas-bahas orang tua qiana" balas qiana


dion terkekeh "maaf qiana, saya hanya meras terlalu jauh jika masih di panggil bapak jadi saya pengen sesekali masih di panggil dengan sebutan yang lain


“ih bapak, kelihatan manja gitu sih,” qiana berdecak akan kelakuan dion yang menurutnya aneh “ya sudah mas Dion deh kalau di luar, gimana” Tanya qiana meminta pendapat Dion atas panggilan yang akan ia gunakan saat di luar sekolah

__ADS_1


“bagus” balas dion yang merasa puas dengan panggilan yang di usulkan qiana untuknya


"ya sudah mulai hari ini saat di luar sekolah qiana akan panggil pak dion dengan sebutan mas Dion" ucap qiana


__ADS_2