Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Part 55 - Nafsu Yang Tidak Bisa Ditahan


__ADS_3

Saat ini Shena dan Ash berada di dalam kamarnya dengan kesibukan mereka masing-masing. Jika Ash disibukkan dengan sisa-sisa pekerjaannya, Sedangkan Shena yang saat ini tengah sibuk memasukkan seluruh pakaiannya ke dalam koper.


Tadi saat mereka sudah sampai di Mansion Shena langsung setuju untuk ikut bersama Ash ke Bali. Ini bukan tanpa sebab, karena kejadian beberapa hari yang lalu saat ia kembali bertemu dengan Deon. Mungkin saat ini satu-satunya yang membuat Shena aman adalah bersama dengan suaminya itu.


"Kita berapa lama di sana, Paman? Aku akan menyiapkan baju sesuai jadwal Paman di sana saja."


Shena berucap sambil sesekali matanya menatap suaminya, tangan mungilnya tetap membereskan seluruh barang yang akan ia bawa. Shena terlalu bersemangat untuk pergi menemani Ash bekerja sambil menikmati liburan mereka.


Ash sejenak terdiam, Lalu melihat ke arah Shena. Jika ditanya berapa lama, Ash tentu ingin berlama-lama di Bali.


"Belum tahu pasti, Tapi mungkin bisa lumayan lama."


Shena kembali berpikir mengenai Ayahnya yang akan sendirian saat mereka pergi walaupun sebenarnya itu tidak akan berpengaruh jika Dayn dan Arthur langsung turun tangan untuk membantunya. Namun, Itu tidak sedikitpun terlintas dibenak Shena.


"Tapi bagaimana dengan Ayah? Aku bahkan tidak pernah pergi tanpa Ayah. Dia akan sendirian di sini." Shena memang sudah mengkhawatirkan ayahnya dari sejak kebangkrutan. Ia takut jika ternyata Ayahnya memiliki masalah yang sedang diincar dalam bahaya.


Ash sebenarnya ingin meminta Shena untuk tidak memikirkan Ayahnya lagi, Tapi sepertinya itu terlalu egois. Yah walaupun sebagai seorang suami, Ia ingin sekali bersama dengan Shena yang melakukan tugasnya sama seperti istri-istri yang lain.


"Tidak perlu khawatir. Ini adalah kedua kalinya kita pergi dan yang pertama saat ke Paris. Besok Willie, Arthur dan Dayn yang akan membereskannya."


Shena hanya tersenyum kaku. Dan mempercayakan semua pada suaminya.


Tubuh mungil Shena nampak sangat seksi malam ini. Lihatlah bagaimana wanita itu mengikat rambutnya hingga menampakkan jelas leher jenjangnya. Sungguh! Ash tidak bisa fokus dengan pekerjaannya saat ini.


Ash menutup laptopnya, Lalu berjalan ke arah Shena yang masih sibuk.


"Tidak perlu membawa pakaian terlalu banyak! Jika nanti kurang, Kita membeli saja yang baru." Ash ikut duduk di lantai memeluk tubuh Shena yang masih sibuk dengan pekerjaannya. Ia meletakkan kepalanya diceruk leher Shena dan menghirup wangi khas tubuh Shena dalam-dalam. Sesekali bibir nakal Ash mengecup leher Shena sampai basah.


Sebenarnya Shena masih merasa tidak nyaman saat Ash melakukan hal seperti ini. Apalagi saat Ash tiba-tiba saja mengecup leher jenjangnya dengan sangat lembut, Itu membuat Shena ingin mengeluarkan suara aneh dari bibirnya.


"Sebenarnya aku ini kenapa?" Shena tidak habis pikir bagaimana bisa ia ingin mengeluarkan suara-suara aneh setiap kali Ash menyentuh lehernya. Namun, dengan sekuat tenaga ia mengatup bibirnya agar tidak bernapas lebih kasar lagi. Karena jika sampai ia bernapas kasar maka akan terdengar seperti suara yang aneh.

__ADS_1


Shena menggeserkan sedikit lengan Ash yang masih bertandang di perutnya.


"Paman minggir lah, Aku masih harus melipat beberapa pakaian untuk kita."


"Sebentar saja, Aku masih belum puas."


Ash mulai menempelkan bibirnya menjelajah ke seluruh leher Shena. Sampai-sampai la sedikit menggeser baju Shena yang menutupi leher belakangnya dan terlihat tali bra-nya.


"Paman geli.." Shena menggeliatkan tubuhnya saat merasa getaran aneh yang melanda dirinya.


Tangan nakal Ash terus mengusap lembut perut ramping Shena dan berharap dalam hatinya agar Shena segera mencintai dirinya hingga bisa mengandung anaknya. Memang ini terdengar sedikit egois, Tapi inilah Ash! la tidak pernah mempermainkan wanita sekalipun.


Memiliki mantan dalam seumur hidup Ash mungkin akan menjadi satu hal yang buruk dalam hidupnya. Andai waktu bisa dihapus sebagian, Ash tidak ingin memiliki mantan dalam kisah seumur hidupnya. Meskipun banyak sekali wanita yang mengincar, Tapi ia selalu hiraukan godaan mereka. Jika memiliki satu wanita di dalam hidupnya maka ia akan jaga sampai akhir hayatnya, Meski harus tersakiti!


Seorang wanita yang pernah menjadi ibunya dan lalu meninggalkan ia seorang, Membuat Ash tidak ingin bermain-main apalagi menyakiti hati seorang wanita. Ditinggal pergi oleh seorang wanita dalam hidupnya, Tidak akan bisa Ash bayangkan saat mendapatkan Shena. Ash begitu tulus mencintainya meskipun pernikahan mereka terlalu begitu saja mengalir dan tidak akan membiarkan Shena pergi meninggalkannya!


"Ya Tuhan, Mulutku sudah tidak bisa ku tahan lagi.." Batin Shena gundah. Ia meremas celana Ash saat bibir Ash terus bermain di kulit mulusnya.


Ash membalikkan tubuh Shena agar menghadap ke arahnya. Shena bisa lihat wajah Ash berubah lebih sayu dan sendu.


Ash membuka kaki Shena agar ia bisa menduduki Shena ke pangkuannya dengan posisi saling berhadapan. Ash sedikit menggeser tubuhnya ke arah ranjang untuk bersandar.


"Paman, Jangan seperti ini.." Shena yang merasa kurang nyaman dengan posisi ini ingin menghindari Ash. Tapi niatnya ia urungkan saat Ash sudah memeluk tubuhnya lebih dulu. Ash merebahkan kepala Shena ke tubuhnya.


Ash mengusap-usap punggung Shena dengan sangat lembut.


"Kepala ku rasanya sakit sekali. Bisa kau pijatkan kepala ku?"


Shena melihat Ash yang sedang memejamkan matanya dengan posisi kepala yang mengasah ke langit-langit.


"Aku akan ambilkan obat untuk mu."

__ADS_1


"Tidak perlu, Aku hanya membutuhkan pijatan darimu."


Shena duduk dengan benar di atas pangkuan suaminya, Lalu tangan-tangan kecilnya mulai memijat-mijat kening Ash dengan pelan.


"Apa masih sakit?"


Ash mengangguk dengan pelan.


"Masih. Terus pijatkan aku."


Shena yang sedang melakukan apa yang dikatakan Ash bisa melihat jelas, betapa wajah suaminya itu sangat rupawan. Alis yang lebat dan hitam, Matanya yang tajam dan indah dengan bulu mata yang lentik. Jangan lupakan hidung Ash yang mancung, Rahangnya yang kuat, dan bibirnya yang terlihat sangat seksi. Shena terus memperhatikan visual itu sampai dadanya terasa bergemuruh kencang.


"Bisa-bisanya pria ini memiliki bentuk wajah yang sesempurna ini. Pantas saja saat di sekolah, Banyak sekali dari mereka yang membicarakan seorang Ash Vinson. Tapi aku tidak peduli, dan tidak sedikitpun dariku untuk mengetahui informasi mengenainya, dan sekarang malah menjadi istrinya. Ini terasa masuk dalam mimpi seseorang yang sedang mengimajinasikannya." Batin Shena mengagumi wajah Ash yang tampan.


Mata terlelap merasakan pijatan Shena itu sejak tadi di lihatnya perlahan terbuka dan, jantung Shena semakin kuat berdetak. Pria itu tersenyum mengusap wajah cantik Shena.


"Kau mengagumi ketampanan ku?" Tanya Ash dengan nada yang jahil. "Kau baru sadar Jika suamimu ini tampan? Hem?"


Shena tidak bisa berkata-kata, karena semua yang dikatakan Ash benar adanya. Tapi yang membuatnya gugup saat ini adalah jantungnya.


"A-apa dia mendengar suara hati ku? Astaga, ini benar-benar memalukan. Sebenarnya apakah dia manusia yang bisa mendengar suara hati seseorang?" Shena menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Apa kau merasa lelah?" Ash menarik kedua tangan Shena dan mengusap wajah mulus wanitanya yang tengah memerah, Ia membelai dengan penuh kelembutan.


Shena terdiam, Ingin rasanya ia lari dari hadapan Ash saat ini juga. Tapi tubuhnya terasa sangat berat. Shena bisa melihat wajah Ash yang semakin mendekati ke wajahnya, bahkan hidung mereka saling bertemu. Namun, Shena sama sekali tidak menghindar. Seperti mendapat angin segar, Ash langsung saja menempelkan bibirnya dan bibir Shena.


Istrinya itu masih saja diam, bahkan ia menutup matanya saat Ash mulai menggerakkan bibirnya. Ash menjulurkan lidahnya menikmati apa yang bisa ia nikmati. Tangannya merengkuh tubuh Shena dengan sangat erat. Tubuh kecil wanita itu seolah lengket menempel ditubuhnya yang kekar.


Ash menarik bibirnya dari bibir Shena, terlihat jelas wajah Shena yang kesal. Bibir itu kembali menjelajahi leher jenjang milik Shena dengan buasnya. Shena yang sudah tidak tahan menahan suaranya langsung mengeluarkan suara anehnya. Ash semakin menggila meraba tubuh Shena yang yang tengah terlena itu dengan bibirnya.


Ash mengerang saat Shena mencoba mencari tempat yang nyaman untuk ia duduki di atas tubuh Ash. Karena saat ini ada sesuatu yang mengganjal hingga ia merasa sangat tidak nyaman.

__ADS_1


"Jangan bergerak lagi.." Ash menahan bokong Shena yang bergeser ke kiri dan ke kanan.


Saat ini nafsu Ash sudah tidak bisa ia tahan lagi. la menyambar bibir Shena dengan sedikit kasar. Tangannya masuk ke dalam baju Shena dan mengusap punggung Shena dengan halus.


__ADS_2