Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Part 31 - Menyelidiki Masa Lalu


__ADS_3

"Arthur, Aku harus pergi menyusul Ayah dan Dayn. Dan kau, Aku menitipkan istriku padamu. Tolong kau jaga dia selama aku tidak ada." Kata Ash pada Arthur di depan pintu utama untuk berpamitan sebelum kepergiannya.


"Baik. Aku pasti akan menjaganya." Jawab Arthur bersedia.


"Berapa lama kau pergi?" Tanya Shena terdengar lirih dan raut wajah yang sedih.


"Hanya 3 hari. Itupun, jika tidak ada halangan. Arthur akan menjagamu 24 jam selama aku tidak ada." Jawab Ash sembari mengusap lembut pucuk rambut istrinya. Berat rasanya ia harus meninggalkan Shena menyusul Ayah mertuanya jika bukan keperluan penting.


"Apa perlu aku mengantarkan mu, Ash?"


"Tidak perlu. Kau di Mansion saja temani Shena." Kata Ash.


"Perlu aku bantu menyiapkan barang bawaan mu? Kau terlihat tidak membawa apa-apa." Kata Shena dengan masih nada sendu.


"Tidak perlu. Aku tidak membawa apa-apa dan akan membelinya di sana jika ada yang ku perlukan. Dayan sudah membawa semuanya di sana." Kata Ash, lalu pamit dengan melanjutkan langkahnya menuju mobil yang sudah menunggu.


Arthur dan Shena mengantarkan Ash sampai depan mobil.


Sebelum masuk mobil, Ash mencium kening Shena, beralih ke mata, pipi, dan tidak lupa bagian favoritnya di bibir dengan waktu yang cukup lama.


"Aku tidak akan lama, Sayang... Secepatnya aku akan segera kembali. Saat pulang nanti, Kau harus memasakkan aku kembali dengan makanan yang enak kau buat itu!!" Kata Ash. Ia memegang pipi istrinya.


Shena mengangguk pelan.


"Emm.. Beri kabar jika sudah sampai. Titip salam untuk paman, dan Dayn." Kata Arthur canggung rasanya setelah melihat Ash dan Shena berciuman bibir.


"Baik. Arthur, Aku titip Shena. Aku tidak akan pernah bosan mengingatkan mu akan hal ini. Telepon aku jika terjadi sesuatu."


"Tentu Saja. Hati-hati Ash. Jangan lupa memberi kabar."


Ash pun masuk ke dalam mobil, sebelum itu ia puas-puaskan menatap wajah istrinya yang terlihat sedih akan kepergiannya.


Shena menatap kepergian Ash sampai menghilang dari halaman Mansion. Tak Sadar, Satu tetes air mata lolos ke pipinya setelah mobil Ash semakin menghilang. Shena merasa sedih, Entah karena kehilangan sosok Ash, atau sosok teman bertengkar dengannya. Setidaknya untuk tiga hari Shena tidak akan menggunakan suaranya lagi untuk berteriak membalas pertengkarannya dengan Ash, bukan?!


"Ayo masuk. Di luar dingin. Kau harus istirahat." Ajak Arthur merangkul bahu Shena dan masuk ke dalam Mansion bersama-sama. Semasa perjalanan masuk, Shena hanya menunduk dan terlihat tidak semangat lagi karena mataharinya pun pergi.


"Tidak Ayah, Tidak Paman Ash, Semuanya pergi tanpa membawaku!" Ucap Shena yang terdengar oleh Arthur.


"Eh.. Kenapa aku harus bersedih?! Bukankah lebih baik jika Paman Mesum itu pergi dari sini. Setidaknya tidak ada Jin pengganggu!!" Ketus Shena, ia menghapus air matanya, dan pergi berlari meninggalkan Arthur lebih dulu menuju kamarnya. Dan sepertinya, di kamarnya ia kembali menangis dengan derasnya sambil memeluk guling...

__ADS_1


...***...


Pukul 02.00 dini hari...


JEDUARR!!!!


PYAARRR!!!!!


Keadaan di luar kebetulan sedang hujan yang mengguyur tanah bumi sejak pukul 00.00 sampai hingga saat ini belum reda. Bersamaan dengan suara petir yang sangat keras suara gelas pecah terdengar membuat Arthur berlari tergesa-gesa menuju asal suara.


Sesampainya di dapur, Arthur menemukan Shena terduduk di lantai dengan kedua kaki di tekuk, kedua tangan menutupi kedua telinga, dan badan gemetaran.


"Yaa-Shena!! Kau kenapa?" Tanya Arthur menghampiri dengan khawatirnya.


JEDUAR!!!


"TIDAAKK!! Ayah!! Hikss... hikss.."


Shena semakin berjongkok dan menutup telinga dengan kedua tangan. Arthur tahu Shena ketakutan. Dengan sigap Arthur menggendong Shena menuju kamar Ash dan Shena. Badan Shena makin gemetaran di gendongan Arthur.


"Istirahatlah! Jika ada apa-apa, panggil aku." Kata Arthur. Menidurkan Shena di ranjang dan menyelimutinya.


"Baiklah, Aku akan menemanimu di sini. Kau harus kembali tidur. Aku tidak akan pergi kemana-mana." Ucap Arthur.


Shena sendiri memiliki ketraumanaan sejak kecil yang tidak bisa ia hilangkan. Setiap kali mendengar petir dan juga tiba hujan, ia akan ketakutan dan muncul anxiety. Karena kala itu ibunya meninggal di saat ada hujan dan petir menyambar. Ceritanya, seperti biasa ibunya selalu menjemput Shena pulang sekolah saat masa taman kanak-kanak, Ibunya terlihat memakai payung karena kondisi saat itu cuaca sedang hujan dan saat sedang menyeberang, Suara petir menggelegar bersamaan dengan sebuah truk pengangkut barang yang kehilangan kendali akibat jalan raya yang licin dan sampai menabrak ibunya. Ibunya tertabrak, bersamaan hujan dan darah yang mengalir deras! Itulah kronologi mengapa ibunya bisa meninggal yang membuat Shena tersisa memiliki seorang Ayah yang menyayanginya!


Reykjavík, Islandia



Ash telah sampai di negara Islandia dengan selamat yang merupakan negara teraman di dunia dan menempati posisi teratas itu.


"Ash!! Bagaimana??!"


"Ayah, Serius sekali wajahmu."


"Ck.. Ayah memang serius, Kenapa kau malah bercanda."


"Jangan terlalu serius. Ayah.."

__ADS_1


Ash tertawa kecil sampai menepuk pundak Dayn pelan.


"Bagaimana Shena jika kau tinggal kemari?" Tanya Tuan Theo.


"Arthur yang akan menjaganya selama aku tidak di sana Ayah."


"Jadi, Bagaimana?!" Tanya Tuan Theo lagi.


"Ars Corp ketika bekerja sama dengan Theo Corp, Memang benar meraup keuntungan sebesar 60 persen tiap tahunnya, tetapi ketika TM Company (Perusahaan milik Tuan Thomi) Ikut bergabung dengan perusahaan Ayah, Tuan Thomi berhasil ikut serta memanipulasi keuntungan terhadap Theo Corp, Ayah pasti lebih mengetahuinya. Tentunya bekerja sama dengan orang dalam. Dan ternyata mereka meletakkan orang pilihan untuk bekerja di Theo Corp, Sehingga dapat dengan mudah memberikan informasi dari dalam. Apa Ayah tidak menyadari akan hal ini? Orang terdekat bahkan berasal dari keluarga kita memang diam-diam menusuk dari belakang!"


Ash menjelaskan.


"Lalu?!"


"Lalu, Ars Corp mengalami kerugian besar. Mereka mengira Theo Corp lah penyebab kerugian itu, karena ¾ saham dari mereka yang di investasikan ke Theo Corp tiba-tiba hilang karena yang sebenarnya Theo Corp tidak pernah menerima sedikitpun nominal yang di investasikan. Ars Corp dalam masa kehancuran waktu itu, 80 persen sistem mereka telah di bajak habis. Perusahaan Ayah sudah menyumbangkan 40 persen saham untuk Ars Corp, Namun sia-sia. Lawan mereka terlalu cepat bergerak. Pemilik Ars Corp dikabarkan depresi, hingga meninggal dunia." Jelas Ash sepertinya membicarakan masa lalu yang diselidiki.


Keadaan hening sejenak, Sebelum Tuan Theo melanjutkannya.


"Lalu, Perusahaan Kakak ku masuk dalam daftar saham yang di berikan Perusahaan Ayah. Aku dan Kakak ku menjalin kerja sama, dan Kakak berhasil meraup keuntungan 35 persen tiap bulannya. Sebelum aku tahu jika Ars Corp sama-sama bekerja sama dengan TM Company, Yang bru di ketahui ku saat itu adalah kelompok perusahaan mafia yang memanipulasi setiap perusahaan besar untuk keuntungan mereka sendiri."


"Setelah aku selidiki. Ars Company bukan asli milik Tuan Oliver. Tuan Oliver hanya menjalankannya, tentunya dibawah TM Company. Karena Tuan Oliver seluruh asetnya sudah tersita pemerintah karena produk ilegalnya. Jadi, Tuan Thomi memanfaatkan Perusahaan Tuan Oliver untuk keuntungannya kembali. Tuan Oliver tentu tidak tahu tentang itu, dia hanya mengambil keuntungan yang di janjikan Tuan Thomi untuk Tuan Oliver membangun kembali Ars Corp. Toh kenyataannya Tuan Thomi lah dalang dibalik kehancuran Ars Corp!! Sampai semua mengarah bahwa Perusahaan Ayah yang menyebabkan renggangnya hubungan mu dengan Tuan Oliver hingga terjadi kesalahpahaman di sini. Ayah bahkan dituduh telah melakukan pembunuhan pada keluarga Oliver yang hingga saat ini belum tahu siapa dalang dibaliknya." Ucap Ash panjang lebar menjelaskan.


Tuan Theo terlihat menegang masa lalu yang begitu kelam.


"Pantas saja Arsen bersikeras untuk Ars Corp, Perusahaan Ayahnya yang bangkit, membangun kerja sama dengan Theo Corp. Ada hal yang belum kita selidiki di sini."


"Apa dia menemui mu?"


"Sebelum Ayah dan Dayn berangkat, Arsen menemui ku di Perusahaan, Setelah aku membatalkan kontrak dengannya!!"


"Sepertinya dia bersikeras ingin membalas Theo Corp atas apa yang dialami perusahaan dan Ayahnya. Karena menurutnya semua kehancuran di masa lalu pada Ayahnya karena Ayah. Tapi sebelum itu, kita harus melepaskan Thomi dari perusahaan anak angkatnya!!" Kata Tuan Theo.


"Benar yang di katakan Tuan Theo. Kita harus berusaha lebih keras lagi." Timpal Dayn.


"Aaahhh... Itu dia. Jadi, Sebelum bekerja lebih keras, Kita membutuhkan istirahat. Aku lelah dan mengantuk. Seharusnya hari ini aku tidur sambil memeluk istriku, Tapi sekarang harus tidur sendiri." Ucap Ash meregangkan otot-ototnya.


"Ck... Kau ini!! Di Negara orang lain, tapi jiwa mu tertinggal bersama istrimu di sana. Hhaa..." Ketus Dayn memukul Tuannya pelan dan Tuan Theo hanya tersenyum saja melihat menantunya.


Dayn merebahkan badannya di sofa. Membuat Ash berdecak kesal dengan sedikit terkekeh nya merindukan Shena yang baru berjalan satu hari berpisah dengan waktu yang sangat lama rasanya!

__ADS_1


__ADS_2