Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Part 78 - Bayang-bayang Pengkhianatan


__ADS_3

Disisi lain.


Seorang anak buah Arsen membawa seseorang kehadapan Ash dan Shena. Mereka sangat terkejut karena rupanya terdapat Tuan Theo yang diseret menghadap mereka dalam kondisi babak belur tapi tubuhnya masih kuat.


"A-ayah! Kenapa Ayah bisa ada disini? Ayahh kau-!" Kekhawatiran Shena tidak bisa lagi disembunyikan lagi, ia berlari untuk menghampiri ayahnya, tapi Ash mencoba menahannya.


"Shena, jangan gegabah!" Peringatan Ash yang mencegahnya.


Disaat bersamaan, Tuan Thomi yang merupakan kakak beradik dengan Tuan Theo yang sedang saling bersitegang itu datang atas undangan Arsen. Dan Tuan Thomi sangat terkejut, melihat adiknya yang menjadi musuh masih hidup bahkan ada di hadapannya setelah yang ia tahu bahwa adiknya itu pergi melarikan diri dan meninggalkan hutang besar yang membuat perusahaannya bangkrut.


Selain Tuan Thomi, bersama dengannya datang Tuan Edison yang merupakan ayah angkat Deon itu juga. Keadaan menjadi hiruk-pikuk dan semakin memanas.


"Paman juga ada disini?? Dan Tuan Edison juga?" Tertegun Shena dalam kebingungan. Ia bertanya apa hubungannya dengan Tuan Edison juga?


"Kau!!" Tegun Tuan Edison melihat Tuan Theo.


"Hai. Kau masih mengingatku? Oh... Tentu saja kau mengingatku, kita kan masih partner kerja. Benar kan kakak ku. hum?!!" Bicara Tuan Theo pun langsung berubah. Bahkan ia tidak segan memperlihatkan sisi psikopatnya di depan putrinya.


"Kau masih hidup?!" Tanya Tuan Thomi.


"Tentu saja. Apa kau menginginkan ku mati?! Ck... Kau kejam sekali, kakak. Dari dulu kau selalu menginginkan ku segera mati untuk menguasai semua harta keluarga, kan?" Tuan Theo mengusap lengan bahu Thomi pelan seakan membersihkan debu dari jas Thomi, bahkan sebagai bentuk merendahkannya.


"Oh ya, Kau kah pemimpin Ed Light Company sesungguhnya? Bagaimana kau bisa lolos dari kecelakaan itu? Kau masih ingat kecelakaan yang masih menimpamu di masa lalu?" Kata Tuan Theo pada Tuan Edison.


"Benar. Seharusnya aku yang meninggal saat itu. Aku pikir, bukan kau yang merencanakan pembunuhan itu."

__ADS_1


Tiba-tiba Arsen datang dan menengah keduanya.


"Waahh... Kalian baru datang dan sudah saling menyapa begitu ramah. Apa kau tidak takut aku mengambil semua sahamku dari perusahaanmu. hum?!" Bicara Arsen pada Tuan Edison yang terdengar membencinya juga.


"Ambil saja jika kau ingin mengambilnya. Aku tidak berhak atas perusahaan itu lagi." Jawab Tuan Edison.


"Ckck... Kau mulai berani denganku. Aku belum membongkar semua kebusukan mu juga pada sesama pembunuh, Tuan Theo. Kau orang munafik berikutnya setelah dia." Ucap Arsen sambil menunjuk Tuan Theo.


Bugh!


Pukulan dilayangkan oleh Arsen di wajah Tuan Edison.


"Dan karena kau, bersama komplotan mu yang lain, Ayahku meninggal. Kau lah penyebab ibuku juga sampai bunuh diri. Kaulah orang munafik disini. Kau juga pembunuh." Cerca Arsen sambil menunjuk Tuan Theo dan Edison bergantian.


"Kau yang memanipulasi semuanya?" Tanya Tuan Theo yang tidak menduga.


"Theo, Arsen, maafkan aku. Aku tidak tahu jika perusahaan yang akan dia hancurkan adalah perusahaanmu. Waktu itu perusahaan ku dalam keadaan krisis, aku perlu tambahan modal untuk memajukannya, dan Edison menawariku modal yang cukup besar dengan syarat, aku harus meletakkan orang kepercayaanku di perusahaanmu untuk memanipulasi data perusahaanmu dan Ars Company. Waktu itu aku tidak tahu perusahaan itu bekerja sama dengan mu. Aku baru tahu, ketika Ars Company dalam masa kejayaan, sehari sebelum Oliver dinyatakan meninggal karena bunuh diri, dia berkata jika Theo Corp akan menggantikan perusahaannya karena dia sendiri tidak sanggup menjalankan persaingan bisnis semacam ini. Jujur aku shock dan iri, aku mengambil langkah yang tidak aku pikirkan dulu. Aku menyesal. Aku telah menghancurkan kedua perusahaan sahabat dan adikku sendiri sampai terjadi kesalahpahaman dan kita berdua sama-sama merencanakan pembunuhan untuk menguasai perusahaan Oliver. Maafkan aku. karena aku, Anak Oliver, Arsen telah berburuk sangka padamu, bahkan Arsen sudah sangat membencimu karena kematian ayahnya. Bukan hanya membencimu, tapi dia juga sudah menyakiti putrimu, Shena. Semua salahku. Aku yang salah di sini. Bukan dirimu." Terus terang Tuan Thomi penuh penyesalan.


Semua orang ikut tercengang dengan pengakuan Tuan Thomi yang dalang utama dibalik kisruh ini.


"Jadi, kau!!" Panggil Arsen dan berjalan mendekati Tuan Thomi.


Bugh!!


Bugh!!

__ADS_1


Bugh!!


Tuan Thomi tersungkur karena pukulan bertubi-tubi dari Arsen.


"Paman!!" Shena mendekati pamannya.


"Arsen! KAU GILA!!!" Cerca Shena.


"Paman mu yang gila!! Bagaimana bisa dia menutupi masalah ini dariku?? Selama ini!! Aku bahkan sudah menganggapnya sebagai ayahku semenjak kedua orang tua ku meninggal! Tapi ternyata dibalik semua itu, dia lah yang membunuh ayahku."


"Kau sendiri sudah mendengarnya, bukan paman ku yang membunuh. Ayahmu sendiri yang bunuh diri!!"


"Tapi paman mu menyebabkan Ayahku bunuh diri, brengsek!!" Kata Arsen mengumpat.


Arsen hendak melangkah, namun lengannya terlebih dulu di cekal Ash.


"Lepaskan!!!" Gertak Arsen.


"Tenanglah dan lihat kebenarannya!" Kata Ash.


"Ash! AWASS!!!" Gemuruh teriakan yang meneriaki nama Ash.


Ash menoleh...


Bugh!

__ADS_1


Dugk!


__ADS_2