
bachtiar mengemudikan mobilnya dengan cepat agar bisa segera sampai di rumah. mendapat kabar dari kekasihnya tentu hatinya tak tenang apalagi ada yang mengatakan bahwa wanita itu nyonya rumahnya padahal jelas ia sudah menekankan pada semua pekerja di mansion miliknya kalau sheryl lah nyonya rumah dan tidak ada yang boleh menentang atau membantah ucapan sheryl
"ckiiiiit" bachtiar memarkirkan mobilnya sembarang di depan mansion dan langsung bergegas turun dari mobil
langkah kakinya begitu lebar agar bisa cepat bertemu dengan orang yang mebuat suasana hati kekasihnya itu jadi buruk
"lastri" teriak bachtiar dengan suara lantang saat memasuki mansion miliknya
lastri yang di panggil pun langsung berlari menghampiri tuannya "iya tuan" suara lastri tersengal-sengal dan tentu ia begitu ketakutan akan kemarahan tuannya yang memang terkenal orang yang kurang penyabar
"apa kamu lupa pesan saya lastri" bentak bachtiar
"maaf tuan" hanya itu yang bisa lastri ucapakan sambil menunduk takut akan kemarahan tuannya
melihat kedatangan bachtiar membuat angin segar menerpa Diandra "mas bachtiar" diandra berjalan ke arah bachtiar dengan mimik muka manja
dahi bachtiar mengernyit akan wanita yang makin berjalan mendekat itu "mas, mereka sudah berani bantah ucapan aku, padahal maksud aku baik loh mas, diandra mau kasih makanan terbaik buat mas bachtiar dan mau buang makanan kampungan yang di buat wanita itu" adu diandra dengan nada suara merajuk
"oh jadi kamu yang datang ngaku-ngaku jadi nyonya rumah di sini" bachtiar kini tahu siapa yang membuat suasana hati kekasihnya kurang baik dan itu berakibat buruk untuk dirinya yang akan di abaikan sheryl
"loh" diandra jadi heran akan reaksi bachtiar yang tidak sesuai ekspetasi nya "aku kan tantenya kayla mas jadi gak salah dong kalau aku jadi nyonya rumah di sini" ucap diandra dengan tak tahu malunya
"siapa yang bilang kamu nyonya rumah di sini" tanya bachtiar dengan suara tinggi "siapa!" ulang bachtiar
diandra jadi kelabakan karena bentakan bachtiar, baru pertama kali dia melihat bachtiar semarah ini. dulu memang bachtiar sering marah tapi tidak sampai seperti ini "aku kan tantenya kayla mas, adik dari ibunya kayla" seru diandra mengingatkan bachtiar akan dirinya yang jadi tante dari anak kandung satu-satunya yang bachtiar miliku
__ADS_1
"hei!" tunjuk bachtiar dengan tatapan nyalang ke arah diandra "kakakmu saja tidak aku nikahi walaupun di merangkak di kaki saat memohon aku menikahinya waktu dia hamil kayla jadi kenapa kamu berani-beraninya menganggap seorang nyonya saat hanya jadi seorang tante anakku" ucap bachtiar mengingatkan diandra bahwa bactiar dan liana pradana, ibu dari kayla tidak menikah karena jelas di tolak oleh bachtiar sebab liana bisa hamil anak bachtiar sebab liana menjebak bachtiar dengan obat perangsang kala itu
"mas aku ini keluarga satu-satunya anak kandung kamu loh mas" ucap diandra lagi
"kalau kamu merasa ada hubungan darah dengan anakku, silahkan datangi anakku. dia punya rumah sendiri jadi datang ke sana bukan ke sini" balas bachtiar dengan tegas
diandra terdiam, mana mungkin dia akan menemui kayla. Kayla saja sampai sekarang masih ketakutan dengan dirinya akibat masa kecil kayla yang selalu di salahkan akan kematian sang ibu yang kayla saja tidak ingat bagaimana rupa ibu kandungnya karena ibu kandung kayla meninggal setelah melahirkan kayla
"mas" diandra ingin meraih tangan bachtiar tapi segera di tepis oleh bachtiar "mas kenapa sih kaya gini, aku salah apa sama kamu" tanya diandra seolah-olah sedang merayu kekasihnya
"jangan berlagak seperti kekasihku, kamu bukan kekasihku" sentak bachtiar dengan lantang
"pasti ini karena wanita itu, pasti wanita itu mengadu tak jelas padamu jadi kamu marah sama aku kan mas" diandra ingin kembali meraih tangan bachtiar tapi lagi-lagi di tepis oleh bachtiar
"dengar ya, selagi aku ngomong baik-baik denganmu, segera angkat kaki dari sini dan jangan pernah coba untuk kembali" usir bachtiar dengan tegas
"aku mengizinkanmu dulu ke sini, karena kamu satu-satunya keluarga yang di miliki kayla, aku ingin dia masih merasa memiliki keluarga tapi nyatanya kamu bersikap tidak baik dengan anakku selama ini, jangan ingatkan aku bahwa kamu selalu merundung putriku" bentak bachtiar meluapkan amarahnya yang sempat tertunda perihal kayla yang begitu ketakutan dengan tantenya sampai nekat pergi dari mansion milik bachtiar agar tidak bertemu tantenya yang selalu datang ke mansion milik bachtiar dengan dalih merindukan kayla sebagai keponakan satu-satunya yang ia miliki hanya demi bisa terus bertemu bachtiar
bachtiar menatap tajam diandra "kau tahu bahwa aku bukan orang penyabar, jika kau terus mengusikku aku bisa saja menghilangkan nyawamu dalam sekejap" ancam bachtiar tak main-main
"mas.... " rengek diandra agar bachtiar tidak mengusirnya
"pergi! " bentak bachtiar
diandra terpaksa pergi dari mansion karena kemarahan bachtiar yang begitu besar
__ADS_1
"dengar ya diandra, berani kamu menginjakan kaki di mansion ini tanpa izin ku, aku pastikan kau pulang hanya tinggal nama" seru bachtiar tak main-main
diandra hanya bisa gigit jari akibat dirinya yang benar-benar di usir oleh pemilik mansion
bachtiar berlari ke kamar qiana untuk mencari keberadaan sheryl "sayang" panggil bachtiar
sheryl menengok ke arah pintu "sudah temu kangennya" tanya sheryl dengan tatapan sinis
bachtiar buru-buru menghampiri sheryl "temu kangen apaan sih satang, tadi aku sudah langsung usir kok dan gak ngebolehin dia ke sini lagi" balas bachtiar
"alah... dulu aja Kayla minta papa usir dia tapi dia masih bisa balik dengan gampangnya, berarti kan papa ada rasa sama dia" balas sheryl
"ya ampun sayang, gak gitu" bachtiar menggenggam tangan sheryl erat
"berapa kali papa bilang kalau cuma kamu mah, cuma kamu yang aku cintai dari dulu sampai sekarang" ucap bachtiar mencoba meyakinkan sheryl
sheryl sebenarnya percaya akan ucapan bachtiar tapi tetap saja hatinya dongkol karena kedatangan diandra di saat ia akan menyambut kepulangan bachtiar, di tambah lagaknya seperti tuan rumah karena berani memerintah pekerjaan rumah bachtiar
"aku kesel sama papa, kenapa ada wanita yang seberani itu di rumah papa padahal ada aku di sini" rajuk sheryl
"maaf sayang" bachtiar makin mengeratkan tangannya menggenggam tangan sheryl "aku pastikan dia gak akan berani menginjakan kaki di sini, dan nanti papa akan minta satpam untuk melarang wanita itu masuk ke sini" ucap bachtiar
"iya" balas sheryl setengah hati
bachtiar memeluk sheryl "maaf mama, jangan marah sama papa dong" pinta bachtiar ketar-ketir jika sheryl akan marah padanya
__ADS_1
sheryl balas memeluk bachtiar "iya, mama gak marah kok pah" balas sheryl