Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Kembali kehilangan (season 2)


__ADS_3

Kondisi Cindy kini sudah mulai membaik tapi masih di haruskan untuk tetap di rawat di rumah sakit karena kondisi kehamilannya yang masih sangat rentan akibat terkena benturan saat itu dan masih perlu pengawasan khusus “aku pengen pulang mas” pinta Cindy dengan muka memelasnya


“belum boleh sayang, kata dokter kandungan kamu masih butuh pengawasan ketat jadi sabar dulu ya” Balas Dion yang masih sibuk mengupas buah untuk Cindy sebab Cindy hanya bisa memakan buah


saja dan tidak bisa memakan nasi atau yang lainnya karena berujung mual dan sulit untuk menelannya


“aku tuh bosen mas, pengen main sama hasley di rumah” timpal Cindy yang merasa begitu merindukan hasley sebab selama ia memutuskan untuk membatalkan gugatan cerainya hasley seperti menjaga jarak darinya dan jarang datang ke rumah sakit untuk menjenguknya atau sekedar menelpon untuk menanyakan kabarnya


Dion menghentikan kegiatannya dan menepiskan senyumnya saat mendengar nama anak kakaknya di sebut “kamu gak akan tinggal di


rumah itu lagi” ingat Dion kembali mengupas buah untuk Cindy walaupun terlihat jelas ada segurat luka di wajahnya


Cindy baru sadar kalau dia salah ucap sebab sejak kemarin Dion sudah menegaskan kalau Cindy tidak di izinkan datang ke rumah itu lagi apalagi sampai bertemu alvian tanpa ada dirinya “maaf mas, aku masih keinget tinggal di sana” balas Cindy tak enak hati dengan perubahan sikap suaminya yang jelas merasa sakit hati jika ia masih ingat tinggal serumah dengan kekasihnya dulu


walaupun dia tinggal di sana atas keinginan Dion dan bukan karena keinginannya tapi tetap saja Cindy merasa bersalah pada Dion sebab di rumah itulah terjadi hubungan terlarang antara dirinya dan juga kakak dari suaminya


Dion mencoba tersenyum ke arah cindy “bukan salah kamu kok sayang" Dion mengusap kepala Cindy dengan begitu lembut


"  mas sudah bicara sama kedua orang tua kamu saat nanti kamu dibolehkan pulang kita tinggal di rumah orang tua kamu jadi ada yang jagain kamu kalau mas


berangkat kerja “ Dion ingin merasa nyaman saat dia tidak di rumah karena bekerja


di tambah jika ada orang tua Cindy pasti ada yang menjaga dan pertemuan Cindy bersama Alvian makin tidak mungkin terjadi

__ADS_1


“mas mau larang aku kerja lagi” Tanya Cindy dengan hati-hati


Dion kembali memaksakan senyumnya “gak ngelarang sayang” Dion mengusap kepala Cindy dengan lembut “Cuma meminta kamu berhenti sementara sampai anak kita lahir, dokter bilang kamu kan harus bedrest total sampai kamu lahiran nanti” balas Dion mencoba memakai kata sehalus mungkin pada Cindy


ada rasa tidak suka saat dirinya di minta tidak bekerja tapi memang benar kata Dion kalau Cindy harus banyak istirahat demi kandungannya “baiklah, tapi setelah melahirkan masih boleh kerja ya” Cindy melahap buah yang sudah di kupas oleh Dion dan berusaha menahan perasaannya karena dia sudah menguatkan


hati untuk melupakan alvian sebab tak ingin Dion kembali ke jalan buruk karena Dion benar-benar menepati janjinya untuk tidak mengusik Qiana lagi


“tentu sayang” Dion memang mengatakan akan mengizinkan Cindy kembali bekerja setelah anak yang di kandung Cindy lahir ke dunia


Dion memandangi wajah Cindy yang sedang tertekuk dan jelas tidak suka tapi coba di tahannya


“mas tahu yang paling kamu


maafkan mas kalau kali ini mas egois Cindy, mas gak bisa kehilangan kamu, mas gak sanggup. Rasanya gak sesakit ini waktu lihat Qiana bersama putera dan bahkan saat kemarin lihat


pemberkatan pernikahan Qiana rasanya biasa saja tapi saat mengingat Kak Alvian lebih tahu tentang dirimu ketimbang mas yang jelas suami kamu rasanya begitu menyakitkan, sakit sekali sampai untuk menangis tak bisa mengeluarkan air mata lagi.


dan mas hanya ingin bisa membuat kamu kembali mencintai mas lagi seutuhnya dan selalu ada kamu di samping mas saat mas membuka mata di pagi hari” batin Dion penuh tekad meraih cinta istrinya kembali dan berusaha jadi pria lebih baik agar istrinya bisa terus ada di sampingnya


Tanpa cindy dan Dion sadari Alvian berdiri di depan pintu ruangan cindy hanya sekedar memandangi wajah Cindy tanpa memperdulikan interaksi antara Cindy dan juga Dion “kakak sangat rindu sama kamu dan anak kita” Alvian


melirik ke arah perut Cindy yang masih rata itu “tapi mana bisa kakak menyakiti adik kakak lagi saat kamu dengan yakin mengatakan akan memperbaiki pernikahan kalian dan melupakan kakak” air mata itu terjatuh begitu saja tanpa ia bisa tahan

__ADS_1


"kenapa jalan cintaku seperti ini" rutuk Alvian yang kembali harus kehilangan wanita yang ia cintai


"apa aku tak sepantas itu mendapat cinta dari seseorang dan bersamanya" batin Alvian terus berteriak melihat dan terus mengalami cintanya yang harus berujung dengan kata kehilangan dan kesakitan


Alvian melangkah menjauh untuk meninggalkan ruangan Cindy dalam diam


"aku tahu kamu memilih yang terbaik untuk kita semua sayang, aku mengerti kamu juga mencintaiku tapi memang keadaan kita yang tidak mengizinkan kita bersama. Aku Terima sayang.. " Alvian menyunggingkan senyumnya saat ia terus bicara sendiri dalam hatinya


"aku akan mencintaimu dalam diam, dan mengamatimu dari jauh" gumam Alvian yang akan tetap mencintai Cindy dari jauh tanpa mengusik kehidupan rumah adik serta mantan kekasihnya.. tidak kekasih, Cindy masih lah kekasih sebab tak ada kata perpisahan dan bagi Alvian Cindy adalah wanita terakhir untuknya


Sungguh malang memang nasib Alvian, dulu ia begitu menahan hatinya untuk tidak jatuh hati kembali tapi sekalinya jatuh hati ia malah jatuh hati pada istri adiknya dan mana mungkin ia kekeh


merebut istri adiknya jika adiknya mengancam mengakhiri hidupnya jika kata perpisahan itu terjadi


Alvian mana mungkin setega itu pada adik satu-satunya yang ia miliki walaupun jelas ia harus menahan sakit berpisah dari


wanita yang ia cintai tapi ia akan coba menerimanya


Pernah ia memikirkan segala kemungkinan seperti contohnya keadaan yang saat terjadi, ketika ia memulai hubungan terlarangnya bersama istri adiknya tapi nyatanya hatinya benar-benar tidak siap menghadapi kenyataan yang harus menimpa hidupnya sekarang


“kehilanganmu jauh lebih menyakitkan ternyata, ketimbang kehilangan ibu hasley dulu” gumam Alvian meratapi nasibnya yang lagi-lagi harus merasa kehilangan wanita yang di cintainya


Alvian menghela nafas panjang "ah setidaknya aku yakin kau pernah mencintaiku dan ingin mengusahakan bersamaku dengan kau yang mengizinkan anak kita hadir kedunia ini walaupun nyatanya kita harus berpisah" gumam Alvian dengan suara begitu lirih

__ADS_1


dulu memang saat memulai hubungan terlarang mereka Cindy memakai alat KB sebab Cindy tidak ingin sampai memiliki anak dan bingung anak siapa yang di kandung jika ternyata Dion ingin menyentuhnya walaupun nyatanya Dion tidak pernah menyentuh Cindy selama dua tahun lamanya


__ADS_2