
Entah apa yang terjadi hari ini sampai rasanya waktu berjalan begitu lambat tak seperti biasanya yang berjalan begitu cepat, entah hanya perasaanya saja atau memang seperti itu nyatanya
"masih ada satu rapat lagi" Vansh makin kesal karena ternyata ia masih punya satu rapat lagi padahal ia pikir setelah begitu banyak mengerjakan hal yang akan di kerjaannya hari ini dengan begitu cepat, pekerjaannya sudah selesai dan ini yang terakhir
Lia melirik jam di pergelangan tangannya " ini sudah saya percepat Tuan yang harusnya rapat di jam 3 saya cepatin di jam 1 karena tuan minta semua di percepat dan ini adalah rapat terakhir karena tuan minta semuanya di percepat" Lia bingung sendiri kenapa hari ini atasannya itu meminta semua jadwalnya di percepat membuat di pusing saja karena harus mempercepat semua jadwal dan ia jadi tidak sempat makan siang karena ulah bosnya
Vansh menghela nafas panjang "maaf Lia, saya hari ini ada urusan penting jadi ingin segera menyelesaikan semua pekerjaan" ungkap Vansh
"apakah sebaiknya saya tunda saja rapatnya jika tuan sedang ada keperluan" Lia menawarkan opsi yang lain agar bisa membuat Vansh tenang
Vansh menggelengkan kepalanya "tidak boleh, kalau sampai Rania tahu bisa kena marah aku" Vansh tentu tidak mau Rania marah padanya yang akan berimbas pada malam pertama yang tertunda nanti
Vansh tahu betul sifat Rania yang selalu mengutamakan tanggung jawab ketimbang masalah pribadi dan tentu Rania akan marah padanya jika dirinya sampai melalaikan tanggung jawabnya karena ingin segera menemui Rania
setelah tahu alasan Vansh, Lia hanya menyunggingkan senyumnya melihat kelakuan bosnya "Rapat yang ini gak terlalu ribet kok tuan, cuma dengerin laporan dan pengambil keputusan perihal kelanjutan proyek jadi kalau bapak nangkap poinnya, rapat itu tidak akan berlangsung lebih dari satu jam atau mungkin tuan bisa lebih cepat menyelesaikan" jelas Lia akan rapat nanti
"iya Lia, saya akan mempercepat Rapat itu" Vansh membaca proposal yang akan di bahas dalam rapat agar nanti rapatnya cepat selesai
Lia hanya menggelengkan kepalanya akan kelakuan tuannya yang ingin segera bertemu Rania, Lia memilih meninggalkan ruangan untuk mengecek ruangan rapat sekalian akan membeli roti lapis untuk mengganjal perutnya yang lapar sebab melewatkan makan siang
jika di tempat Vansh begitu buru-buru menyelesaikan pekerjaan, Rania begitu santai menyelesaikan pekerjaannya sebab pekerjaannya memanglah tidak banyak karena memang ia sudah mulai menyicil pekerjaannya saat atasannya memberi tahu perihal rencana lamaran agar Rania tidak akan terlalu lelah saat kembali dari Bandung
__ADS_1
dan benar saja apa yang jadi pikirannya bahwa lebih baik ia menyegerakan pekerjaannya jadi tidak akan menunda rencana dirinya dan Vansh yang akan menginap di hotel malam nanti
"tok tok tok" pintu di ketuk oleh seseorang
"masuk" seru Rania menghentikan aktivitasnya sesaat
tak lama seorang pria muda masuk ke ruangan Rania " maaf Bu, ada yang ingin bertemu " ucap Jodi, asisten Rania
Rania mengerutkan keningnya sebab ia merasa tak ada janji dengan siapapun "siapa, perasaan saya tidak ada Janji" tanya Rania
"katanya sih teman nona, namanya Hasley" balas Jodi
"ya sudah persilahkan masuk" Rania bingung kenapa Hasley datang padahal ia merasa tidak ada janji dengan Hasley
Rania tersenyum ke arah Hasley "siang Hasley, tumben kamu datang kemari tanpa memberitahuku pula" tanya Rania
Hasley mengerucutkan bibirnya "kamu lupa ya kalau aku gak punya nomor ponsel kamu, kemaren kita ketemu kan belum sempat ngobrol" balas Hasley
Rania terkekeh" maaf Hasley aku lupa" Rania mengambil ponselnya untuk bertukar nomer ponsel dengan Rania
"oh ya Rania, ini oleh-oleh saat bulan madu ku kemarin" Hasley menyodorkan paper bag untuk di serahkan pada Rania
__ADS_1
Rania melirik paper bag yang di bawa Hasley "harusnya jangan repot-repot Hasley" ucap Rania dengan seutas senyum tipisnya
"tidak masalah Rania, kemarin saat aku ke barcelona jadi ingat kalau kamu jarang bisa membeli barang seperti ini makanya aku membelikan ini" ucap Hasley dengan santainya tanpa rasa bersalah sama sekali
untung saja Rania sudah sering mendapat sindiran seperti ini jadi ia hanya menanggapi dengan senyum tipisnya "dulu saat sekolah memang ia aku kesulitan membeli itu semua karena aku memang tidak punya uang untuk membelinya tapi tentu sekarang berbeda Hasley, aku seorang direktur jadi tentu saja aku bisa membeli semua ini karena gajiku tentu tidak kurang dari gajimu yang seorang asisten manager" ucap Rania pelan tapi tentu mengenai hati Hasley
sebab Hasley sudah bekerja selma dua tahun tapi masih jadi seorang asisten manager sedangkan Rania yang baru kembali ke Indonesia saja langsung jadi seorang direktur
bisa saja Hasley menjadi seorang direktur di perusahaan keluarganya tapi tentu saja tak akan bisa mengalahkan Rania yang mendapat posisi itu karena kerja kerasnya
Hasley mati-matian menahan amarahnya "aku tahu gajimu besar tapi kan lebih baik di tabung untuk di kirim ke orang tuamu dan bukannya kamu juga akan menikah nanti jadi pasti perlu banyak uang nanti" sahut Hasley
"Terima kasih atas perhatiannya Hasley, tapi kamu gak perlu memusingkan hidupku. Untuk pernikahanku akan di adakan sederhana saja jadi tak perlu menghabiskan banyak biaya untuk itu" jelas Rania
"tapi kita gak tahu ke depannya, gimana kalau keluarga calon suamimu ingin pesta besar dan kamu harus membagi dua dengan calon suamimu perihal biaya pernikahannya" balas Hasley
"oh, jadi Albert memintamu untuk membagi dua biaya pernikahan kalian" pikir Rania dengan polosnya sebab baru dua minggu lalu Hasley menikah jadi Rania pikir Hasley ingin memberi tahu perihal kenyataan proses menggelar pernikahan
"gak gitu Rania, Albert menanggung semua biaya pernikahan walaupun aku juga bisa saja membagi dua biaya itu tapi kan suamiku punya uang banyak" Hasley terkekeh menanggapi anggapan Rania terhadap pernikahannya dengan Albert
"aku hanya berpikir kalau misalnya kamu mendapat suami yang meminta membagi dua biaya pernikahan, kan nanti kamu yang alam kebingungan dan bisa berakibat menunda pernikahanmu nantinya" balas Hasley
__ADS_1
Rania tersenyum simpul "Terima kasih atas kekhawatiranmu padaku Hasley, tapi sepertinya itu tidak perlu karena aku sudah menikah dan semua biaya pesta pernikahan di tanggung keluarga suamiku padahal jika mereka ingin biaya itu di bagi dua pun sebenarnya aku tak masalah tapi ya gimana jika mertuaku kekeh untuk menanggung semua biaya pernikahan jadilah aku pasrah saja akan keputusan keluarga kami" jelas Rania
"Kau sudah menikah! " Hasley begitu kaget bahwa Rania sudah menikah karena tidak ada teman satu angkatannya yang memberitahu hal itu padanya