
Sinar mentari mulai menyapa setiap mata yang masih dengan setia pada sinar bulan yang sempat meneduhkan mata untuk menutupnya agar senantiasa menikmatinya "eeeugggh" Qiana mulai meregangkan ototnya yang kaku karena terlalu banyak tidur
"pagi" sapa pria yang berada tepat di hadapannya
Qiana langsung mengembangkan senyumnya "pagi my Husband" balas Qiana
putera yang mendengar kata 'suamiku' langsung mengembangkan senyumnya dengan begitu lebar
"apa nyenyak tidurmu semalam sweetheart" tanya putera
Qiana menggeser tubuhnya agar makin dekat dengan putera lalu memeluk tubuh suaminya dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya "nyenyak kak, kakak gimana" tanya balik Qiana
"kakak semalam gak bisa tidur" balas putera
Qiana mendongakan wajahnya "kenapa" Qiana mengernyitkan dahinya tak habis pikir kenapa putera tak bisa tidur
apakah dirinya mengorok "apa tidurku mengganggu kakak" Qiana takut dirinya menimbulkan suara berisik untuk putera
putera menggelengkan kepalanya " bukan mengganggu sih tapi lebih ke kakak yang ingin melihat wajah istriku yang sedang tertidur setelah menikah" jelas putera
muka Qiana tentukan langsung memerah bak kepiting rebus "kakak..." rengek Qiana dengan suara manjanya
putera terkekeh dan kembali memeluk erat Qiana "kakak masih gak percaya kamu sudah jadi istri kakak" ucap putera
Qiana memukul dada bidang putera sembari mencebikan bibirnya "kakak kan semalam sudah jebol gawang aku masa masih gak percaya aku ini istri sekarang" kesal Qiana
putera kembali terkekeh "iya sweetheart, kakak gak mungkin lupa" balas putera kembali mengingat kisah malam pertamanya bersama Qiana yang di iringi rengekan Qiana yang mengeluh sakit tapi putera tak patah arang untuk terus merayu Qiana agar memperbolehkan putera menyentuhnya
"kak" panggil Qiana dengan manjanya
"iya sweetheart" balas putera
__ADS_1
"laper kak" adu Qiana
"ya ampun" putera menepuk kepalanya "ini sudah sangat telat untuk sarapan ya" putera melirik ponselnya yang sudah menunjukkan pukul 10, pertanda sudah sangat telat untuk sarapan
putera beranjak dari tidurnya dan mengambil pesawat telpon yang ada di atas nakas "halo" ucap putera saat panggilannya sudah tersambung
putera mulai memesan makanan untuk sarapan Qiana dan juga dirinya sebab ia sudah melewatkan waktu sarapannya saking terlelapnya tertidur
setelah memesan makanan putera menoleh ke arah samping "maafkan kakak ya melupakan waktu sarapan kamu padahal kakak sudah bangun sedari tadi tapi malah sibuk melihatmu yang sedang tidur" ucap putera merasa bersalah pada Qiana sebab ia melupakan waktu sarapan Qiana padahal ini baru hari kedua pasca Qiana resmi menyandang nama nyonya Putera Hendrawan
"gak papa kok kak, bukan niat kakak juga buat Qiana gak sarapan, Qiana kan baru bangun tidur" balas Qiana
tak lama menunggu pesanan makanan putera sudah sampai "yuk makan dulu" ajak Putera setelah ia selesai merapihkan piring di atas meja
tadi saat pelayan hotel datang, putera tentu tak mengizinkan mereka masuk sebab Qiana yang masih belum berpakaian lengkap jadi akhirnya putera yang mengambil troli berisi makanan mereka dan merapihkannya di meja
"iya kak" Qiana memakai pakaian tidur tipisnya dan berjalan ke arah putera yang sudah lebih dulu duduk
putera menyipitkan matanya "emangnya kenapa kalau kita menginap tiga hari di sini" tanya Putera
"ya gak papa sih kak, cuma masa ia kita di kamar aja" balas Qiana
"biarin kita di kamar tiga hari, soalnya kalau sudah tiga hari itu habis kita harus kerja dan gak di izinkan izin soalnya banyak kerjaan numpuk yang sekarang bener-bener kakak yang harus kejain soalnya ayah kan benar-benar pensiun kali ini, gak mungkin juga kan perusahaan di kasih asisten kakak yang urus terus" jelas putera
"iya sih kak, bener itu" balas Qiana
putera dan Qiana kembali makan dalam diam karena ternyata mereka benar-benar lapar dan begitu menikmati santapan pagi mereka "kak nanti kalau Cindy pulang ke rumah setelah di rawat, boleh ya jenguk" tanya Qiana
"boleh sih tapi harus sama kakak" balas putera
"tumben mau nemenin" tanya Qiana memicingkan matanya
__ADS_1
"kamu lupa ya sweetheart kalau saat jenguk Cindy pasti bisa ketemu tuh laki" balas putera mengingatkan kemungkinan bertemu Dion saat ingin menjenguk Cindy
"aku jenguknya gak sendiri kok kak, sama Tiara dan juga Roland yang akan jenguk kan kita sudah sahabatan sejak kita masih TK" balas Qiana
"iya aku tahu itu sweetheart tapi aku masih gak bisa percaya tuh laki" putera tentu masih meragukan Dion yang ingin mempertahankan Cindy untuk jadi istri saat jelas ia tahu hubungan CIndy dan juga Alvian yang juga sudah di ketahui Dion
apalagi Dion sudah ingin membuat rencana memiliki Qiana selama bertahun-tahun jadi bagaimana bisa semudah itu ia melupakan keinginan itu begitu saja
"terserah kakak saja, yang penting kakak gak larang aku jenguk Cindy karena Cindy itu sahabat aku dari dulu" pasrah Qiana akan keinginan putera yang ingin menemaninya saat bertemu dengan Cindy
"tentu kakak gak akan larang kamu terus berhubungan dengan sahabat kamu sweetheart" balas putera
Tentu putera tidak akan menghalangi Qiana untuk terus bersahabat dengan orang yang sudah menjadi temannya semenjak mereka masih duduk di bangku taman kanak-kanak dan bertahan sampai sekarang, putera tidak seegois itu sampai melarang istrinya untuk bertemu sahabatnya hanya karena sahabatnya itu menikah dengan pria yang sempat menaruh hati pada Qiana
"makasih ya kak" Qiana langsung menghambur dalam pelukan putera yang kini sudah sah jadi suaminya
"sama-sama sweetheart" balas putera
***
Hasley duduk termenung di bangku taman padahal suara bel sudah bebunyi pertanda masuk kelas, Vansh yang melihat itu datang menghampiri Hasley "hasley" panggil Vansh menepuk bahu hasley
"ya" hasley seketika itu terkejut dan menoleh ke arah tepukan tangan Vansh
"kamu kenapa sih? gak denger bel udah bunyi" tanya Vansh melihat Hasley yang sedari tadi hanya melamun di bangku taman sekolah
Hasley melirik ke arah halaman sekolah yang terlihat sepiĀ dan sudah tidak ada teman-temannya lagi "aku gak denger bel" Hasley langsung beranjak dari duduknya dan berjalan dengan cepat ke arah kelasnya
Vansh berjalan menyamakan langkah Hasley yang terlihat sekali sedang banyak pikiran "kamu kenapa sih Hasley, aku lihat beberapa hari ini terlihat banyak pikiran" tanya Vansh ingin tahu apa yang terjadi dengan teman sekelasnya
hasley memaksakan senyumnya "gak papa kok Vansh" Hasley makin berjalan cepat saat melihat gurunya sudah mulai berjalan ke arah kelasnya
__ADS_1
"aneh" gumam vansh ikut mempercepat langkahnya karena memang ia sekelas dengan Hasley dan gurunya sudah akan masuk ke dalam kelas dan tentu ia tak ingin di bilang terlambat masuk kelas sebab bel masuk sudah berbunyi sejak 5 menit yang lalu