Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Menghabiskan waktu bersama anak


__ADS_3

laras akan masuk ke kursi belakang dengan membawa qiana "mau duduk di mana" tanya mario saat bik laras akan membuka pintu


"di belakang tuan" tunjuk bik laras pada kursi di bagian belakang


"saya bukan sopir kamu, di depan saja" seru mario berjalan masuk ke kursi kemudi


"sudah di depan saja bik, mas mario emang gitu ngomongnya kalau sama orang yang tidak terllau akrab dengannya, nurut saja" ucap sheryl


"iya nyonya" bik laras berjalan ke arah kursi penumpang dengan menggendong qiana


mario menoleh ke arah qiana dengan senyum lebarnya "sudah siapa anak ayah" tanya mario


"iya ayah" balas qiana


"kita jalan" mario melajukan mobilnya meninggalkan pelataran rumah bachtiar


"qiana mau langsung ke rumah ayah atau mau main dulu" tanya mario


"qiana pengen jalan-jalan yah, kemarin papa cuma ajak qiana makan di luar sebentar terus papa ada kerjaan" qiana tertunduk lesu mengingat bachtiar harus kembali ke kantor karena ada pekerjaan mendesak yang membutuhkan kehadirannya


"qiana mau main ke mana" tanya mario


"ke kebun binatang boleh" tanya qiana


"tentu saja boleh" mario mengarahkan mobilnya menuju kebun binatang seperti keinginan qiana putrinya


"qiana sudah makan tadi" tanya mario


"sudah ayah tadi bil laras yang suapin qiana makan" balas qiana


"emangnya mama gak bisa suapin qiana sarapan" tanya mario lagi


"mama kan tadi sudah capek masak, jadi makannya sama bik laras karena mama kan harus urus papa makan" balas qiana


"yang masih kecil kan kamu bukan papa kamu kenapa gak papa kamu yang makan sendiri dan mama urus kamu saja" ucap mario dengan kesal

__ADS_1


"kan qiana ada bik laras yang urus qiana, papa punyanya mama jadi gak boleh iri" balas qiana dengan polosnya


"tapi..." mario ingin kembali berucap pada qiana tapi di cegah oleh laras


"maaf tuan, kalau anda tidak suka dengan interaksi tuan dan nyonya sampaikan saja langsung pada tuan dan nyonya bukan pada nona muda, dia belum waktunya ikut mendebat urusan orang dewasa" ucap bik laras mencegah ucapan mario yang takutnya akan mempengaruhi jalan pikiran anak kecil di pangkuannya


mario menatap sinis pada laras "kok kamu ikut campur urusan saya dan anak saya" tanya mario dengan nada tidak suka


"maaf tuan, saya di amanatkan untuk menjaga nona qiana oleh nyonya sheryl dan saya di haruskan menyaring setiap kata yang terlontar dari bibir anda dan saya juga di beri kuasa nyonya untuk membawa nona pulang kalau tuan ngeyel sama saya" ucap bik larasa dengan tegas


mario langsung kicep diam mendengar ucapan bik laras yang akan membawa qiana jika mario tak berhenti berucap yang di rasa kurang tepat oleh bik laras


***


sesuai keinginan qiana, mario mengajak qiana ke kebun binatang, qiana di gendong oleh mario sedangkan bik laras hanya mengikuti dari belakang dengan membawa perlengkapan qiana


"kamu senang sayang" tanya mario saat qiana dan mario duduk di bangku taman


"iya ayah, qiana senang" balas qiana


"belum ayah, karena waktu qiana minta ke sana sedang turun salju tapi sebagai gantinya papa ajak qiana ke aquarium besar dan qiana bisa lihat kan besar-besar" qiana mempraktekan dengan gerakan tangannya seberapa besar ikan yang ia lihat


"oh" ada rasa sedih saat pria lain sudah lebih banyak menghabiskan waktu bersama putrinya ketimbang dirinya yang jelas adalah ayah kandung qiana


dan entah paham atau tidak qiana menggenggam erat tangan ayahnya "kita masih punya banyak waktu bermain ayah, nanti ayah akan ajak qiana jalan-jalan setiap akhir pekan kan" tanya qiana menatap sang ayah dengan senyum lebarnya


mario mencium pipi qiana "tentu, setiap akhir pekan ayah akan ajak qiana jalan-jalan kemanapun qiana mau" balas mario


bik laras hanya memandangi kedua orang di depannya dalam diam dan tatapan mata yang sulit di artikan


"drrrrttt" ponsel mario bergetar dan dengan terpaksa mario mengangkat panggilan dari poselnya


"ada apa rasta, kamu gak tahu hari ini saya tidak ingin mengurusi pekerjaan" ucap mario dengan kesal


"maaf tuan, tapi ada berkas yang harus anda tanda tangani karena harus saya berikan ke klien kita, dia akan berangkat ke inggris 3 jam lagi jadi saya harus buru-buru tuan" ucap rasta tak enak pada atasanya itu padahal mario sudah pesan untuk tidak mengganggunya hari sabtu dan minggu ini

__ADS_1


"baiklah, saya akan ke kantor" ucap mario pada akhirnya


mario berjongkok di hadapan qiana yag sedang duduk di bangku "apa boleh kita ke kantor ayah sebentar qiana, ada berkas yang harus ayah tanda tangani" tanya mario dengan hati-hati


"boleh ayah, sekalian qiana mau lihat kantor ayah sebesar kantor ayah atau tidak" balas qiana


"ya sudah, ayok" mario menggendong qiana dan bik laras hanya mengikuti dari belakang


perjalanan dari kebun binatang ke kantor mario menempuh waktu satu jam perjalanan. mario menghentikan mobilnya di lobi agar lebih cepat "kamu gak usah barang banyak, cukup bawa mainan qiana takut bosan, tadi saya sudah minta rasta untuk pesan makanan, nanti kamu makan di kantor saya saja" ucap mario


"iya tuan" balas bik laras


bik laras menggendong qiana sambil membawa tas mainan qiana "ayok nona muda" ajak bik laras


qiana hanya memeluk bik laras erat karena kelelahan saat bermain di kebun binatang tadi


mario berjalan lebih dulu meninggalkan bik laras yang sedang kepayahan karena harus menggendong qiana dan membawa tas mainan qiana


saat sampai di depan lift, mario tak mendapati qiana dan ia pun menoleh ke belakang "ya ampun" dengan langkah lebarĀ  mario menghampiri bik laras dan mengambil tas mainan qiana "ayok cepat, saya ingin cepat selesai" mario mendorong punggung bik laras agar lebih cepat berjalan tapi di mata orang lain menjadi berbeda


"itu tuan mario bawa siapa" bisik-bisik halus dari pegawai mario


"apa jangan-jangan karena itu nyonya sheryl minta cerai dari tuan mario" tebak salah satu pegawai yang sedang berkumpul di lobi


"tuan mario selingkuh" tebak pegawai lainnya


"emang, orang kaya tuh suka gitu ya" pegawai yang berada di paling ujung berdecak mengira bahwa mario berselingkuh dan sampai memiliki anak sampai membuat sheryl dan mario bercerai


mereka semua tentu tak sadar kalau anak yang di gendong bik laras adalah anak mario karena memang qiana yang baru pertama kali ke kantor mario dan belum di perkenalkan mario sebagai anaknya dan sheryl


"ceklek" mario membukakan pintu untuk bik laras "kamu bawa qiana tidur di kamar itu saja "tunjuk mario pada pintu yang ada di dalam ruangan mario


"saya akan membahas pekerjaan di ruangan asisten saya, nanti ada orang yang bawa makanan ke sini kamu langsung makan saja walau qiana belum bangun' ucap mario


"iya tuan" balas bik laras

__ADS_1


__ADS_2