Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Kebahagiaan di tengah keterkejutan


__ADS_3

Hans mengabari ibunya bahwa kinan harus di rawat di rumah sakit karena hal tidak terduga yang menimpa kinan akibat ulah sinta yang terlalu nekat dan berani "cepat bangun ya sayang" Hans menggenggam tangan kinan dan terus mengecup punggung tangan istrinya itu


"ceklek" terdengar pintu ruangan rawat kinan terbuka dan muncullah ibu intan dengan suara terengah-engah "ya ampun, kenapa kinan bisa tiba-tiba di rawat di rumah sakit hans" tanya ibu intan dengan raut wajah khawatirnya melihat kondisi menantunya yang terpasang selang infus dan masih belum sadarkan diri


Hans mendongak ke arah ibunya "putera mana bu" tanya hans karena tak mendapati kehadiran anaknya bersama sangat ibu


"dia ikut jemina, kebetulan jemina lagi datang ke rumah buat anter putera setelah di ajak main ayahnya jemina tapi karena dengar ibu mau ke rumah sakit jadi putera di bawa lagi ke rumah kakeknya putera" balas ibu intan


"ya sudah kalau gitu bu, nanti kita jemput pas kinan sudah di perbolehkan pulang ke rumah" balas Hans


ibu intan menatap lekat anak tunggalnya itu "ceritain ke ibu kenapa kinan tiba-tiba masuk rumah sakit" tuntut ibu kinan ingin mendengar kisah selengkapnya, tidak setengah-setengah


"itu ulah sinta bu, sinta sudah dorong kinan sampai kinan jatuh dan mengalami pendarahan, untung saja anak hans dan kinan gak kenapa-napa, kalau sampai mereka berdua celaka hans pasti akan bikin dia lenyap dari dunia ini" ucap hans dengan bersungguh-sungguh ingin melenyapkan sinta


ibu intan mencerna ucapan hans "apa kamu bilang tadi? anak dan kinan yang gak kenapa-napa" ibu intan berpikir tentang anak, anak yang mana kan putera lagi sama kakeknya jadi anak yang mana? pikir ibu intan


raut wajah ibu intan langsung tersenyum sumringah "kinan hamil" tanya ibu intan pada akhirnya


Hans tersenyum walau masih jelas terlihat wajah kecemasan nya "iya bu, dia hamil dan untung saja kandungannya kuat jadi anak kami masih bisa selamat setelah mengalami pendarahan sehebat itu" balas hans tersenyum dengan mata yang masih berkaca-kaca


"syukur deh sekarang putera ada teman bermain sebentar lagi" ibu intan begitu bersyukur dengan kehamilan kinan yang sebenarnya tidak di rencanakan tapi tetap membahagiakan untuk mereka


"ibu nanti nitip kinan ya bu pas kinan sudah sadar, hans mau kasih pelajaran keras sama wanita gak tahu diri itu" ucap hans ingin segera memberi pelajaran pada wanita yang jelas-jelas ingin menyakiti istri dan anaknya


"iya hans, kamu harus kasih pelajaran tegas buat dia gak ganggu kamu terus, kasihan kinan harus hadapin kejulitan keluarga ayahmu itu" balas ibu intan yang sebenarnya sangat membenci keluarga lain suaminya tapi bisa apa dia jika hanya jadi istri yang tak di anggap sama sekali sejak awal mereka menikah


***

__ADS_1


Hans berjalan dengan santai ke sebuah rumah sederhana di kawasan jakarta yang cukup padat penduduk "lisa" panggil hans pada keponakan satu-satunya yang ia miliki


"om hans"  lisa berlari ke arah hans


Hans kini sudah dekat dengan lisa karena usaha kinan yang berusaha mendekatkan hans dengan kedua adiknya juga keponakannya itu


"om bawa apa" tanya lisa saat melihat hans membawa sebuah bingkisan besar


"hadiah pindahan rumah kamu dan ayahmu" balas hans mengusap lembut kepala lisa


"kakak" jovan menghampiri hans yang tiba-tiba datang tanpa pemberitahuan padahal dia juga baru sehari pindah ke rumah itu


"kakak tahu dari mana rumah aku" tanya jovan penasaran dari mana hans tahu rumahnya padahal orang tuanya saja belum tahu di mana ia pindah


"kamu gak perlu tahu dari mana kakak tahu, yang kakak mau tahu sekarang di mana istri kamu itu" tanya hans dengan nada tegas dan dingin


"aku juga gak tahu kak, dia gak pulang sejak kemarin, setelah kami pindah rumah dia langsung pergi dan belum kembali sampai sekarang" balas jovan dengan jujur


jovan menautkan kedua alisnya "sinta ngelakuin apa lagi kak" jovan sebenarnya juga sudah lelah dengan kelakuan sinta tapi bagaimanapun sinta adalah ibu kandung lisa jadi jovan berusaha memberikan keluarga lengkap untuk anaknya


"lisa juga sudah bilang sama ayah buat cerai sama mama, lisa bisa urus ayah tapi ayah ngeyel dan selalu bilang ingin lisa punya orang tua lengkap" sahut lisa yang memang sudah berkali-kali meminta ayahnya berpisah dengan mamanya karena lisa sendiri sudah lelah melihat kelakuan mamanya yang selalu menuntut dan menyalahkan ayahnya yang sebenarnya sangat baik dan selalu memaklumi kelakuan sinta


hans mengusap kepala lisa dengan sayang "akan om buat ayahmu bercerai dengan mama kamu" ucap hans dengan yakin


"ini perintah bukan permintaan jovan, kakak sudah di ambang batas kesabaran karena dia sudah berani melukai istri kakak dan hampir membunuh calon anak kakak" seru hans dengan nada tegas


"kak kinan hamil" tanya jovan

__ADS_1


"iya, dan kami hampir kehilangannya akibat ulah istri kamu itu, jadi kakak mau bikin dia benar-benar kapok kali ini" hans menghela nafas panjang "kakak tahu kamu pasti tidak akan tega dengannya jika dia masih jadi istri kamu jadi kakak akan memberinya pelajaran keras setelah kalian bercerai" jelas hans


"baiklah kak, aku akan bercerai dengannya" kali ini jovan pasrah dengan keinginan kakaknya, toh sinta juga tak mencintainya dan alasan kuat untuk ia bertahan juga menginginkan perpisahannya dengan sinta


"bagus, pengacara keluarga kita yang akan mengurusnya jadi cukup tanda tangan dan ikuti permintaanya " ucap hans dengan nada tegas dan tak ingin di bantah


"baik kak" balas jovan patuh akan permintaan kakaknya yang menginginkan pernikahan tak sehatnya berakhir


***


hans menjemput putera di rumah ayah bimo sebelum menjemput kinan pulang dari rumah sakit "putera" panggil hans pada anak sambungnya itu


"papa" putera berlari menghampiri hans dan langsung minta di gendong  "papa lama amat jemput putera" kesal putera


"maaf ya sayang, papa terlalu sibuk urus mama yang sedang sakit jadi sampai nitipin kamu di rumah kakek" ucap hans mengecup pipi putera dengan gemas


"mama sudah baikan" tanya putera


"sudah, kita nanti jemput mama pulang" balas hans


"iya pah" balas putera


Hans menatap ayah Bimo "Terima kasih sudah menjaga putera selama beberapa hari ini" ucap Hans


"jangan berterima kasih, dia juga tanggung jawab saya" balas ayah Bimo


"kalau gitu kami permisi dulu" pamit Hans

__ADS_1


"aku dengar kehamilan kinan, selamat untukmu" ucap ayah Bimo dengan senyum tapi sorot matanya terlihat kesedihan


"Terima kasih" Hans membawa putera untuk menjemput kinan yang sudah di perbolehkan pulang ke rumah


__ADS_2