Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Menjaga adik (Season 2)


__ADS_3

qiana sedang duduk di bawah pohon besar di sekolahnya sambil menunggu jemputan sopir keluarga mama dan papanya "hai qiana" cindy datang menepuk pelan pundak  qiana


"hai" balas qiana dengan wajah lesunya


"kamu kenapa sih, cemberut gitu, kalau sebel nunggu yuk pulang bareng aku aja" ajak cindy yang mengira qiana sedang kesal karena terlalu lama menunggu


"enggak ah, lagi nunggu di jemput kalau sampai sopir yang di atur mama gak lihat aku, abis nanti aku di omelin mama" balas qiana yang tahu betul kebiasaan sopir keluarganya akan terus memberi laporan pada kedua orang tuanya


cindy terkekeh, kini dia tahu alasan qiana yang sedang kesal "sekarang aku tahu kenapa kamu uring-uringan" ucap cindy yang mendapat tatapan tajam dari qiana


"iya sih, aku harus jadi baby sitter vansh selama 2 minggu, dan itu penderitaan buatku" balas qiana yang kesal setiap berkumpul dengan vansh, adiknya yang paling menyebalkan di antara kedua adiknya yang lain, walaupun sebenarnya qiana tetap menyayangi ketiga adiknya, hanya saja saat menghadapi Vansh akan sedikit berbeda


terdengar saura klakson dari arah gerbang, tak jauh dari posisi cindy dan qiana duduk "sudah ah, mau pulang dulu" cindy melenggang pergi karena jemputannya sudah datang


qiana kembali terdiam menunggu jemputannya datang yang terasa begitu lama hari ini "qiana" panggil damian


"ya" balas qiana dengan ketus


"aku ikut kamu pulang ya, kata mama suruh nemenin kamu di rumah buat jaga om vansh" ucap damian


damian memang memanggil qiana tetap dengan nama karena bagaimanapun qiana anak dari sheryl yang notabene sepupu ayahnya brian, sedangkan vansh adalah anak sheryl dan kakeknya yaitu bachtiar yang itu artinya bahwa vansh adalah adik ibunya, tentu ia harus memanggil pada adik ibunya  dengan sebutan om


keluarga besar Qiana dan damian menjelaskan sejak kecil bagaimana cara mereka memanggil dan menjelaskan alasannya, jadi tidak ada kebingungan di antara mereka bagaimana cara mereka memanggil kerabat mereka yang mungkin bagi sebagian orang terasa membingungkan (author aja kadang bingung hehehehe)


senyum qiana langsung terbit mendengar ucapan sepupunya itu "beneran kamu nemenin aku di rumah" tanya qiana dengan semangat


"iya, nanti mama marahin aku kalau gak mau bantu jaga om vansh yang reseh itu" balas damian


"terima kasih damian" qiana langsung memeluk damian dengan erat "kamu emang sepupuku yang paling the best deh" ucap qiana begitu bahagia saat akan ada yang membantu untuk mengurus adiknya yang begitu aktif dan selalu membuat ia marah-marah dengan kelakuannya yang begitu aktif dan di luar ekspetasi banyak orang


"udah yuk pulang" ajak damian

__ADS_1


" belum nyampe sopirnya" balas qiana


"ya sudah tunggu bentar" damian dan qiana akhirnya menunggu sampai jemputan mereka datang


setelah sampai di rumah keluarga atharazka, qiana dan damian berjalan masuk dengan santai  "aku masuk kamarku dulu ya qiana, mau ganti baju" ucap damian yang memang memiliki kamar sendiri di rumah papa bachtiar


seperti di rumah kakek burhan yang menyediakan kamar untuk anak serta cucunya begitupun di rumah papa bachtiar yang menyediakan kamar untuk anak serta cucunya, jadi Damian dan adiknya rain punya kamar tersendiri di rumah itu


"iya dam, aku juga mau ganti baju dulu,  baru nyapa si vansh" balas qiana


qiana naik ke lantai atas di mana kamarnya berada dan segera membersihkan diri juga berganti pakaian


setelah lebih segar qiana turun ke lantai bawah untuk mencari adiknya "bik amra" panggil qiana mencaari keberadaan pelayan yang bekerja di rumah papanya


"iya nona" bik amra berjalan dengan tergopoh gopoh karena panggilan qiana


"di mana vansh bik" tanya qiana


qiana berjalan ke arah halaman belakang yang terdapat lapangan memanah yang di buat khusus oleh papa bachtiar karena vansh yang memang suka memanah "vansh" panggil qiana


vans menoleh ke belakang "hai kak qiana" vansh segera berlari dan memeluk kakak kesayangannya


qiana balas memeluk adiknya "kakak akan tinggal di sini selama mama dan papa pergi"  qiana mengurai pelukannya dan menatap lekat adiknya "kakak juga akan hadir di acara sekolah kamu besok" balas qiana


"emang kakak gak sekolah, kok bisa hadir di acara sekolah Vans" tanya vansh


"kakak minta izin besok, gak mungkin kamu pergi sendiri ke acara itu, kakak tertuamu juga kan sedang menemani om brian ke luar kota" balas qiana yang sudah di beri tahu kenapa harus dirinya yang hadir di acara adiknya


"ya sudah" vansh dan qiana berjalan masuk ke dalam rumah


"dam kamu di sini juga" tanya vansh saat melihat damian yang juga ada di rumahnya

__ADS_1


"iya, kata mama suruh nemenin om dan qiana" balas damian


"terus rain sama siapa" tanya vansh


"sama nenek lah, rain kan kesayangannya nenek" balas damian


"yuk makan dulu, laper nih kakak" ajak qiana menarik tangan vans menuju meja makan


mereka makan bertiga dengan tenang dan tidak banyak bicara, karena sudah di ajarkan papa bachtiar untuk tenang saat makan dan bicara setelah makan selesai


seusai makan mereka bertiga berkumpul di ruang keluarga sekedar untuk main game dan mengobrol. yang bermain game sih damian dan Vansh sedangkan Qiana bermain dengan ponselnya "oh ya kak, besok kan aku juga tampil di acara itu dan ada acara pemberian penghargaan juga, nanti kakak mau maju mewakilin enggak" tanya vans di sela kegiatannya bermain game


qiana mendongak sebentar ke arah adiknya "emang harus keluarga yang mewakili menerima" tanya Qiana


"enggak juga sih kak, cuma kalau orang tuanya mau ya gak papa" balas vansh


"kakak kan bukan orang tua kamu, tapi kakak kamu" balas Qiana


"ya kan intinya kakak perwakilan orang tua" balas vansh dengan ketus


"iya iya, nanti kakak yang maju" balas qiana dengan ketus


bisa merembet kemana-mana kalau adiknya yang satu ini ngambek, jadi qiana memilih jalan aman dan menurut


"tapi ingat vansh, kakak gak suka denger kamu bikin ulah di sekolah, jangan sampai kakak di ceramahin dulu di sekolah gara-gara kamu yang sering bikin ulah" ucap qiana dengan tegas


"vansh gak bikin ulah kakak, vansh cuma balas apa yang vansh dapat jadi selama mereka gak usik vansh, maka vansh gak akan balas" balas vansh dengan tegas


qiana menatap tajam adiknya yang selalu bisa menjawab pertanyaannya "kamu itu anak berusia 12 tahun vansh, usia dimana kamu baru akan menyelesaikan pendidikan sekolah dasar kamu jadi jangan selalu berperan seperti orang dewasa" ucap qiana mengingatkan adiknya untuk bersikap seperti anak di usianya


vansh menoleh ke belakang agar bisa bertatapan dengan kakaknya "vansh emang begini kakak, vansh gak pernah mikirin harus seperti apa di usia vansh, vansh cuma melakukan apa yang menurut vansh harus lakukan" balas vansh dengan tegas dan kembali bermain game

__ADS_1


qiana hanya bisa menghela nafas kasar, ini yang paling tidak dia suka pada adiknya, selalu bersikap seperti orang dewasa dan bukan layaknya seorang anak-anak pada umumnya, dan qiana juga tak pernah bisa membalas kata-kata vansh yang terasa memang benar dan tak bisa untuk di bantah


__ADS_2